Quen En

Quen En
chapter 174



"Zhuang kamu jangan bercanda"


"bercanda apanya?


putri quen en masih bingung dengan keadaan namun ia tau betul jika ai berada di ruang rumah sakit dengan dekorasi seperti ini ia pastinya berada di zaman modern Tapi kenapa Zhuang berada di sini dan ia kenapa masih hidup?


"tahun berapa sekarang"tanya quen.


"tahun 2021,kenapa tiba tiba kau menanyaka tahun? kamu koma sudah 8 bulan lebih"


"tidak mungkin" gumam putri quen en tidak percaya.


"aku kembali ke zaman ini terasa mustahil bukan kah tubuhku hancur saat jatuh ke jurang ini tidak mungkin"batin putri quen en masih dalam dengan dirinya sendiri.


"sudahlah jangan banyak fikiran lagi itu akan memperburuk kondisi mu"


"tidak tidak tidak tadi kamu bilang kakak ku dan ini tahun 2021 lalu bagian bisa aku berada di sini"tanya putri quen masih penasaran .


zhuang menghela nafas berat.


"kamu jatuh dari tangga"


"hah tangga,!!!tidak aku jatuh dari jurang "!!!


"jurang kamu pikir super girl bisa hidup seperti ini jika jatuh dari jurang yang benar saja"


"Zhuang aku mengatakan serius dan kau bukan kakakku kau adalah bawahan ku Abdiku"


Zhuang Langsung memegangi kepala quen.


"apa karena jatuh kamu mengalami gegar otak"


"tidak aku bisa membuktikan kepada mu"


putri quen en meraba leher mencari kalung dewa namun tidak menemukan itu dan ia Ingat jika kalung dewa di ambil oleh tang si fan waktu .


cincin pernikahan dengan tang si fan.


namun cincin itu tidak ada.


"tidak mungkin ,kemana semua pergi nya"


"sudah istirahatlah mungkin kamu lelah ,aku keluar sebentar mengambil makanan untuk mu"


"Zhuang ...tidak mungkin kau lupa bukan jika kau naga"teriak quen saat kakaknya akan pergi tentu perkataan quen membuat Zhuang menghentikan langkahnya.


"apa setelah sadar kau menjadi gila "


Zhuang pun langsung pergi dan menutup pintu.


"aku gila ,tidak aku akan mencari bukti jika Semua itu nyata "quen melepaskan infus di tubuh nya.


dan berjalan keluar namun di tahan oleh perawat rumah sakit.


kali ini quen mengalah ia akan mencari kebenaran setelah keluar dari rumah sakit.


tiga hari kemudian .


quen sudah di bolehkan pulang.


saat ini mereka berdua ada di taksi menuju rumah.


"ke apatermen ku saja "


"hahahahahha..... apa kamu benar benar gila sejak kapan kamu memiliki apatermen untuk makan sehari sudah repot bahkan demi pengobatan mu aku sudah menjual rumah peninggalan orang tua kita "beritahu Zhuang.


"benar benar menyebalkan ,mana handphone mu ,aku akan membukti jika aku memiliki apatermen"


"neh"


quen mengambil handphone itu dan segera membuka email mengecek data dan akan menunjukkan identitas di depan Zhuang yang mengaku kakaknya namun gagal seolah olah email itu tidak pernah di buat sebelumnya.


"tidak mungkin"


"apanya yang tidak mungkin "


quen menghela nafas berat ia tidak ingin keras kepala memaksa jika ia terus melakukannya bisa saja zhuang akan mengirimkannya ke rumah sakit.


quen melihat ke luar Tampak kota ini terlihat beda dari sebelumnya apakah padahal ia hanya koma delapan bulan namun sudah ada perubahan besar di kota .


quen melebarkan matanya saat melihat poster besar seorang pria tampan dengan kaca mata hitam pria itu berpose layaknya seorang pangeran.


quen mengepalkan tangannya


"Cheng Zheng sialan ,laki laki berengsek terkutuk lah kau"sumpah serapa quen.


tuk.


zhuang memukul kepala quen.


tentu quen langsung menatap dingin ke arah Zhuang.


"jaga ucapan mu mengutuk leluhur kerajaan kamu bisa di hukum mati"


"apa kau bilang Cheng Zheng leluhur ,"!!!


"quen jaga ucapan mu kamu tidak boleh menyebut dengan sebutan seperti itu apa kau tidak mengerti ,kamu baru saja sembuh jika ucapan mu di dengar orang lain dan melaporkan ini ke raja mati lah kau"


"Cheng Zheng leluhur kerajaan , sungguh sial"batin quen


"jika Cheng Zheng ada leluhur kerajaan lalu siapa yang di sana ,tidak mungkin kan seseorang bisa hidup lama "


"putra mahkota xu Kay , wajah memang sangat mirip dengan leluhur maka dari itu rakyat sangat mencintai penerus tahta ini"


"mencintai mereka tidak tau saja siapa pria itu sebenarnya" gumam quen.


tentu hal itu dapat tatapan tajam dari zhuang.


quen membuang muka tidak suka.


jika Cheng Zheng ada di sini apakah tang si fan di sini" batin quen bertanya tanya.


taksi pun berhenti di sebuah rumah yang besar namun di lihat dengen jelas ini bukan rumah melainkan perpustakaan.


"untuk apa kesini ,?


"karena rumah di jual ,maka dari itu aku kerja dan di tinggal di perpustakaan ini ,ya Lebih tepat nya di belakang perpustakaan ini ada kamar untuk kita,"


quen ia hanya diam berjalan ke arah samping perpustakaan .


_________________________________________


walaupun hidup kekurangan teryata quen adalah seorang mahasiswa di universitas ternama di negara C ia mendapat beasiswa sebelum ia koma.


lama tidak kuliah ia membuat ia harus mengulang pelajaranny kembali.


quen awalnya selalu berusaha menemukan identitas nya sebelum sebagai seorang agen pembunuh namun ia tidak dapat membuka situs tersebut bahkan gedung ketua geng pun tidak ada hingga quen memutuskannya hidup normal membuka lembaran baru .


kakaknya sering menggapnya depresi namun karena biaya Zhuang tidak bisa membawa quen kesekatere.


quen mempelajari mata kuliah nya hari ini , bagaimana pun ia harus mempertahankan beasiswa nya dan menuju kan kepada kakakny jika ia tidak depresi.


di sela sela quen sibuk belajar para gadis berlari ke luar dengan suara sorakan gembira.


bruk...


"woiii jalan liat liat "teriak quen ketika para gadis menabraknya hingga buku buku di tangannya jatuh .


melihat semua orang berlari keluar seakan ada seorang idola yang mereka gemari datang dengan suara sorak gembira dari mahasiswa universitas.


tapi tidak dengan quen ia sama sekali tidak perduli.


"aku tidak menyangka jika pangeran xu Kay akan sekolah disini"


mendengar percakapan dua gadis itu quen menghentikan langkahnya dan segera berjalan ke arah kerumunan.


dan benar saja di sana ada Cheng Zheng bukan yang lebih tepat xu Kay .


quen ingin tertawa kenapa ia harus hidup menderita sedangan Cheng Zheng selalu hidup mewah ?


sungguh hal ini membuat quen ingin membunuh xu Kay saat ini juga .


"heiii tunggu ....."teriak quen namun tidak di hiraukan oleh xu Kay ,pria itu terus berjalan dengan angkuh namun anehnya gadis gadis terus teriak histeris seakan melihat sosok malaikat.


"Cheng Zheng bajingan"maki quen.


mendengar makian itu xu Kay menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah quen.


byurrrr....


satu ember air membasahi tubuh quen .


tidak itu saja semua orang melempari quen dengan sampah.


namun tidak sedikit pun membuat quen gentar ia terus menatap xu Kay dengan dingin bagaikan musuh lama baru bertemu.


"pangeran biarkan saya mengurus hal ini ,"pengawal.


"hmm"xu Kay mengagukan Kepala nya lalu pergi meninggalkan quen yang di lempari.


quen menatap semua orang dengan tatapan dingin yang entah kenapa membuat mereka merasa takut hingga mereka mundur.


quen pun langsung berlari pergi secepat sebelum bawahan xu Kay mengejarnya.


quen menaiki tanggal menuju atap kampus .


setelah sampai di sana ia pun pun langsung memukul tembok perbatasan dan berteriak.


"Cheng Zheng tunggu saja pembalasan ku... aku akan membunuhmu lihat saja nantiiiiiii"!!!!


"aku sudah merekamnya"


quen membalikkan badannya dan melihat seorang pria duduk di pojok sana dengan satu batang rokok di tangannya.


"tang si fan......


_______________________________________


tang si fan