Quen En

Quen En
chapter 160



mendengar suara sombong dan arogan bukan quen en tidak mengenali suara pria di luar itu.


bagaimana pun tidak Feng yi pria yang sangat di cintai pemilik tubuh ini.


tidak lama pria pemilik toko masuk datang terlihat wajahnya ketakutan dia berkata dengan hati hati"tuan dan nyonya mohon maaf tapi tempat ini akan di tempati yang mulia putra mahkota mohon tuan nyonya pengertian nya ,di sebelah juga tidak kalah bagusnya dari ruangan ini" penjaga itu berkeringat dingin saat berkata apa lagi saat melihat ke arah pangeran Lee sungguh dia merasa takut.


"jika seperti itu biarkan putra Mahkota yang kau maksud itu ke sana saja "kata pangeran Lee suara terdengar ringan dan santai namun membuat tubuh panjaga itu bertambah takut.


"ta... tapi Tuan"pemilik toko itu terbanta banta tidak tau harus berkata apa tapi di sisi lain ia takut mendapatkan murka dari putra mahkota.


merasa begitu lama tidak kunjung ke luar pemilik toko, Feng yi memerintah bawahanya untuk membuka pintu.


para pengawal sekitar 2 orang maju mendorong pintu hingga pintu itu terbuka .


"yang mulia"pemilik toko itu segera berlutut.


"kalian semua keluar ,yang mulia ingin makan di sini"perintah kedua pengawal itu mengusir putri quen en dan pangeran Lee.


putri quen en dia seakan tidak mendengarkan perkataan kedua pengawal itu dia hanya menyantap makan penutup nya dengan tenang.


"tempat ini sudah dari awal kami datang jika menginginkan ruangan ini silahkan menunggu hingga kami selesai"pangeran Lee.


"ini adalah putra mahkota berani sekali kau berkata seperti itu kau pikir dirimu siapa "?.


kedua pengawal itu maju untuk menyerat quen en dan pangeran Lee keluar.


baru beberapa langka pengawal itu melangkah, pedang pangeran Lee di tarik keluar di arahkan ke dua penjaga itu.


membuat kedua pengawal itu terdiam di tempat.


putra mahkota feng yi dia hanya diam menatap wanita yang duduk di sana yang tampak tenang seakan tidak terusik sedikit pun bahkan ketika pria di depannya mengeluarkan pedangnya.


dia seperti tidak terusik , Feng yi tidak tau bagaimana rupa wanita itu namun di lihat tangan putih lembut serta halus dan di tambah bulu mata terlihat sangat lentik.


namun yang membuat dia penasaran bagaimana dia bisa tenang di sana saat semua orang sedang ribut.


"cukup"perintah Feng yi.


semua pengawal pun langsung membungkam kan mulutnya tidak berani lagi bersuara sedikit pun.


"kalian seperti pendatang baru di tempat ini"tanya Feng yi kemudian.


"iya"jawab putri quen en singkat.


walaupun suara itu sebentar namun suara wanita itu terdengar indah membuat Feng yi bertambah penasarannya.


"hmm Rungan ini adalah khusus untuk benwang saat makan di restoran ini , tapi entah bagaimana pemilik toko ini malah membawa kalian ke sini"putra mahkota feng yi seraya melirik pemilik toko.


hingga tubuh pemilik toko itu gemetaran Takut mendapatkan tatapan tajam dari putra mahkota.


pangeran Lee mengepalkan tangannya dia bisa saja melenyapkan pria Sombong di hadapan dengan mudah namun melihat putri quen en berbicara dengan putra mahkota terlihat tenang namun pangeran Lee mengerti jika sifat quen en seperti itu .


itu artinya dia pasti membuat perhitungan terhadap putra mahkota.


"putri bagaimana jika kita pergi saja lagi pula anda sudah selesai makan berada di sini tidak baik untuk anda karena terlalu banyak lalat berterbangan" pangeran Lee dia berusaha tenang di hadapan putri quen en tidak ingin menunjukkan sifat aslinya yang berdarah dingin.


"baik" putri quen en dengan setuju .


"biarkan benwang mentraktir kalian dan menebus kesalahan yang tadi terjadi"tawar Feng yi karena dia Benar benar merasa penasaran apa lagi suara quen en terasa merdu dan tidak asing baginya .


"mari istri ku"ucap pangeran Lee dengan sengaja menyebut quen en istri agar putra mahkota feng yi tau jika wanita yang di liriknya adalah milik nya.


putri quen en pun berdiri dan menyambut uluran tangan pangeran lee kepadanya .


wajah putra mahkota feng yi langsung merah karena marah ,dia adalah putra mahkota yang angung namun di abaikan oleh dua orang asing apa lagi wanita yang menutup wajah nya membuat Feng yi penasaran.


"tangkap mereka"perintah putra mahkota .


pengawal langsung menghadang putri quen en dan pangeran Lee.


"kalian berdua di tahan"


"apa alasan nya hingga putra mahkota ingin menahan kami"tanya pangeran Lee.


"kalian akan tau ketika di penjara nanti"ucap Feng yi dengan sinis.


pengawal itu maju ingin menahan pangeran Lee dan putri quen en.


tapi pangeran Lee dia langsung mengeluarkan pedangnya.


melihat perlawan dari pangeran Lee beberapa pengawal berteriak "pemberontak"


prajurit yang berjaga di luar pun segera berlari ingin melindungi putra mahkota jika benar ada pemberontak.


"tangkap pemberotak ini" perintah panglima perang.


pengawal pun langsung menyerang pangeran Lee yang terlihat melakukan perlawanan hingga pertempuran pun terjadi.


treng.....


treng...


treng....


walaupun puluhan orang menyerang pangeran Lee tidak sedikit pun pedang lawan mengenai tubuh pangeran Lee .


namun para pengawal sudah berjatuhan dengan darah dan luka parah di tubuh mereka hingga tumbang tidak sadarkan diri.


"berhenti"ucap quen en dengan santai .


prajurit pun langsung melihat ke arah quen en yang sudah berada di dekat putra mahkota dengan belati terletak di leher Feng yi.


tubuh panglima perang bergetar takut , Takut jika belati itu akan memotong leher Feng yi.


tapi menyadari jika orang yang mengancam adalah wanita membuat panglima perang tidak gentar bagaimana pun wanita tidak bisa melakukan apa pun apa lagi membunuh.


"letakan belati ,aku jamin anda akan selamat kami tidak akan membunuh Anda"


putri quen en bukan lah orang yang berhati lembut hingga ketika panglima berkata dan membujuknya agar melepaskan putra mahkota dia malah menekan belati hingga kulit leher putra mahkota terluka hingga sedikit darah keluar.


"aku tidak perlu jaminan untuk aku hidup" kata quen en dengan dingin.


"nona anda jangan main main jika anda membunuh putri mahkota bukan hidup anda yang jadi taruhanya bahkan kerabat anda sekali pun akan mendapatkan hukuman"


putri quen en dia tersenyum getir di balik cadarnya .


"kerabat bahkan orang tua ku sudah mati"kata putri quen en.


panglima pun di buat bingung dengan apa lagi harus mengacam gadis di hadapannya ini bukan gadis seperti umumnya ,tampaknya ia sudah sering membunuh di lihat dari cara memegang belati dan nada bicaranya tidak sedikit pun ada getaran ke Takutan.


putra mahkota Feng merasa perih di lehernya namun di sisi lain dia merasa dua benda menonjol yang menempel di punggung belangnya


bukan quen en dan dia memilih jarak dekat hingga ketika Quen en bersuara deru nafasnya dapat di rasakan di belakang telinganya.


bahkan di saat dalam keadaan terancam seperti ini Feng yi seakan tidak perduli dia menikmati aroma wangi dari sang gadis yang mengancam nya .


ini sungguh menarik .


ia tersiksa namun menyukainya


siapa wanita yang arogan dan sombong bahkan angkuh seakan memandang semua orang adalah lawan yang mudah .


bukan kah orang itu quen en .


tentu Feng yi mengingat hal itu seorang wanita yang begitu mencintai nya dulu.


Pangeran Lee dapat melihat jika Feng yi mengambil kesempatan , menikmati jarak dekat quen en.


tiba tiba saja hatinya seakan terbakar , begitu panas seperti lava akan meledak.


zep...


zep..


zep. ...


pangeran Lee pun langsung menebaskan pedangnya dengan brutal .


gerakan begitu geset hitungan detik 30 orang sudah terkapar mati.


BOOM.....


pangeran Lee melempar asap kabut .


huk....


huk...


huk...


"yang mulia "panglima berlari menghampiri putra mahkota yang sudah terduduk lemas di lantai dengan darah di lehernya yang masih mengalir .


"segera panggil tabib"teriak panglima terhadap bawahan nya.