Quen En

Quen En
chapter 100



pria itu dia langsung tertawa melihat wajah quen en yang terlihat tegang "melihat ku seperti melihat hantu"?


"kau lebih mengerikan dari hantu suka datang tiba tiba mengagetkan aku saja"


"tapi kau bahagia akan melihat aku di sini"


"yaaa aku sangat bahagia karena ada yang ku suruh suruh"quen en cengengesan.


" hamba siap melayani putri "pangeran Lee dia membungkuk hormat di hadapan quen en.


sontak hal itu membuat quen en tertawa"hahaha sudah lah karena mu rasa ngantuk ku langsung hilang"


"kenapa kau berada di sini apa putri ini sudah di campakkan oleh kaisar yu"


"tidak aku hanya jalan jalan dan lelah jadi istirahat di sini"quen en beralasan.


"tidak percaya ,kau pasti kabur dari kerajaan Phoenix kan"? pangeran Lee.


"kalau bicara jangan asal ya"tegur quen en kesel.


"aku berbicara karena bukti sayang"pangeran Lee dengan mencolek hidung quen dengan sayang.


putri quen en menatap pangeran Lee dengan tajam .


"jika kau melihat ku seperti itu aku jadi tambah sayang"pangeran Lee mencubit pipi quen en.


plak...


"sakit ,kau pikir wajah ku bakpaw"


"kau lebih nikmat dari itu"


setelah berkata seperti itu pangeran Lee Sedang cepat mencuri ciuman di pipi quen en.


"Lee kau kurang ajar"putri quen en dia langsung berdiri ingin memukul Lee namun pangeran Lee dia segera berlari .


putri quen en dia juga ikut mengejar panggera Lee membuat mereka kebasahan karena hujan turun deras.


putri quen en menciumi kalungnya dan berkata"buat pangeran Lee tidak bisa bergerak"


Tek .


tentu membuat tubuh pangeran Lee bagaikan batu tidak dapat di gerakan.


putri quen en dia tersenyum puas"Jangan pernah bermain main dengan ku atau kau menyesal"?


"sayang ...apa yang ini kau lakukan"pangeran Lee khawatir melihat quen en berjalan dekat dengan nya dengan tatapan tajam .


"kau suka menggodaku Lee dan rasakan ini"putri quen en mengelitiki pangeran Lee.


membuat pangeran Lee yang tidak tahan geli memohon ampun agar putri quen en berhenti berhenti mengelitiki .


"sayang ku berhenti lah hahahha aku tidak tahan lagi"


"tidak apa coba katakan"quen en terus mengelitik pangeran Lee.


"aku bisa mati ke gelian jika seperti ini"pangeran Lee


"biar kan saja ,kau Sangat menyebalkan dan apa kau selalu memanggilku dengan sebutan gelit mu itu"


"baik baik lah sekarang mohon berhantilah sungguh aku sudah tidak tahan lagi"


"dasar payah"quen en menghentikan nya melihat wajah pangeran Lee sudah sangat merah.


"istri kau tega sekali melakukan itu terhadap ku"


"jangan memanggilku seperti itu atau kau mau aku melakukan hal seperti tadi"


"tidak mau , selagi kau memakai cincin itu kau selamanya akan jadi istriku"


"menyebalkan ,jika bisa melepaskan cincin ini sudah kulakan dari dulu"


"cincin itu tidak akan lepas sebelum kau menentukan pilihan Antara aku atau yu an Tian"?


"aku sudah menjadi istri sah yu an Tian tentu saja aku memilih dia"


"jika putri memilih yu an Tian kenapa sampai saat ini mempertahankan keperawanan"


"ke.. kenapa kau tau hal itu"quen en bertanya dengan ragu.


"tau saja karena ku tau jika kau suatu saat akan memilih ku putri quen"


pangeran Lee dia hanya tersenyum seraya melepaskan jubahnya menutup tubuh quen en yang terlihat kedinginan di bawah guyuran air hujan"


putri quen en melepaskan jubah itu dan di lempar ke tanah"aku tidak suka dengan perkataan mu kau tidak memandang sedikit pun jika aku adalah kakak ipar mu dan kau terus merayu ku kau pikir aku wanita apa Lee"bentak quen en marah.


"maaf kan aku putri quen namun ini perasaan ku bagaimana bisa aku menyangkalnya jika aku benar benar mencintai mu dan kau harus terima jika aku adalah suami pernikahan kita mendapatkan restu dari dewa"pangeran Lee


"tidak ,dari awal sampai saat ini kita hanya ipar camkan itu"quen en.


mendengar perkataan quen en pangeran Lee dia mengepalkan tangannya sakit hati sudah tidak bisa di ucapkan lagi "kau tetap istri ku putri quen"pangeran Lee dengan kekeh.


"aku adalah istri yu an Tian apa kau tidak mengerti itu pangeran Lee"


"aku ragu akan hal itu ,apa kah kaisar yu an Tian mencintai mu atau malah sebaliknya iblis di dalam tubuhnya selalu menyiksamu "


"aku tidak perduli , suatu saat aku bisa mengeluarkan iblis itu dari tubuh kaisar yu"quen en dengan berharap.


pangeran Lee dia diam menatap quen en dengan lekat di bawah deras air hujan.


putri quen en dia melihat kearah pangeran Lee dan berkata"maafkan aku tadi telah membentak mu"


"tidak masalah"pangeran Lee .


"hmm seperti aku harus pergi karena aku ada urusan"quen en ingin mencium kalungnya untuk menghilang namun dengan cepat di cegah oleh pangeran Lee.


"kenapa putri, berpenampilan pelayan di istana zommen"tanya pangeran Lee.


"aku sedang menyamar di istana ini ,"


"untuk apa menyamar "? pangeran Lee


"rahasia"setelah berkata itu quen en langsung mencium kalungnya dan menghilang.


pangeran Lee mengibas pakai yang basah .


"kalian keluar lah"perintah pangeran Lee terhadap bawahan yang berada Balik semak semak.


"kami menghadap yang mulia"


"perintah semua pasukan bawah agar mengunakan sihir menyegel seluruh kerajaan zommen agar keberadaan istri ku tidak di terdeksi oleh iblis itu"


"baik di mengerti yang mulia"


mereka pun langsung menghilang.


______________________________________________


"ah gara gara pengeran Lee pakaian ku jadi basah begini"gerutu quen en kesel.


"hei kenapa kau disini bukan kau sedang di hukum di penjara bawah"


melihat pelayan tua itu berjalan ke arah quen en membuat putri quen en jengah .


"kau mendengar kan aku tidak,apa kau lari dari hukuman ya"pelayan Chon.


kepala pelayan Chon "Kasim berlari ke arah wanita tua itu.


melihat Kasim dari kediaman kaisar pelayan chon segera memberi hormat.


"hormat hamba Kasim Fu"


"ya , kedatangan ku kesini atas perintah kaisar untuk pelayan ini datang melayani nya"tunjuk Kasim tersebut ke arah putri quen en.


"hah tapi Kasim gadis ini begitu ceroboh bahkan pernah melakukan kesalahan saat melayani yang mulia kaisar ,jika dia melakukan kesalahan lagi pasti akan menyusahkan hamba"pelayan chon.


"ini adalah perintah dari kaisar lebih baik segera kau patuhi jika tidak kau akan menyesal"beritahu Kasim Fu dengan tegas.


membuat pelayan chon mengangukan kepalanya dengan pasrah dan segera berbalik menatap quen en dengan tajam,"sana segera ganti pakaian mu yang basah itu dan saat melayani kaisar jangan sekali kali membuat kesalahan atau hukuman cambuk akan kau dapat kan lagi"ancam pelayan chon.


"baik di mengerti kepala pelayan chon"


quen en segera pergi ke kamar para pelayan untuk mengganti pakaian nya.


"kenapa tiba tiba kaisar itu ingin aku yang melayani nya"?


_____________________________________________


dukungannya dengan menvote novel ini