Quen En

Quen En
chapter 115



dia merasa tiba tiba seluruh tubuhnya sakit seperti tersengat listrik dari hidungnya mengeluarkan darah segar.


quen en ingin menjerit meminta bantuan tapi tenggorokan terasa kering dan sakit.


dan dia pun tidak mampu lagi untuk menopang tubuhnya hingga dia jatuh.


tubuhnya hampir jatuh ke lantai jika tidak segera pangeran Lee datang untuk menariknya jatuh dalam pelukannya.


sedangkan quen en dia sudah tidak sadarkan diri.


pangeran Lee dia langsung melirik ke arah seseorang yang sedang bersembunyi dan berkata"aku sudah mengingatkan beberapa kali untuk tidak menggangu wanita ku ,namun kau teryata melawan ku maka kau harus membayar kali ini" pangeran Lee dengan dingin.


Lou zyou dia pun keluar dari persembunyiannya dengan senyum merekah di bibir karena rencana untuk mencelakakan quen en telah berasil sepenuhnya.


"cik ,cik kau datang terlambat , wanita yang kau puja ini akan cacat selamanya dan seharusnya kamu mengucapkan terima kasih kepadaku ,karena mungkin kaisar yu an Tian akan mencampakkan putri quen en dan kamu bisa memilikinya seutuhnya"


pangeran Lee dia langsung mengeluarkan kekuatan apinya dan mengarah ke Lou zyou tapi wanita iblis itu dengan cepat langsung menghilang.


pangeran Lee dia pun langsung melihat kembali wanita yang ada di dekapannya yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah sudah pucat.


dia juga melihat di kulit quen en penuh dengan memar ,hatinya terasa begitu sakit dan hancur.


wanita yang di jaganya selama ini tapi di perlakukan tidak baik di kerajaan Phoenix.


dia merasa tidak tahan seakan ingin membawa quen en ke istananya.


"kau apa kan putri quen en"tanya Cheng Zheng yang tiba tiba datang.


pangeran Lee dia hanya melirik Cheng Zheng dan berkata"dasar tidak berguna , melindungi satu wanita pun kau tak mampu malah menyiksa nya ,"pangeran Lee dengan begitu dingin tatapan ingin membunuh pria di hadapan ini.


sedangkan Cheng Zheng dia melihat quen en yang tersandar di dada pangeran Lee , melihat pemandangan itu membuat Cheng Zheng merasakan panas membakar dadanya .


"berikan pada ku "Cheng Zheng dia dengan segera mengambil quen en dari tangan pangeran Lee


namun pangeran Lee melompat mundur seraya membawa quen en dalam Gendongan nya.


"kau "Cheng Zheng dia mengepalkan tangannya murka atas tindakan Pangeran Lee.


plussss....


Cheng Zheng mengeluarkan kekuatan api hitam ke arah pangeran Lee.


api itu hanya mengenai angin sedang pangeran Lee tersenyum miring "payah"ejeknya.


"benar kah"seringai Cheng Zheng licik.


bruk...


pukulan keras itu tepat mengenai kepala pangeran Lee membuat dia oleng dan pusing.


pangeran lee menoleh ke belakang yang ternyata di sana dua bawahan Cheng Zheng.


tapi tekat pangeran Lee kuat untuk membawa quen en pergi dari istana Phoenix.


"jangan pernah berpikir untuk membawa quen en dari ku , karena aku tak akan membiarkan kau lolos begitu saja"Cheng Zheng.


"untuk apa kau mempertahan kan quen en bukan kah hal yang kau inginkan sudah kau dapat"pangeran Lee .


"belum ,kitab dewa itu berada di dalam tubuhnya ,jadi dia harus di sini hingga dia dengan suka rela memberikan kitab itu untuk ku"


"kau tidak bisa memaksa hal yang bukan milikmu"bentak pangeran Lee.


"banyak bicara ,serang"!!! perintah Cheng Zheng kepada dua bawahan.


membuat pertempuran pun terjadi .


pangeran Lee begitu kesulitan menghadapi dua bawahan Cheng Zheng Karena di dalam dekapannya ada quen en yang di pertahankan.


hingga kekuatan dari depan belakang datang bersamaan menghantap tubuh pangeran Lee .


pufff.....


pangeran Lee dia langsung menyemburkan darah segar dari mulut nya.


Cheng Zheng mengambil beberapa langkah ringan ke depan saat tatapan mematikan tertuju pada pangeran Lee.


keadaan pangeran Lee saat ini lemah namun dia masih dengan keras kepalanya tetap memeluk tubuh quen en seakan tidak ingin di pisahkan.


melihat pangeran Lee seakan enggan untuk melepaskan putri quen en , Cheng Zheng mata langsung berubah menjadi merah.


"masih tidak ingin menyerahkannya?"


Cheng Zheng menyeringai tapi matanya memiliki niat membunuh.


"bawa quen en pergi"perintah Cheng Zheng.


ye wu dan Chen mereka langsung mendekati pangeran Lee dan menarik paksa putri quen en tapi pangeran Lee terus mempertahankan hingga sebuah tinju Melayang ke wajah pangeran Lee .


bruk.


mereka pun langsung membawa putri quen en menjauh dari pangeran Lee.


Cheng pun tidak tinggal diam melihat keadaan pangeran Lee sudah tidak berdaya dia pun mengeluarkan pedangnya.


pangeran Lee dia masih berusaha bangkit menatap dengan nanar wanita yang di cintainya yang tergeletak lemas di lantai.


dan


zep....


Tampa aba aba lagi pedang itu langsung menancap tepat di jantung pangeran Lee.


"jika kau ingin melawan ku datang lah dengan tubuh aslimu bukan dengan bayangan "


Cheng Zheng dengan cepat menarik pedangnya yang sudah di lumuri darah pangeran Lee.


tubuh pangeran Lee pun langsung berubah menjadi transparan sebelum dia benar-benar menghilang dia berkata"aku mohon pada mu jangan sakiti quen en ku"


quen en ku ..


mendengar itu membuat Cheng Zheng murka "aku akan membuat dia menderita dan hina campakkan itu"


pangeran Lee dia ingin melawan namun waktu habis sebelum dia benar benar hilang bagaikan hembusan angin.


______________________________________________


kepalanya masih merasakan pusing dan sakit namun di pendengar.an terdengar suara begitu berisik membuat quen en ingin menegurnya dengan marah.


hingga dengan pelan dia membuka matanya.


hal pertama yang di lihat nya adalah beberapa pelayan yang sedang membersihkan tubuh mengunakan kain basah sambil mengobrol dengan lainnya.


"kurang ajar sekali mereka"batin quen en.


"yang mulia permaisuri sadar...


"ah iya bener, segera laporkan ini kepada kaisar"


satu pelayan pun Tampak lari keluar mungkin ingin melaporkan keadaa quen en.


tengkorakan quen en terasa panas hingga dia berkata "ambilkan aku air.


namun yang terdengar suara AAAaa seperti orang gagu .


membuat putri quen en terkejut bukan main.


ada apa dengan suaranya.


pelayan yang menjaga putri quen en seakan mengerti , pasti putri quen en akan terkejut hingga dia langsung menjelaskan.


"yang mulia permaisuri anda di katakan tidak bisa berbicara lagi ,bahkan tubuh anda seluruh nya lumpuh.


"apa"jerit quen en terkejut di hatinya.


"sudah dua bulan lebih tidak sadarkan diri"


"hah yang benar saja ,apa tidak sadarkan diri selama itu ,tapi kenapa keadaan ku seperti ini waktu itu aku hanya memakan kue manis dari pelayan itu apakah kue itu ada racunnya"? batin quen en.


untuk meyakinkan putri quen en mencoba menyakinkan keadaanya putri quen en mencoba menggerakkan tubuhnya namun tidak bisa tubuh seakan benar benar tidak bisa berfungsi lagi.


menderita .


jika keadaan seperti ini selamanya hidupnya akan menderita .


putri quen en merasakan kebodohan terhadap dirinya kenapa waktu itu Tampa sadar bisa makan kue manis itu tidak menyimpan sedikit pun ke waspadaan.


.


jika keadaan seperti ini akan kan kaisar yu an Tian masih menerimanya sebagai istrinya"?tanya quen en di dalam hati dengan khawatir.


putri quen en mendengar suara langkah kaki mendekati nya .


tiga pelayan lain masuk kedalam membawa pakaian putri quen en yang akan di kenakan.


"yang mulia kaisar ingin menemui permaisuri ,kami datang untuk membantu yang mulia permaisuri Menganti pakaian nya"


beberapa pelayan yang menjaga putri quen en pun segera keluar .


sedangkan ketiga wanita itu langsung tersenyum jahat ke arah quen en.


salah satunya mengenakan penutup wajahnya dan berkata"selamat atas kesadaran yang mulia permaisuri "


wanita itu langsung membuka cadar nya .


putri quen en terkejut"kau "batin quen en.


"kenapa kau terkejut"Lou zyou.