Quen En

Quen En
chapter 136



seorang putri dari kerajaan bulan yang bernama key Mae dia adalah putri ketiga yang saat ini akan bertunangan dengan putra mahkota Yan jin.


hatinya sungguh ingin meloncat bahagia bagi mana tidak seorang pria yang terkenal akan ketampanan akan menjadi suami sebenar lagi.


dia mengunakan pakaian yang sangat Indah dengan sulaman emas dan pakaian yang berbahan sutra yang sangat lembut dengan bunga lili di rok nya dengan warna merah muda.


serta sebuah mahkota di kepalanya membuat dia tampak seperti putri kerajaan yang berasal dari kayangan.


semua mata melihat ke arah key Mae yang begitu cantik.


"sungguh beruntung putra mahkota menikahi putri key Mae dia adalah gadis yang sangat cantik"


"ya kau benar di banding dengan anak pelayan itu sungguh jauh berbeda derajat nya"


"hahaha ... gadis pelayan sepertinya mana mungkin bisa di bandingkan dengan tuan putri bahkan sepatu putri key Mae tidak sebanding dengan anak pelayan itu"


"kecilkan suara mu bagaimana pun anak pelayan itu adalah selir pangeran ke dua jika di dengar oleh pangeran kedua mau akan terkena masalah"


"ya ya kau benar ,tapi apa kau tau ,jika pangeran ke dua sudah lama tidak mengunjungi selirnya itu"


"tidak heran ,gadis itu adalah wanita rendahan bagaimana mungkin akan tertarik dengannya"


"hmm entah lah tapi yang ku dengar juga selir pangeran ke dua itu sedang mengandung"


"benar kah"


"tentu saja ,"


semua di dalam Rungan itu Tampak berbisik bisik membicarakan antara Yue Yue dan key Mae.


mereka menjelek jelekan Yue Yue dan membanggakan putri key Mae.


"kaisar dan putra mahkota tiba....


teriak Kasim .


membuat seluruh undangan Langsung membungkuk hormat.


Yan jin dia berjalan dengan tatapan datar tidak ada sedikit pun senyum di bibir nya.


bahkan saat duduk di sebelah putri key Mae dia tetap terlihat dingin seakan melihat dunia dengan benci.


"pangeran sangat tampan"ucap putri key Mae yang terkagum dengan calon suaminya.


yan jin dia tidak menghiraukan sedikit pun perkataan putri key Mae dia hanya duduk di kursi nya dengan tenang.


"selamat sebentar lagi kau akan bertunangan ,ku harap kau tidak lagi mengintip istri ku"ucap Cheng Zheng dengan dingin.


Yan jin dia langsung melirik Cheng Zheng dengan tatapan membunuh seakan ingin menghancurkan Cheng Zheng saat ini juga.


"kau pikir aku tidak tau jika kau sering datang diam diam untuk melihat Yue yue"bisik Cheng Zheng.


sedangkan Yan jin dia sudah mengepalkan tangannya .


" kau tau calon istri mu itu apa akan sehebat Yue Yue di atas ranjang ?,aku ingin memberi tahukan mu jika Yue Yue terlihat polos saat di luar namun ketika di atas ranjang dia benar benar liar"ucap Cheng Zheng seakan ingin memancing emosi yan jin.


Yan jin sudah mengepalkan tangannya hingga terlihat urat urat di tangannya.


namun emosi redup di kala seseorang datang berjalan menuju meja jamuan .


seketika itu langsung hening menatap sosok yang datang itu.


mereka seakan terhipnotis akan kecantikan luar biasa Yue Yue yang Tampak seperti bidadari dari khayangan.


dia mengunakan pakaian yang sangat sederhana dengan pakaian yang warna putih polos hanya sedikit terdapat sulaman.


rambut yang panjang hanya di ikat sebagai dan sebagai lagi di biarkan terurai melambai lambai dengan indah.


key Mae yang berdandan sedemikian rupa seakan tidak dapat di bandingkan dengan Yue Yue yang berpenampilan sederhana.


Cheng Zheng dia tersenyum lembut kearah Yue Yue namun Yue Yue hanya diam dia terlihat seperti seseorang yang tidak semangat untuk hidup.


"duduk lah "kata Cheng Zheng yang menarik kursi di sebelahnya agar Yue Yue duduk di samping nya.


Yue Yue pun dia langsung duduk hingga jamuan makan pun di mulai.


"sayang makan lah yang banyak"ucap Cheng Zheng seraya meletakan daging di piring Yue Yue.


Yue dia hanya diam namun menurut apa kata Cheng Zheng.


setelah selsai makan terdengar suara gong di pukul beberapa kali menandakan pesta akan di mulai.


semua orang pun langsung menuju ruang aula istana .


terlihat beberapa penari masuk istana.


mereka menari seakan ingin menghibur para tamu undangan.


"acara jamuan sudah selesai maka aku akan pergi"ucap Yue Yue terhadap Cheng Zheng.


Cheng Zheng dia langsung mencekal pergelangan tangan Yue Yue dan berkata"apa kamu sakit hati melihat Yan jin bertunangan"? tanya Cheng Zheng.


Yue Yue pun langsung menatap Cheng Zheng dengan mata yang terlihat ber air"pantaskah aku sakit hati tuan "ucap Yue Yue seraya menghentak tangan Cheng Zheng dan berlari pergi.


tuan


entah kenapa hati Cheng Zheng sakit mendengar kata tuan, padahal awal bertemu dengan Yue Yue gadis itu memanggil nya dengan sebutan tuan namun entah Kenapa saat ini terasa lebih sakit seakan dia orang asing bagi Yue.


Yue Yue dia langsung keluar dari aula itu dengan Air mata yang bercucuran.


dan dengan segera mengelap air mata nya dan berjalan dengan cepat tidak akan sanggup baginya melihat Yan jin bertunangan.


tapi seseorang menarik tangannya hingga tubuh Yue tidak seimbang hingga jatuh dalam pelukan orang itu.


Yue Yue tau siapa orang itu dengan segera melepaskan dari dekapan pria itu.


"untuk apa tuan di sini"ucap Yue Yue.


"Yue ,mohon jangan memanggil ku dengan sebutan seperti itu"kata Cheng Zheng.


Yue Yue dia tersenyum dan menatap mata Cheng Zheng dengan tatapan kekecewaan"bukankan aku hanya bidak catur bagi mu tuan ,kau tuannya di sini sedang aku hanya mainan mu"kata Yue Yue dengan lirih.


"Yue maaf aku , awalnya berfikir seperti itu namun saat ini aku merasakan jika aku mulai mencintai mu" kata Cheng Zheng.


"cinta ?tuan anda yang mengajarkan kepadaku jika cinta itu adalah hina ,jika cinta itu pengkhianat untuk apa anda mengatakan cinta kepadaku"


"Yue beri satu kali saja untuk memperbaiki kesalahanku dan aku berjanji akan menjadi mu seperti permaisuri bukan selir lagi"


lagi lagi Yue Yue tersenyum hambar"terima kasih tuan ,namun aku tidak butuh itu namun jika anda bisa mengabulkan satu permintaan ku maka aku akan memaafkan mu"


"katakan Yue ,apa pun itu akan ku lakukan,asal kau memaafkan ku dan membuka hati mu untuk ku"Cheng Zheng dengan semangat .


"tuan buat aku mati"


tubuh Cheng Zheng langsung terbeku.


"tuan apa kau tau perkata mu itu pernah ku dengar sebelumnya namun apa orang itu saat ini pergi jauh sangat jauhhh meninggalkan aku "kata Yue Yue dengan sedih.


sungguh saat ini Cheng Zheng tidak bisa berkata lagi.


terdengar suara petasan .


duar.....


duar....


"tuan aku pamit pergi ,jika kau bisa mengambulkan permintaan ku maka aku akan memaafkan mu"


Yue yue pun langsung berbalik pergi dengan berlari.


di kediaman saat ini saat sepi karena semua pelayan dan penjaga sedang berada di aula pesta.


Yue Yue masuk kedalam kamar dengan tidak semangat.


mengelap air mata yang terus mengalir.


"bruk...


pintu kamarnya di buka dengan paksa .


sungguh membuat Yue Yue terkejut.


"kenapa kau disini"tanya Yue Yue dengan terkejut.


namun tatapan Yan jin yang tajam menatap Yue Yue seperti mangsanya dengan penuh gairah.


hingga pria itu langsung datang dan mencium bibir Yue Yue dengan rakus.


serta tangan satunya di gunakan untuk melepaskan pakaian Yue Yue.


"Yan jin lepaskan ,apa kau sudah tidak waras"


"aku sudah gila yang selalu memikirkan mu siang dan malam "


"tidak jangan lakukan itu"kata Yue Yue dengan takut melihat Yan jin bukan seperti orang yang di kenalnya .


"aku hanya ingin mencobanya ,kata Cheng Zheng kau begitu hebat di atas ranjang bagaimana jika malam ini layanin aku dan anggap ini adalah hadiah pertunangan ku"kata Yan jin dengan suara serak dengan nafsu.


"tidak jangan ,kau kenapa berubah seperti ini"Yue Yue dengan takut melihat sorot mata yan jin.


seakan tidak perduli dengan perkataan Yue Yue ,Yan jin Langsung menarik dan merobek pakaian Yue Yue.


Yue Yue berteriak minta tolong tapi di sekap dengan bibir Yan jin.


tangan Yan jin tidak diam begitu saja dia meremas Meres gubukan gunung kembar di dada Yue Yue.


ciuman turun ke leher dan ke dada Yue Yue.


tangisan Yue seakan tidak di denger oleh Yan jin.


dan ciuman itu turun ke perut lalu ke arena sensitif Yue.


membuat Tampa sadar Yue Yue mendesah.


Yue Yue hanya bisa mengelengkan Kepala "jangan .....


kedua tangan Yue Yue tidak bisa di gerakan.


"Mulutmu berkata jangan namun tubuh mu mengatakan iya"..


perkataan Yan jin membuat Yue Yue malu.


Yan jin pun langsung melepaskan pakaian .


Yue Yue pun segera memalingkan wajahnya seakan tidak ingin melihat.


kedua kakinya di buka dengan lebar.


dan benda yang sudah tegang itu pun masuk .


Sangat sempit .


untuk menerobos masuk pun begitu sulit .


hal itu membuat Yan jin terkejut.


namun dengan berlahan dan pasti tengelam ke dalam surga Yue.


Yan jin memainkan dengan pelan dan kemudian berubah dengan cepat.


wajah Yue Yue mulai merah .


mengetahui jika Yue Yue masih perawan hati Yan jin begitu bahagia.


"yue Yue....


Yan jin terus menyebut nama Yue.


Yue Yue hanya memalingkan wajahnya karena sangat malu .


"tapi...ah... ah... ahhhhhhhhh"Yue Yue pun mendesah panjang.


mendengar itu membuat Yan jin lebih mempercepat gerakannya.


yang lagi lagi membuat Yue Yue ingin melayang terbang.


"ahhhhhhh"desah Yue .


Yan jin terus memainkan hingga semburan lava masuk kedalam Yue Yue.


"ahhhhhhh"ucap Yan jin dengan puas.


Yan jin pun langsung tidur di sebelah Yue Yue.


tubuh Yue yang awalnya tidak bisa di gerakan langsung kembali normal.


dia merasakan tubuh sakit namun rasa ngantuk berat mu menghantui hingga Tampa sadar dia jatuh ke dalam dunia mimpi.


kekuatan hitam datang tiba tiba ingin mengharamkan Yan jin namun Yan jin segera menangkis serangan itu.


tidak itu saja banyak orang yang datang masuk termasuk kaisar serta Cheng Zheng yang terlihat kemarahan di wajahnya.


Yan jin langsung menarik selimut menutupi tubuh polos Yue Yue.


"Yan jin "teriak marah kaisar.....


______________________________________________


mudahan di episode ini banyak yang like dan komentar......