Quen En

Quen En
chapter 31



kaisar yu an tian masuk lagi ke kamar putri quen en.


putri quen en dia sedang menatap langit gelap dari balik jendelanya mendengarkan pintu di buka kembali putri quen en menoleh "untuk apa kesini lagi"?


"katakan kepada ku kenapa dia bisa menyebutmu istri"?


putri quen en menunjukan sebuah cincin yang melingkar di tangannya"karena ini"?


terlihat kaisar yu an tian terkejut dia langsung mendekati putri quen en dan memegangi tangan untuk melihat lebih jelas cincin di tangan putri quen en "dia memberimu cincin ini, sejak kapan kamu menerima cincin ini"?


"aku tidak tau tiba tiba saja cincin ini sudah berada di jariku bahkan aku tidak bisa melepaskannya"?


"kau tidak tau cincin apa yang kamu kenakan sekarang lebih baik jari mu di potong saja"


"hah aku tidak mau"? putri quen en langsung menarik tangannya dan langsung di sembunyikan di belakangnya.


"mau tidak mau kamu harus setuju"?


"silahkan potong tapi jika hal ini terjadi jangan salahkan aku jika aku akan memotong adik kecil di dalam celana mu"?putri quen en dengan mengacam.


"kau" kaisar yu an tian mengepalkan tangannya.


hmph...


putri quen en langsung membuang muka sambil melipat kedua tanganya.


"bagaian mana yang sudah dia sentuh"?kaisar yu an dengan dingin.


putri quen en tidak menjawab dia tetap memalingkan wajahnya melihat itu membuat kemarahan kaisar yu an meledak.


"katakan bagian mana yang telah di sentuh, apakah ini sudah dia ini sentuh atau ini"kaisar yu an memegangi dada putri quen en dan memegangi di bawah pusar hingga kaisar yu an tian mendapatkan sebuah tamparan.


plak...


"jangan pernah menyetuhnya ku dengan tangan mu, dan satu lagi aku bukan wanita murahan dengan mudahnya di sentuh camkan itu"?


"kenapa ini adalah hak ku, aku adalah suami mu jadi aku bisa memegangi di mana saja yang ku inginkan, tubuh mu itu adalah milikku"kaisar yu an tian.


"tutup mulutmu itu kita hanya menikah dengan alasan setatus saja bukan bedasarkan ini"putri quen en menunjuk nunjuk dada kaisar yu an.


"sudahlah berdebat dengan mu tidak akan ada menangnya lebih baik kita keluar pesta ini baru di mulai jika di tinggal begitu saja itu akan mencoreng nama baik istana ini"


"aku tidak mau apa lagi harus bersama dengan pria yang menyebalkan seperti mu"


"baik jika itu yang kamu inginkan tapi jangan salahkan ku jika pelayanmu akan mati dengan segerah"


"pelayan, di mana pelayan zi sekarang"?


"berada di suatu tempat jika kamu menuruti perkataanku malam ini maka pelayan mu akan ku kembalikan dengan selamat tapi jika kamu menolak besok mayatnya akan di antar ke diamanmu"


"sial aku harus masuk kedalam permainannya" batin putri quen en sambil mengepalkan tinjunya.


kaisar yu an tian dia berjalan menuju keluar kamar putri quen en dengan terpaksa mengikutinya dengan malas.


"berjalan dengan anggun di sebelahku" kaisar yu.


putri quen en dia menurut.


perjalan begitu jauh hingga mereka memasuki aula istana.


melihat kedatangan kaisar yu dan permaisuri quen en para tamu undangan langsung menyikir untuk memberi jalan dan mereka semua membungkuk hormat.


putri quen en duduk di sebelah kaisar yu hingga terdengar kaisar yu an tian berbisik kepadanya"tersenyum jangan sampai masyarakat melihat permaisurinya dengan tampang pembunuh"


putri quen en dengan terpaksa dia tersenyum.


acara tarian terus berlajut irama musik terdengar lembut dan saduh membuat para penari mengubah gerakannya sedikit lebih panas.


yang mulia permaisuri silahkan di minum"dayang dayang istana itu menyodorkan minuman terhadap putri quen.


putri quen en yang terasa haus dia langsung meminumnya"ah teryata ini adalah arak"gumam putri quen en.


"bagaimna apa rasanya enak" kaisar yu an tian.


"tidak setelah melihat wajahmu" putri quen en dengan ketus.


"kenapa masih marah, seharusnya aku yang marah karena kamu sudah berselingkuh di belakang ku"?


"apa mulut mu benar benar beracun tidak ada sedikit pun kata manis yang keluar dari mulutmu dan aku tidak berselingkuh "putri quen en langsung berdiri ingin beranjak pergi.


"mau kemana acara belum selesai kamu tidak boleh pergi"kaisar yu an tian.


"aku ingin buang air kecil tapi jika kamu berkata seperti itu aku tidak keberatan kencing di sini" putri quen en.


kaisar yu an tian mehala nafas panjang"sudahlah pergi sana biarkan pelayan mengatarmu"?


"hmm" putri quen en langsung pergi dari sana.


dengan beberapa pelayan menemaninya.


benar benar menyabalkan "putri quen en bergumam.


putri quen en masuk kekamar mandi para pelayan menunggu di luar.


putri quen en merapikan pakaian kembali ingin keluar namun tiba tiba kepala terasa begitu pusing pandangan mulai kabur dia menggapai pintu namun saat pintu ingin di buka itu begitu sulit" kenapa tidak bisa di buka"putri quen en terus mencoba membuka pintu namun tidak bisa.


pelayan bukan kah pintu ini dari dalam tidak bisa di buka"


tapi di luar tampak sepi tidak ada sahutan sama sekali sedangkan pandangan putri quen en mulai kabur namun dia mendengarkan suara langka kaki menujunya dan terdengar mereka yang di luar tertawa puas "singkirkan mayat mayat ini"


"baik" mereka dengan serempak.


"mereka membunuh pelayan di luar pasti incaran mereka adalah aku dan tiba tiba kepala ku pusing mereka pasti telah memasukan sesuatu kedalam minuman ku"


BOOOMM....


pintu di buka dengan keras.


"cepat temukan permaisuri quen en"


mereka semua langsung berpencar mencari putri quen en namun tidak menemukan apa pun.


"aku sudah mencari keseluruhan tempat di dalam namun tidak menemukan apa apa"?


"aku juga tidak melihat tanda tanda keberadaan permaisuri quen en apa kah benar dia tadi masuk kesini"?


"iya aku melihat sendiri kita telah memberikan obat kedalam minuman seharusnya dia sudah pingsan bukan"?


"tapi mana di sini tidak ada siapa pun"


"lebih baik kita pergi sebelum pasukan datang"


"iya.


beberapa orang itu pun langsung pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan mayat mayat yang tergeletak begitu saja.


_____________________


seorang pengawal menghampiri jendral hu len dia seperti membisikan sesuatu.


"yang mulia kaisar hamba lapor mendapatkan kabar jika di kamar mandi permaisuri telah terjadi pembantaian dan pelayan yang di tugaskan menjadi permaisuri mereka semua tewas di tempat" jendral hu len.


"apa" kaisar terkejut.


"lalu di mana saat ini permaisuri"?


"kami tidak menemukan keberadaannya yang mulia kaisar"


"kurang ajar mereka sudah mulai beraksi untuk membunuh permaisuri jika seperti itu tutup pintu gerbang istana jangan biarkan siapa pun keluar sebelum selesai melakukan pemeriksaan"?


"baik yang mulia"


"jendral hun len tugaskan seluruh pasukan mu untuk memeriksa semua tamu undangan dan seluruh kediaman di istana ini"


"segerah hamba laksanakan yang mulia"


kaisar yu an tian langsung turun dari singgahsananya namun ketika ingin keluar putri yen yen mendekati kaisar yu an tian "yang mulia aku mendengar jika permaisuri hilang apa kah itu benar adanya"?


"iya"jawab kaisar yu an tian.


"aku akan ikut membantu permaisuri bersama anda"putri yen yen.


"tidak perlu" kaisar yu an tian dengan dingin lalu pergi meninggalkan putri yen yen.


putri yen yen dia terlihat tersenyum sinis "ku harap permaisuri itu tidak di temukan" gumam putri yen yen.


kaisar yu an tian merasa ada yang ganjil di hatinya mengatakan jika dirinya harus kekamarnya.


ketika pintu kamar di buka kaisar yu an tian terbeku melihat putri quen en tertidur pulas di tempat tidur "rupanya dia di sini"


kaisar yu an tian ingin membangunkan putri quen en namun melihat wajah putri quen en terlihat begitu pucat tak berwarna membuat kaisar yu an khawatir dia ingin pergi meninggalkan putri quen en untuk memanggil tabib.


baru beberapa langkah terdengar jika putri quen en berbicara dengan suara pelan "jangan pergi apa lagi memanggil tabib untuk ku".


mendengarkan itu membuat kaisar yu an tian mengerutkan kening "kenapa"?


putri quen en membuat matanya dengan pelan dia melihat kaisar yu an tian dengan tatapan sendu"salah satu tabib di istana ini dia mengkhanatimu"?


"kenapa kamu berkata seperti itu apakah kamu memiliki bukti"?


"bisakah kamu sedikit saja percaya kepadaku"?


terlihat kaisar yu an tian diam dan lama kemudian dia berkata"baik untuk kali ini hingga aku bisa menyelidikinya"?


"hmm"


"apa kah kamu baik baik saja wajahmu terlihat begitu pucat"


"aku baik baik saja mereka hanya memberi ku sedikit obat bius namun entah kenapa tiba tiba tubuh ku terasa lemah mungkin ada satu makanan yang ku makan memiliki racun"putri quen en dengan suara parau.


"istrahat lah biarkan aku menemani mu di sini dan ini minum obat ini"


"ini adalah obat menahan sakit milik mu jika aku meminum saat kamu sakit pasti tidak memiliki obat ini kamu akan sengsara karena sakit"?


"sudahlah minum saja jangan memikirkan orang lain saat kamu sedang sakit seperti ini"


"iya,tumben kamu baik"?


"itu karena aku..."?


"karena apa"?putri quen en.


"karena.... kenapa banyak tanya lebih baik cepat minum" kaisar yu an tian langsung melempar sebuah botol ke putri quen en dan pergi begitu saja.


"dasar pria aneh"gumam putri quen en.


________________________________________


kaisar yu an tian



kaisar yu an tian dan putri quen en.