
terdengar suara kicauan burung yang terdengar begitu merdunya seakan menyanyi lagu senadung cinta .
matahari Tampak bersinar cerah hari ini membuat Susana nyaman dan tentram .
putri quen en membuka matanya dengan pelan dan mengucek nya seakan masih belum puas tidur .
dia juga terlihat menguap .
"kelihatan hari sudah sangat siang "putri quen en mengeliat tubuh terasa pegal semua padahal dia tidur di atas tempat tidur yang begitu empuk dan nyaman.
cup.
entah bagaimana sebuah kecupan itu langsung terasa di pipi kiri quen en dengan cepat quen en melihat ke arah kirinya"kau mencium ku"tanya quen en seraya memegangi pipinya terlihat begitu merah entah itu karena suka atau marah namun tatapan quen en langsung menjadi tajam ke arah pangeran Lee.
"selamat pagi sayang ku"pangeran Lee seakan tidak menghiraukan tatapan tajam quen en dia hanya tersenyum ke arah quen en.
hmph....
putri quen en dia langsung mendengus memalingkan wajahnya "menyebalkan"
"bangun lah ,aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita"pangeran Lee.
putri quen en dia tidak menjawab Tampak ya quen en benar benar marah Ke pada pangeran Lee .
pangeran Lee dia langsung naik ke atas tempat tidur dan mendorong tubuh quen en yang langsung di tindih pangeran lee .
"apa yang kau lakukan "quen en dengan marah.
"aku hanya mencium pipi mu kau sudah mendiamkan aku, bukan kah lebih baik aku meminta hak ku sebagai suami dengan begitu aku tidak masalah kau diamkan "pangeran Lee.
"hak apa ?aku bukan istri mu "putri quen en dia mencoba mendorong tubuh kekar pangeran Lee namun Tampak nya pangeran Lee tidak bergerak sedikit pun.
membuat tatapan quen en Langsung berubah dingin melihat pangeran Lee .
"maaf"pangeran Lee dia langsung beranjak turun dari tubuh quen en dan memegangi wajah seakan menyesal dengan apa yang barusan di lakukannya kepada pujaan hati nya itu.
"aku membencimu ,sikap mu yang kurang ajar ini membuat ku muak "putri quen en.
"aku minta maaf sungguh aku tadi kelepasan tidak menahan emosi ku hingga ingin rasanya aku memiliki mu selamanya agar kau tidak pergi meninggalkan ku walau pun kau akan membenci ku selamanya"pangeran Lee .
"itu yang aku tidak suka dengan mu pangeran Lee, kau sedikit pun tidak pernah menghargai ku sebagai seorang wanita dan apa kau katakan istri mu sudah berapa kali aku katakan jika aku bukan istri mu"quen en.
"baik lah aku tidak akan mengulangi nya lagi tapi janji tidak akan mendiamkan aku ya"pangeran Lee dengan memohon.
melihat penyesalan pangeran lee membuat putri quen en mengangguk Kepala tanda setuju"baik lah".
pangeran Lee dia langsung mengambil tangan quen en dan di cium nya"terima kasih sayang"
putri quen en hanya bisa menghela nafas panjang .
"ayo makan ,aku sudah masak kesukaanmu".
"apa kau apa makanan kesukaan gtu"? tanya quen en.
"mungkin' maka dari itu kita ke ruang makan"
putri quen en dia pun langsung turun dari tempat tidur
namun dia merasa kan ke kanjalan "aneh bukan kah tadi malam pakaian ini susah di reseleting tapi kenapa sudah "belum selesai Quen bergumam pangeran Lee langsung berkata"aku yang memasangnya"
"apa "Quen en dengan kaget.
"istri ku tenang saja ,aku mengunakan kekuatan ku "kata pangeran Lee.
putri quen en dia memutar bola mata malas yang selalu mendengar pangeran Lee menyebut nya istri atau pun sayang.
setibanya mereka berdua di ruang makan tercium aroma sedap .
"wangi sekali membuat ku berselera"pangeran Lee.
"aku senang jika kau menyukainya "pangeran Lee.
"untuk aroma kelihatan enak tidak tau rasanya ya"Quen en.
Quen en dia langsung duduk di dengan meja kecil di hadapan yang sudah tersedia makanan kesukaan nya .
pangeran Lee dia langsung melayani quen en.
meletakan makanan di piring quen en .
membuat putri quen en terbekukan dengan sikap manis pangeran Lee.
"makan lah ,jangan terkagum seperti itu melihat ku"pangeran Lee.
"issa percaya diri banget sih"
pangeran Lee dia tertawa "hahaha kau cantik jika manyun manyun seperti itu"goda pangeran Lee.
putri quen en menatap Lee dengan datar seraya berkata"aku ingin makan bukan ingin mendengar godaan mu itu"
"baik lah baik lah"pangeran Lee .
putri quen en pun langsung menyantap makan itu tapi...
uakkk.....
dia mengularkan makan itu .
pangeran Lee segera memberikan air minum .
"kau kenapa"? tanya pangeran Lee yang melihat quen en muntah dengan tiba tiba.
putri quen en membersihkan mulut dengan kain lalu berkata"ini semua gara gara masakan mu "quen en.
pangeran Lee dengan segera mencicipi makanan dan masukan kedalam mulutnya dan ...
huakkk....
"Hah kenapa rasanya seperti ini asin dan pahit"? pangeran Lee kebingungan.
"emang berapa sendok memasukan garam"tanya quen en.
"aku menumpahkan semuanya satu tempat"Jawab pangeran Lee dengan polosnya.
"hah"....
"yang benar saja kau ingin aku tinggi darah dan kejang Karena masakan mu ini"putri quen en.
"maaf kan aku ya , tadinya ingin membuat mu terkesan namun malah hancur seperti ini"
" apa kau tau masak"tanya pangeran Lee dengan tidak percaya.
"kecil"putri quen en seraya menjentikkan jarinya.
melihat itu pangeran Lee tersenyum.
dia pun langsung beranjak pergi kedapur .
rambutnya yang panjang di gulungnya dengan asal .
sedangkan pangeran Lee memerhatikan nya dari meja makan.
"sayang kau cantik sekali jika seperti itu"pangeran Lee.
"sudah keturunan "jawab quen en datar.
jawaban putri quen yang asal itu tentu membuat pangeran Lee tertawa.
"teryata kau bisa juga bercanda ya"goda pangeran Lee.
putri quen en dia tidak menjawab dia hanya fakus masak .
melihat putri quen en masak membuat putri quen en terlihat sexy di tambah lehernya yang putih terlihat dengan jelas karena rambut panjang nya di gulung ke atas.
"akhirnya sudah selesai"
putri quen en pun langsung meletakkan masakan di atas meja.
"sekarang kau coba ,enak tau tidak"pinta quen en.
pangeran Lee dia mengambil sumpit dan mencicipinya "wah ini enak sekali.
benarkah"Quen en berbinar bahagia yang Karena lelah tidak sia sia .
"benar ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan "puji pangeran Lee.
"masa sih sini aku mau mencobanya juga"
pangeran Lee langsung menarik piring itu "jangan semua ini untuk ku .
"apa,lalu aku makan apa"putri quen en dengan kesel.
"lebih istri ku makanan buhan saja,aku ingin menikmati ini sendiri "pangeran Lee dengan lahapnya memasukan makanan kedalam mulutnya.
putri quen en terasa bangga bisa masak enak hingga membuat Pangeran Lee kerakusan seperti itu.
"ya sudahlah ,jika kau suka besok aku akan masak lagi biar kau puas tidak seperti kelaparan seperti itu"kata quen en.
"terima kasih sayang ku,aku sangat beruntung sarapan masakan mu ini"pangeran Lee .
"ya sudah aku lebih baik kembali ke kamar ,bukan kah buah buahan nya di sana"
"iya"
melihat putri quen en pergi pangeran Lee segera berlari menghampiri guci air dan langsung meminum nya.
tidak lama pangeran Lee juga merasakan perutnya sakit.
kedua abdinya yang mengawasi dari jauh segera menghampiri pangeran Lee.
"yang mulia apakah anda tidak apa apa"tanya Lim.
"tidak Zhen hanya merasa mual saja "
Lim pun mengambil satu suapan masakan quen en .
"rasa apa ini tidak jelas seperti ini bikin mual,yang mulia tidak baik makanan dengan rasa tidak jelas seperti ini"Lim Dengan khawatir.
plak...
pangeran Lee langsung melayangkan sebuah tamparan menatap kedua abdinya dengan Dingin.
"berani sekali lagi kau menghina masakan putri quen en Zhen tidak akan sungkan untuk memotong lidah mu"
bruk ....
kedua abdinya langsung berlutut di hadapan pangeran Lee.
"mohon ampuni hamba yang mulia atas perkataan hamba yang rendahan ini"mereka dengan serempak.
"kali ini Zhen akan mengampuni kesalahan kalian namun tidak kedepankan "
pangeran Lee dia duduk kembali untuk menghabiskan masakan quen en.
walaupun ingin muntah namun pangeran Lee terus menahannya memakan hingga habis.
kedua abdinya merasakan kasian terhadap pangeran Lee seakan tidak tega melihat wajah pangeran Lee menahan rasa mual tapi mereka berdua tidak berani bersuara.
_____________________________________________
sedangkan putri quen en dia makan buah buahan yang di bawa pangeran Lee kemarin malam .
seraya melihat ke luar jendela.
dua sosok perempuan Tampak menatap quen en dengan tajam.
"siapa mereka bukan kah di sini tidak ada siapa pun selain aku dan pangeran Lee"
putri quen en ingin mencium kalung untuk menghampiri kedua wanita tersebut.
tapi kembali ingat dengan pesan pangeran Lee mengatakan jangan keluar dulu sembelum gerhana tiba Karena di luar sana banyak yang mengincar nyawa nya.
tapi terlihat jika kedua wanita itu seakan menantang quen en turun.
membuat putri quen en mencium kalungnya dan menghilang.
saat muncul putri quen en langsung melayangkan pedangnya tapi dalam sekejap mata kedua wanita itu langsung hilang.
"ohh pantas kalian berani menantang ku jadi kalian iblis"
______________________________________________
jangan lupa terus dukunganya dengan memberikan poin ke novel ini dengan menvote
terima kasih yang selalu menvote Novel ini.