Quen En

Quen En
chapter 22



fei len dia menuju kediamannya dan setelah sampai di sana dia menghentakan kakinya dengan kesal"ini tidak bisa aku sudah memiliki saingan namun kali ini harus bertambah satu lagi, bagaimna pun juga aku harus menyingkirkan putri keenam kerajaan awan putih.


fei len pun langsung mengunakan pakaian jubah dan penutup kepala dam dengan cepat dia menaiki sebuah karena menuju kesuatu tempat.


setibanya di sana fei len dengan cepat turun dan langsung masuk kedalam rumah tersebut.


tring....


terlihat jika fei len melempar sekantong emas terhadap beberapa kelompok pria yang terlihat mengerikan wajahnya mereka semua tampak ada bekas luka dan semuanya tampak memegangi benda tajam.


"kalian berjaga lah di perbatasan kota beberapa hari lagi putri dari kerajaan awan putih akan tiba aku harap kalian bisa melenyapkan dia"


"itu mudah saja nona namun ini adalah seorang putri tentu ini akan sulit bahkan taruhan adalah nyawa kami bagaimna bisa anda hanya membayar kami dengan sekantong emas"


"kalian tidak perlu khawatir, jika kalian berasil aku akan menambahnya berapa kali lipat"


"baik baik kami senang bekerja sama dengan anda"


"dan satu lagi kalian bawakan aku racun ular berbisa karena ada seseorang yang harus aku musnahkan"


"baik anda tidak perlu khawatir beberapa hari lagi semua keinginan anda akan terkabul namun anda harus menyiapkan emas buat kami"


"soal itu aku sudah tau"fei len dengan cepat keluar dari rumah itu dan menaiki kereta kembali.


"aku akan bertindak cepat untuk menyikirkan siapa pun yang ingin melangkah di depan ku membuat impian ku hancur kan ku buat mereka semua menderita" fei len sambil mengepalkan tinjunya.


namun tiba tiba kereta yang di tumpangi fei len terhenti hal itu membuat nona fei len penasaran hingga dia melihat apa yang terjadi di luar dari tirai di kereta.


melihat seseorang yang menunggai kuda hitam itu membuat fei len tersenyum dan dia turun dari kereta tersebut "hormat saya, pangeran ke tiga"


"ah teryata benar itu adalah seorang nona cantik jadi benwang tidak salah menebak saat melihat kereta anda"


terlihat fei len tersenyum lalu berkata "tampaknya pangeran baru kembali?


"iya sudah satu bulan lebih benwang berada di benua seberang melakukan tugas dari kerajaan"


"iya begitu lama kepergian anda saat ini yang mulia kaisar sudah memiliki seorang pendamping"


"hehehe iya tidak di sangka sekian banyak wanita akhirnya kali ini yang mulia bisa menikah ini adalah anugrah bagi kaisar apa lagi benwang mendengarkan kabar jika permaisuri adalah seorang gadis yang cantik membuat benwang tidak sabar untuk bertemu dengan kakak ipar"


"benar pangeran, yang mulia begitu beruntung" fei len berkata dengan pahit.


"nona fei dari mana kenapa terlihat sangat buru buru"


"tadi aku ke kota karena ada sesuatu yang ingin ku ambil bukan kah mlam ini ada festival musim panas jadi banyak hal yang harus di siapkan"


"benar, benwang hampir lupa untung benwang kembali tepat waktu jika tidak, tidak akan bisa menikmati festival ini"


"benar pangeran, jika seperti itu saya pamit undur diri"


"iya iya silahkan"


fei len pun masuk kedalam kereta.


pangeran ketiga dia hanya diam menatap kereta nona fei len.


setelah melihat kereta itu jauh.


pangeran ke tiga meniup sebuah benda kecil.


terdengar suara dari benda itu seperti sebuah peluit.


tidak lama burung merpati datang menghinggap di tangan pangeran ketiga.


dia meletakan gulungan kecil di burung itu dan langsung melepaskan burung itu untuk terbang.


_________________


pelayan zi ambil ku gunting "


"ini tuan putri,"


putri quen en pun memotong rambut depannya dia membuat sebuah poni membuat dia terlihat sangat cantik dan menggemaskan.


"ya ampun putri anda jika seperti ini sangat cantik bahkan nubi ingin terus menatap anda karena merasa kagum"


"tidak usah berlebihan seperti itu,aku hanya memotong rambut depan ku hal itu tidak ada bedanya bukan"


"ya sudahlah sekarang mana pakaian ku"


"ini putri" pelayan zi memberikan sebuah pakaian yang berwarna merah.


"ini akan mempersulitkan ku untuk jalan, ambilkan pakaian yang paling sederhana yang membuat ku merasa nyaman agar tidak berat dengan baju"


"tapi putri ini adalah yang mulia mengirim untuk anda dia mengatakan jika putri harus mengenakan ini jika tidak kita tidak di izinkan keluar"


"lagi lagi harus dia, apa maksudnya harus seperti ini kenapa tidak sibuk mengurus sendiri saja dari pada harus mengurusku bahkan baju saja dia harus yang mengatur"


"itu tandanya yang mulia mencintai anda putri.


"cih cinta apanya cinta dia pasti memiliki rencana jahat terhadap ku "


"ya sudah sini bantu aku mengenakan pakaian ini"


"baik putri"


quen en hanya kesel pakaian yang dia gunakan adalah pakaian seorang kerajaan hal itu membuat dia sulit untuk bernafas dan sulit untuk berjalan.


putri quen en menaiki kereta yang telah di siapkan.


setelah sampai di sebuah kota terlihat sangat ramai namun karena kedatangan kereta megah itu membuat orang orang menyingkir ketepi untuk melihat siapa yang datang.


kereta itu berhenti putri quen en turun di bantu oleh dayang dayang istana karena pakaian yang di kenakan beberapa benar sulit untuk nya melangkah.


melihat seorang permaisuri quen en datang para penduduk membungkuk hormat "hormat kami yang mulia permaisuri.


"bangun lah, kalian nikmati festival ini kedatangan ku kesini hanya ingin melihat festival tahun ini"


"baik yang mulia permaisuri, semoga di malam ini anda merasa bahagia"


putri quen en mengangukan kepala pelan dan meminta para penduduk untuk bubar.


saat ini putri quen en paham kenapa kaisar yu an tian meminta dia memakai seperti ini itu agar penduduk kota tau jika dia adalah permaisuri dari kerajaan phonix dan tentunya putri quen en tidak bisa melakukan apa pun karena setiap mata akan melihat nya lalu apa bedanya dia berada di dalam istana dan di luar istana jika seperti ini.


namun bukan quen en namanya jika tidak memiliki rencana licik.


walau pun dia selalu menjadi sorotan setiap mata melihatnya namun putri quen en dia terlihat tersenyum ramah menyapa satu persatu para warga tidak hanya itu putri quen en bahkan membagi bagi hadiah terhadap anak anak.


terlihat kembang api berhamburan di langit.


dar....


dar....


dar....


aku sudah lama tidak melihat kembang api tidak di sangka di jaman ini juga ada kembang api.


di saat putri quen en terfokus melihat keatas dengan bibir tersenyum kembang api mengingatkannya akan kehidupan di masa lalu.


yang mulia permaisuri awas"


melihat sebuah panah meluncur kehadapan membuat putri quen en melebarkan matanya dia seperti kilat menghindari itu tapi karena pakaian terlalu berat membuat dia kesulitan.


melihat serangan tiba tiba itu membuat para penduduk lari ketakutan.


para pengawal yang berjaga putri quen en mereka kesulitan karena tampak orang lari kocar kacir.


tidak hanya itu sejumlah orang orang berkuda datang siapa pun yang berada di hadapannya mereka menebas kepalanya.


putri quen en melihat itu namun dia sulit untuk berdiri tampak bantuan di tambah pakaiannya terlihat jika di injak ijak oleh orang orang yang ketakutan sedangkan pengawal yang berjaga tampak melakukan perlawanan terhadap segerombolan orang orang berkuda itu.


"sial ini gara gara kaisar jahat itu menyuruh ku mengenakan pakaian ini,lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan mu.


terlihat jika orang tidak ada memperhatikannya karena semua orang tampak takut mereka berlari untuk menyelamatkan nyawa mereka masing masing.


putri quen en mencium kalung itu dan memejamkan matanya.


membuat dia menghilang saat sampai hanya melihat kegelapan" di mana ini kenapa gelap sekali?


dan terdengar suara deringan sebuah besi yang lebih tepatnya seperti suara rantai putri quen en tidak melihat apa pun karena gelap namun dia merasa hembusan dingin di belakangnya?