Quen En

Quen En
chapter 107



putri quen en duduk termenung .


hati kini sudah terisi dengan sosok yu an Tian pria tampan yang menjadi pujaan para wanita lainya .


lama tidak bertemu hati quen en merasakan kerinduan yang teramat dalam bukan dia takut dengan sosok iblis di tubuh yu an Tian, melainkan menghindar pertempuran yang akan menyakiti tubuh yu an Tian merasakan sakit saat dia sadar nanti.


"lama menunggu "? pangeran Lee datang dengan membawa sekeranjang buah buahan.


lumayan, terus bagaimana keadaan Lin LiN saat ini ? quen en.


"saat aku kesana wanita itu sudah tidak ada namun yang kudengar dari pembicaraan pelayan gadis yang bernama LiN Lin itu sudah di bawa tabib istana untuk di obati atas perintah kaisar"jelas pangeran Lee.


"ternyata kaisar sok suci itu memiliki hati juga,ku kira dia akan membunuh Lin Lin Karena masuk begitu saja kedalam istana"?


""sudah lah ,lebih baik makan buah buahan ini setelan itu beristirahat lah kau pasti Lelah main kejar kejaran dengan kaisar tang si fan"


"ya namun badanku terasa lengket dan kotor aku harus mandi"quen en.


pangeran Lee pun dia langsung berdiri dan hendak pergi namun, quen en bertanya"?kau mau kemana lagi?


"menyiapkan air hangat untukmu,di sini aku tidak memiliki pelayan jadi semua ku lakukan sendiri"beritahu pangeran Lee


"tidak usah ,kau bukan pelayan aku bisa melakukan nya sendiri ,dan aku akan mandi di telaga dekat istana barat ini"quen en.


"tidak ,aku sebagai suami mu tidak ingin melihat istrinya kerepotan jadi biarkan kali ini aku menyiapkan air hangat untukmu mandi "


"baik lah jika kau memaksa"quen en pada akhirnya mengalah.


putri quen en menatap punggung pangeran Lee yang berjalan ke luar .


quen en marah kepada dirinya sendiri kenapa dia tidak mencintai Pangeran Lee yang selalu baik dan tulus kepadanya malah menaruh hati dengan kaisar yu an Tian yang tidak jelas mencintainya atau tidak.


namun perasaan ini harus quen en sembunyikan sedalam mungkin jangan sampai kaisar Yu an Tian mengetahuinya sebelum tau jika yu an Tian juga memiliki rasa yang sama.


tidak lama pangeran Lee datang.


"sayang ,air nya sudah siap "


"iya,terima kasih"quen en berdiri dari duduknya.


"apakah perlu ,suami mu ini membantu mengosok punggung "? tawar pangeran Lee.


"tidak perlu,kau ini mesum sekali"quen en.


mendengarkan perkataan quen en membuat pangeran Lee terkikik geli .


bruk...


quen en meleparkan kain ke badan pangeran Lee membuat Pangeran Lee berhenti tertawa dan langsung mengejar quen en.


putri quen en dia langsung masuk ke kamar mandi.


pangeran Lee dia langsung menghentikan langkahnya di ambang pintu jika dia ikut menerobosnya masuk bisa saja quen en akan mengamuk terhadap nya dan tidak akan ingin bertemu dengan nya kedepannya hal itu yang di Takuti pangeran Lee .


pangeran Lee dia langsung keluar menuju atas balkon"keluar lah"perintah pangeran Lee terhadap bawahan.


cahaya putih itu langsung muncul di hadapan pangeran Lee dan membungkuk hormat"hormat hamba yang mulia"kedua abdinya.


"ambilkan pakaian quen en yang telah ku siapkan usahan sudah ada sebelum putri quen en selesai mandi"


putri quen en selesai mandi namun dia keluar masih mengenakan pakaian yang sama .


melihat itu pangeran Lee mengerutkan keningnya"bukan kah ada handuk di dalam kenapa tidak mengenakan itu"? tanya Lee.


"tentu saja aku tidak bisa ,kita bukan suami istri jadi aku tidak bisa menunjukkan sisi tubuhku di hadapanmu"ujar quen en.


terlihat jelas kemarahan di mata pangeran Lee namun putri quen en tidak menghiraukan itu dia terus berjalan ke arah kursi yang menghadap pangeran lee yang sedang berdiri bersandar di Dinding.


"kenapa menatap ku seperti itu"tanya quen en seraya memakan buah apel yang tersedia di atas meja.


"tidak ada ,di dalam lemari sudah tersedia pakaian yang mungkin pas untuk mu ,aku pergi keluar agar kau bisa istirahat "pangeran Lee dia langsung ke luar dari kamar tersebut.


"aneh ,tiba tiba marah tidak jelas"gerutu quen en berajak berdiri melangkah ke arah lemari dan membuka lemari tersebut yang terlihat begitu banyak pakaian lengkap dengan aksesoris nya.


"bagaimana bisa pangeran Lee menyimpan ini dan lihat ini semua pakaian ini adalah semua terbuat dari bahan sutra dan bordil di pakai ini dari benang mas dan permata asli harga pakaian ini pasti tidak ternilai harganya"


putri quen en dia hanya mengambil pakaian yang berwarna merah yang terlihat sederhana tidak banyak hiasan di pakaian tersebut .


namun saat menggunakan pakaian tersebut putri quen en kesusahan untuk mengancing yang berada di bagian belakang.


"ahh ini susah , tidak ada apa ya pakai yang simpel seperti di zaman ku ,nanti lebih baik pesan. baju seperti itu dari pakaian di sini semua susah untuk di kenakan"keluh quen en yang tak kunjung bisa me reseleting pakaian itu.


"aku tidak mungkin meminta bantuan ke pada pangeran Lee"quen en bingung.


"lalu aku harus bagaimana"?


"ya ampun kenapa bisa lupa ,aku memiliki kalung dewa ini"putri quen en di mencium kalung tersebut dan berkata"bantu aku untuk memakai pakaian ini "


namun tidak ada reaksi apa pun "ah iya bukan kalung ini tidak bisa berfungsi jika berada di tempat pangeran Lee ini dan hal ini belum ku tanyakan kepada pangeran Lee.


dengan terpaksa quen en mencoba sekali lagi menarik reseleting baju dari belakang namun tetap aja susah.


"ahh sudah lah ,aku lelah lebih baik tidur"quen en pasrah hingga dia langsung memilih tidur dengan pakaian belum di kancing di bagian belakang.


pintu kamar di buka .


masuklah sosok pria berpakaian ungu gelap berjalan menghampiri quen en yang terlihat tidur dengan terlelap .


melihat keadaan quen en dengan pakaian sedikit terbuka pria itu langsung menarik selimut untuk menutupinya dan mengunakan kekuatan nya agar resleting bergerak dengan sendiri agar mengancing pakai quen en.


pria yang mengunakan topeng emas itu langsung berbalik pergi.


"tidur lah dengan tenang istri ku"


pria itu pun langsung menghilang.


tiga cahaya hitam langsung muncul di depan paviliun pangeran Lee "sesuai rencana bawa quen en ke negara EN agar dia melihat suaminya yu an Tian sedang menghancurkan negara nya bahkan sudah membunuh kerabatnya.


"aku ingin dia menderita "


"Benar ratu ,kerajaan hancur,


itu artinya dia bukan lah seorang putri kerajaan berharga lagi dia adalah gadis yang tiada harganya rakyat Phoenix pasti tidak sudih memiliki permaisuri Dengan stts tidak jelas "


"ya kau benar ,kali ini tugas mu sebarkan berita ke hancurkan negara EN dengan begitu semua orang akan berdatangan ke istana untuk ujuk rasa agar menurunkan derajat quen en dari permaisur menjadi selir rendahan "


ketiga wanita iblis itu langsung tersenyum licik.