
putri quen en dan kaisar yu an tian mereka menatap mayat mayat yang berhamparan begitu banyak terlihat ribuan manusia tergeletak mengerikan di hadapannya mereka.
"yang mulia kaisar, bagaimna dengan mayat mayat ini"liu.
"bakar saja semua" kaisar yu an tian.
"baik yang mulia" liu.
"kubur saja, mereka adalah pahlawan yang membela negri ini. bagaimna kematianya di perlakukan secara tidak layaknya seperti itu"putri quen en.
"jika di kubur akan menghabiskan banyak waktu apa lagi saat ini pasukan istana bnyk yang terluka parah karena peperangan tidak memungkin bagi mereka bekerja untuk menggali lubang sebanyak itu."kaisar yu an tian
"suami ku, kita bisa membayar penduduk desa untuk membuat lubang kubur dan tentunya itu juga akan menjadi pemasukan bagi mereka" putri quen en memberi saran.
"apakah pasukan awan putih akan di perlakukan sama di kubur dengan layak"kaisar yu an tian bertanya.
"tentu saja,mereka juga manusia"
"tapi mereka yang menyerang kerajaan ini yang mulia permaisuri" pangeran ketiga yang ikut menyambung.
putri quen en dia tidak menjawab sambil melangkah pergi "lakukan saja perintah ku liu"putri quen en.
liu dia melihat kaisar yu an tian karena bingung yang mana harus di patuhi.
"lebih baik kau ikut saja perintah permaisuri" kaisar yu an tian dia juga meninggalkan tempat itu mengejar putri quen en.
putri quen en dia memasuki ruangan kerja kaisar yu an tian dan duduk di kursi di mana kaisar yu an tian bisanya duduk.
melihat itu kaisar yu an tian tidak menolak atau mengusir dia hanya membiarkan putri quen en duduk di kursi kebesaranya.
putri quen en dia mengambil kuas dan sebuah kertas dia menuliskan sesuatu di sana.
kaisar yu an tian melihat itu membuat dia penasaran dan melihat.
namun kaisar yu an tian hanya di kejutkan dengan apa yang di lihatnya.
"bagaimna bisa kau tau cara berhitung seperti ini, hal ini yang bisa melakukanya hanya sarjana " kaisar yu an tian dengan terpana.
putri quen en dia hanya bisa mengeleng kepala bagaimna tidak padahal dia hanya menulis rincian perkalian pengeluran yang harus di keluar pihak istana untuk keluarga dari pasukan phonix yang tewas dalam pertempuran.
tidak butuh lama putri quen sudah selsai dan memberikan kertas itu kepada kaisar yu an tian
kaisar yu an tian dia mengambil kertas itu dan membaca "untuk apa kerajaan mengeluarkan dana sebesar ini untuk keluarga prajurit yang di tinggal mati"
"prajurit yang ikut bertempur itu mereka adalah tulang punggung keluarga mereka jika mereka tewas siapa lagi yang akan menafkai anak anak dan istri mereka, kita hanya mengeluarkan dana santunan hal itu tidak akan membuat miskin istana" putri quen en.
"quen en kenapa istana harus menanggung itu semua, prajurit itu mereka sudah bersumpah setia atas kerajaan ini jika mereka mati dalam pertempuran itu adalah kesetiaan mereka semua terhadap kerajaan ini jadi tidak perlu kerajaan ini mengeluarkan dana seperti ini" kaisar yu an tian.
"yu an tian coba sedikit saja kau memikirkan hati mereka yang di tinggal suami mereka tentu saat ini di luar pintu gerbang ini istri dan anak anak mereka semua menangisi orang yang mereka cinta mati"
kaisar yu an tian dia tidak ada jawab dia berjalan ke arah jendela.
ruang kerjaan berada di lantai atas hingga dia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di bawah istana.
perkataan putri quen en benar adanya
banyak yang berdatangan di depan pintu gerbang istana mereka semua tampak menangisi keluarga mereka yang telah mati di dalam pertempuran.
membuat hati kaisar yu an tian sedikit yakin dengan saran putri quen en.
"apa kah kau belum pernah kehilangan orang yang kau cintai" putri quen en bertanya.
"aku tidak perlu mencintai seseorang jadi aku tidak harus merasa kehilangan" jawab kaisar yu an tian.
"aku tidak yakin hal itu,bisa saja suatu saat kau akan jatuh cinta" putri quen en.
"quen di dalam hidup ku tidak ada kata menjijikan itu, cukup orang orang yang memujaku dan mencintai ku namun tidak dengan ku"kaisar yu dengan nada sombong.
"baik jika suatu saat kau mengalami jatuh cinta dan seseorang itu pergi meninggalkan mu jagalah pernah kau menangis karena dunia akan menertawakanmu"putri quen en.
"apa lagi aku harus menangis itu tidak mungkin" kaisar yu an tian.
"terserah kau saja lah,tapi aku tetap mengeluarkan dana untuk mereka" putri quen en.
"aku tidak mengizinkanya"kaisar yu an tian.
"kenapa aku harus mengikuti mu, bukan kah semua emas di dalam ruangan penyimpanan kau telah memberikan semuanya padaku, apa kau lupa itu" putri quen en.
"quen kamu harus perpikir dulu sebelum bertindak,jika mereka mati suami mereka itu adalah resiko menjadi prajurit di istana ini lagi pula seharusnya keluarga mereka berkecukupan karena gaji menjadi prajurit lumayan besar.
"kau pelit sekali, seperti itu saja perhitungan" putri quen en dengan kesal keluar dan membanting pintu.
liu yang hendak ke ruangan kaisar yu an tian harus terkejut melihat putri quen en membanting pintu tiba tiba.
"ada apa lagi tdi mereka terlihat begitu mesra kenapa saat ini mereka seperti tikus dan anjing" batin liu.
"yang mulia kaisar" liu datang dan masuk kedalam.
"hamba datang untuk melaporkan yang mulia"
"hmm"
"yang mulia hamba sudah melakukan penyebaran pengumuman bagi penduduk untuk membuat lubang untuk mayat mayat itu yang mulia" liu.
"hmmm lalu"kaisar yu an tian.
"tidak ada lagi yang mulia namun di luar bnyk berdatangan dari keluarga prajurit yang telah tewas"
"usir semua agar tidak mengganggu pekerjaan" kaisar yu an tian dengan dingin.
"baik yang mulia" liu membungkuk hormat handak keluar namun langkahnya harus terhenti saat kaisar yu memanggilnya.
"liu"
"ya yang mulia"
"ini,laksanakan perintah yang berada di dalam gulungan ini" kaisar yu an tian menyerahkan sebuah kertas yang di gulung.
liu mengambil itu dan membuka gulungan itu dia melebarkan matanya dan berkata "ya yang mulia, apakah kerajaan akan mengeluarkan dana sebesar ini untuk keluarga prajurit yang tewas"liu bertanya untuk lebih meyakinkan hatinya.
"lakukan saja,"
"baik yang mulia, hamba undur diri"
kenapa aku merasa bersalah melihat quen en marah seperti itu dan aku juga takut jika dia membenci ku, perasaan apaa ini sebenarnya "batin kaisar yu an tian.
_______________________________________
putri quen en yang melihat dari kejauhan dua menatap curiga" itu bukan pangeran ketiga, kenapa dia keluar dari paviliunku dan lebih memilih lewat pintu belakang.
putri quen en mempercepat langkahnya untuk mengejar pangeran ketiga namun pangeran ketiga dia sudah hilang "kemana dia" putri quen en terlihat melihat ke semua sudut untuk mencari keberadaan pangeran ketiga.
"aku harus hati hati terhadap pangeran ketiga bagaimna pun dia adalah orang yang licik" gumam putri quen en.
"dia dari kediaman ku pasti ada sesuatu yang dia cari atau meletakan sesuatu di sana"
putri quen en dia langsung kembali ke kediamanbya.
putri quen en dia melirik paviliun sudah bersih dan dengan renofasi baru setelah kebakaran di paviliunnya.
"ahhh aku sudah lama sibuk di kerajaan ini hingga hampir lupa dengan keberadaan pelayan zi dan pelayan go jia yang ku kirim ke wilayah EN mereka pasti menunggu kedatangan ku dan tunggu dulu.....
"ahhh sial aku lupaaa go jia tidak tau permaisuri dia mengenalku sebagai setan merah.
"dan pelayan zi juga tidak tau jika aku setan merah hal ini tentunya akan membuat pelayan zi kesulitan di sana bisa saja dia di anggap mata mata dari kerajaan phonix" putri quen en.
mungkin jika aku wilayah EN saat ini tidak masalah, bukan"?
putri quen en dengan cepat mengganti pakaiannya dengan pakaian merah dengan masker di wajahnya rambutnya di ikat kuncir kuda dengan ikatan tinggi.
melihat penampilan berubah di kaca putri quen en dia tersenyum puas"akhirnya selesai"
sebelum pergi putri quen en dia juga merubah bantal guling menjadi dirinya tidur di atas tempat tidur.
"bawa aku ke wilayah EN" putri quen en dengan mencium kalungnya dan menghilang.
saat sampai di sana yang sudah larut malam membuat kota EN sepi hanya sedikit orang yang berlalu lalang yang masih berada di luar rumah.
putri quen en dia berjalan menuju kesuatu tempat yang dia perintah go jia tinggal di sana.
terlihat dua rumah yang berdampingan itu pasti rumah go jia dan penjahat yang mengatakan ingin menjadi muridnya.
tok tok.tok....
pintu di ketuk beberapa kali.
go jia yang tidur merasa terganggu harus bangun mendengarkan suara ketukan pintu itu beberapa kali "siapa....
dengan pintu di buka.
saat melihat siapa yang datang.
go jia dia langsung berlutut di bawah kaki putri quen en" hormat hamba tuan "
bangun lah"setan merah.
"akhirnya tuan datang setelah lama menunggu anda,silahkan tuan masuk kedalam"
go jia dia langsung membersihkan tempat duduk yang akan di duduki putri quen en
"apakah beberapa hari yang lalu ada seseorang yang kesini"tanya putri quen en sambil duduk di kursi itu.
"tidak ada tuan"go jia.
putri quen en dia hanya diam.
"tuan anda ingin minum apa biar, ku buatkan minuman untuk anda"
"tidak perlu, aku tidak bisa berlama lama,panggil semua untuk menghadap kepada ku ada sesuatu yang harus kalian lakukan" perintah setan merah dengan dingin.
"baik tuan" go jia pun langsung beranjak pergi untuk membangunkan suaminya dan rekan rekan lainnya.
semua kini sudah berkumpul di hadapannya setan merah yang duduk di kursi sedangkan yang lainnya mereka hanya berlutut di hadapan putri quen en "hormatku guru" bo go.
"bo go ada sesuatu yang ingin ku ketahui tentang gunung zifeng bisakah kau mengatakan di mana tempat itu"quen en.
"guru perguruan zifeng sudah tidak ada musnah sekitar dua belas tahun yang lalu karena di serang oleh pasukan phonix" beritahu bo go.
"untuk apa kerajaan phonix menyerang perguruan zifeng" quen en.
"hmm tidak jelas guru namun itu terjadi saat kerajaan phonix mengetahui jika perguruan zifeng mempunyai kitab suci dewa dan menginginkan itu namun kakek tidak ingin menyerahkanya hingga pasukan phonix datang dan menyerang dan merebut kitab itu namun kakek membuangnya ke jurung hingga hilang tampa jejak menyisahkan satu robekan kertas yang waktu itu guru ambil"
"maksud mu kitab yang menjelaskan tenang kalung ini"
"benar guru"
putri quen en dia terlihat mengangguk kepalanya pelan tanda mengerti"itu pasti atas perintah iblis yang bersarang di tubuh kaisar yu an tian tapi kenapa dia menginginkan kitab itu"batin putri quen en.
namun putri quen en bersukur karena semua isi di dalam kitap itu terserap dalam otaknya dan langsung membakar kitab itu.
"dan ada satu hal lagi tuan"go jia.
"apa katakan lah"
"kerajaan EN mengusur kami semua dari wilayah ini karena kami semua bukan penduduk asli dari wilayah ini"
"jika seperti itu jual saja rumah ini dan kalian semua pergi ke gunung zifeng, kita semua akan menatap di sana dan aku ingin membangun sekte"
"tuan benarkan itu"dengan kaget.
"mohon maaf tuan apakah itu sakte"?
"sakte adalah sama dengan perguruan" putri quen en.
"baik guru kami akan segerah berangkat kesana"
"hmmm besok malam kita akan pergi jdi hari ini kalian bersiaplah"
mereka masih sok karena perintah ini begitu dadakan namun mereka hanya bisa patuh"baik tuan.
"baik guru" mereka semua dengan kompak.
"hmmm, besok malam aku akan kesini lagi"putri quen en.
dia beranjak dan menghilang.
semua masih tampak kaget melihat itu namun mereka harus terbisa dengan kekuatan aneh menurut mereka menghilang sekejap mata.
sesampainya di paviliun teratai putri quen en melihat kaisar yu an tian dia tidur di tampat tidurnya bersama bantal guling yang di rubah menjadinya"kenapa dia tidur di sini" putri quen en dengan kesal.
"aku membutuhkan uang banyak untuk membangun sakte namun aku harus mencari di mana jika meminta ke pada kaisar yu an tian dia akan curiga dan hal ini bisa gagal niat ku adalah membangun sekolah untuk pendidikan agar wanita tidak selalu di pandang rendah di zaman ini.