
suara harak huruk terdengar memecahkan ke sunyian di istana .
tampak orang orang datang berbondong bondong di kota Phoenix menuju pintu raksasa kerajaan Phoenix.
jumlah mereka terus bertambah bagaikan sekumpulan semut jika di lihat dari atas bukit yang tinggi.
mereka tidak berani menerobos masuk kedalam kerajaan mereka hanya berada di luar pintu gerbang istana .
ratusan prajurit sudah berjaga di atas tembok pintu gerbang istana dengan anak panah di tangan mereka siapa pun yang mencoba menerobos masuk ke dalam pintu gerbang dengan lancang makan anak panah itu akan melayang tepat di jantung mereka.
Liu datang ingin melaporkan hal ini ke pada Kaisar namun seakan tidak berani untuk mengentuk pintu .
di luar pintu kamar kaisar yu an Tian juga terlihat dayang dayang istana dan beberapa pelayan yang sedang berdiri seakan menunggu sang tuan keluar dari kamar.
Liu menghampiri Kasim Han dan meminta untuk membangun kan kaisar.
"Kasim Han ,di luar Sangat genting , penduduk Phoenix dari penjuru berdatangan mereka semua menunggu yang mulia kaisar" beritahu Liu.
Kasim Han hanya terdiam di tempatnya bingung seraya menggaruk kepalanya yang sudah di penuhi uban itu"tuan Liu ,hamba tidak berani apa lagi yang mulia bersama Permaisuri ,hamba takut mendapatkan kemarahan yang mulia ,hamba masih ingin hidup"
kepala Liu Langsung berdenyut pusing memikirkan hal ini di dalam hatinya apa yang di lakukan kaisar yu an Tian hingga begitu betah tidak keluar dari kediaman selama dua hari penuh .
seorang pelayan wanita pun datang menghampiri Liu.
gadis pelayan itu memiliki wajah yang cantik berbeda dengan pelayan yang lainya .
untuk pertama kalinya Liu terkesima melihat perawakan pelayan tersebut.
"hormat hamba tuan Liu "pelayan itu membungkuk hormat kepada Liu namun ada yang menonjol dari dadanya ,dua gundukan daging yang sangat menggairahkan .
wanita ini bukan hanya cantik namun dia juga memiliki tubuh yang sangat menarik.
suaranya pun seakan enak di dengar begitu lembut dan menggoda.
"ada apa"?tanya Liu dengan sikap datar nya menyembunyikan ketertarikannya itu .
"hamba mengkhawatirkan yang mulia permaisuri dua hari ini tidak keluar di dalam kamar yang mulia kaisar apakah mereka baik baik saja di dalam"?
Liu pun Tampak berfikir kemudian dia berkata"aku akan menunggu sampai siang ini. jika yang mulia tidak keluar ,maka harus di periksa di khawatir terjadi sesuatu di dalam"Liu.
pelayan itu pun dia terlihat tersenyum dan hal itu pun tidak luput dari penglihatan Liu.
"benar tuan Liu ,apa lagi yang mulia permaisuri saat ini begitu sedih dan terpukul atas kehancura negaranya ,dan yang mulia permaisuri pasti tidak akan tinggal diam untuk balas dendam "
gelisah saat mendengar perkataan pelayan itu hati Liu pun tiba tiba menjadi gelisah dan khawatir.
"yaa ,"Liu pun segera berbalik untuk mengetuk pintu kamar kaisar.
sedangkan pelayan wanita itu pun terlihat tersenyum licik dia adalah Lou zyou ratu iblis.
"di luar istana sudah banyak membenci mu quen en maka aku juga akan melakukan hal Yang sama di dalam istana ini untuk membenci keberadaan mu "batin Lou zyou.
______________________________________________
tubuh quen en terbaring lemas di atas tempat tidur selama dua hari dua malam ini Cheng Zheng terus menyiksa quen en dengan pecut memaksa kitab dewa itu keluar dari tubuh quen en .
sedangkan quen en sudah tidak berdaya untuk melawan akan kebengisan sang kaisar iblis yang begitu kejam nya.
"dasar keras kepala"Cheng Zheng dengan membating pecutan itu kesembarang tempat melihat keteguhan quen en yang mempertahankan kitab itu.
sudut bibir quen en tersenyum miring "kasihan"ejek quen en.
Cheng Zheng dia langsung berbalik kearah quen en dan mencengkram wajah dengan kasar.
membuat quen en Meringis kesakitan .
"kau sangat menyedihkan ,"Cheng Zheng.
quen en dia langsung mendorong tubuh Cheng Zheng menjauh.
dia sudah di siksa dan di perlakukan begitu kasar namun bukan berarti dia sudah kalah.
"jika zaman ku pria brengsek ini sudah di seret ke jalur hukum sebagai tuduhan KDRT"gumam quen en dalam hati.
"lebih baik aku mati dari pada menyerahkan kitab ini kepada iblis kejam seperti mu"
"ah jadi itu yang kau inginkan ,?baik akan ku lakukan apa yang kau mau" ujar Cheng Zheng.
Cheng Zheng dia langsung mengambil pedangnya dan di arahkan tepat ke jantung quen en.
sedangkan quen en dia menutup matanya yang sebentar lagi kematian akan datang menghampiri nya .
mati ke dua kalinya tidak masalah .
tubuh quen en sudah penuh luka dan memar di sudut bibirnya pun Tampak berdarah.
deg..
hati Cheng Zheng merasakan detakan sakit dan sedih .
"wanita ini hnya menjadi penghalang ku kedepanya".
namun ketika tangannya di angkat dia merasakan gemetaran yang sulit di kendalikan.
seakan tidak akan sanggup untuk membunuh quen en.
Hingga tidak lama terdengar suara ketukan pintu.
"kau tunggu di sini"tunjuk Cheng Zheng seraya melangkah pergi .
melihat kerajaan hancur begitu saja membuat dia seakan tiada semangat untuk hidup di zaman ini.
Cheng Zheng dia pun datang kembali .
dan melihat putri quen en yang sedang nangis dalam diam.
"ada apa dengan wanita ini ,saat aku memukulnya dia tidak terlihat sedih sedikit pun malah terus menantang ku tapi kenapa dia tiba tiba sedih seperti ini"batin Cheng Zheng.
melihat kehadiran Cheng Zheng , putri quen en dia langsung membuang wajah tidak suka.
"cepat ganti pakaianmu , Karena kau harus ikut dengan ku"
"tidak mau ,kau tidak lihat tubuh saat ini seperti apa jika aku keluar hanya akan di cemooh Karena mendapat siksaan dari suami yang kejam seperti mu"
suami .
dia adalah iblis namun putri quen en menyebutnya suami entah kenapa hati nya terasa hangat.
"sini "Cheng Zheng dia langsung naik ke atas tempat tidur dan duduk di sebelah quen en melihat luka memar di tubuh quen en .
ada sedikit rasa menyesal di hatinya telah kasar kepada quen en.
sedangkan quen en memalingkan wajahnya karena rasa sakit dan jantung berdebar saat berdekatan seperti ini.
bagaimanapun tubuh yang di gunakan iblis itu adalah suaminya yang telah di cintainya bagiamana tidak merasa getaran cinta saat berdekatan.
Cheng Zheng berdecit melihat wajah quen en terlihat merah.
"cihhh!!! jangan pernah berpikir jika aku akan mencintaimu"
"kenapa tiba tiba kau berkata seperti itu"! tanya quen en.
"kenapa wajahmu merah seperti itu saat aku mendekati mu? jika bukan suka terhadapku"
putri quen en ingin tersedak mendengar kan itu dan berkata"dengar kan aku baik baik, aku hanya suka dengan tubuh yang kau curi itu bukan dengan mu iblis jelek"
Cheng Zheng dia langsung melayangkan sebuah tamparan .
dengan cepat pula quen en menghindarinya.
tampak iblis ini tidak memilih untuk menyiksa orang lain laki atau perempuan semua di perlakukan dengan kejam jika dia mau.
"jika kau tidak segera mengganti pakaian mu ,aku bersumpah akan membawa mu dengan paksa dengan penampilan seperti itu"
Cheng Zheng pun langsung menghilang entah kemana.
putri quen en hanya memegangi dadanya yang terasa sesak di dada akan sikap Cheng Zheng.
dia pun berjalan dengan tertatih tatih ke lemari untuk mengambil pakaian nya.
Quen hanya bisa mengutuk Cheng Zheng Karena tidak seorang pun tidak di izinkan masuk kedalam kamarnya entah lah apa penyebab nya.
"atau jangan jangan tubuh asli iblis itu di sembunyikan di kamar ini"quen en dengan terkejut.
putri quen en pun segera mungkin mencari tubuh Cheng Zheng .
membongkar tempat yang menurutnya menyembunyikan sesuatu.
"di mana iblis terkutuk itu menyembunyikan nya"quen en yang sudah merasa Lelah Karena tidak kunjung mendapat yang di carinya di tambah keadaan yang tidak dalam keadaan baik baik saja.
"apa yang kau lakukan ,malah menghancurkan kamar ku"suara dingin itu yang tiba tiba terdengar.
membuat putri quen en dia langsung menoleh ke arah Cheng Zheng.
dan sadar satu hal jika dia belum mengganti pakaian nya.
"rupanya kau lebih suka dengan penampilan pakaian tidur seperti ini , maka aku tidak akan pernah bermain main dengan sumpah ku"
Cheng Zheng dia langsung menarik quen en keluar.
sedangkan quen en dia panik , dia hanya memakai pakaian tidur tipis jika di lihat orang banyak yang bukan suaminya itu artinya menjatuhkan martabatnya sebagai seorang wanita bahkan lebih rendah dari seorang wanita penghibur.
membuat putri quen en dia langsung mengigit tangan Cheng Zheng .
Hingga Cheng Zheng melepaskan quen en .
putri quen en dia langsung berlari mengambil pakaian dan masuk ke dalam ruang ganti.
melihat itu Cheng Zheng hanya ingin tertawa hingga lupa jika tangan terluka karena gigitan quen en.
sedangkan quen en kesusahan menarik reseleting pakaian di belakang hingga dengan terpaksa meminta bantuan Cheng Zheng.
"Cheng Zheng bisa kah kau"
belum selesai Quen en berbicara langsung di potong oleh Cheng Zheng.
"kau langsung memanggil nama ku kau pikir dirimu siapa"?
"aku adalah istri dari tubuh yang kau curi itu"kata quen en di dalam ruang ganti.
______________________________________________
bagus gak sih ceritanya ?
jujur aja karena ke jujuran dari kalian adalah motivasi untuk ku kedepannya.
terima kasih.