Quen En

Quen En
chapter 33



sekujur tubuh putri quen en terasa lemas dia merasa bersalah begitu dalam jika tangan pangeran lee di potong karena dirinya lah yang meminta pangeran lee hadir di pesta itu.


dia adalah seorang pembunuh sering melihat pembantaian dengan tubuh terpotong tapi entah kenapa saat melihat tangan terpotong itu tubuh putri quen en terasa lemas tak berdaya.


putri quen en memegangi kalungnya dengan pelan menciumi kalung itu dan langsung menghilang ketika muncul dia sudah berada di kerajaan bagian barat tempat pangeran lee berada.


tempat itu tetap sama gelap yang terlihat serta sepi tampa penghuni putri quen en menyelusuri setiap jalan di dalam kastil itu "pangeran lee....


"pangeran lee kamu di mana"?


putri quen en mencium kalung itu lalu berkata"buat seluruh ruangan ini menjadi terang.


trang.....


dalam sekejap seluruh ruangan menjadi terang obor obor menyala membuat seluruh ruangan terlihat terang.


putri quen en melanjutkan perjalanan menyelusuri terowongan yang panjang hanya terdengar suara langkah kaki tempat ini benar benar sepi dan menyeramkan.


putri quen en terbeku melihat di depan matanya di lantai itu terlihat sebuah duri seperti jarum yang tajam tertancap dengan tajam tidak itu saja di sisi dinding itu di keliling orang jarum terlihat tengkorak tengkorak manusia seperti terjebak di sana hingga membuat siapa pun melewati tempat itu akan mati.


di ujung jalan berduri terlihat sebuah pintu dengan ukiran elegan putri quen en ingat jika itu adalah kamar pangeran lee jadi...


namun saat pangeran lee menawarkan masuk putri quen en menolak karena pangeran lee mengatakan jika putri quen en masuk kedalam sana dia akan mengetahui siapa pangeran lee sebenarnya.


putri quen en ingat betul jika waktu itu pangeran lee mengendongnya jadi saat itu pangeran lee melewati duri duri yang tajam ini pantas saja putri quen en di minta untuk menutup matanya.


"apakah dia berada di dalam sana"?


putri quen en tidak perlu khawatir dia memiliki kalung ajaib bisa kamar pangeran lee tampa harus melewati duri duri tajam ini dia memegangi kalungnya dan memejamkan matanya "bawah aku ke kamar pangeran lee.


putri quen en membuka matanya namun dia terkejut dia masih berada di tempat yang sama"kenapa aku masih di sini apakah kalung ini tidak berfungsi lagi"?


putri quen en mencoba lagi namun gagal.


"tampaknya tempat ini memiliki misteri bahkan kalung dewa ini tidak bisa tembus melewati pintu kamar pangeran lee siapa sebenarnya pangeran lee" putri quen en tampak sedang berpikir.


tapi sudah hal ini begitu kecil untuk ku lewati dulu pernah aku melewati sinar laser kenapa tidak bisa melewati jarum jarum ini"


putri quen en mengeluarkan pedangnya dia langsung melompat tinggi dengan cepat langsung menusuk pedang di atas pelapon dia mengayunkan tubuhnya untuk melompat ke sisi tebing.


tes...


putri quen en menusuk pedang ke atas pelapon namun duganya salah pedang tidak tembus hingga membuat putri quen en terjatuh dengan cepat pula putri quen en menusuk pedangnya ke lantai untuk menahan tubuh agar tidak terjatuh ke lantai yang penuh jarum jarum yang tajam namun di hadapannya terlihat sebuah batu besar yang berayun ke arahnya.


Ah sial harus ada jebakan lagi"


putri quen en tampak berpikir keras jika dia melepaskan tangan dari pedang itu tubuhnya akan terjatuh di lantai penuh jarum namun jika dia terus berada di posisi ini batu besar itu akan menghatam tubuh hal itu akan membuat tubuh hancur lebur.


tidak ada cara lain putri quen en terpaksa menjatuhkan dirinya keatas jarum ini setidaknya dia akan selamat walau pun akan terluka dengan parah.


putri quen en mencabut pedang itu dan dia memejamkan matanya karena rasa sakit akan menusuk kulitnya.


namun tiba kunjung merasa tubuh jatuh putri quen en membuka matanya dengan pelan "pangeran lee.


"jika aku tidak datang tepat waktu pasti tubuhmu akan hancur kau pikir jarum ini jarum biasa setiap jarum di sini terdapat racun sekali sentuh kamu akan mati seperti tergigit ular berbisa"pangeran lee.


putri quen en melihat sekelilingnya ini bukan tempat yang banyak jebakan itu ini lebih tempatnya seperti kamar namun keseluruhan kamar berwarna gelap dengan sedikit cahaya di dalam kamar tersebut" ini bukan tempat tadi"


"ini kamar ku, kamu datang kesini apa kah mengantar diri sendiri untuk melakukan malam pertama kita"pangeran lee.


"turunkan aku"putri quen en.


pangeran lee menurunkan putri quen en dan di dudukkan di atas meja" kenapa kamu datang bahkan rela melewati hal berbahaya seperti itu"


putri quen en tidak menjawab dia melihat kedua tangan pangeran lee yang tampak utuh jika seperti itu lalu tangan siapa yang di serahkan prajurit kepada kaisar yu.


"tangan mu utuh padahal aku melihat sendri jika prajurit itu memperlihatkan tangan mu kehadapan kaisar yu lalu kenapa bisa masih utuh seperti ini"?


"istri ku apa kah kamu mengira suamimu ini selemah itu"


"tidak bukan seperti itu jika itu benar aku merasa bersalah terhadap mu dan haii kenapa kamu selalu menanggilku dengan sebutan istri"


"Berhentilah berkata seperti itu karena aku sudah menikah bersama kaisar yu tentu aku adalah istrinya bukan istri mu"putri quen en


"benar kah jika kamu tidak percaya kenapa tidak tanyakan saja hal ini kepada dia apa kah kamu ini istriku atau bukan setelah cincin ini berada di jari manismu"


"sudahlah aku kesini tidak ingin berdebat dengan mu aku hanya ingin memastikan keadaamu saja aku tidak ingin seseorang mati konyol karena aku"


"terima kasih istri ku sudah memperhatikan suami mu ini"


putri quen en hanya mengelengkan kepala pelan melihat sikap pangeran lee namun berada di dekatnya tidak bisa di pungkiri putri quen en merasa nyaman.


putri quen en melihat sekeliling kamar pangeran lee tidak ada yang aneh sama seperti kamar yang semestinya "tapi kenapa kalung ini tidak bisa menembus tempat ini aku harus mencari tau" batin putri quen en.


"bukan kah kamu pernah berkata kepada ku jika aku masuk kedalam kamar ini kamu akan menunjukan siapa kamu sebenarnya" putri quen en.


"benar tapi kamu harus melakukan cara hal lain sayang" pangeran lee mendekati putri quen en dan merangkulnya.


putri quen en hanya tersenyum licik dia begitu benci jika seseorang memengainya begitu saja putri quen en mengeluarkan pedangnya di arahkan keselangkangnya pangeran lee "mundur dan tolong di jaga kedua tanganmu jika tidak pedang ku ini akan mengiris benda kecil di dalam celana mu"putri quen en langsung menjadi dingin.


namun pangeran lee dia tersenyum sambil lepaskan peganganya dan mundur beberapa langkah" hal ini yang ku suka terhadap mu kau seperti seorang kesatria wanita yang selama ini ku impikan dan hanya kamu yang pantas berada di samping ku"pangeran lee.


"lebih baik kamu katakan siapa kamu sebenarnya"


pangeran lee dia hanya tersenyum lembut terhadap putri quen en dan tiba tiba angin tertiup dengan kencang membuat horden di kamar itu terbuka begitu saja tidak hanya itu saja terlihat di luar sana bulan sabit "istri ku kamu harus pergi dari istana phonix sebelum bulan itu sempurna"?


"kenapa kamu malah mengalihkan pembicaraan seperti ini"?


"aku tidak mengalihkan pembicaraan"


"lalu kenapa kamu tidak menjawab pertanyanku siapa kamu sebenarnya"?


"asal kamu bisa melakukan sesuatu untuk ku maka aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya"? pangeran lee.


"sesuatu apa katakan saja"


"apakah putri akan menyanggupinya"?


"tergantung sesuatu apa dulu jika hal aneh aku tidak akan mau"


"tidak cukup istri ku datang kepada ku lalu menciumiku"?


putri quen en terdiam "jika seperti itu aku tidak mau jika tidak ingin mengatakannya tidak apa aku bisa mencari tau sendri"


terlihat pangeran lee tersenyum lembut kepada putri quen en.


"tadi kenapa kamu berkata jika aku harus pergi dari kerajaan phonix ini saat bulan purnama"


"karena kamu akan di jadikan tumbal oleh mereka jika tidak meninggalkan kerajaan ini saat itu terjadi aku tidak bisa menolong mu pada bulan purnama nanti tubuh ku akan terantai kembali" pangeran lee.


"apa kah perkataan mu dapat di percaya"?


"aku tidak akan pernah membohongi mu, percayalah padaku untuk beberapa hari saja kamu harus meninggalkan istana ini sampai bulan purnama habis kamu bisa kembali ke istana ini" pangeran lee berkata dengan serius.


"aku tidak bisa berjanji padamu kau tau sendri kaisar yu selalu ingin aku berada di istana ini tidak akan mengizinkan ku keluar bagaimna aku bisa keluar"


"apakah kamu lupa dengan kalung di leher mu"pangeran lee.


putri quen en memegangi kalungnya" ada apa dengan kalung ini "putri quen en pura pura dengan polosnya.


sebelum pangeran lee menjawab terdengar suara langka kaki menujunya kamarnya membuat putri quen en harus meninggalkan tempat itu.


"cepat cium kalung itu dan pergi lah"pangeran lee.


"hah jadi kamu mengetahuinya"putri quen en.


"hmm cepat pergi kamu tidak tau siapa yang datang ini adalah kaisar yu an tian jika dia mengetahui kamu disini semua rahasia kalung mu akan di ketahui olehnya"


putri quen en tidak menjawab apa pun dia mengagukan kepalanya dengan cepat mencium kalung itu dan menghilang.


hingga tiba tiba pintu di buka dengan keras.