
tentu perasaan quen menjadi campur aduk antara bahagia dan sedih , bertemu dan bersama pangeran Lee itu yang inginkan di sisi lain ia masih menyandang status resmi istri yu an Tian.
mengingat akan yu an Tian hati Quen berdenyut sakit.
"apa kamu sudah percaya istri ku"tanya pangeran Lee membuyarkan lamunan Quen en.
putri quen en dia langsung memeluk pangeran Lee "tentu saja, tapi bagaimana aku bisa ada di sini"
tanya quen en di kala dia melirik ke seluruh ruang yang Tampak megah dan mahal serta berkelas.
"mulai saat ini adalah tempat tinggal kita"
kita.
kata yang di lontarkan pangeran Lee membuat putri quen en terpaku menatap pria itu dengan lekat .
dia merasa bersalah.
hingga Mundur beberapa langkah memberi jarak antar dia dan pangeran Lee.
melihat sikap putri quen en seperti itu membuat pangeran Lee menjadi bingung dan kecewa terlepas dari pelukan sang gadis.
"ada apa istri ku"
kita
istri
dua kata itu membuat hati quen en benar benar merasa tidak pantas Karena dia masih resmi istri yu an Tian bagaimana bisa menjadi istri pangeran Lee itu akan merusak reputasi pangeran Lee sendiri jika orang lain tau.
pangeran Lee melihat raut wajah putri seperti orang bersalah dia memahami itu hingga berkata"tidak masalah orang lain berkata apa ,asal tetap di sisi ku itu adalah yang terpenting"
putri quen en hanya tersenyum hambar dia mengalihkan pembicaraan.
"kau sangat tampan "kata putri quen en dengan jujur.
pangeran Lee dia tersenyum lembut.
"jangan mengalihkan pembicaraan "tegur pangeran Lee dengan nada lembut.
mendengar itu putri quen en terkikik geli .
"baik lah , Lalu bagaimana?tanya putri quen en.
mendengar pertanyaan quen en membuat pangeran Lee tersenyum dan hal itu sungguh membuat quen en terpaku.
pria ini sungguh tampan enak di pandang.
bahkan senyum pria di hadapannya ini mampu membuat semua gadis menjerit dan memohon untuk di nikahin nya begitu pula dengan putri quen en namun ,akal sehatnya masih berfungsi.
membuat dia segera memasang Wajah datarnya .
"pangeran Lee setelah kamu menjadi tampan kenapa jadi aneh seperti ini ?tanya putri quen en.
"aneh bagaimana"?
"kau perperilaku so kegantengan sehingga suka tebar pesona dengan senyum mu itu"batin putri quen en dia tidak berani menyuarakan bisa jdi pangeran Lee menjadi besar kepala jika di sebut tampan.
"putri quen en ,lagi lagi kamu melamun dengan mata terus menatap ku"goda pangeran Lee.
putri quen en ingin tersedak mendengar kan itu.
"pangeran Lee sialan dia tiba tiba menjadi percaya diri seperti ini"gumam putri quen en di dalam hati.
"putri quen jangan pernah tinggalkan aku tetap lah bersamaku apa pun yang terlihat , sungguh perpisahan Sangat menyakitkan"
ketika pangeran Lee berkata terlihat jelas kesediaan di matanya.
membuat hati quen en iba.
"baik lah "
"putri , istirahat lah , keadaan mu masih lemah apa lagi lengan mu terkena cakaran kuku Iblis"
putri quen en ingat sekarang .
waktu itu dia bertarung dengan yu an Tian hingga membuatnya dia cedera seperti ini .
melihat luka di lengannya membuat putri quen en menghela nafas berat.
"tidak masalah , bantu aku memanggil tabib ?pinta putri quen en.
"baik lah ,kamu istirahat dulu"kata pangeran lee.
Putri quen en dia hanya mengangguk Kepala dengan pelan.
Pangestu Lee pun melangkah pergi dan menutup pintu kamar .
"apa kah dia benar-benar pangeran Lee, tapi kenapa bisa menjadi sangat tampan"pikir putri quen en akan sosok pangeran Lee yang sebenarnya.
putri quen en memegangi cincin nya seraya bergumam"tapi cincin pemberian pangeran Lee ini mengeluarkan cahaya saat pria itu memegang nya , apakah dia Benar pangeran Lee"?
"ahhh sudahlah "putri quen en akhirnya fustasi .
"Zhuang"panggil putri quen en.
namun sosok yang di panggil nya tak kunjung datang menampakkan diri .
"aneh ,biasanya Zhuang saat ku panggil dia segera berdiri di hadapan ku, apakah terjadinya sesuatu dengan nya"?
tok...
tok...
pintu itu di ketuk Beberapa bekali dan kemudian masuklah pangeran Lee dengan dua orang di belakang nya.
dari tampilan kedua orang itu adalah seorang tabib.
"hormat hamba yang mulia"kedua tabib itu membungkuk hormat kepada putri quen en.
mendengar panggilan dua orang tabib , putri quen en segera menatap pangeran Lee meminta penjelasan.
namun siapa sangka ketika tatapan mereka bertemu pangeran Lee hanya mengedipkan mata dengan genit.
putri quen en terpaku seraya sedikit membuka mulutnya .
melihat reaksi putri quen en seperti itu ,dia terlihat mengemaskan dengan wajah polosnya.
"sayang tidak perlu membuka mulut mu seperti itu"pangeran Lee dia memegang bibir putri quen en dengan pelan.
wajah putri quen en Langsung terasa panas mungkin saja ini sudah terlihat memerah seperti kepiting rebus.
dia putri quen en bukan tidak pernah melihat pria tampan namun ini beda ke ketika bersama pria di hadapannya jantung berdebar lebih cepat.
ciht.....
putri quen en kemudian berdecit sebel .
"menjauh lah , bagaimana bisa tabib mengobati ku jika kamu terus menggangu"
"baik lah baik lah"pangeran Lee mundur beberapa langka duduk di kursi dekat tempat tidur.
kedua tabib itu sok dari awal masuk Sampai saat ini, yang mereka ketahui jika majikannya ini adalah orang yang pelit bicara dan sangat jarang tersenyum bahkan tidak pernah .
namun melihat tindakan majikannya lembut terdapat wanita ini di pastikan wanita ini bukan wanita bisa hingga dapat meluluhkan hati majikan yang begitu dingin.