Quen En

Quen En
chapter 163



putri quen en di perjalanan pulang ke sakte naga langit.


dia mengunakan teleportasi dengan kalungnya.


namun karena perjalan sangat jauh untuk ke sakte naga langit dia pun melanjutkan perjalanan karena tidak bisa terus terusan mengunakan kekuatan kalung dewa.


dia berhenti seraya melirik ,dia tau jika ada seseorang yang mengikuti nya siapa lagi jika bukan pangeran Lee.


"cih dasar penguntit ,"


putri quen en memikili ide .


"baik lah jika kamu Ingin diam diam mengikuti ku"


putri quen en berjalan ke arah danau yang tidak jauh di hutan tersebut.


sesampainya di sana ia hanya tersenyum miring.


dia membungkuk melihat pantulan dirinya di air.


putri quen en pun membuka penutup wajahnya ,dia sendiri juga akan terpana melihat wajahnya sendiri.


bukan kah jika cantik di zaman modern dia nyakin pasti akan menjadi seorang model terkenal, memikirkan hal itu membuat quen merindukan kehidupan modern nya.


"apakah aku bisa kembali ke masa depan"?gumam quen en mengingat perkataan Zhuang jika bisa kembali ke masa depan jika tubuh nya utuh di masa itu tapi putri quen en tau tubuh aslinya tidak akan utuh jika jatuh dari jurang begitu dalam seperti itu , tentu untuk kembali itu sangat mustahil.


settt......


banyak bayangan hitam tiba tiba muncul di belakang quen en.


putri quen en segera membalikkan tubuhnya melihat siapa yang datang.


pakaian mereka semua hitam begitu juga dengan mata mereka hitam keseluruhan.


iblis.


"putri quen en ,tuan kami ingin bertemu dengan anda"?kata salah satu dari mereka.


"tuan kalian, maksud kalian Cheng Zheng"?


"benar putri"


sedangkan di kejauhan pangeran Lee melihat jika putri quen en di kepung sejumlah iblis.


membuat ia segera menghampiri putri quen en.


"putri"pangeran Lee dia terbang ke arah quen.


quen melihat pangeran Lee datang dia Hanya tersenyum bukan benar duganya jika pangeran Lee mengikuti nya.


"kau mengikuti ku"?tanya quen.


"karena aku mengkhatirkan mu, terlalu banyak orang yang menginginkan mu "


"benar kah, kenapa aku tidak tau itu ?yang mereka cari bukan aku namun adalah Kitab dewa yang berada di tubuh ku"bisik quen en tepat di telinga Pangeran Lee.


"kurasa Iblis itu sudah tidak tertarik dengan kitab itu Melainkan ia menginginkan si pemilik kitab dewa"


putri quen en tersenyum


"bukan kah jika seperti itu kau memiliki pesaing" goda putri quen en memancingnya kecemburuan pangeran Lee.


dan benar saja wajah pangeran Lee terlihat sangat marah.


namun tidak mengurangi ketampanan nya.


"putri quen mari ikut dengan kami"ajak iblis itu.


"aku sedang banyak urusan , kenapa tidak tuan mu saja yang datang menemui ku jika ia benar-benar ada urusan penting terhadap ku"kata putri quen en.


mereka para pun saling lihat lalu kemudian mengangukan kepala mereka tanda setuju.


melihat mereka patuh membuat quen en mengerut kan kening.


para iblis itu pun langsung menghilang.


"mereka langsung menyetujuinya "putri bingung.


"sepertinya itu lah rencana Cheng Zheng untuk menemui mu"


"jika seperti itu kau lebih baik ikut dengan ku ,agar kau tidak perlu mengikuti ku dari belakang"


"kau mengetahuinya"?


"tentu saja"


putri quen en seraya berlalu pergi .


pangeran Lee dengan segera menyusul nya.


"putri bagaimana bisa kau mengetahuinya jika aku mengikuti mu "tanya pangeran Lee penasaran karena ia jelas jelas mengunakan ilmunya tingkat tinggi bahkan Iblis pun tidak akan mengetahui jika ia mengintai secara diam diam.


"aku dapat merasakan auramu".


"auraku"tanya pangeran Lee sekali lagi.


"hmmm "


"apakah maksud akal aku sudah menutupi aura keberadaan ku namun putri quen masih merasakan nya , apakah darah iblis yang di minum nya berpengaruh ? batin pangeran Lee.


"yaa"


putri quen en dan pangeran Lee pun langsung menghilang.


____________________________________________


"hormat hamba yang mulia"


yu an Tian ia turun dari tubuh seorang gadis yang baru di gagahinya dan mengenakan kembali jubahnya.


"bagaimana, apa kah kalian sudah memisahkan mereka berdua"?


"ampun yang mulia ,kami tidak memisahkan mereka namun putri quen en menyetujui jika anda ingin bertamu dengan nya"


"menemui nya,Zhen adalah kaisar sang penguasa datang menemui seorang rendahan seperti quen yang bahkan kerajaan hancur?apa kalian ingin Zhen di tertawakan "?


"tidak tidak mohon ampun yang mulia ,kami tidak menyerang memisahkan mereka berdua karena pada saat itu "para bawahan itu ragu mengatakan nya.


set....


Jiu pun menarik pedangnya di arahkan ke prajurit itu.


"jangan membuat yang mulia marah dengan perkataan mu yang tak jelas"


brukk...


bruk....


para prajurit itu pun langsung bersujud .


"ampun yang mulia kami tidak menyerang karena pada saat itu kami tidak sadar "


"tidak sadar"? tanya Cheng Zheng dengan nada sinis.


"benar yang mulia"


Cheng Zheng pun dia tersenyum licik.


"tidak sadar ketika kalian melihat wajah quen,atau kalian terpana akan kecantikan nya"? tanya Cheng Zheng.


"ampun yang mulia"


"jika seperti itu kalian mulai saat ini berkerja Tampa mata "


"maksud yang mu...mu lia"


Cheng Zheng pun dia tidak menjawab ia hanya berjalan ke kursi singgahsana nya.


Jiu secepat kilat Langsung mencungkil mata para prajurit.


"Argggg.......


mereka meraung-raung kesakitan.


"segera tinggalkan tempat ini ,yang mulia masih berbaik hati hanya mengambil bola mata kalian"


mereka pun berjalan tertatih seraya meraba raba untuk berjalan.


mereka lebih takut ke merahan Cheng Zheng .


prajurit yang Dari kalangan manusia tubuh mereka seluruh nya bergetar ketakutan.


semenjak kepergian putri quen en dari istana kaisar meraka bukan cuma dingin namun kejam seperti iblis Tampa perasaan.


tidak lama pintu di buka lima seorang gadis masuk dengan kain Sangat tipis hingga memperlihatkan lekungan tubuh mereka.


mereka membungkuk hormat lalu kemudian menari di hadapan kaisar.


kelima gadis itu menari dengan indah seakan mengundang nafsu para prajurit yang berada di sana berjaga menelan air liur.


di balik celana mereka sudah sangat sesak jika mereka tidak takut terhadap Cheng Zheng mungkin mereka akan menyeret gadis gadis itu untuk memuaskan nafsu nya.


sedang gadis yang baru saja di setubuhi Cheng Zheng datang dengan dengan merangkak ,dua gunung miliknya bergelantungan karena gadis itu tidak mengenakan sehelai benang pun.


"yang mulia ah"gadis itu menghampiri Cheng Zheng dengan suara sedikit desahan.


Cheng Zheng melirik gadis yang merangkak di bawah kakinya.


"kemari lah"


gadis itu pun berdiri datang ke dekat Cheng Zheng.


"yang mulia ,hamba siap melayani anda kembali"


"apakah kau melayaniku karena menyukaiku atau takut terhadap ku"?


"tentu ini karena peritah anda yang mulia dan tentu hamba menyukai anda , apakah ada di dunia ini gadis yang tidak menyukai anda semua wanita begitu mengagumi anda, melayani anda adalah kehormatan besar bagi kaum wanita"


Cheng Zheng dia melambaikan tangannya meminta gadis itu duduk di atas pangkuan nya.


melihat itu hati gadis itu berdebar ia merasa jika dirinya wanita spesial dari wanita yang lainnya yang melayani kaisar Yu an Tian Karena biasanya gadis setelah di gagahi akan di bunuh namun ini kaisar yu seakan memanjakan nya.


"yang mulia"wanita itu dengan berani mengangkat kepalanya untuk melihat mata Cheng Zheng dari dekat.


namun alangkah terkejutnya gadis itu ketika melihat mata Semerah darah.


hingga Tampa sadar gadis itu mundur karena ketakutan.