Quen En

Quen En
chapter 114



seluruh aula kerajaan pun menjadi senyap bahkan suara nafas pun tidak terdengar.


para petinggi kerajaan mereka seakan tidak berani untuk bersuara sedikit pun mereka hanya diam menunggu kaisar yu an Tian mengeluarkan suara atas kasus demo rakyat di luar sana.


"apa yang mereka inginkan , hingga datang berdemo di depan pintu gerbang"?tanya Cheng Zheng.


"mereka meminta menurunkan status permaisuri "Jawab Jendral Ming dengan takut.


"menurutkan ?jika Zhen menurunkan status putri quen en lalu siapa yang akan menggantikan status permaisuri ?"


semua pun mulai bertanya dan berbicara satu sama lain dengan suara pelan ,mempertanyakan siapa yang Mengantikan permaisuri jika putri quen en di ganti, sedangkan kaisar yu an Tian tidak memiliki selir satu pun hanya quen en istri satu satunya.


"mohon ampun yang mulia , Karena tidak memikirkan hal ini dan hamba akan menyampaikannya hal ini kepada masyarakat agar berhenti untuk menurunkan status putri quen en menunggu yang mulia mengangkat seorang istri lagi kedepannya" jelas jendral ming.


putri quen en berdecit tidak suka.


membuat seluruh mata langsung melihatnya.


quen en , dengan tatapan sedikit dingin menatap para Mentri dan pentinggi istana lainya .


"kalian pikir untuk duduk di kursi yang ku tempati ini semudah kalian pikirkan ?atau kalian sudah lupa sudah berapa banyak seorang putri kerajaan di antar ke istana ini tapi tidak bisa melewati hari pernikahannya ?ujar quen en dia telah menarik dua kesimpulan.


yang pertama para petinggi istana menginginkan kaisar yu an Tian menarik istri lagi.


yang kedua ingin menyingkirkan sebagai seorang permaisuri dan pastinya ada seseorang di Balik semua ini.


semua pun langsung diam membenarkan perkataan quen en.


ruangan itu pun kembali sepi.


"Zhen ingin khusus ini selesai besok dan pastikan jika semua penduduk kembali ke rumah mereka masing masing, tapi jika terus memaksa untuk tetap berada di kerajaan Phoenix cukup antar mereka ke neraka" kata Cheng Zheng dengan suara dinginya wajah tampannya sudah berubah menjadi gelap karena kebodohan bawahan hal kecil seperti ini dia harus turun tangan.


"baik yang mulia"


mereka semua langsung berlutut di hadapan kaisar yu an Tian.


dan Dengan segera mereka semua keluar menyisahkan quen en dan Cheng Zheng.


karena sudah tiada ada yang akan di bahas lagi quen en memutuskan untuk pergi keadaannya saat ini tidak benar benar baik bahkan selama sehari penuh mendapatkan siksaan dari Cheng Zheng.


jika wanita biasa mungkin sudah jatuh sakit dan tak akan mampu untuk berjalan.


tapi tidak untuk quen en dia diri kecil mendapatkan latihan keras mempertaruhkan nyawa untuk menjadi terkuat di dunia bawah tanah.


hingga dia mendapat gelaran agen nomor satu .


melihat quen en berbalik untuk pergi expresi Cheng Zheng menjadi semakin gelap dari sebelumnya.


"berhenti di sana!!"


dia pun menghentikan langkahnya berbalik dan mengangkat alisnya.


"ada apa lagi"?tanya quen en dengan sedikit malas.


"kenapa kau pergi ,kamu pikir urusan mu selesai , hukuman mu terus akan berlanjut hingga kamu menyerahkan kitab itu "


putri quen en pun langsung membentangkan tanganya"lalu kan lah , hingga kau puas "quen en dengan pasrah kemudian.


tentu hal itu langsung membuat Cheng Zheng bingung ,karena dia sudah tidak berniat untuk memukuli quen en dia hanya ingin sedikit berlama lama dengan quen en.


"yang mulia kaisar terhormat ,jika kau sedang berpikir bisa kah aku pergi sebentar "tanya quen en yang sudah benar benar merasakan lelah pandangan juga sudah kunang kunang.


tapi dia berusaha setengah mati agar tidak tumbang di hadapan Cheng Zheng dia harus menjaga kesadaranya jika tidak ingin menyesali kedepan atas apa yang akan di lakukan Cheng Zheng jika dia tidak sadarkan diri.


Cheng Zheng melihat perubahan dalam keadaan putri quen en hingga dia jalan ke arah quen en dan .


memikulnya seperti karung beras.


"aaahhh,turun kan aku ,turunkan "pinta quen en memberontak.


"diam ,jika terus bergerak !!!aku akan melempar ke lautan hingga kau di makan hiu.


"turunkan aku, Kepala ku pusing sialan jika kau mengangkat ku seperti ini"


Cheng Zheng dia langsung Menurunkan quen en dan mengangkat kembali Dengan gaya ala bridal style .


membuat quen en terpaku melihat wajah tampan Cheng Zheng dari bawah .


"pegangan jika tidak ingin jatuh".


putri quen en pun mengalungkan tangannya di leher Cheng Zheng.


kaisar dingin itu sepanjang jalan menggendong putri quen en.


membuat para pelayan menjerit iri akan keromantisan quen en.


sedangkan seseorang wanita yang berada tidak jauh dari mereka berdua dia mengepalkan tangannya benci .


_____________________________________________


teryata Cheng Zheng membawanya kembali ke kamar kaisar yu an Tian padahal dia ingin kembali ke kediamannya.


bruk...


dia langsung melepar tubuh putri quen en ke atas tempat tidur dengan kasar.


quen en yang sudah lemah tak berdaya hanya bisa mengutuk sikap iblis ini.


terlihat jika Cheng Zheng melepaskan pakaiannya.


quen en pun segera membalikkan wajahnya yang sudah merah padam melihat dada kotak kotak milik kaisar yu an Tian.


tiba tiba quen en merasakan tangan dingin memegang kakinya dan mengangkat rok quen en dengan pelan.


putri quen en menelan air ludahnya yang tiba tiba tenggorokan terasa kering kelompong.


dan marasakan kakinya di buka .


dan merasakan tangan itu terus naik ke atas dengan pelan.


putri quen en segera melihat kearah kaisar yu an Tian .


sedangkan pria itu terlihat tersenyum genit kepadanya.


"apa lagi yang ini kau lakukan? kenapa kau mengangkat rok ku seperti ini"?


"malam ini kau harus melayani ku"Cheng Zheng.


"apa"quen en dengan kaget.


"kenapa kau kaget seperti itu, cepat lakukan "peritah Cheng Zheng.


"lakukan apa"tanya quen en.


"cepat naik ke atas "pinta Cheng Zheng.


membuat putri quen en pun langsung tegang di tempat diam seperti patung.


"kenapa diam, segera naik "


putri quen en pun lagi lagi menelan air ludahnya.


dia pun dengan pelan merangkak ke arah Cheng Zheng yang sedang tidur terlentang.


ragu namun dia tidak bisa terus menolak hubungan suami istri ini .


membuat quen en dia naik dengan pelan duduk di atas paha kaisar yu an Tian.


"siapa yang menyuruhmu naik kesitu"kata Cheng Zheng.


"lalu harus di mana"? tanya quen en dengan wajah merah menahan malu.


"Kesana"tunjuk Cheng Zheng ke atas lemari yang begitu besar.


doarrrr.....


bagaikan tersambar petir putri quen en dengan malu dia langsung melompat turun dari tubuh Cheng Zheng.


"sialan iblis ini mengerjaiku" quen en mengepal tangan menahan malu mati Matian.


"jika di suruh naik kesana kenapa tdi kau membuka dan memegangi kaki ku"?


"tadi aku melihat kau berjalan dengan pincang ,dan memastikan luka di kakimu memungkinkan naik keatas sana tau tidak nya"


dada putri quen en turun naik secara tidak langsung Cheng Zheng menjebaknya dan mungkin saat ini mengejeknya bisa jadi akan di anggap wanita gampangan.


sedangkan Cheng Zheng dia langsung tertawa terpingkal pingkal melihat wajah Quen en seperti kepiting rebus


"keterlaluan"


putri quen en pun langsung berlari pergi keluar dari kamar kaisar yu an Tian.


____________________________________________


putri quen en dia menangis sejadi jadinya di kamarnya dia saat ini benar benar malu apa lagi jika harus bertemu dengan iblis itu.


Lou zyou dia datang menghampiri quen "yang mulia permaisuri sedang apa? kenapa anda sedih seperti ini?"


putri quen en dia langsung mengelap air mata "tidak ada hanya sedih mengingat negara EN"


"hamba tau saat ini hati yang mulia pasti sedih dan terpukul maka dari itu hamba membawa kan kue manis ini untuk yang mulia"


"hmmm terima kasih"putri quen en mengambil piring kecil yang berisi kue tersebut tapi tidak ia makan hanya di letakan di sisinya.


"tadi hamba ingin mengantar ini ke kediaman yang mulia kaisar untuk yang mulia permaisuri namun tidak di sangka bertemu dengan yang mulia permaisuri di sini"


"aku hanya butuh sendri"


"maaf yang mulia jika hamba datang menggangu, namun makan lah kue manis ini,di katakan kue manis bisa menghilangkan kesedihan"


"iya nanti aku akan memakan nya"Jawab quen en kemudian.


"jika seperti itu,hamba undur diri dulu yang mulia"


Luo zyou pun pergi namun dia tidak benar benar pergi dia bersembunyi di sebuah tempat.


putri quen en mencium aroma lezat dari makan manis itu membuat dia lapar .


Tampa pikiran panjang quen en pun langsung memakan kue manis tersebut hingga habis.


"akhirnya kau masuk dalam jebakan ku"Lou zyou dengan senang karena quen en masuk dalam perangkat nya.


sedangkan quen en merasakan panas di leher nya dan turun ke dada hingga terasanya begitu sesak seperti terhimpit batu yang begitu besar sulit untuk bernafas apa lagi meminta tolong ,dia seakan habis tenaga untuk berbicara.


______________________________________________


like dan komentar .