Quen En

Quen En
chapter 40



derapan kuda terdengar di hutan kuda itu berlari dengan kencang.


putri quen en dan kaisar yu an tian mereka melakukan balapan kuda.


"sejak kapan kamu belajar berkuda apa kah kerajaan EN mengajarkan seorang wanita berkuda" tanya kaisar yu an tian sambil terus memacu kudanya.


"tidak, aku belajar secara diam diam tampa sepengetahan siapa pun" putri quen en dengan alasannya.


"rupanya dari dulu sampai saat ini sifatmu seperti itu selalu menjadi pembangkang"ujar kaisar yu an tian.


putri quen en dia tersenyum miring sambil melirik kaisar yu an tian dan berkata" di dalam hidup ku apa pun yang bisa di lakukan seorang pria, aku pun harus bisa jika tidak seorang wanita akan selalu berada di bawah kendali pria"


"karena itu lah sepatutnya seorang wanita mereka hanya akan menjadi pemuas nafsu selebihnya wanita itu tidak akan berguna"


putri quen en langsung menarik kuda untuk berhenti dia langsung menatap kaisar yu an tian dengan tatapan tajam "suatu saat aku akan mengubahnya membuat wanita memiliki derajat yang sama dengan pria".


"sebelum kamu melakukan itu kamu pasti sudah menjadi wanita pemuas nafsu ku"kaisar yu an tian dengan menyeringai.


sedang kan putri quen en melihat itu dia menjdi muak terhadap pria di hadapannya ini"seperti aku harus memberi pelajaran untuk pria brengsek ini biar dia tau wanita seperti apa di hadapannya ini"batin putri quen en.


"lebih baik kita istrahat kurasa perjalanan sudah cukup jauh"putri quen en.


"baik lah, memang seorang wanita itu lemah baru seperti ini saja sudah kelelahan" kaisar yu an langsung turun dari atas kuda.


putri quen en pun dia juga turun dari kuda melihat sekitar hutan untuk mencari peristrahatan dia juga mengikat kuda di batang pohon.


"yu an tian sana pergi cari air aku haus"putri quen en dengan memerintah.


"berani sekali mulut mu langsung menyebut nama ku apa kah kamu tau artinya hal ini hah".


putri quen en dia menguap malas"kenapa namamu bukannya yu an tian kenapa aku memanggil seperti itu kau permasalahkan"


"tidak tau kah aku adalah seorang kaisar seorang kamu hormat kepada ku atau paling tidak kamu menyebutku suami sebagai seorang istri kamu ini sudah kurang ajar"kaisar yu an tian wajah terlihat berubah menjadi merah karena marah.


namun putri quen en mengambaikan itu dia melihat kaisar yu an tian dari atas sampai bawah" bermimpi lah"


"kau"kaisar yu an tian mengepalkan tangannya.


"sudahlah pergi sana carikan air aku haus kenapa dari tadi hanya berdiri di situ"


"aku tidak mau cari aja sendri sana"


"apa kah kamu yakin"?tanya putri quen en.


"kamu pikir kamu siapa hah memerintahku, jika kamu haus maka pergi lah sana sendiri"


putri quen en dia membuka tas yang di bawahnya dan mengeluarkan sebuah botol meminum air itu "ah segeer....


"itu kamu membawa air kenapa malah meminta mu untuk mencari air"


"oh ini aku baru ingat jika ada air di dalam tas ku"


"sini berikan kepada ku"kaisar yu an tian.


"ini"putri quen en memberikan botol itu namun saat kaisar yu an ingin menggapainya putri quen en langsung menariknya dan langsung meminum botol itu hingga airnya habis tidak tersisa.


"ini ambil lah tadi ada air sedikit jadi ku habiskan jadi kamu pergi sana untuk mengambil air"putri quen en.


kaisar yu an tian dadanya turun naik dia menatap putri quen en seperti seekor benteng yang ingin menghantam putri quen en


dengan kasar dia langsung mengambil botol itu dan pergi.


"rasakan itu"gumam putri quen en.


namun seperti sebuah ide jahat di benak putri quen en dia langsung menciumi kalungnya"buat kaisar yu bertemu dengan ular raksasa"


_________________________


putri quen en terus menguap ngantuk menunggu kedatangan kaisar yu an tian yang tidak kunjung datang "apa kah dia sudah di telan ular jika itu benar maka aku hanya akan menjadi janda muda"putri quen en terkikik jika membayangkan hal itu.


membuat dia ngantuk dan tertidur sambil bersandar di pohon yang besar.


dua jam telah berlalu.


namun putri quen en masih terlihat tidur dengan pulas tapi percikan air mengenai wajah membuat dia harus terbangun dengan terpaksa"yu an tian" putri quen en dengan suara tinggi.


hahahhaha"kaisar yu an tian dia tertawa melihat wajah putri quen en yang terlihat akan keluar tanduknya.


putri quen en langsung merebut botol itu dan memercikan air ke wajah kaisar yu an tian" heee hentikan itu aku mencari air itu susah payah kamu malah membuangnya begitu saja"


"salah mu sendri kenapa mengganggu ku tidur"


"lagi pula sebagai seorang wanita bisa bisanya kamu tidur di tempat seperti ini, apa kah kamu tidak takut jika ada orang yang tiba tiba memperkosa mu"ujar kaisar yu.


"yu an apa kah kamu tidak melihat dengan jelas penampilan ku sekarang seperti apa bahkan kodok buta pun bisa tau jika aku saat ini hanya seorang pria muda"


"benar benar wanita gila sejak kapan kodok buta bisa melihat" kaisar yu an tian hanya mengelengkan kepalanya.


"lihat karena perbuatan mu baju ku jadi basah"


"sudahlah pakaian ini melihat penampilan mu seperti itu membuat aku risih"


"baju, dari mana kamu mendapatkannya"putri quen en bertanya.


"desa di mana di sini desa"?


"tidak jauh dari aku mencari air di sana ada desa kecil dan ada seorang wanita tua menjual baju ini lagi pula untuk masuk ke gurun itu kamu harus menyamar menjadi budak wanita sedangkan aku mejadi tuan mu" jelas kaisar yu an tian.


"tidak bisakah hal itu di tukar kamu budak ku dan aku menjadi tuan mu"


"lalu maksud mu aku yang menyamar menjadi seorang budak wanita"? kaisar yu an tian bertanya.


"iya"


"jika seperti itu bermimpi lah"kaisar yu an tian.


"hai itu adalah kata kataku, tidak tau malu meniru perkataku"putri quen en sedikit jeles.


tampa sepengetahui putri quen en kaisar yu dia terlihat penuh arti lain.


"sudahlah sana ganti pakaian mu"


"awas jika kamu mengintip" putri quen en dengan mengancam.


putri quen en berlari ke semak semak untuk menganti pakaiannya.


namun putri quen en merasa waspada hingga dia menggunakan kalungnya "pergi dari sini.


ting...


putri quen en langsung menghilang menuju tempat dimana namun tempat itu terlihat benar benar sepi.


merasa aman putri quen en langsung membuka pakaian dan dan langsung mengganti pakaiannya yang di berikan kaisar yu an tian untuknya"pakaian apa ini terlihat begitu kumuh bahkan lebih buruk dari pakaian pelayan di istana".


"dasar kaisar jahat apa kah dia sengaja memberi kan pakaian seperti ini kepada ku"putri quen en terus mengerutu.


"ahhh ini pakaian juga terlihat kekecilan hingga membuat tonjolan dada ku terlihat jika seperti ini aku akan terkesan seperti seorang budak wanita murahan" putri quen en dengan kesel.


hahahaha suara tawa itu berasal dari atas pohon.


hal itu langsung membuat putri quen terkejut


"kau mengintipku ya"putri quen en.


"tidak aku dari tadi disini namun mendapatkan pertunjukan jika tidak di lihat aku akan rugi"


pria itu keseluruhan tubuh berpakaian warna putih bersih namun dia menutupi wajahnya dengan sebuah topeng emas tidak itu aja pria itu juga terlihat menggunakan gelang mas di seluruh tubuhnya.


pria yang duduk di atas pohon itu dia terlihat mengipas dirinya namun terlihat dari sorot matanya dia menatap putri quen en dengan tatapan lembut.


"sudahlah lebih baik aku pergi tidak usah hiraukan pria aneh ini, anggap saja aku di intip orang kodok buta"batin putri quen en.


"tadi ku kira kau seorang pria namun melihat tubuh yang polos itu dan mengganti pakaiannya wanita itu terlihat sangat menakjubkan"pria bertopeng emas itu.


putri quen en pun berbalik sambil menciumi kalungnya"buat pria itu jatuh.


Bruk.....


dari belakang putri quen en terdengar suara keras jatuh ke tanah hal itu dengan cepat putri quen en langsung mencium kalung dan kembali ke tempat di mana awal dia berada.


sedangkan pria bertopeng emas itu dia masih di atas pohon terlihat senyum terukir di balik topengnya.


sedang kan di bawah itu jatuh pria lain yang sambil mengelus ngelus pinggangnya karena sakit" yang mulia kenapa tiba tiba mendorong ku padahal aku lagi enak tidur di atas"


"apa kah kamu tidak melihat wanita tadi di sini"?


"yang mulia anda tau sendri jika aku tidak bagaimna bisa melihat"?


"bagus lah jika seperti itu"pria bertopeng itu dia mengipaskan dirinya melihat hamparan bunga hadapannya" awalnya pemandangan ini begitu indah namun melihat keindahan tadi hal itu terlihat begitu menakjubkan "


"istri yang belum ku sentuh"gumam pria bertopeng emas itu.


_______________________


"dari mana saja lama sekali" kaisar yu an tian.


putri quen en yang terlihat marah dan kengkel dia hanya melewati kaisar yu an tian dan naik ke atas kudanya namun tidak bisa pakaian yang di gunakan itu menyulitkanya.


"sudahlah naik keatas kudaku jika kamu pergi ke gurun dengan pakaian wanita yang kamu kenakan itu akan membuat penduduk sana akan heboh"kaisar yu an tian.


"satu kuda bersamamu aku tidak mau"putri quen en.


"lalu apa kah kau akan berjalan kaki"


putri quen en tidak menjawab dia mengulurkan tangan.


kaisar yu an tian menarik tangan putri quen en mendudukan di depannya.


mereka duduk begitu dekat bahkan putri quen en merasakan hembusan nafas berat kaisar yu an tian berhembus di belakang telinganya.


kaisar yu an tian pun langsung memacu kudanya.


tidak jauh di sana terlihat pria bertopeng emas menatapi kepergian kaisar yu an tian dan putri quen en dia meremas kipas ketas yang di pegangnya hingga hancur tak berbentuk.