
putri quen en pun mengikuti langkah wanita paruh baya itu dari belakang.
yang dari tadi terus berbicara panjang lebar mengingati quen en agar tidak melakukan kesalahan lagi saat melayani kaisar .
wanita itu terus berbicara Hingga telinga quen en terasa panas "sial tua Bangka ini terus mengoceh lihat saja pembalasan ku nanti"batin quen en kesel.
hingga mereka memasuki kediaman kaisar tang si fan
"ingat semua perkataan ku "pelayan chon mengingat quen en atas perkataan tadi.
"baik kepala pelayan chon"
"sekarang masuk sana jangan biarkan yang mulia menunggu mu dengan lama nanti aku yang jadi sasarannya"setelah berkata pelayan tua itu ingin mendorong quen en masuk kedalam namun hal itu dapat quen en baca membuat quen en menghidarinya membuat pelayan chon jatuh tersungkur.
pfff"quen en menahan tawanya.
"bocah sialan"maki pelayan Chon seraya memegangi kepalanya yang terlihat berdarah.
"ya ampun kenapa anda tiba tiba menyeruduk tembok ini dan lihat hasilnya anda mengeluarkan darah"quen en.
"ini karena mu jika kau tidak menghindar begitu saja aku tidak akan jatuh,aduhhh ini sakit"keluh pelayan Chon.
". maaf aku pelayan chon hal itu aku tidak mengetahuinya jika anda akan mendorong aku masuk kedalam"ejek quen en.
"sini kau akan ku berikan pelajaran kau "pelayan chon dia langsung bangkit berdiri ingin memukul quen en dengan cambukan.
namun dengan cepat quen en berlari pergi masuk .
"hahaha dasar payah pelayan tua itu "
"hei kau jika tertawa jangan keras keras yang mulia sedang istirahat "tegur salah satu pelayan yang sedang menyampu.
putri quen en memutar bola jengah"ya baik lah "
"sekarang cuci pakai yang mulia sana",
"baik , tapi dimana letak pakai kotor yang mulia kaisar"quen en.
"disana"tunjuk pelayan itu dengan tidak ikhlas seakan kedatangan quen en tidak di sukai nya.
tidak itu saja gadis gadis pelayan di sana melihat kehadiran quen en seakan tidak suka "hei kau kenapa menutup wajahnya seperti itu apa kah ada yang kau sembunyikan"
"tidak ada"quen en
"kami tidak percaya jangan jangan kau wanita penyakitan hal ini di takut kan akan menular dengan kami"
"cihh jangan pernah mencari masalah dengan ku atau kalian menyesalinya"quen en memberikan perintah.
putri quen en berbalik pergi tidak ingin terlalu meladeni pelayan pelayan itu yang membuat hati quen en panas dengan kata katanya.
namun semua pelayan di kediaman kaisar tang si fan segera berlari menghadang quen en"kau pikir bisa pergi begitu saja"
sudut bibir quen en terukir licik "lalu apa mau kalian"? tanya quen en.
"lepaskan penutup wajah mu".
"jika aku tidak mau melepaskan kain di wajah ku kalian mau apa"? quen en.
"kami akan memaksa"
para gadis pelayan tersebut berebut ingin menarik menutup wajah quen en.
putri quen en langsung menendang dan meninju siapa pun yang coba menarik penutup wajah.
bruk...
bruk...
ahh
sakit..
bruk...
putri quen en mengimbas tanganya seperti membersihkan debu di tangannya.
prajurit yang berjaga segera berlari ke arah quen en berada karena mendengar suara keributan"ada apa ini"tanya salah satu prajurit.
"pelayan itu dia langsung menyerang kami padahal kami hanya ingin memastikan wajah nya saja kenapa dia menutupi wajahnya seperti itu kami hanya khawatir dia adalah seorang pelayan penyakitan yang akan menular"
putri quen en ingin tertawa dengan penjelasan para pelayan tersebut .
"kalian berkata seperti sama dengan kalian mengatakan jika kerajaan zommen ini memiliki kualitas jelek"quen en.
"kurang ajar sekali kau pelayan rendah berani berkata kwalitas kerajaan zommen kau pikir dirimu siapa"? bentak prajurit mendengar perkataan quen en.
"aku hanya mengatakan sebenarnya , mereka mengatakan jika aku adalah wanita berpenyakit padahal semua tau untuk masuk ke k
istana banyak tes yang di lewati apa lagi masuk ke kediaman kaisar yang tentunya segala halnya telah di periksa dengan banyak melewati ujian namun kenapa semua pelayan pelayan di sini mengatakan aku berpenyakit an secara tidak langsung mereka menganggap ketua ketua dan kepala keamanan di sini mudah di bodohi hingga orang perpenyakitan bisa masuk hingga ke diaman kaisar"jelas quen en panjang lebar.
membuat semua pelayan tidak tau akan berkata apa bagaimana pun yang di katakan quen en benar adanya"
"tapi kau menyerang kami semua kau harus di hukum atas tindakan mu itu"pelayan.
"apa kalian percaya perkataan mereka"tanya quen en ke pada para prajurit membuat prajurit kebingungan.
putri quen en yang paham akan hal itu di langsung berkata"Aku hanya sendiri sedangkan mereka lebih dari dua puluh bagaimana bisa aku melakukan itu "
"tidak kami semua berkata jujur wanita ini tau cara bela diri "
"jika aku melawan sebanyak ini pasti sedikit banyak tubuh penuh luka namun kalian lihat sendiri pakai yang ku kenakan tidak sedikit pun rusak"
"tapi kami tidak bohong wanita ini jahat dia licik"adu pelayan pelayan tersebut.
"diam" tiba tiba suara dingin itu pun terdengar melengkingkan telinga membuat semua langsung diam dan segera berbalik ke sumber suara.
melihat siapa yang berteriak marah semuanya menjatuhkan tubuhnya berlutut "mohon ampun yang mulai"mereka semua dengan serempak.
"ampun., kalian semua sudah membuat kebisingan di kediaman Zhen perbuatan lancang kalian harus mendapatkan hukuman"
"mohon ampun kami yang mulia ,ini karena ulah pelayan baru ini"tunjuk pelayan tersebut ke arah quen en.
"bener yang mulia ,bahkan pelayan ini menyerang kami semua"
"wanita ini sangat mencurigakan yang mulia karena untuk melihat wajahnya kami tidak di perbolehkan"
semua datang melapor kehadapan kaisar tang si fan , mengejek jelekan bahkan memojok mojokan putri quen en.
setelah mendengarkan perkataan para pelayan kaisar tang si fan berkata"sekarang kau berdiri"perintah kaisar tang si fan.
putri quen en dia langsung bangkit dan menatap kaisar tang si fan dengan dingin.
tatapan mereka bertemu satu sama lain .
"perbuatan mu menyerang pelayan di kediaman ku dan membuat kekacauan di sini kau harus mendapatkan hukuman"kaisar tang si fan.
semua pelayan mendengar kan itu seakan bersorak gembira .
"tapi mereka lebih dulu menindasku "bela quen en tidak terima .
"kau pikir dirimu siapa berani membantah perkataan yang mulia kaisar"tegur jendral Ming yang berada di belakang kaisar tang si fan.
"aku adalah...put"... putri quen en hampir keceposan ingin menyebut identitas nya yang sebenarnya.
"sudah berdebat di hadapan ku"kaisar tang si fan .
mendengar perkata kaisar tang si fan begitu dingin semuanya Langsung menunduk ketakutan tidak berani lagi untuk bersuara.
"sekarang kau ikut dengan ku"kaisar tang si fan terhadap quen en.
"baik yang mulia"
kaisar tang si fan membawa quen en masuk kedalam kamarnya .
namun sebelum ikut masuk ke dalam kamar megah tersebut quen en menghentikan langkahnya di ambang pintu"ini adalah kesempatan ku untuk memberi pelajaran, kaisar kejam seperti mu"batin quen en.
___________________________________________
jangan lupa yaa like 👍