Quen En

Quen En
chapter 43



pria bertopeng emas itu dia berjalan ke arah putri quen en seluruh penduduk dan prajurit lain mereka tertunduk memberi hormat.


yang mulia kaisar mohon maafkan kelalain kami membuat perjalanan anda harus terganggu oleh mereka berdua, aku akan segerah menangkap mereka dan membuat mereka di hukum atas ketika sopanan dan bahkan menyerang pasukan kerajaan zommen"jendral kun dari kerajaan zommen.


kaisar tang si fan melirik jendral itu dengan tatapan dingin di balik topengnya dan berkata" pasukanmu sangat memalukan, bahkan mengalahkan wanita saja tidak mampu lebih baik , pergi dari hadapanku "


jendral itu langsung bersujud di bawah kaki kaisar tang si fan "yang mulia kaisar mohon ampun hamba, karena belum bisa menangkap mereka berdua namun kali ini hamba akan menyerat mereka ke penjara"


"menyeret dengan membawanya pasukan sebanyak ini hanya untuk menangkap mereka berdua"ejek pria bertopeng itu kepada prajuritnya sendiri.


hal itu membuat pasukan itu tertunduk malu bagaimna tidak mereka bahkan tidak bisa mengalahkan seorang wanita.


bahkan tidak membuat wanita itu tergores sedikit pun namun malah sebaliknya banyak yang mati di tangan wanita itu putri quen en.


plok...


plok...


plok...


putri quen en bertepuk tangan di hadapan kaisar tang si fan membuat seluruh mata melihatnya dengan geram akan kelancanganya padahal dia hanya lah seorang budak rendahan namun bertingkah layaknya petinggi istana.


seakan tidak takut dengan kamatian walau pun dua adalah seorang pendekar hebat tapi menghadapi tentara kerajaan zommen yang berjumlah begitu banyak hal itu akan membuat putri quen en dan kaisar yu an tian mati mengenaskan.


"aku tidak menyangka jika kalau pemimpin negri ini adalah seorang penguntit"


"tutup mulutmu belacur"bentak jendral kun marah atas kelancangan perkataan putri quen en.


hap...


putri quen en melebarkan sebuah batu tepat di mulut jendral membuat gigi langsung rontok darah pun keluar dari mulutnya.


pasukan zommen pun langsung mengarah senjata mereka kepada putri quen en.


hal itu membuat putri quen en tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


ketika tangan putri quen en di angkat untuk menutup mulutnya sendri melihat cincin yang melingkari tangan putri quen en tubuh pasukan kerajaan zommen langsung bergetar ketakutan.


mereka semua langsung menjatuhkan senjata mereka dan langsung berlutut di hadapan putri quen en.


ada apa ini kepada tiba tiba mereka berlutut di hadapan ku"tanya putri quen en terhadap kaisar yu an tian.


sedangkan kaisar yu an tian yang dari tadi diam dian saling beradu tatapan yang tajam dengan kaisar tang si fan dan menarik putri quen en kedalam dekapannya"lebih baik kita pergi"kaisar yu an tian.


"aku juga mau seperti itu tapi kau lihat sendri jika mereka mengepung kita,bagaimna kita bisa keluar dari sini"putri quen en.


"gunakan gelangmu"pinta kaisar yu an tian


"gelang ini, apa hubungan dengannya semua ini" tanya putri quen en bingung.


"gerakan gelang itu dengan memutar mutarkan tanganmu" jelas kaisar yu an tian.


"baik lah"putri quen en langsung mengerakan tangan dan memutar mutar seperti gerakan menari hingga tiba tiba angin dahsat datang menghantam prajurit kerajaan zommen membuat mereka terporak porak da terlempar kesana kemari.


"apa yang terjadi kenapa angin tiba tiba datang seperti ini"teriak pasukan.


hingga angin itu reda dan hilang kembali ke seperti semula.


namun dua orang itu hilang kaisar tang si fan yang masih berdiri dengan tegap di sana hanya bisa mengepalkan tangannya di balik bajunya.


______________________________


yang mulia kaisar mohon ampun karena hamba tidak tau jika itu adalah putri quen en istri anda" jendral hun terus berlutut sujud membuat jidad terlihat membiru.


begitu pun yang lain mereka melakukan hal yang sama berlutut di hadapan kaisar tang si fan.


"kau tau apa yang harus kamu lakukan" kaisar tang si fan dengan dingin.


"baik di mengerti yang mulia kaisar"


jendral hun pun pergi dia tau maksud dari kaisar tang si fan yaitu dia mendekatkan hukuman dengan di pecuti lima pukulin dengan kayu yang besar setelah ini dia tidak tau apa kah bisa berdiri kembali atau tidak dia hanya bisa meratapi ke malanganya namun jika putri quen en benar benar terluka karena ulah pasukannya mungkin saat ini jendral hun akan mati dengan di penggal kepalanya.


di sisi lain putri quen en terus muntah muntah karena pusaran angin yang membawanya pergi dari wilayah zommen.


"sial aku tidak mau lagi mengunakan gelang ini membuat ku menderita, huakkkkk"putri quen en memutahkan lagi.


kaisar yu an tian datang menghampiri putri quen en dia memberi sebuah botol minum"ini lebih baik kamu minum dulu.


dengan cepat putri quen en mengambil botol itu dan langsung meminumnya membuat dia sedikit meredah namun tubuh terasa lemas hingga jatuh dengan cepat kaisar yu an tian menangkapnya jatuh kedalam pelukannya.


kaisar yu an tian mengangkat putri quen en dan langsung di baringkan di batu besar" istrahat dulu biar kan aku mencari makanan untuk mu, kamu banyak muntah tentunya perut mu kosong"


saat kaisar yu an tian ingin beranjak pergi putri quen en menarik tangan kaisar yu an tian dengan pelan membuat kaisar yu an tian menghampiri putri quen en dan berkata "ada apa"?tanya dengan suara lembut.


"bawakan aku selimut, baju ganti dan buah buhannya di tambah daging sapi panggang ya"pinta putri quen en dengan suara masih terlihat lemas.


"kamu kira kita di mana, kita saat ini di dalam hutan jauh dari penduduk apa lagi kota"


"lalu kenapa tadi kamu berkata ingin mencari makanan"? tanya putri quen en.


"aku akan mencari tumbuhan yang dapat kita makan"kaisar yu an tian.


"tidak mau kau pikir aku kambing dan jika tidak ada selimut aku tidak bisa tidur karena kedinginan" rengek putri quen en dengan manja.


hal itu membuat kaisar yu an tian menghela nafas berat "aku berjanji itu tidak kan terjadi sekarang biar aku berburu jika kau tidak mau makan tumbuhan di hutan ini"


putri quen en langsung mengangguk kepalanya dengan pelan tanda setuju.


kaisar yu an tian pun langsung pergi.


di dalam menunggu membuat putri quen en tertidur.


aroma wangi sedap dari daging panggang membuat putri quen en terbangun dari tidurnya.


sudah bangun "kaisar yu an tian terlihat sedang memanggang sebuah daging yang terlihat cukup besar.


"apa itu"?tanya putri quen en.


"rusa tadi aku mendapatnya di sana, ini sudah matang ayo bangun kita akan makan"


"hmmm"quen en pun bangun dengan pelan dia duduk di atas batu besar itu dan menyadarkan tubuhnya di dinding goa namun dinding itu terasa dingin.


"terima kasih" wajah putri quen en memerah mendapati kebaikan dari kaisar yu.


di gelapnya malam hanya dengan penerangan sebuah api kecil di dalam goa itu kaisar melihat wajah putri quen en begitu cantik dengan merah merona seperti itu.


"buka mulut mu"kaisar yu an tian menyodorkan daging ke mulut quen en.


quen en melihat itu dia mengigit bibirnya malu.


"tidak usah malu seperti itu" kaisar yu an tian.


"aku tidak"


"jika tidak ayo buka mulut mu jika sudah dingin ini tidak akan enak"kaisar.


putri quen en langsung membuka mulut setelah potong daging itu masuk kedalam mulutnya dia merasa sebuah kelezatan dari daging panggang.


"ini enak,kamu teryata bisa masak"? tanya putri quen en kagum tidak menyangka seorang kaisar dapat membuat makanan seenak ini.


"tentu saja, apa kah kamu menyukainya"?


"iya"putri quen en dengan semangat sambil membuka mulut menandakan agar kaisar yu an tian menyuapinya lagi.


setelah acara makanan selesai terdengar jelas di luar goa suara petir bersahutan angin tertiup dengan kencang.


yu an tian boleh aku bertanya sesuatu kepada mu"


"tidak bisanya bertanya meminta izin dulu" kaisar yu an tian mengejek.


membuat putri quen en memajukan bibir hal itu tidak luput dari tatapan kaisar yu an tian membuat jantungnya berdetak dengan cepat karena putri quen en terlihat begitu mengemaskan.


hmmm,tanya apa"?kaisar yu an tian berdeham mencoba menenangkan hati yang tampak bergejok dengan hebat di dadanya.


"kenapa gelang ini bisa mengendalikaan angin,ini terlalu ajaib bagi ku"


"yang kau kenakan adalah gelang pusaran angin turun menurun dari kerajaan phonix, gelang itu hanya ada satu di dunia ini dan gelang itu hanya bisa di pakaian kepada istri sah ku"


"hmmm jadi gelang ini sebelumnya milik orang lain bukan karena kamu banyak memiliki calon istri waktu itu"


"tidak kamu yang pertama kali mengenakannya karena tiada ada seorang wanita pun yang mampu hidup sampai ke janji suci pernikahan"


"kau benar, apa kamu tidak mencari tau kenapa setiap yang akan menjadi istri mu akan mati"


"buat apa itu hanya sia sia saja, kamu belum tau seluruh kerajaan phonix itu seperti apa sebenarnya kerajaan itu di kendali oleh mahluk lain"


"mahluk lain bukan kah pemimpin istana adalah kamu sebagai kaisar"? tanya putri quen en.


"iya mahluk itu berada di dalam tubuhku, bahkan jika dia sudah mengendalikaan tubuh ini aku sendri tidak bisa mengontrolnya"


"jadi kamu adalah Siluman atau apa"tanya putri quen en.


"lebih mengerikan dari itu,apa kamu takut dengan ku saat ini" kaisar yu an tian melirik putri quen en.


"tidak, di dalam hidup ku aku tidak takut siapa pun namun yang ku takuti adalah seseorang yang pura pura mencintaiku dan menyayangi tapi bisa menikap mu kapan saja"putri quen en ingat akam kematianya dia mati di tangan kekasih dan sahabat orang orang yang dia cintai dan di sayangi tapi mereka menancapkan belati tepat ke jantungnya bahkan tidak sedikit pun di sorot mata mereka rasa penyesalan telah membunuh quen en.


tampa terasa putri quen en meneteskan air mata.


"kenapa kamu tiba tiba besedih seperti ini"kaisar yu an tian.


"hah"putri quen en yang sadar dia langsung mengusap air mata


"tidak ini karena aku ngantuk saja"putri quen en beralasan.


jedar....


jedar....


suara petir begitu nyaring terdengar di dalam goa.


angin pun masuk membuat di dalam goa begitu dingin bahkan jubah yang di pakaian putri quen en bisa tembus dingin.


putri quen en melihat kaisar yu an tian yang menahan dingin yang terlihat bergetar kedinginan bibir terlihat membiru.


"yu an"putri quen en


"ada apa quen"


"sepertinya kamu kedinginan, lebih baik kamu saja yang mengunakan jubah ini"


"tidak perlu, aku seorang pria tentu menahan rasa dingin semalaman itu tidak masalah bagiku, lebih baik kamu tidur saja"


"tapi"


"sudahlah quen en apa kah kamu, mau aku tidur bersama mu satu jubah bersama"?


putri quen en langsung membalikan tubuhnya dan menutupi tubuh rapat rapat mengunakan jubah itu.


tapi di saat itu dapat mendengarkan kaisar yu an tian suara kaisar yu an tian terasa kedingin putri quen en yang yang menggunakan bahan tebal saja kedinginan apa lagi kaisar yu an tian yang memakai satu lapis pakaian itu pasti menyiksanya.


"kemari lah, aku tidak bisa tidur mengeluarkan suara mu bergetar kedinginan seperti itu"putri quen en.


melihat quen en menawarkan tidur bersama kaisar yu an tian langsung naik keatas batu besar itu.


dia menatap putri quen en dengan tatapan mendalam" apakah kamu nyakin "?kaisar yu an tian.


putri quen en mengangukan kepala dengan pelan.


melihat itu kaisar yu an tian langsung masuk kedalam jubah itu dan memeluk tubuh putri quen en.


"cukup memeluk ku saja jangan pernah berharap yang lain" tegur putri quen en yang merasa benjolan di perutnya.


sontak hal itu membuat harapan kaisar yu an tian langsung pecah bagaikan serpihan kaca.


dia hanya bisa memeluk putri quen en dengan erat dan menahan hasratnya yang lagi lagi tidak di izinkan oleh putri quen en.


______________________________________


akan up jika komentar minimal 50.