Quen En

Quen En
chapter 82



dia masih dengan tenang memejamkan matanya seakan enggan untuk membuka matanya namun mendengar suara suara dari luar kamar dengan kecemasan orang orang di luar mereka seperti ingin masuk namun takut mendapatkan murka dari setan merah .


dia merasa tergganggu tidak bisa tidur lagi dengan malas membuka matanya mengeliat pegal di tubuhnya dia tidak tau sudah berapa jam dia tidur.


dia mengenakan kembali penutup wajah nya berjalan keluar dan membuka pintu.


krekk....


. suara pintu terbuka.


ketiga wanita itu langsung terkejut ketika pintu di buka tiba tiba ,mereka segera memberi hormat kepada setan merah.


"hormat kami guru",ketiga wanita itu.


"kenapa kalian berkumpul di sini "tanya quen en kepada ketiga wanita itu.


"guru kami sangat mengkhatirkan guru hampir seharian penuh guru berada di dalam kamar"go Jia.


"seharian apakah aku tidur selama itu"batin quen en.


dia melirik kecelah jenderal Tampaknya hari sudah gelap terlihat jika bulan tampak terang di atas sana .


malam purnama.


dia ingat bahwa kaisar yu an Tian berada dalam goa dia dengan segera berkata "aku akan pergi kalian semua baik baik di sini "


"baik guru"


putri quen en dia langsung menutup pintu kembali dia langsung menciumi kalungnya dan menghilang.


ketiga wanita itu mereka dalam kebingungan akan sikap putri quen en yang datang dan pergi begitu saja namun jika bukan karena kemurahan hati setan merah mereka pasti berada di alam Bangka.


putri quen en tiba di pinggir danau dia dengan berjalan ke sisi danau tersebut untuk membersihkan wajah agar tersegar kembali .


dia melihat pantulan bulan tampak bersinar terang menyinari air danau tersebut.


"aku harus bisa menyegel kembali iblis itu mudahan dia sudah tidur agar aku dengan mudah menyegel nya kembali"gumam putri quen en.


putri quen en dia membalikkan tubuhnya namun di sana terlihat sebuah pohon apel yang sedang berbuah dengan lebat nya


dia terlihat tergiur dengan warna merah apel tersebut apalagi perutnya Belum di isi apa pun dari pagi pantas saja dia merasa kan tubuhnya lemas itu karena dia belum mengisi perut nya.


putri quen en dia berjinjit untuk mengambil apel yang bergantungan saat tangan nya sudah menyentuh apel tersebut tiba tiba tangan dari belakang datang begitu saja langsung memetik apel tersebut.


"siapa yang berani merebut apel ku" putri quen en marah seraya membalikan tubuhnya.


tubuh nya seketika langsung menjadi tegang .


menelan air liur nya dengan susah payahnya dia seperti Ling Lung seketika"apa ini nyata ,jika ia bagaimana bisa kau di sini" putri quen en dalam kebingungan.


"tentu untuk membunuh mu , seseorang yang selalu ingin menyegel ku" ujar Cheng Zheng dengan menyeringai licik mata penuh aura pembunuh.


putri quen en hanya tertawa di dalam hati membunuh apa pria di hadapan meremehkan kekuatan hingga dengan mudahnya di bunuh .


"bagaimana bisa kau lepas dengan rantai begitu besar seperti itu"putri quen asal.


"hal itu begitu kecil bagi ku "kaisar yu an Tian.


sombong .


aku suka apel ini , warna nya Merah seperti darah "kaisar yu an Tian dia memakan apel itu .


rasa manis dan segar Langsung di rasakan ketika masuk kedalam mulut.


"jika seperti itu makan lah sepuasnya sebelum kau terkurung lagi"putri quen en dia dengan pelan menarik pedangnya dari sarungnya.


dia dengan segera melukai tangan.


tangan nya terluka darah mengalir ke pedagang hingga menetes jatuh ke tanah.


sudut bibir Cheng Zheng terukir jahat.


dia menjatuhkan apel itu dan .


zep.


zep.


zep .


tiga belati langsung terbang begitu saja ke arah putri quen asal.


dengan cepat pula putri quen menghindari serangannya itu kekiri dan kekanan.


"dasar pria berhati iblis"bentak putri quen en dia langsung mengangkat pedang ingin berlari ke arah Cheng Zheng namun tubuh sulit di gerakkan.


kenapa ini"quen en dia langsung melihat ke sisi kiri dan kanan yang teryata pakai yang di kenakan terkunci oleh belati itu menancap dengan dalam di pohon.


jika dia maju selangkah saja maka pakai akan robek meninggakan pakai dalam .


"sial"maki quen en kesel.


"namun di sini hanya aku dan dia berdua dan bagaimana pun pria di hadapan ku ini adalah suami ku bagaimana harus malu jika harus terbuka di hadapan nya"batin putri quen en.


"tapi tidak jiwanya saat ini adalah iblis jika memperlihatkan itu akan menghancurkan reputasi ku sebagai seorang wanita tapi jika tidak segera iblis ini akan membunuhku"putri quen en dia dalam kebingungan.


"kenapa diam saja ,kemari lah datang segel aku kembali"Cheng Zheng dia membentangkan tangan seakan pasrah namun bibir terukir senyum mengejek.


"baik jika itu yang kau mau ,aku tidak akan segan lagi soal ini ,anggap saja aku sedang di lihat oleh seekor anjing"setelah berkata seperti itu .


quen en mengerakan memegangi pedangnya dengan kuat tatapan mata pun terlihat menjadi begitu dingin dan tajam .


krikkkkk....


hiyaaaa.....


ketika berlari pakai itu robek tertinggal di pohon membuat putri quen en berlari dengan pakaian dalamnya saja .


kulitnya yang putih dengan kain tipis yang menutupi tubuh rambut terurai dengan indah di bawah sinar bulan dia tampak seperti seorang Dewi turun dari langit jatuh tersesat .


pedang itu hampir mengenai Cheng Zheng jika tidak cepat menghindari.


Cheng Zheng dia terbangan ke atas pohon.


melihat tampilan putri quen en seperti itu dia bersiul.


"coba liat kau mulai belajar menjadi wanita pelajur berdiri di hadapan ku dengan Tampa busana "ejek Cheng Zheng.


putri quen en dia menarik pakaian nya yang tertempel di pohon menutupi tubuh dari dada sama di atas lutut .


"apakah iblis di hadapanku ini pria normal atau bukan kenapa saat melihat penampilan ku seperti ini dia tampak tidak tertarik padahal itu adalah kesempatan ku untuk mengalihkan pikiran nya agar dengan mudah menyegelnya kembali"batin putri quen en.


"kenapa diam di sana naik lah bukan kah kau ingin menyegel ku"tantang Cheng Zheng .


"cihhh, iblis sialan"putri quen en.


putri quen en dia langsung terbang ke atas pohon dengan cepat menyerang Cheng Zheng tapi lagi lagi pria itupl seperti angin mengilang.


ketika muncul dia berada di belakang putri quen en dengan gerakan cepat dia menarik kain yang menutupi sedikit tubuh putri quen en.


putri quen en dia melebarkan mata.


dia langsung menarik jubah Cheng Zheng namun dahan pohon begitu licin membuat mereka langsung jatuh kedalam danau.


byurrr....


Cheng Zheng tercakat tatapan Langsung terpaku melihat tampak dua gumpalan daging putih berada di bawah tubuh nya.


bruk....


putri quen en dia langsung menedang Cheng Zheng ke atas permukaan membiarkan tubuh jatuh lebih dalam ke dasar danau.


wajah ya merah seperti kepiting rebus malu hingga menusuk hatinya seakan ingin sembunyi di dasar laut yang paling dalam jika bisa tidak bertemu dengan iblis tersebut.


saat ini tubuh nya Benar benar polos Tampa sehelai benang pun jatuh kedalam salah hingg ke dasar .


dingin air menusuk tulang tulangnya.


di saat dia mulai ingin membeku kedinginan di dalam sadar air Cheng Zheng dia berenang ke arahnya dengan senyum jahat di bibir nya.


di bawah ai putri quen en dia menutupi dadanya dengan kedua tangannya dia ingin marah kepada Cheng Zheng.


kenapa dia kesini apa ini membunuh nya?


tidak pria itu mengenakan jubahnya dan menarik putri quen en berenang ke atas permukaan.


di bawah sinar bulan masuk kedalam air tatapan mereka bertemu satu sama lain .


wajah Cheng Zheng dia mendekat ke wajah putri quen en .


putri quen en melebarkan matanya dia tidak bisa berteriak marah karena di dalam air jika pria ini ingin menciumnya apa yang harus di lakukan nya .


namun bibir pria itu tak kunjung tersentuh dengan bibir putri quen en hanya jarak mereka begitu dekat sangat dekat tubuh mereka juga menempel .


menghilang rasa dingin air danau.


mereka pun langsung sampai di atas permukaan .


putri quen en dia terbatuk batuk.


menghirup udara banyak banyak.


perih di pundak dia merasa perih .


dia merasakan sesuatu yang lain di belakang.


seperti ukiran tidak jelas di punggungnya.


putri quen en dia menatap Cheng Zheng dengan benci berkata"apa yang kau lakukan terhadap ku?


"mulai saat ini kau menjadi pelayan ku jika tidak menurut maka tubuh akan sakit seperti di kulit"beritahu Cheng Zheng.


"apa"


"jadi pria ini tidak ingin menciumku di dalam air namun dia meletakan mantra di tubuh sial aku tertipu"maki putri quen en di dalam hati.


"apa kah hal tadi kau berhadap aku akan mencium mu"ejek Cheng Zheng.


merah Wajah putri quen ennya langsung merah bagaimana bisa dia berpikir jika iblis itu akan menciumi nya.


putri quen en ingin rasanya membenturkan kepala ke batu betapa bodoh dia memikirkan hal romantis dengan iblis ini.


"tidak sudih jika bibir kotor mu menempel dengan bibir ku dan aku tidak pernah berpikir kearah sana jadil lebih baik jangan terlalu percaya diri"


"hmmm benar juga kau tidak boleh lancang terhadapku bagaimana pun kau saat ini pelayan ku, segera kembali ke istana banyak pekerjaan menanti mu"


Cheng Zheng dia langsung menghilang menjadi asap hitam.


"pelayan siapa yang mau jadi pelayan mu mati saja kau iblis jelek"maki putri quen en.


aaaaa.....


tubuh putri quen en seketika langsung sakit begitu sakit seperti kulit akan di tarik paksa dari daging nya.


perkataan Cheng Zheng teriyang iyang di kepalanya.


"jika tidak menuruti perintah ku maka kau kau akan merasakan sakit seperti di kuliti....


"baik baik aku akan kembali Ke istana dan melayani mu"putri quen en dengan berteriak rasa sakit menggerogoti tubuh namun setelah berkata seperti itu rasa sakit itu hingga seketika.


putri quen en mengepalkan tangannya meninju tanah hingga debu beterbangan"kenapa aku harus menjadi budak iblis kejam itu ?


_______________________________


bagaimana menurut kalian episode ini?


like dan komen?