
putri quen en terbeku di tempat seakan memikirkan hal aneh telah terjadi dengan kalung dewa memiliknya.
"aneh ,,Tampa aku sadari tadi kalung ini berfungsi saat ada dua iblis itu "quen en dengan bingung.
"bukan kah kalung ini tidak bisa berfungsi jika berada di dalam kediaman pangeran Lee "gumam quen en dengan berpikir.
"istri ku kenapa melamun di sini"tanya pangeran Lee melihat quen en berdiri seperti jiwa Tampa roh di depan pintu kamar.
"tadi aku melihat dua wanita iblis namun mereka langsung hilang saat aku menghampirinya nya"? beritahu quen en.
setelah mendengar perkataan quen en pangeran Lee Tampak berpikir namun tidak lama detik kemudian dia berkata " putri quen en teruslah berada di dalam kamar ini karena iblis tidak akan bisa tembus masuk kedalam"beritahu Lee.
"kau pikir aku takut dengan mereka ,kedua wanita itu adalah iblis jahat mereka harus ku beri pelajaran"!
"tunggu lah beberapa saat hingga bulan purnama tiba pada saat itu lah kekuatan iblis akan melemah dan putri bisa membalas "usul pangeran Lee.
"kau benar "putri quen en setuju kemudian.
"tapi aku tidak bisa diam saja di sini , bagaimana jika kita menemui LIN LIN dia pasti mencari ku"quen en.
"hmm baik lah "
pangeran Lee dia pun dengan lembut memegangi tangan quen en .
melihat pangeran Lee memegangi tangannya ,putri quen en menarik tangannya namun pegangan itu bagaikan di lem tidak bisa di lepas.
"biarkan aku membawa mu "ujar pangeran Lee .
putri quen en hanya menganggukan Kepala nya
Ting..
mereka pun langsung hilang menuju kerajaan zommen.
setibanya di sana quen en mengunakan kekuatan kalung dewa merubah penampilan nya layaknya pelayan rendahan di istana zommen.
pangeran Lee melihat itu dia tampak tersenyum dan berkata"istri ku , walaupun kau berpenampilan seorang pelayan tidak bisa menyembunyikan kecantikan ke agung an seorang putri kerajaan.
"mulut mu bisa berkata kata semanis gula "ejek quen en.
"dan kau adalah madunya"kata pangeran Lee seraya menciumi tangan quen en dengan sayang.
putri quen en hanya terkikik geli akan sikap konyol pangeran Lee yang sok romantis namun begitu kuno bagi quen en.
"jaga sikap mu di sini bisa saja nanti aku akan di anggap sebagai wanita penggoda jika terus bersama mu"tegur quen en.
"kau sudah mengoda ku istriku hingga aku jatuh cinta dalam jerat pesona mu"pangeran Lee dia pun langsung berlutut di hadapan quen en dan mencium lagi dan lagi tangan quen en.
putri quen en dengan segera menarik tangan "dasar menyebalkan"
setelah berkata itu quen en dia langsung pergi meninggalkan pangeran Lee yang hanya terukir senyum bahagia di bibir nya.
dia pun berbalik pergi berlawanan arah dengan putri quen en dalam sekejap mata penampilan nya berubah dengan pakaian ungu tua berukiran naga di dadanya pakai itu terbuat dari sutra Hingga begitu lembut di setiap garis pakaianan itu adalah sulaman dengan benang emas .
dan dia juga menutupi wajahnya dengan topeng emas di wajahnya. dalam sekejap mata dia menjadi kaisar tang si fan sang penguasa di negara zommen .
kedua abdinya itu langsung muncul di hadapan kaisar tang si fan"hormat kami yang mulia "?
kaisar tang si fan dia mengangkat tangannya menandakan jika keduanya abdi berdiri harus berdiri.
Lim menyerahkan sebuah berkas ke pada kaisar tang si fan .
"Lapor yang mulia kerajaan EN sudah hancur bahkan kaisar Yong EN telah wafat.
Prang......
sebuah guci pecah begitu saja .
tapi saat Lim menghampiri tidak menemukan siapa pun di sana"siapa yang memecahkan guci ini pasti seorang yang telah menguping "
"lapor yang mulia tidak ada siapa pun di sana"
kaisar tang si fan dia tampak diam menatap arah langit "kirim pasukan bayangan agar bisa selalu menjaga putri quen en secara diam diam "perintah kaisar tang si fan.
______________________________________________
putri quen berhenti di pinggir danau melihat pantulan dirinya Yang tampak berantakan dengan rambut kusut dengan pakaian pelayan yang dia kenakan.
tadi dia niat kembali mencari panggera Lee untuk menanyakannya di mana Lin Lin berada saat ini namun saat kembali ketempat,dia tidak menemukan pangeran Lee Hingga terus berjalan dan melihat kaisar tang si fan bersama kedua abdinya yang tampak menyerahkan sesuatu ke tangan Kaisar membuat putri quen en penasaran dan bersembunyi namun tidak di sangka jika mendekatkannya berita yang membuat jantung melompat terkejut hingga dia tidak sengaja menjatuhkan guci besar yang di tampak kan di lorong jalan tersebut.
"apa kah benar yang ku dengar tadi jika kerajaan EN hancur"tutur quen en dengan sedih.
"aku harus kesana untuk memastikan jika benar aku bersumpah selamanya tidak akan pernah memanfaatkanmu kaisar tang si fan"
tangan quen en bergetar saat memegangi kalungnya rasa sedih dan sakit menyusup masuk kedalam hatinya dan berharap apa yang di dengar kan nya adalah ilusi.
Ting .
putri quen en pun langsung menghilang menuju kerajaan EN .
perjalanan ke kerajaan EN jauh jadi dia tidak bisa cepat sampai hingga harus beberapa kali harus menghilang mengunakan kekuatan kalung dewa .
putri quen en menatap dengan nanar pemandangan di hadapan.
semua Tampa hangus terbakar pasukan kerajaan EN sudah mati bahkan menjadi bangkai.
seriga dan anjing berdatangan menarik satu persatu tubuh Manusia yang sudah tidak bernyawa.
tatapan putri quen en langsung menjadi nanar melihat hamparan mayat yang berceceran kesana kemari bertumpuk tumpuk bagaikan ikan asin yang di jemur di bawah matahari berserakan kesana kemari.
aroma busuk sudah sangat pekat di hidung.
namun quen en dia terus berjalan menuju istana en dan berharap nenek dan kakek yang di cintai masih hidup dan menunggu kedatangan nya .
dia melihat tempok besar kerajaan yang tampak runtuh dengan mayat mayat yang banyak nyakut bergelantungan di sana.
kaki quen en terasa lemas seakan tidak bisa melangkah lagi.
apa ini nyata .?
kerajaannya hancur.?
bagaimana bisa dia tidak tau jika kerajaanya di bantai tanpa ampun seperti ini.?
mata quen en terasa perih hidungnya terasa masam menahan tangisannya sakit di hatinya.
"apa kau putri quen en"suara itu begitu kering dan bergetar .
putri quen en dia segera berbalik dan melihat seorang anak kecil perempuan dengan kedua tangan tidak ada ,darah juga mewarnai pakaian nya yang tampak kering.
"apa kah kau putri quen en"tanya anak kecil itu lagi seraya berjalan dengan pincang ke arah quen en.
putri quen en dia segera mengangukan kepalanya "i...iyaahhh.."Quen en dengan sedih.
"kenapa putri baru datang "?tanya anak kecil itu lagi.
membuat putri quen en tercekat tidak bisa berkata kata"aku ...aku baru mengetahui jika negara EN di bantai seperti ini"
"kami semua menunggu putri dan berdoa agar putri yang di berkati dewa datang menolong kami , siang malam tiada henti hentinya memohon kepada dewa berharap putri datang namun hingga semua mati yang mulia quen en tak kunjung datang"anak itu dengan kecewa terhadap Quen en.
namun tidak lama hingga mata anak itu terlihat berbinar bahagia"yang mulia putri kau adalah wanita yang di berkati dewa,maka katakanlah kepada dewa untuk menghidupkan kedua orang tuaku dan saudara ku"
mendengarkan itu putri quen en hanya bertambah sedih dan bersalah"maaf aku tidak bisa.
membuat anak kecil itu seketika langsung murung sedih.
"katakan kerajaan mana yang menyerang kesini "tanya quen en.
anak kecil itu langsung menunjuk ke arah bendera yang terlihat menancap di gundukan tanah .
melihat itu putri quen en dia langsung mengepakan tanganya Hingga kuku nya panjang menembus kulit nya
______________________________________________
terus dukung novel ini dengan menvote.