Quen En

Quen En
chapter 39



bisa kah kamu izinkan aku kali ini pergi karena ada sesuatu yang harus aku urus"putri quen en.


"urusan apa? apa pun hal yang ingin kamu lakukan biarkan liu yang akan mengerjakannya"kaisar yu.


"tidak bisa jika di biarkan lama pelayan zi akan mati di gurun itu"


"jadi kamu minta izin hanya untuk seorang pelayan, apa kah kamu tidak sadar statusmu itu adalah seorang permaisuri memikirkan tentang pelayan itu menjatuhkan martabat mu sebagai permaisuri"


"walau pelayan zi dia hanya seorang pelayan namun dia juga manusia yang memiliki hal yang sama seperti kita ingin hidup dia juga banyak berjasa kepada ku, apa salahnya jika aku membalaskan kebaikannya"


"tentu dia baik karena pelayan yang harus melayani tuannya"


putri quen en mehela nafas melihat keras kepalanya kaisar yu an tian "kali ini saja, mohon kepada mu,jujur berada di istana aku merasa keganjilan apa lagi di istana saat ini tidak ada kamu"


"jika ada aku kenapa memangnya"?


"istana terasa sepi tidak mendengarkan dinginnya suara mu"putri quen en dengan ketus.


hal itu membuat kaisar yu an tian dia tersenyum" baik aku mengizinkan asal aku menemani mu"


"apa, bukan kah kamu mengatakan ada urusan di luar istana kenapa malah ingin menemani ku ke sana"


"aku takut kau membuat malu nama baik kerajaan phonix" kaisar yu an tian.


"jika kamu ikut itu akan mempersulitku,"?


"seharusnya kamu bersukur bukan malah mengeluh"kaisar yu an tian.


"yayaya tapi dengan sarat hanya kita berdua tidak dengan pengawal pengawal mu saat kita kesana kita harus menyamar menjadi rakyat biasa jika tidak setuju lebih baik tidak usah ikut" putri quen en.


"dasar cerewet"


putri quen en dan kaisar yu an tian pun langsung meninggalkan penginapan itu namun saat putri quen en keluar dia tetap dengan penyamaran sebagai setan merah.


terlihat orang orang seperti sedang melihat pertunjukan membuat putri quen en penasaran dengan hingga menarik tangan kaisar yu an untuk melihat "ayo kita lihat"


"aku tidak mau apa lagi harus berdesakan di sana tubuh mereka semua pasti kotor"


"bisa kah tidak berkata seperti itu jika mereka mendengarkan kamu berkata seperti itu kamu pasti akan di lempari kotoran oleh mereka" putri quen en dengan menakut nakuti kaisar yu an tian.


"silahkan saja jika mereka tidak takut mati di tangan ku"


"bisakah tidak berkata sombong seperti saat ini kamu sedang menyamar jadi orang bisa jadi jangan bertindak seperti seorang kaisar,"


"jika bukan karena kamu yang memaksa memakai pakaian ini aku tidak akan mau pakaian ini membuat tubuh ku terasa gatal"


putri quen en melotot marah"jika tidak mau pergi sana ke kembali ke istana kenapa harus repot repot ikut dengan ku"


kaisar yu an tian langsung terdiam dia hanya membuang muka terhadap putri quen en.


sedang putri quen en sudah melangkah menuju kerumunan seperti sedang menyaksikan sesuatu.


"setan merah...


"setan merah....


putri quen en saat ini sudah menjadi terkenal dengan kebaikannya dan kehebatan tentu itu membuat penduduk kota mejadi segan kepadanya.


melihat penduduk menghormati membuat kaisar yu an tian berkata" rupanya hebat juga dia bisa membuat penduduk tahluk di bawahnya padahal dua menyamar menjadi orang bisa "


setelah orang orang itu menyikir terlihat tiga orang dengan tubuh kering mati mengenaskan sepertinya kematian mereka karena darah mereka terhisap habis.


"kenapa dengan mereka semua" putri quen en bertanya.


"setan merah ini sering terjadi saat bulan purnama setiap orang yang tidak mematuhi aturan agar tidak keluar mereka akan mati jika bertemu dengan moster di dalam hutan itu"


"moster" putri quen en langsung seperti sedang berpikir.


"apakah moster yang mereka maksud adalah mahluk di hutan tadi malam yang ku temui" batin putri quen en.


kaisar yu an tian menghampiri putri quen en "ayo pergi perjalanan ke gurun begitu jauh jangan terlalu banyak buang waktu jika tidak saat sampai sana pelayan mu sudah mati"


"tapi ini aneh kematian mereka seperti bukan ulah manusia"


"biarkan saja hal ini sering terjadi"


putri quen en pun hanya mengangguk kepalanya pelan dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.


"hei apakah kamu tau kenapa mereka tadi mati seperti itu atau kamu tidak pernah memerintahkan pihak istana ya udh mencari siapa pembunuh ini"? putri quen en.


"itu salah mereka sendri, sudah di katakan jika pada bulan purnama tidak di Izinkan keluar nanti mereka secara diam diam melanggar perintah ku"


"tapi tadi malam aku bertemu dengan mahluk aneh di hutan sana mahluk itu juga hampir ini menerkam ku atau jangan jangan pembunuh darah dingin itu adalah mahluk di hutan yang ku temui tadi malam di hutan"


"sudahlah jangan banyak berbicara hal itu bukan urusan mu"


kaisar yu an tian melebarkan langka.


"kenapa terburu buru sekali" putri quen en.


"kita kesana untuk mengambil kuda, apa kah kamu ingin kesana dengan jalan kaki"


"tentu saja tidak" putri quen en.


jika kau tidak ikut kaisar tengik tentu aku dengan mudahnya ke gurun sana menggunakan kalung ini"batin putri quen en dengan kesel.


hormat hamba yang mulia kaisar"


"ini adalah kuda yang anda pesan yang mulia, dua kuda"liu.


"baik aku akan pergi dengan setan merah karena ada urusan mendesak"


"tapi yang mulia kenapa tidak pergi dengan pengawal ketat hal ini bisa membahayakan anda"


"tidak perlu lagi pula aku sudah berpenampilan rakyat biasa"


"baik lah yang mulia kaisar hati hati lah di jalan"


kaisar yu an tian mengangguk kepalanya pelan.


kaisar langsung melompat naik ke atas kuda.


begitu pun putri quen en membuat kaisar yu an tian hanya mengelengkan kepala tidak percaya dengan wanita di hadapannya wanita yang tidak seharusnya menunggang kuda namun karena putri quen en perpenampilan pria itu terlihat begitu wajar di mata orang orang yang menatap kepergian kaisar yu an tian dengan putri quen en.


________________________


yang suka drakor atau pun drachin bisa ikut gabung di grub WA dengan no 081322076104


jangan lupa sebelum gabung kalian harus menyebut magatoon /noveltoon itu kodenya.


terima kasih banyak.