
"apa yang kau bicara, aku tidak melakukan upacara pernikahan dengan mu jangan kerena cincin ini kau menganggap ku sebagai istri mu"putri quen en.
"apa kah kamu ingin melakukan upacara pernikahan dengan ku jika itu yang kau inginkan itu tidak masalah aku akan segerah melakukan upacara pernikahan kita"
"apa kau gila aku sudah katakan padamu jika aku sudah menikah dengan kaisar, dan lihat ini"putri quen en mengangkat tangan untuk mempelihatkan gelang giok simbol perpenikahan dengan kaisar.
"itu tidak akan jadi masalah aku tetap akan jadi suamimu yang kedua, cincin itu sudah melingkari tanganmu yang artinya kamu adalah istri ku"?
putri quen en dia hanya diam menatap pria di hadapan dengan tatapan tajam "huff aku kira datang kesini akan melihat pemandangan indah yang di kata oleh pangeran ketiga dan fei len tapi malah bertemu dengan orang menyebalkan seperti mu"
pangeran lee terkikik geli melihat wajah putri quen en yang terlihat mengemaskan jika dia sedang marah.
"jika kamu kesurupan jin gila lebih baik aku pergi"
"tidak tidak jika kamu marah seperti ini begitu mengemaskan membuat aku ingin menerkam mu saat ini juga"
"hah sungguh hebat rupanya ya waktu itu kau terlihat tidak berdaya di rantai di ruang galap itu dan sekarang kau terlihat begitu bahagia menyiksa ku seperti ini"?
"ketika melihat mu waktu itu membuat aku ingin hidup dengan bebas dan aku ingin menjadi kuat untuk mendapatkanmu menjadi milikku satu satunya"
"jika seperti itu buktikan lah"
"baik jika itu yang kamu inginkan aku akan membuat seluruh dunia tunduk kepada ku menjadi orang terkuat di bumi ini"
putri quen en pura pura menguap "jika mimpi jangan ketinggian kalau jatuh sakit"
medengarkan itu terlihat pangeran lee berubah menjadi dingin dia menekan putri quen en di tempat duduk dan mengangkat dagu putri quen en untuk menatapnya.
jarak mereka begitu dekat hanya beberapa inci nafas mereka dapat mereka rasakan satu sama lain.
"aku akan membuktikan itu dengan satu sarat kau harus menjadi milikku seorang diri.
tubuh mu bahkan jiwamu itu akan menjadi milikku"
"baik aku setuju" putri quen en langsung mendorong pangeran lee namun tidak bisa dia terlihat kuat.
pangeran lee hanya tersenyum memandangi wajah putri quen begitu dekat seperti ini.
putri quen en dengan cepat mengeluarkan pedangnya di balik gaunnya di arahkan keleher pangeran lee "menjauh atau kamu ingin merasakan manisnya pedang ku ini"
"apa kah kamu nyakin bisa membunuh ku dengan pedang ini"
putri quen en terlihat senyum licik dia menarik sarung pedang itu membuat pedang itu berubah menjadi samurai hal itu membuat pangeran lee terkejut.
"apa kah kamu masih meragukan ku"
"baik kah jika seperti itu"pangeran lee pun langsung mundur menjauh beberapa meter dari putri quen en.
"apakah kamu tau cara mengunakan pedang, setau ku seorang wanita tidak di perbolehkan belajar bela diri"? pangeran lee.
"itu tidak berlaku untuk ku"putri quen en menyarungkan kembali pedang tersebut.
"menarik hal ini membuat ku tidak akan melepaskan mu"
"terserah kau saja lebih baik aku pergi di istana saat ini ada gadis lain yang mendekati suami ku lebih baik aku kesana jika tidak suami ku akan tergoda dengan wanita itu"
pangeran lee dia hanya diam namun tangannya terlihat mengepalkan dengan kuat di balik bajunya"kenapa apa kamu takut jika dia memiliki seorang selir"?
"di dalam hidup ku hanya ada satu suami dan tentunya satu istri aku tidak ingin memiliki suami dengan berbagi itu sangat menjijikan"
"jika itu yang kau inginkan maka aku sanggup aku berjanji kepada mu hanya kamu istri ku satu satunya dalam hidup ku"
"dari tadi kamu hanya berjanji jika kau benar benar merasa hebat untuk mendapatkan ku datang lah ke acara malam ini aku mendengar jika malam ini akan di adalah pesta menari jika kau benar seorang laki laki sejati kamu tidak akan selalu sembunyi di tempat ini"
"hal apa yang aku dapatkan jika aku kesana"?
"aku akan memberimu ini"putri quen en menunjukan dua jempol kepada pangeran lee.
melihat itu pangeran lee mengerutkan kening" apa maksudnya itu.
"itu artinya jika kau hebat dan keren"
"ohhh" pangeran lee.
"sudahlah lebih baik aku pergi kau harus datang malam ini"
putri quen en pun langsung meninggalkan pangeran lee setelah jauh di kegelapan putri quen en menghilang mengunakan kalungnya.
setelah itu dua pemuda tiba tiba muncul di hadapan pangeran lee.
"hormat hamba yang mulia kaisar" dua pemuda itu.
"ada apa kalian kesini"?
"kerajaan xx memutuskan kerja sama yang mulia apa yang harus kita lakukan"
"hancurkan kerajaan xx buat mereka menyesali keputusan mereka"
"baik yang mulia tapi kapan yang mulia kaisar akan kembali keistana"?
"kau bertanya seperti ini apa kamu sudah merasa tidak mampu dengan tugas yang zhen berikan kepada mu"
"tidak yang mulia tidak"
"yang mulia hamba mendengarkan jika anda mengatakan jika gadis itu adalah istri apa kah yang mulia sudah menikah"?
"iyah"
"tapi setau hamba wanita itu adalah permaisuri quen en istri dari kaisar yu an tian"
"diam sudah berapa kali zhen mengatakan jgan pernah menyebut nama itu di hadapanku"
"ba...baik yang mulia"
"soal putri quen en adalah permaisuri kerajaan phonix zhen tidak perduli suatu saat dia akan menjadi permaisuri ku"
kedua pemuda itu hanya tercengang melihat lee mencintai bahkan ingin merebut istri orang lain.
"baik yang mulia jika seperti itu hamba undur diri"
kedua pemuda itu mengenakan pakaian seluruh tubuhnya mereka juga cepat layaknya seorang ninja.
____________________
putri quen en muncul di halaman istana bagian barat terlihat jika kereta yang di tumpangi masih disana.
tidak banyak bicara putri quen en langsung naik kereta "kembali ke istana"
"baik yang mulia permaisuri"
kereta itu langsung melaju dengan cepat.
setelah sampai putri quen en langsung turun dia langsung menuju aula istana.
terlihat ramai di aula istana "apa yang terjadi seperti ada sesuatu yang penting"? putri quen en.
"yang mulia permaisuri telah tiba"kasim dari luar dan pintu aula pun langsung terbuka.
melihat kedatangan putri quen en membuat semua terdiam membisu padahal waktu itu putri quen en mendengarkan keributan di dalamnya namun kenapa menjadi sepi seperti ini.
"kamu masih hidup"kaisar yu an tian.
"memangnya kenapa jika aku masih hidup apa kah kamu mengharap ku mati"putri quen en.
kaisar yu an tian langsung menatap nona fei len dengan tatapan tajam"barusan kau mengatakan jika permaisuri masuk keistana barat dan kau mengatakan permaisuri tidak keluar lagi karena mati" kaisar yu an tian dengan marah.
"itu itu tadiiii....mohon ampun yang mulia karena kebodohan hamba mungkin hamba salah melihat" nona fei len.
fei len bersujud mohon ampun.
melihat anaknya salah karena berani membohongi kaisar jendral hun len langsung berlutut di hadapan kaisar "yang mulia ini kesalahan hamba karena kurang mendidik anak hamba jika seperti itu biarkan hamba menghukum putri hamba agar dia mengerti atas tindakannya.
kaisar tidak memperdulikan permohonan jendral hun len" seret fei len kepenjara di bawah tanah beri dia hukuman seribu pecutan.
medengarkan itu membuat jendral memohon ampun belas kasih untuk putrinya jika mendapatkan hukuman seribu pecutan di pastikan fei len akan mati.
"mohon murah hati yang mulia jika seperti ini anak hamba akan mati"
"tambah menjadi dua ribu pecutan.
hal itu sontak membuat jendral hun len terdiam seketika nyawa putrinya tidak akan dapat terselamatkan lagi jika dia memohon lagi kaisar yu an pasti akan menambah lagi hukuman itu.
namun ketika prajurit ini menarik paksa nona fei len putri quen en berkata" lepaskan dia"
kaisar yu an tian langsung melotot marah kepada putri quen en.
sedangkan putri quen en dia terlihat datar tidak memperdulikan tatapan tajam kau kaisar yu an tian "putri quen en tidak bersalah waktu itu aku kesana ke istana bagian barat mungkin nona fei len mengikuti ku ketika dia masuk dia pasti mengira jika aku mati di dalam istana bagian barat bukan kah selalu begitu jika seseorang masuk kedalam kesana jadi nona fei len tidak bersalah jika dia memiliki kesimpulan seperti ini bukan"
terlihat jika seluruh di dalam aula mereka tampak setuju dengan perkata putri quen en.
"lalu kenapa yang mulia permaisuri bisa selamat"?
"apa kah kalian tidak tau jika aku di berkati dewa tentu saja kematian ku tidak semudah itu"?
"apa diberkati dewa apa ini benar benar terjadi seseorang di berkati dewa"
semua orang tampak tidak percaya.
membuat putri quen en tertawa"kalian pasti tidak akan mempercayai itu namun aku memiliki bukti"
"bukti yang mulia permaisuri bisakah anda menunjukan bukti itu"?
"cukup"?kaisar yu an tian terlihat marah.
membuat seluruh ruangan menjadi sepi.
melihat itu putri quen en langsung berbisik sesuatu kepada kaisar yu an tian hingga membuat kaisar yu an tian terdiam.
"suamiku biar kan saja aku membuktikan hal ini agar mereka lebih mempercayaiku"putri quen en dengan lembut.
sedangkan kaisar yu an tian dia hanya diam menanggukan kepala dengan pelan.
setelah keadaan terasa aman putri quen en berkata" wahai dewa yang agung tunjukan kalah burung itu dpat berbicara"putri quen en.
tiba tiba burung merpati yang biasa mengatar pesan untuk istana langsung berbicara.
"yang mulia permaisuri benar jika dia di berkati dewa.
"yang mulia permaisuri benar jika dia di berkati dewa.
hal itu membuat orang menutup mulutnya tanda begitu terkejut mereka semua langsung bersujud ke hadapan putri quen en" hormat kami yang mulia permaisuri yang angung.
hal itu membuat putri quen en tersenyum kemenangan dan mengangat alisnya melihat kaisar yu an tian
putri quen en melakukan itu karena dia masih membutuhkan fei len apa lagi kejahatannya yang sesungguhnya belum di ketahui publik ingin menghancurkan setidaknya fei len harus hancur sehancurnya sampai akar akarnya.
sedang kaisar yu an tian terlihat bangga kepada putri quen en.
"apa kah kalian percaya"?
"kami percaya yang mulia permaisuri"
"lalu suami bisa kah kau mencabut hukuman fei len"?
"karena fei len tidak bersalah maka hukumannya di cabut"?
terima kasih banyak yang mulia "fei len dan jendral hun len bersujud di hadapan kaisar.
"yang mulia kaisar yu dari tadi anda sibuk bukan kah lebih baik jika istrahat malam ini bukan kah ada pesta menari" suara itu begitu lembut dan manja.
putri quen en langsung melirik wanita itu yang terasa asing baginya"siapa wanita ini"?batin putri quen en.
melihat putri quen en melihat gadis itu terlihat jika putri yen yen memperkenalkan dirinya "
yang mulia permaisuri aku adalah putri ketiga kerajaan awan putih nama ku adalah putri yen yen.
"salam kenal untuk mu"putri quen en.
putri yen yen menghampiri kaisar yu an tian dia terlihat anggun saat berjalan dia membungkuk untuk menuangkan tea untuk kaisar yu an memperlihatkan sedikit dadanya yang agak menonjol.
putri quen en pun langsung ikut menuang tea di saat yang sama mereka terlihat bersamaan menyodorkan tea untuk kaisar.
yang mulia sialahkan di minum"putri yen yen.
"suami ini untuk mu"putri quen en.
"aku ingin melihatkan lebih penting mana wanita ini atau aku" batin putri quen en.