
dua orang anak kecil sekitar berusia sepuluh tahun dan tujuh tahun mereka sedang main di halaman rumah mereka yang terlihat begitu sederhana tidak jauh di sana seorang laki laki yang sedang memotong kayu bakar.
melihat seorang pemuda dengan pakaian merahnya dan tidak luput dengan penutup wajah membuat kedua anak itu berlari ke arah ayahnya yang sedang memotong kayu.
"ayah lihat ada setan merah ke rumah kita"
mendengarkan itu membuat sang ayah menghentikan aktifitasnya"goli, muli kalian masuk kedalam rumah"
"baik ayah"mereka dengan cepat berlari masuk dalam rumah.
putri quen en bejalan mendekati pria itu" cepat tinggalkan tempat ini secepatnya, istri anda menunggu di perbatasan kota"putri quen en tidak lagi basah basih terhadap pria di hadapannya.
"tuan kenapa anda datang tiba tiba dan langsung mengusir ku kami sudah lama tinggal di sini untuk meninggalkan tempat ini itu tidak akan mungkin"
"itu terserahmu namun istri mu meminta ku untuk membawa kalian semua di perbatasan sebelum orang orang itu datang untuk menghabisi kalian semua"
"orang orang siapa yang anda maksud, istri ku bekerja di istana tentu tidak akan ada yang berani mencari masalah terhadapnya"?
"aku tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi namun istri mu memberikan ini kepada ku untuk meyakinimu"putri quen en menunjukan sapu tangan yang berwarna biru muda namun di sapu tangan tersebut ada tiga tetesan darah.
"ini adalah milik go jia istri ku dan tetesan darah ini menandakan istri ku dalam keadaan kesulitan apa kah benar yang kau katakan jika ada orang yang ingin membunuh kami"
"iya lebih cepat berkemas jangan sampai mereka datang" putri quen en.
pria itu pun langsung masuk kedalam dengan cepat.
putri quen en menunggu di luar dia duduk di kursi di bawah pohon yang terlihat nyaman dengan angin sepoi sepoi di sana terlihat begitu indah dan terasa tentram namun ketenangan itu tidak di rasakan lama segerombolan orang berkuda datang hingga membuat debu berterbangan.
mereka turun dari kuda itu.
datang begitu saja dan menendangi tanaman yang berada di halaman "cepat seret mereka keluar dan bawa mereka kehadapan ku"
mereka ingin masuk kedalam rumah tersebut namun terhalang oleh pedang putri quen en yang terbentang menghalangi jalan mereka "berani masuk, maka pedang ini akan membunuh kalian"
"setan merah lebih baik kamu menyingkir ini bukan urusan mu jangan sok jadi pahlawan di sini"
putri quen en hanya tersenyum licik "ini akan menjadi urusan ku setiap ketidak adilan aku akan berada di depan"
"lebih baik serang dia lenyapkan dari muka bumi ini"
hiyaaa....
pertemburan pun terjadi mereka dengan jumlah yang banyak terus menyerang putri quen en tidak jauh di sana anak panah meluncur mearah putri quen en namun seorang pria berbadan besar dengan cepat menangkis anak panah tersebut"guru aku akan membantu mu"
putri quen en tidak ada jawaban dia terus menyerang lawannya.
namun sekelompok penjahat di desa itu mereka menolong putri quen en hingga pertempuran terjadi.
berhenti atau kedua anak ini akan mati"seseorang memegangi pedang di arahkan kepada kedua anak kecil yang meringkuk ketakutan.
"ayah ayah aku takut"
"ayah paman ini jahat ingin membunuh kami"
kedua anak itu berlinang air mata ketakutan tubuh mereka terlihat bergemetar.
"setan merah tolong anak anak ku tolong jangan biarkan mereka membunuh anak anak ku"mu ku ayah dari kedua anak itu.
"lepaskan anak itu apa pun yang kalian inginkan kan ku penuhi" putri quen en.
"baik jika seperti itu serahkan pelayan go jia kepada kami maka anak ini akan selamat"
"lepaskan dulu anak itu maka aku akan mengatakan di di mana di mana pelayan itu berada"
"cihh bisa saja kamu membohongi kami setelah lepaskan anak anak ini"
"aku sebagai setan merah tidak akan pernah berbohong seorang pria sejati akan menjaga ucapnya apa kah kalian tidak tau hal itu"putri quen en.
"baik jika kamu membohongi ku maka kehidupan mu tidak akan pernah aman selamanya akan di buruh oleh orang orang ku"
"baik kah"
"ini ambil lah dan katakan di mana pelayan itu beradah" orang itu pun langsung melempar satu anak hingga terlempar dengan keras membuat kepala berdarah.
hal itu membuat putri quen en mengepalkan tangannya dengan benci "kenapa satu lagi tidak kau lepaskan"?
"anak ini akan ku lepaskan jika aku sudah bertemu dengan pelayan itu"?
"pelayan go jia dia berada di perbatasan kota"
terlihat orang itu dia tersenyum puas "ayo kita pergi keperbatasan kota.
"yaaa"
mereka menaiki kuda kembali membawa seorang anak yang bernama goli yang berteriak ketakutan kepada ayahnya membuat sang ayah terus berlari mengejer anaknya yang di bawah pergi "goliiii goliiii
mu ku hingga terjungkal dia memukul kepalanya" aku menjadi ayah yang tidak becus membiarkan anak ku pergi begitu saja"
"lebih baik kita bertindak sebelum mereka menemukan istri mu di perbatasan, mereka tidak akan melepaskan hidup hidup anak mu pasti mereka akan membunuh keduanya"
"guru kenapa anda tidak menggunakan saja gelang pusaran angin untuk membuat kita dengan cepat sampai di perbatasan" bo go ketua penjahat itu.
putri quen en mengerutkan keningnya "gelang pusaran angin apa yang kau maksud"?
"guru apa kamu tidak tau jika yang kamu kenakan adalah gelang pusaran angin itu akan membawa kita dengan cepat seperti hembusan angin"
"bagaimna kamu bisa tau"
"mohon maaf guru dulu aku adalah seorang petaba dan berguru di gunung zifeng tentu hal ini aku tau soal gelang cincin dan kalung yang guru kenakan"
"tampaknya pria tengik ini tau soal benda benda yang berada di tubuh ku sepertinya aku harus mencari tau dari pria tengik ini" batin putri quen en.
lalu apa kah kamu tau cara mengunakan gelang ini agar mengantar kita perbatasan "putri quen en.
terlihat bo go menggelengkan kepalanya hal itu membuat putri quen en menghela nafas" dasar tidak berguna "
apa kah gelang ini sama dengan kalung ini hanya mencium dan memejamkan mata saja lalu berkata seperti apa yang kita inginkan"batin putri quen en.
putri quen en mencoba itu namun itu gagal" seperti ini tidak tidak berhasil apa pria tengik ini membohongi ku"batin putri quen en.
mendapati tatapan tajam dari putri quen en dia menundukan kepala"mohon maaf karena ketika tau.an ku guru hal ini aku hanya memiliki selembar kertas ini jadi tidak tau akan kelanjutan dari ketiga benda itu"pria itu menunjukan sebuah gulungan kumuh.
putri quen en mengambil gulungan itu dan membukanya"seperti ini adalah robek dari kitab yang berada di tangan ku"batin putri quen en.
"dari mana kamu mendapatkannya"putri quen en.
"itu adalah peninggalan dari kakek ku"
"hah"membuat pria itu terkejut namun tidak bisa membatah"baik lah tapi guru harus menerima ku sebagai muridmu"
"itu akan ku pikirkan"
"baik guru"
"setan merah bagaimna dengan anakku dan istri ku"
"kita harus mencari jalan pintas menuju perbatasan itu sebelum mereka sampai di sana"
"jalan pintas ada tapi itu mustahil karena melewati sebuah sungai yang besar"
"itu tidak masalah ayo pergi"putri quen en.
mereka pun langsung menuju jalan pintas dengan cepat hingga terhenti dibuah sungai yang besar dengan air yang mengalir dengan derasnya.
putri quen en berjalan di depan mengamati tempat itu namun tidak ada yang mereka sadari saat putri quen en memegangi kalungnya dan berkata" jembatan.
"guru lihat di sana ada sebuah jembatan"bo go.
"iya bener itu ada"
"apa itu tidak mungkin sejak kapan ada jembatan di sana" mu ku dengan terkejut.
"ayo cepat kesana kita harus segera sampai tepat waktu"putri quen en langsung menuju jembatan itu.
mu ku yang masih terkejut dan bingung dia tetap mengikuti putri quen en dari belakang.
hingga dengan cepat mereka sampai di perbatasan.
"mu ku, kenapa kamu hanya membawa muli mana goli"pelayan go jia.
"maaf istri ku goli di bawah oleh segerombolan penjahat dan mereka menuju kesini untuk menangkap mu"
huhuhuuhu, kamu bisa bisa membiarkan mereka membawa goli begitu saja "
"maaf kan aku istri ku aku memang tidak berguna sebagai seorang ayah"
"sudahlah lebih baik kalian pergi dari wilayah ini dengan cepat sebelum mereka datang"
"tapi bagaimna dengan anak ku goli mereka akan membunuhnya"
"serahkan itu kepada ku, aku akan mengatarnya dengan selamat kepada kalian"
"baik tapi aku mohon kepada mu setan merah bawah lah anak ku dengan selamat harapan ku hanya kepada mu"pelayan go jia.
"hmm pergi lah ke wilayah EN tunggu aku di sana"putri quen en.
mereka mengagukan kepalanya dengan cepat pergi menggunakan sebuah kereta yang telah di sewa putri quen en untuk keluarga itu.
"kalian semua berpencar untuk membuat jebakan untuk mereka jika kalian bisa merebut anak itu dengan selamat maka aku setuju untuk menjadi kan kalian murid ku"
dengan binar bahagia mereka menyetujuinya.
_______________________
"sial mereka membohongi ku"
"lalu kita apakah anak ini"
"bunuh saja dia"
"huhuhuhu mohon jangan paman huhuhu"
"anak ini sungguh berisik sekali lebih baik cepat bunuh dia sudah tidak berguna lagi"
zep....
zep...
anak panah meluncur tepat di jantung seorang yang ingin menebas kepala goli membuat dia jatuh dari atas kuda
bruk....
tidak itu saja serangan tidak tau entah dari mana terus meluncur anak panah dari berbagai arah membuat mereka mati seketika
pemuda berpakaian mereka melompat turun dari atas pohon di susul dengan sekelompok lainya.
"guru rencana guru sungguh hebat"
"benar kami merasa bangga memiliki seorang guru seperti anda"
"guru terima lah kami mejadi muridmu"
mereka semua langsung berlutut di hadapan setan merah.
"berdiri lah"
mereka pun semua langsung berdiri.
"karena kalian sudah berhasil menyelamatkan anak ini sesuai janji ku, aku akan menerima kalian semua menjadi muridku"
"terima kasih banyak guru"
"kalian bawa anak ini bersama kalian besok adalah bulan purnama tunggu aku di perbatasan kota"
"baik guru"
putri quen en pun langsung pergi meninggalkan tempat itu hingga jauh dari pandangan mata dia langsung menghilang.
setelah sampai di istana dia langsung merubah menjadi penampilannya menjadi seorang wanita yang cantik dan angun.
pintu di buka.
masuk tiga pelayan.
"hormat hamba yang mulia permaisuri hamba adalah pelayan baru anda"
mereka bertiga membungkuk hormat.
________________________________________
mana neh dukungannya buat athornya 🤩🤔