
dua orang berpakaian hitam itu sudah berada di depan pintu gerbang kerajaan zommen saat ingin melewati pintu gerbang di halangi oleh penjaga pintu gerbang"ada keperluan apa ?tanya salah satu penjaga pintu gerbang.
kedua pria berpakaian hitam itu mengeluarkan lambang kerajaan Phoenix dari kekaisaran.
"ada sesuatu hal yang harus di sampai kan kepada kaisar tang si fan"
"jika seperti itu biarkan aku memeriksa terlebih dahulu"penjaga pintu.
"tidak di izinkan ,surat ini harus di serahkan langsung kepada kaisar tang"
"jika seperti itu , lebih baik kalian pergi tidak di izinkan masuk,bisa saja hal itu jebakan untuk yang mulia kaisar"penjaga pintu.
kedua pria berpakaian hitam itu pun langsung menarik pedangnya dan di letakan di lehernya penjaga tersebut"ini adalah surat penting dari kaisar yu bagaimana bisa di buka oleh penjaga rendaha seperti kalian , surat ini hanya kaisar tang langsung yang bisa membukanya"
"jika seperti itu silahkan bawa kembali surat itu bagaimana pun juga kerajaan Phoenix dan zommen tidak memiliki hubungan baik "penjaga.
trek tes ....
pah....
pedang itu pun langsung di tarik dengan cepat membuat kepala itu langsung terputus dari tempat nya.
mendengar keributan di luar pintu gerbang para penjaga di dalam keluar melihat apa yang sedang terjadi.
namun terlihat sudah dua kepala manusia sudah berada di tanah dengan bersimbuh darah.
kedua berpakaian hitam itu pun menghilang masuk bagaikan asap kedalam wilayah zommen dan menuju istana.
kaisar tang si fan sedang membaca laporan di istana yang beberapa hari di tinggalkan tapi dia dapat merasa kehadiran kedua orang berpakaian hitam itu masuk kedalam ruangan.
para pengawal yang berada di sisi kaisar tang si fan dengan cepat menarik golok mereka dan maju di hadapan kaisar tang.
"untuk apa kalian kesini"tanya pengawal kaisar tang mengetahui jika di hadapan adalah pengawal pribadi kaisar yu an Tian.
"kami kesini hanya ingin menyerahkan ini"salah satu pria itu mengeluarkan gulungan dari Balik pakainya menyerahkan Langsung kepada kaisar Gu mencari si fan.
abdi setia kaisar tang si fan mengambil itu dan langsung menyerahkan kepada kaisar tang si fan"ini yang mulia"
kaisar tang si fan menerima itu dengan segera membuka segel kekaisaran dan membaca surat tersebut sudut bibir terlihat senyum kecil sangat kecil di matanya ada kecerahan terpancarkan kebahagiaan.
hal apa yang tampak membuat kaisar tang senang setelah membaca surat tersebut.
para pengawal kerajaan.an tang mulai bertanya tanya di dalam hati .
hubungan kerajaan Phoenix dan zommen tidak pernah baik bagaimana bisa setelah menerima surat dari kerajaan Phoenix terlihat kebahagiaan dari kaisar tang
"katakan kepada kaisar yu jika Zhen menerima tawaran itu "tang si fan kepada dua pria itu
"baik , tapi kami tadi telah membunuh prajurit yang berjaga di pintu gerbang karena sikap mereka yang terlalu lancang ingin membaca dekrit kekaisaran ini"jelas dua orang berpakaian hitam.
"tidak masalah "jawab kaisar tang si fan dengan tenang .
semua tidak tau bagaimana reaksi wajah kaisar tang si fan namun mendengar suara dan tatapan matanya saat ini suasana hati tang si fan sedang bahagia.
kedua berpakaian hitam itu pun langsung menghilang.
kaisar tang si fan mengambil kotak kecil di laci saat di buka harus banyak kode yang di tekan hingga kotak itu terbuka.
dia memasukan Surat itu di sana ,dan langsung menutup kembali.
"yang mulia apa yang terjadi"
"tidak ada hanya sesuatu hal yang tidak harus kau ketahui"kaisar tang si fan.
abdi setia pun langsung mengangguk kepalanya mengerti"baik yang mulia.
"siapkan kereta Zhen akan berkunjung ke istana GU" kaisar tang si fan
"mohon maaf yang mulia anda baru kembali dari kastil kenapa tiba tiba ingin ke kerajaan GU"
"nanti kau akan mengetahui nya"
"baik yang mulia"
______________________________________________
putri quen en masuk dengan malas ke dalam ruangan kaisar yu an Tian"apa lagi? setelah dia selesai membersihkan seluruh ruangan itu Dengan sendirinya.
"aku Lelah dan pegal bisa kau memijat ku"Cheng Zheng.
Cheng Zheng dia hanya diam berjalan ke arah tempat tidur .
melihat itu putri quen en hanya memutar bola mata malas"sekarang aku sudah benar benar menjadi pelayan pria sialan ini"maki quen en.
"cepat"perintah Cheng Zheng.
"iya iya"putri quen en dia naik ke tempat tidur itu dan duduk di bagian kiri menurunkan sedikit pakaian kaisar yu an Tian di bagian bahunya.
namun terlihat jika beberapa menit kemudian tidak kunjung putri quen en memijatnya hingga Cheng Zheng menoleh ke arah belakang"cepat apa yang sedang kau tunggu?
"iiyah"putri quen en dengan gugup .
"tidak usah gugup seperti itu dan jangan berpikir hal yang jauh setelah kau melihat tubuh ku ini"tegur Cheng Zheng.
"terlalu percaya diri"putri quen en dia mulai memijat.
sedangkan Cheng Zheng dia merasa sangat nyaman akan sentuhan sentuhan dari putri quen en hingga hampir memejamkan matanya.
sedangkan untuk putri quen en dia dengan pelan mengeluarkan pedang dari Balik pakainya serta mengigit sedikit bibir hingga mengeluarkan darah
setelah itu dia mengelap darah itu dengan tangannya dan di oleskan ke ujung pedang tersebut.
tangan satunya Sibuk memijat sedangkan satunya sudah di angkat Tinggi untuk menancapkan pedang nya ke tubuh Cheng Zheng .
pah....
pedang itu dengan gesit langsung menancap tembus di tempat tidur namun sang kaisar sudah tidak ada di depan.
pah...
tangan dingin itu mengelus leher putri quen en dengan pelan hingga tubuh putri quen en menegang .
"ini menyegel ku "tanya Cheng Zheng dari belakang dengan suara dingin seraya tangan mengelus leher putih quen en.
putri quen en menyipitkan matanya dengan gerakan cepat dia langsung menarik tubuh Cheng Zheng hingga langsung cungkir balik di depan putri quen en .
Cheng Zheng jatuh dengan terlentang putri quen en dia langsung keatas tubuh itu mengunci gerakan Cheng Zheng.
"apakah kau ingin menggoda ku hingga Duduk di atas tubuh ku"tanya Cheng Zheng.
"banyak omong"
putri quen en dengan segera mentotok tubuh Cheng Zheng hingga tidak bisa bergerak lagi.
putri quen en dia langsung beranjak turun mengambil pedang yang tergeletak di lantai"sungguh aku sudah mulai muak dengan kelakuan mu iblis"
putri quen en mengangkat pedang untuk menyegel kembali Cheng Zheng.
sudah bibir Cheng Zheng terukir miring bola matanya yang merah Tampak menyala dengan terang"putri quen en lepaskan ku"perintah Cheng Zheng.
perintah.
tubuh putri quen en langsung membeku namun berkata "tidak mau , sekarang mati lah kau"putri quen en langsung ingin menusuk Cheng Zheng.
tapi seketika pedang itu langsung jatuh ke lantai.
treng....
seluruh tubuh quen en seakan sakit Sangat sakit hingga ingin melenyapkan kesadaran nya.
dia berusaha untuk melawan rasa sakit itu mengambilnya pedang kembali seakan tidak perduli akan sakit di tubuh.
tapi tangan terasa bergetar rasa sakit itu teramat sakit karena putri quen en tidak menuruti perintah Cheng Zheng malah mencoba melawan.
"kau tidak akan bisa menyegel ku , karena tubuh mu tidak akan mampu merasakan sakit yang kau rasakan, jadi lebih baik lepaskan aku"?
"tidakkkkkk"......
putri quen en langsung mengangkat pedang dan .
zep....
___________________________________________
jangan lupa vote ya agar rengking novel ini naik