
tidak lama tabib berlari menghampiri putra mahkota yang terlihat berdarah di bagian lehernya.
tabib itu segera menghentikan pendarah dan mengobati namun putra mahkota tetap diam dengan tatapan kosong.
tidak lama dia terlihat tersenyum membuat bawahanya bingung.
"yang mulia putra mahkota"
Feng yi dia merasakan senang melihat jika quen en masih hidup .
ketika mendengar berita jika permaisuri Phoenix tutup usia ,Feng yi seperti tidak bersemangat bahkan para selir selirnya di abaikan selama berbulan bulan.
dia lebih senang pergi ke rumah bordil ,pulang selalu dalam keadaan mabuk .
baru saja Feng yi tersenyum tiba tiba senyum yang mengembang di bibirnya lenyap.
"apakah benar dia adalah putri quen,?tapi kenapa matanya berbeda"?gumam Feng yi.
"perintah keseluruhan pasukan untuk menutup pintu gerbang,jangan biarkan kedua orang itu pergi"perintah Feng yi.
"baik di laksanakan yang mulia"
500 prajurit di kerahkan untuk mencari sosok quen en .
Feng yi menyebarkan titah dengan cepat mencari sosok Quen en .
mengatakan siapa pun gadis bermata biru harus di seret ke hadapan nya.
sudah 7 hari mencari namun sosok gadis bermata biru tidak satu pun di temukan.
hingga di hari ketujuh ini prajurit istana sudah berani mendobrak rumah warga.
mengobrak Abrik rumah warga mencari sosok gadis bermata biru .
namun tidak sedikit pun menemui jejak quen en.
"yang mulia seluruh wilayah kota Yi sudah kami cari bahkan pelosok-pelosok tapi wanita bermata biru tidak ada"
"yang mulia putra mahkota mungkin kah anda salah melihat jika gadis itu bermata biru"
"hamba sebelum nya tidak pernah mendengar jika ada seseorang bermata biru bahkan dalam sejarah terkecuali ....?
'terkecuali apa???"tanya Feng penasaran hingga dia dengan segera bertanya tidak lagi memperdulikan bawahan yang berdebat.
"yang mulia putra mahkota seperti nya ini tidak mungkin"kata mentri juk Yo.
"tidak mungkin ?apa maksud mu ?
"dulu hamba pernah belajar kitab di kuil saat hamba muda di katakan di dalam kitab itu Seseorang yang bermata biru adalah dewa atau Dewi yang mulia"
brak....
putra mahkota feng yi memukul mejanya dengan murka .
"jadi secara tidak langsung jika wanita yang ku cari itu tidak ada begitu maksud mu"tanya Feng yi dengan dingin.
"mohon ampun yang mulia"Mentri juk Yo langsung berlutut .
"yang mulia....." seorang prajurit berlari dengan tergesa gesa dan ketika tiba di hadapan putra mahkota feng yi dia langsung berlutut.
"kenapa kamu berlari seperti itu"tanya Mentri juk Yo.
pria itu terlihat menarik nafas dalam dalam lalu berkata"hamba tau di mana gadis bermata biru yang anda cari yang mulia"
Feng yi dia langsung berdiri "dimana "?
"hamba mendengar kabar jika ketua sekte naga langit adalah seseorang bermata biru"
"heeiii kamu jangan bicara sembarangan tidak ada di dunia ini seseorang bermata biru"hardik Mentri juk Yo.
"diam"bentak putra mahkota feng yi.
membuat menteri juk Yo langsung menutup mulutnya.
"lanjutkan "pinta Feng yi terhadap prajurit di hadapannya.
tubuh prajurit itu sudah gemetaran dengan takut hingga keringat dingin bercucuran.
"ketua sekte adalah terkenal dengan julukan setan merah"
treng....
Feng yi langsung menarik pedangnya
"siapa yang tidak tau dengan setan merah namun yang ku cari seorang wanita bukan pria jika mencari informasi yang benar , benwang tidak suka di permainan dengan berita tak jelas"
"ampun yang mulia namun berita ini sudah tersebar luar di wilayah zommen jika ketua sakte naga langit bukan pria melainkan wanita bermata biru"
Feng yi Langsung melebarkan matanya.
"apa"Feng yi dengan terkejut.
mendapatkan informasi seperti ini membuat Feng yi nyakin jika ketua sakte naga langit adalah putri quen en .
"siapkan kereta kita akan ke sakte naga langit sekarang"
"baik yang mulia"
______________________________________________
putri quen en dan pangeran Lee mereka berjalan sambil bergandengan tangan mereka layaknya sepasang kekasih yang sedang berkencan.
"putri"
"hmm"
"bisakah ketika ketika kita berdua kau buka cadar mu ,bukankah sia sia keindahan di depan mata terabaikan"
"keindahan..., apa aku seindah itu di mata mu?"tanya quen en.
wajah pangeran Lee langsung merah dia mengaruk Kepalanya yang tidak gatal seraya mengagukan kepalanya pelan.
"kamu cantik dari dulu sampai saat ini bahkan tatapan matamu saja mampu membuat hatiku berdebar tidak karuan"
putri quen en dia tersenyum geli ,dia sering di rayu oleh pria namun mendengar rayuan pangeran Lee yang terdengar norak dan kuno membuat ia ingin tertawa namun di tahan takut menyingung hati pangeran Lee.
"berdebar ?apa kamu memiliki sakit jantung "?tanya quen en pura pura bodoh dan polos.
"aku tidak tau namun , putri bisa rasakan" pangeran Lee mengambil tangan quen lalu di letakan nya di dadanya yang sedang berdetak dengan cepat.
merasakan debaran jatung pangeran Lee wajah putri quen en Langsung merah karena tersipu malu.
hingga ia segera menarik tangannya kembali.
putri quen en bersukur dia masih memakai cadarnya jika tidak dia akan malu jika pangeran Lee tau wajahnya merah.
"bagaimana"tanya pangeran Lee
"ba...ba gaimana apanya"putri quen en gugup dan dia mengutuk dirinya sendiri kenapa bisa gugup seperti ini.
"bagaimana jika aku membuka penutup wajah mu"
pangeran Lee terlihat sangat tampan dengan tatapan lembut seperti ini . bibir terlihat sexy saat dia berbicara dengan lembut membuat putri quen en terpana seakan ingin memakan bibir pangeran Lee.
hingga dia tidak sadar karena terpana akan ketampanan pangeran Lee dan ia menyetujui apa perkata Lee Tampa mendengar apa yang pangeran Lee bicarakan.
mendapatkan izin pangeran Lee dia langsung membuka penutup wajah putri quen en dengan pelan.
hingga tampil cantik berada di depan matanya.
kulit putih dan lembut seperti kulit bayi serta bulu mata lentik dengan bola mata biru seakan menghanyutkan segalanya seakan lupa akan dunia .
serasa lautan yang luas berada di dalam mata quen dan bibir merah Cherry membuat dia tergoda .
tubuh pangeran Lee tiba tiba merasa panas hingga melihat bibir Cherry milik putri quen en dia tergoda untuk memakanya yang terlihat segar .
mereka berdua sama sama terpaku satu sama lain.
hingga bibir mereka bersentuhan.
hawa dalam tubuh pangeran Lee terasa panas hingga Ketika bibirnya bersentuhan dengan quen yang dingin dia seperti lupa diri.
******* nya dengan rakus.
putri quen en melebarkan matanya di kala di merasakan sesak nafas ,sadar jika saat ini pangeran Lee mencium nya dengan panas.
dia mencoba mendorong pangeran Lee Namun pria itu seakan kesetanan menciumi bibir quen en dengan rakus.
memainkan lidahnya di dalam mulut Quen en.
dia begitu nafsu seakan tidak terkontrol.
tapi akal sehatnya masih berjalan hingga dia melepaskannya ciuman itu dan sadar jika bibir putri quen en saat ini bengkak.
melihat itu membuat bibir itu terlihat lebih menggoda .
pangeran Lee seakan tidak tahan lagi ia begitu ingin memakan putri quen en dan mendengar desaha dari mulut Quen en.
tapi tidak untuk putri quen en dia melihat dengan jelas sosok Cheng Zheng berdiri tidak jauh di belakang pangeran Lee .
menatapnya dengan bola mata merah menyala.
entah kenapa tubuh quen en Langsung lemas dia seperti Sok seakan seorang istri ketahuan selingkuh oleh suaminya.