
salam yang mulia permaisuri "mereka sedikit membungkuk untuk memberi hormat.
"kakak ipar akan pergi kemana"? pangeran ketiga.
"menemui yang mulia kaisar" putri quen en dia pura pura lembut dan terlihat polos.
membuat pangeran ketiga terdiam di dalam hatinya "waktu itu wanita ini terlihat menyeramkan dia terlihat sombong dan galak tapi kenapa dia saat ini terlihat lembut seperti ini apa kah dia memiliki sifat ganda"
yang mulia kaisar sepertinya dia sedang sibuk di kerajaan bersama putri yen yen tadi aku sudah kesana namun pengawal mengatakan jika kaisar memiliki urusan penting dengan putri yen yen hingga aku saja tidak di perbolehkan masuk"pangeran ketiga.
"benar kah sayang sekali padahal aku ingin mengajak yang mulia kaisar berkeliling karena aku merasa bosan di kediaman ku"
"yang mulia permaisuri tidak perlu sedih hamba mau menemani anda bagaimna jika kita pergi ke bukit dekat istana ini bukan kah disana sangat indah dengan hamparan bunga"fei len.
"bagian barat istana bukan kah itu di larang kesana"? putri quen en.
"kakak ipar itu di larang karena yang mulia kaisar tidak ingin orang orang datang kesana karena tempat itu benar indah hanya kaisar lah yang biasa kesana"
"jika seperti itu yang mulia kaisar pasti marah jika kita pergi kesana"?
"yang mulia permaisuri anda adalah istri yang di cintai yang mulia kaisar jika anda kesana itu tidak akan menjadi masalah"
istri yang di cintai mendengarkan itu putri quen en hanya bisa tertawa di dalam hati jika kaisar mencintainya tidak mungkin kaisar memperlakuan dengan kasar jika dia tidak memiliki ilmu bela diri sudah dari awal putri quen en hanya menjadi bulan bulannya kaisar yu an tian.
"baik lah, aku juga merasa penasaran"
pangeran ketiga dan fei len pun mereka terlihat tersenyum kemenangan.
mereka mengunakan sebuah kereta menuju bagian barat istana.
pangeran ketiga dan fei len berada satu kereta sedang putri quen en dia menaiki kereta sendiri "mereka pasti ada maksud tertentu namun bagaimna pun aku juga penasaran bagaimna istana barat yang tidak di boleh kan sedikit pun orang menuju kesana bukan kah di katakan di sana tempat orang pemakan manusia" gumam putri quen en.
hingga kereta sampai di kerajaan bagian barat di sana terlihat sepi seperti tidak berpenghuni dan terlihat begitu gelap karena pohon pohon yang menjulang tinggi menutupi halaman istana bahkan tidak ada penjaga pun yang berjaga di pintu gerbang.
"ayo kita masuk yang mulia permaisuri"?
"apa kah kau yakin kenapa tempat ini terlihat mengerikan" putri quen en dengan takut terlihat jelas di wajah yang cantik namun semua itu adalah tipuan.
"kakak ipar tidak perlu khawatir kita hanya masuk di dalam sana ada sebuah taman bunga yang indah kakak ipar tidak akan menyesalinya"
"ba..baiik lah tapi aku merasa takut"
"ada kami di sini yang mulia permaisuri anda tidak perlu takut kita hanya melewati tempat ini lalu kita akan melihat pemandangan yang indah"
putri quen en hanya menuruti kemauan mereka bagaimna pun dia penasaran apa yang ingin mereka lakukan "
terus masuk kedalam ruangan yang besar benar benar terlihat sepi.
semakin masuk kedalam cahaya berkurang dan sedikit gelap.
brak.....
tiba tiba pintu itu tertutup.
putri quen en menoleh namun kedua orang itu sudah tidak ada entah kemana.
_______________________
"sebentar lagi permaisuri sombong itu akan mati" pangeran ketiga.
"setidaknya dia akan di makan oleh mahluk mengerikan itu"?
"sudahlah ayo pergi"
"hmm ayo"
mereka dengan cepat meninggalkan istana bagian barat meninggalkan putri quen en sendri.
sedangkan putri quen en dia terus menyelusuri ruang gelap itu dia merasa familiar dengan tempat ini "seperti ini aku pergi kesini walau pun gelap tapi aku masih ingat, ini adalah pangeran lee berada"?
putri quen en terbeku saat merasa seseorang melingkari tangannya di pinggang putri quen en "aku merindukan mu kenapa baru kesini"
suara ini "pangeran lee.
"hmm kenapa apa kah kamu kesini untuk menemui ku"
plak....
putri quen en memukul tangan pangeran lee yang memeluknya dengan erat"tolong jangan sembarang memegangiku atau tau akibatnya" tegas putri quen en
membuat lee melepaskan kelukannya.
putri quen en tidak bisa melihat dengan jelas wajah di hadapannya namun dia tau jika di depan adalah pangeran lee.
apa kah tidak ada tempat disini yang terang, di dalam kegelapan seperti ini membuat dadaku sesak"
ada"
pangeran lee langsung mengangkat putri quen en dengan gaya ala bridal style membuat putri quen en berteriak karena terkejut.
Aaaaaaaaa...
"turunkan aku...?
"disini begitu gelap jika turun kau akan terluka"?
"hmm iya jika kamu salah sedikit melangkah maka di pastikan kamu akan mati"
"benar kah, bisa saja ini akal akalmu agar bisa menggendong ku kah"?
"untuk apa kau begitu berat"?
plak....
putri quen en memukul dada pangeran lee "jika berat kenapa tidak kau turunkan ku, aku punya kaki untuk berjalan"!!!
"aku hanya bercanda kenapa jadi marah"?
"tidak lucu"
pintu itu bergeser dengan sendirinya hingga terbuka.
pangeran lee langsung memasukan ruangan itu yang terlihat bercahaya dengan penerangan obor di setiap sudut ruangan.
"tempat apa ini"?
"ruanganku"
"hmm"
putri quen en pun langsung turun dari gendongnya pangeran lee.
"seperti tadi kamu tidak datang sendri kau kesini bersama pangeran ketiga dan fei len"?
"jadi kau melihatnya"?
"iya"
"tadi aku bersama mereka tapi tidak lama kemudian mereka langsung menghilang meninggalkan ku sendiri di tempat ini"putri quen en.
"rupanya mereka menginginkan kematian mu"?pangeran lee.
"aku sudah tau itu"?
"jika kau tau kenapa masih saja mengikuti mereka"?
"ini bukan apa apa aku hanya ingin membuat mereka merasa sedang tapi itu tidak akan lama" putri quen en tersenyum licik.
"jika kamu tersenyum seperti itu aku menyukainy"pangeran lee menyentuh dengan lembut bibir putri quen en.
plak...
pukulan sekali lagi di daratkan" Berhenti menyentuh ku seenaknya jidat mu ya"
"baik lah aku minta maaf"
"hmph....
"tapi mereka mengatakan jika di tempat ini adalah orang bisa memakan manusia apa kau tau siapa orang itu"?
"itu aku"pangeran lee.
"jadi kau seorang kanibal"
terlihat jika pangeran lee tersenyum kecil"apa kau merasa takut"?
"di dalam hidup ku tidak ada kata takut terhadap siapa pun"
"benar kah bagaimna jika aku memakan mu"?
"coba saja jika kau bisa"?
"aku tidak akan pernah melakukan itu terhadap ku karena kau orang satu satunya yang mau berbicara terhadap ku"
"maka dari itu cari pendamping hidup agar kau tidak kesepian, kamu seorang pangeran walau pun wajahmu terlihat mengerikan tapi setidaknya ada gadis di luar sana yang mau menjadi istri mu"
"istri ku sudah berada di hadapanku"
putri quen en melebarkan mata"maksud kamu aku, apa kau gila aku sudah bersuami dan suamiku adalah kaisar akan kau tidak tau itu"?
"itu tidak akan jadi masalah aku rela menjadi suami kedua mu"
"hah apa kah kau memiliki gangguan jiwa"?
"tidak tapi bagaimna pun saat ini kau sudah menjadi istri ku"
"istri sejak kapan aku menikah dengan mu"?
"lihat lah cincin di tangan ku"
putri quen en terkejut "sejak kapan cincin ini ada di jariku"?batin putri quen en.
"ini bagaimna aku tidak terima jika orang lain melihat ini mereka akan mengejek ku karena menjadi seorang istri yang tidak setia"putri quen en ingin melepaskan cincin itu namun tidak bisa cin cin itu seperti melekat di kulit tangan putri quen en.
"jangan memaksa kan diri itu bisa melukai mu sendri"
putri quen en dia terlihat sedih dan bingung di tangan kanannya melingkar gelang giok pernikahannya dengan kaisar dan saat ini sebuah cincin melingkari jarinya tidak mungkin putri quen en mempunyai dua suami.
putri quen en menatap pangeran lee dengan tatapan tajam"teryata orang ini tidak bisa diremehkan dia begitu licik hingga aku bisa tertipu dengannya" batin putri quen en.