Quen En

Quen En
chapter 162



melihat Cheng Zheng di sana tatapan putri quen en pun berubah menjadi dingin.


"putri kenapa? apa kah kamu marah"


putri quen en dia mengabaikan pangeran Lee berjalan melangkah ke arah Cheng Zheng.


dia mengangkat tangannya sedikit hingga tiba tiba sebuah pedang api muncul di tangannya.


"kali ini biarkan kita bertarung sampai mati"ucap quen en.


menatap dengan dingin .


"putri quen,ada apa dengan mu"pangeran Lee menarik tangan quen en dengan penuh khawatir an.


putri quen en tersadar.


hingga dia tidak melihat Cheng Zheng di sana namun tidak ada .


"kemana dia"tanya quen en heran.


"dia siapa "tanya pangeran Lee.


"dia.......ah itu mungkin aku salah lihat"


"ohhh sukur lah ,ku kira tadi kamu pergi begitu saja karena marah"


"marah kenapa"putri quen en seperti lupa akan ciuman panas tadi, tapi tidak berlangsung lama karena dia langsung mengingat dan hal itu membuat wajahnya langsung merah.


melihat itu pangeran Lee memegangi bibir quen en dengan lembut.


"aku menyukai nya ,dan tidak salah bukan bagaimana pun kau adalah istri ku"kata pangeran Lee.


"entah lah aku bingung"ujar quen en .


"apa karena yu an Tian"


"iya siapa lagi? , seluruh dunia mereka mengetahui jika ku adalah permasuri Phoenix Karena surat cerai itu belum keluar , tidak tau kenapa kenapa yu an Tian melakukan ini kepada ku pdahal dia jelas jelas yang mencampakkan ku"jelas quen en.


"serahkan itu kepadaku ,"kata pangeran Lee.


"hmm"putri quen en mengagukan kepalanya dengan nyakin.


"mari pulang"ajak pangeran Lee.


"maaf aku tidak bisa mengikuti mu ke vila ,aku akan kembali ke sekte"


"biarkan aku mengantarkanmu" tawar pangeran Lee.


"tidak , kau pasti lelah saat mencari penawar racun dari iblis itu , istirahat lh jika badanmu vit kembali kamu bisa berkunjung ke sekte ku dan aku berjanji akan memasak makanan enak untuk mu"


"tapi aku tidak ingin berpisah dengan mu"pangeran Lee dengan gaya merengek seperti anak tidak ingin di tinggal sama ibu nya .


"cik cik cik kau sudah besar bisa bisa kau bertingkah seperti anak kecil".


"hehehe baik lah , istri ku sayang kau berhati hati lah jaga lah selalu hatimu untuk ku".


setelah berkata seperti itu pangeran lee secepat kilat mencium bibir quen en dengan cepat.


plus.


wajah putri quen en seketika merah kembali.


"baik lah "putri quen en hanya mengangguk Kepala nya dengan kaku dia masih terkejut dengan perlakuan pangeran Lee.


ia mencium kalungnya hingga menghilang.


"kalian keluar lah"peritah pangeran Lee


"hamba menghadap yang mulia"


"kalian urus kendali di istana ,Zhen ini menemani istri"peritah pangeran Lee.


"tapi yang mulia ,jika tahta lama di tinggal kan anda ini sangat bahaya ,hamba takut jika musuh menggetahui ini maka kerajaan akan di serang"


"kau bisa mengunakan patung untuk merubah wujudnya seperti ku"


"yang mulia ,hamba Sangat mengkhawatirkan anda malam ini adalah malam purnama ,anda harus kembali ke istana demi keselamatan anda "..


"apa !!!malam ini purnama ,jika seperti itu Zhen akan pergi , Ibis itu pasti sedang mengincar quen"


"tapi yang mulia"


kedua bawahanya itu hanya bisa pasrah ketika pangeran Lee menghilang begitu saja di hadapan nya.


___________________________________________


"quen...quenn.. ah...ah..ahhhhh


pria itu terus mengonyangkan tubuh nya di atas tubuh wanita yang tertutup.


tubuh wanita itu polos Tampa kain hanya wajahnya aja yang tertutup kain.


Cheng Zheng terus melajukan gerakannya hingga wanita itu ikut bersuara .


"ahhh ahhh ahhhhh aku aku mau keluar"


ini sekian kalinya wanita itu keluar namun tidak untuk Cheng Zheng ia masih menggagahi wanita itu dengan buas .


"ahhhhh"perempuan itu berdesahhhh ia keluar.


tubuh wanita itu beberapa terlihat lemas namun ia menatap wajah tampan Cheng Zheng berada di atasnya serta melihat bibir itu membuat ia bergairah kembali ingin mencium dan memakan bibir itu.


tatapan Cheng Zheng pun terlihat dalam menatapnya membuat wanita itu tersipu malu .


hingga memikili keyakinan jika Cheng Zheng menyukainya.


dan ia pun membuka penutup wajahnya memperlihatkan wajah yang putih cantik di hadapan Cheng Zheng yang sedang bergoyang di atas tubuh nya.


namun tatapan Cheng Zheng langsung menjadi dingin.


"siapa yang menyuruhmu untuk membuka penutup wajah itu"Cheng Zheng dengan Dingin.


tubuh wanita itu langsung menciut dan takut.


"maaf kan hamba yang mulia"


Cheng Zheng dia segera turun dari tubuh gadis itu walaupun ia belum terpuaskan .


dia menatap wanita itu dengan jijik apa lagi melihat tubuh wanita itu polos di hadapan nya.


"Jiu "panggil Cheng Zheng.


pintu pun segera di buka .


"hamba menghadap yang mulia"


"baik yang mulia"


Jiu pun langsung menyerat dengan kasar wanita itu dalam keadaan polos Keluar dari ruangan Cheng Zheng.


"ampun yang mulia "


"ampun yang mulia"


hingga suara wanita itu hilang ketika pintu di tutup kembali.


Cheng Zheng frustasi khayalan nya menikmati tubuh quen en sirna .


ketika memikirkan quen en tubuh Cheng Zheng merasa panas penuh nafsu hingga rasa itu ia lampiskan ke gadis gadis yang datang melayaninya dengan sarat gadis itu harus menutup wajahnya.


ia tidak merasa mencintai quen malah sebaliknya dia membenci gadis itu dan menunggu waktunya wanita itu akan ia hancurkan di atas ranjang ,ia akan membuat quen en mati di atas ranjang karena melayaninya .


tidak lama pintu di buka kembali


terlihat seorang gadis masuk dengan penutup wajah pakaian gadis itu berwarna merah.


warna yang selalu di kenakan oleh quen en.


gadis itu terlihat malu malu.


Namun tidak dengan Cheng Zheng ia menatap gadis itu dengan acuh seraya berkata.


"buka pakaian mu"


mendengar kaisar yu an Tian berkata seperti itu wajah wanita itu langsung merah karena malu.


bagaimana pun ini adalah pertama kalinya baginya.


namun ia tidak bisa membatah apa lagi melihat wajah tampan Cheng Zheng membuat wanita itu rela melayani kaisar yu an Tian tentu hal ini adalah kehormatan baginya melayani kaisar yu an Tian.


tubuh Cheng Zheng masih polos tampa pakai dia tidur di sana.


memperlihatkan kejantanan yang berdiri .


tatapan wanita itu ter arah ke sana hingga gadis itu hanya menelan air liur.


sungguh besar dan berkasa.


diam diam gadis itu mengagumi milik Cheng Zheng .


setelah gadis itu selsai membuka pakaian nya .


Cheng Zheng hanya melirik nya .


"naik"


gadis itu terpelongo.


namun ia tidak bisa membantah .


hingga gadis itu naik ke atas ranjang .


"masukan "perintah Cheng Zheng lagi.


gadis itu dengan gugup naik ke tubuh kaisar yu an Tian .


belum posisi benar tubuh gadis itu langsung di tarik ke bawah hingga terhentak.


rasa sakit tidak tertahankan seperti kulit nya ini pertama kalinya baginya namun Cheng Zheng melakukan itu dengan kasar .


bahkan tidak ada pemanasan sedikit pun.


"cepat apa kau gadis bodoh ,malah diam ".


gadis itu yang berada di atas tubuh Cheng Zheng menahan rasa sakit hingga mengerakan tubuhnya turun naik dengan pelan.


melihat itu Cheng Zheng hanya tersenyum sinis.


Cheng Zheng pun langsung membalikan posisi nya menempatkan gadis itu di bawahnya


hingga ia mengayunkan tubuhnya dengan cepat tidak menghiraukan tangisan kesakitan gadis itu.


semakin percepat gerakan nyaa dan mengeluarkan lava itu di dalam rahim gadis itu.


merasa cairan itu masuk gadis itu tersenyum setidaknya ia berharap memikili keturunan dari sang kaisar.


walaupun malam ini ia kesakitan namun kedepannya ia akan hidup bahagia.


cup...


namun harapan sirna ketika sebuah belati menancap tempat di jantung nya.


Cheng Zheng pun hanya tersenyum sinis .


ia beranjak dari tempat tidur dan mengenakan pakaian kembali.


dan dengan langkah lebar berjalan keluar.


melihat tuanya Keluar kedua prajurit langsung membungkuk hormat.


"kalian bereskan dan ganti semua sprei itu"


"baik yang mulia"


Cheng Zheng pun berjalan dengan angkuh.


ai Sangat kejam seperti iblis yang kehausan akan darah .


ia berdarah dingin siapa pun mati di tangannya jika ia mau.


setiap gadis melayani nya tidak ada yang selamat semua akan mati namun memikili mati berbeda .


jika gadis itu tidak melanggar aturan dengan tidak lancang membuka penutup wajahnya ia akan mati cepat tanpa menderita.


namun jika ia berani membuka menutup wajah maka orang itu akan di siksa hingga orang itu meminta dan memohon kematian dengan segera.


"yang mulia, putri quen en sudah kembali ke sakte naga langit"lapor seorang pengawal.


"hmm, apakah ia sendiri"?


"tidak ,tang si fan mengikuti dari belakang secara diam diam"


"jika seperti itu bikin mereka berpisah "


"baik yang mulia"