Quen En

Quen En
chapter 106



kaisar tang si fan menciumi rambut quen en yang selalu membuatnya ketagihan dengan wangian rambut quen en.


wangian yang sangat menyegarkan .


"lebih baik di ketahui penyamaranku dari pada di cabuli oleh kaisar tang si fan"gumam quen en.


putri quen en dia langsung mengigit tangan kaisar tang si fan dan langsung berlari seraya menciumi kalungnya .


"rupanya kau sudah menunjukkan dirimu sebenarnya"kaisar tang si fan dengan tersenyum dan juga ikut hilang.


melihat kaisar tang si fan tiba tiba hilang berserta quen en membuat Kasim yang melihat itu langsung jatuh pingsan.


para pelayan langsung menghampiri Kasim tersebut dan melihat kedalam kamar tidak ada siapa pun hanya satu orang wanita yang Tampak berbaring di atas kasur.


di lain tempat.


"kaisar itu pasti mengejarku lebih baik cari tempat sembunyi"quen en langsung masuk ke dalam semak semak dan bersembunyi di sana.


"aku di sini"bisik kaisar tang si fan di belakang quen en membuat quen en terpental kaget.


"ahhh sial kau mengejutkan ku"? quen en dengan kesel.


melihat wajah quen en merah padam karena kesel membuat kaisar tang si fan tertawa "maaf kan aku putri quen en ,kau sendiri yang main petak umpet seperti ini"ejek kaisar tang si fan.


putri quen en dia langsung mencium kalungnya dan menghilang"awww.....


namun saat muncul dia tiba tiba masuk kedalam lubang jembakan **** yang bisa di warga gunakan.


membuat kakinya terkelir sakit "ini gara gara kaisar sok bersih itu membuat ku seperti ini"


kaisar tang si fan juga ikut muncul namun melihat quen jatuh kedalam lubang jebakan membuat kaisar tang si fan segera berlari menghampiri quen en namun dia menghentikan langkahnya merubah wujudnya menjadi pangeran Lee karena tau jika kaisar yang menolong pasti quen en tidak akan mau.


"sayang kenapa kau di main di sana "goda pangeran Lee.


"aku jatuh bukan bermain"quen en dengan kesel.


"pangeran Lee apa itu kau"quen en dari dalam lubang .


"iya, tunggu aku ,aku akan turun kesana "? pangeran Lee .


"jangan lubang ini begitu kecil ,jika kau ikut masuk tidak akan muat malah membuat kita berdua terjebak sini lebih baik Carikan aku tali "quen en.


"baik kau tunggu lah di sini"


tiba lama pangeran Lee datang membawa akar yang pajang di ulurkan kedalam lubang putri quen en memegang agar tersebut.


namun karena kaki quen en terkilir membuat dia sudah berdiri"awww pangeran Lee ,aku tidak bisa berdiri kakiku terkilir.


mendengar putri quen en kesakitan pangeran Lee dia langsung melompat turun .


"kenapa kau turun kesini ,lihat disini sempit kita akan terjebak di sini "quen en.


"mendengar mu kesakitan membuat ku khawatir "setelah berkata seperti itu pangeran Lee dia langsung mengangkat putri quen en dan membawa menghilang.


"kenapa tidak dari awal menolong ku seperti ini"quen en.


"tadinya aku ingin turun tapi kau malah menyuruh ku mencarinya tali "pangeran Lee.


"yaa aku kira kau tidak melakukan ini dengan mengilang menolong ku"putri quen en.


pangeran Lee dia memegangi kaki quen en menekan nya sedikit dan bertanya"apakah sakit"?


"hhhmmm iya ,jika bukan karena kaisar Sok itu aku tidak akan seperti ini"keluh quen en.


"kaisar yang mana yang istri ku ini maksud"goda pangeran lee


"dia tidak akan menemukan kita di sini"? pangeran lee


"tidak,kau tidak kenal seperti apa dia , lebih baik kita bersembunyi di suatu tempat sampai bulan purnama tiba aku akan segera kembali ke istana Phoenix"kata quen en.


"baik lah "pangeran Lee dia langsung mengangkat quen en kedalam gendong nya .


putri quen en dia menatap pria itu dengan teliti yang terlihat begitu Tampan namun ketampanan itu harus tertutup oleh iris iblis di sisi wajah nya membuat dia terlihat mengerikan dan juga bola mata yang tidak asing bagi quen en.


"kenapa melihat suami mu ini seperti itu "? tanya pangeran Lee.


"tidak ada , lebih baik kita cepat pergi.


pangeran lee dia langsung menghilang membawa quen en di dalam dekapan nya.


tiga orang yang melihat dari kejahuan .


"ratu ...sekarang kita tau jika kaisar tang si fan adalah pangeran Lee"?


"biarkan saja lebih baik seperti itu hal ini bisa kita manfaatkan kedepannya"Lou zyou.


"baik ratu "


"bukan kah lebih baik kita bersenang senang ikut menghancurkan kerajaan EN biarkan quen en bersenang senang dengan pria lain sedangkan di sana suaminya menghancurkan kerajaan nya kita lihat apa bisa quen en memaafkan yu an Tian kali ini"


"benar yang di katakan ratu "


"dan kau ku tugaskan awasi quen en biarkan dia mengetahui setelah kerajaan Phoenix berhasil meratakan kerajaan EN "


"baik ratu "


dua orang itu pun langsung menghilang menyisakan satu orang yang akan terus mengawasi gerak gerik quen en.


______________________________________________


Lee bukan kah ini adalah istana barat kerajaan Phoenix tempat kau si segel kenapa kesini"?


"di sini aman untuk saat ini karena Kaisar tang si fan tidak akan kesini?


"kaisar tang si fan tidak akan kesini lalu bagaimana dengan Cheng Zheng dia dengan mudah menemukan ku di sini"quen en.


"yang ku tau saat ini Cheng Zheng tidak ada di istana jadi untuk saat ini aman saat kau menunggu bulan purnama tiba"


"baik lah kali ini aku memercayai mu"quen.


pangeran Lee di menurukan Quen en di atas tempat tidur "istirahat lah ,aku akan mencari Obat dan makanan untukmu"


putri quen en dia mengangguk Kepala nya pelan dan berkata" Lee bisakah aku meminta tolong kepada mu?


"baik lah ,kau tinggal mengatakan nya"


"di istana zommen di kamar pelayan yang ku tempati ada seorang gadis bisakah kau mengirimkan ke rumah tabib di mana aja untuk mengobati nya dia sedang terluka "


"baik lah , lebih baik kau tenang disini jangan selalu memiliki orang lain"? pangeran Lee.


"dia baik kepada ku"quen en.


"baik lah"pangeran Lee dia pun langsung menghilang.


kehidupan ku setiap hari semakin rumit apa kah dewa menghukum ku karena aku dulu pembunuh bayaran Hingga dewa menghukum ku terjebak di zaman ini


sudah puluhan nyawa ku bunuh hanya demi uang kini baru sadar hingga begitu menyesal dan ingin menebus semua kesalahanku di zaman ini.


"aku sangat merindukanmu yu an Tian apa yang sedang kau lakukan sekarang ?