
jadi selama ini mahluk iblis ini berada di bawah tempat tidur ku "benar benar menjijikan"putri quen en ingin mengayunkan pedangnya kepada binatang iblis itu yang terlihat tidak memiliki kulit di tubuhnya bentukya juga seperti kucing hingga terlihat daging dari binatang itu.
namun saat pedang itu ingin mengenai binatang itu, binatang itu pun langsung menghilang" di mana mahluk itu
putri quen en memejamkan mata dengan mencium kalung itu dan berkata "tampakan mahluk iblis itu"
putri quen en membuka matanya yang di lihatnya sangat mengejutkan sekaligus dia begitu jijik hingga ingin muntah.
tidak hanya satu binatang itu namun jumlah mereka puluhan yang selama ini putri quen en tidak bisa melihat keberadaan mereka dikediamannya.
"rasakan ini" putri quen en mengayunkan pedang ke arah binatang itu.
melihat putri quen en menyerang binatang itu mereka langsung melompat ke arah putri quen en ingin mencakar dengan kuku yang panjang.
pah....
pedang mengenai binatang itu namun ketika tubuh mereka terpotong terlihat jika tubuhnya menyatu lagi.
"sial aku lupa jika binatang ini tidak akan mati hanya dengan pedang tampa kecuali api,"
"benar pangeran lee pernah mengatakan seperti itu"
di saat putri quen en sedang berpikir binatang itu yang berjalan di bawah lantai dan langsung mengigit kaki putri quen en.
"ahhh...
putri quen en dia menusukan pedang itu ke kepala binatang itu hingga melepaskan gigitannya.
terlihat jika kaki putri quen en terluka dengan darah keluar.
mencium aroma darah binatang itu langsung berubah menjadi lebih buas.
Bruk....
jendela kamar tiba tiba di buka dengan keras membuat jendela itu hancur.
"lee....
"hiyaaaa....
pangeran lee dia langsung melempar obor itu ke arah binatang itu membuat binatang itu mundur ketakutan.
"kau terluka"pangeran lee.
"ini karena aku tadi lengah"putri quen en meringis kesakitan.
"cobalah menyalurkan api dari tubuh mu ke pedang itu untuk membunuh mahluk ini"beritahu pangeran lee.
putri quen en dia mengangguk kepalanya dia mencoba konsentrasi.
terlihat api kecil keluar dari tangan putri quen en dan berjalan ke arah pedang" ini benar benar ajaib,aku bisa mengeluarkan api dari tangan ku"putri quen en terkagum.
pangeran lee dia tersenyum lembut" sekarang kita habiskan mereka jangan sampai mahluk ini lolos meloporkan keberadaan mu"pangeran lee.
"iyah"
putri quen en dia melayangkan serangan ke arah binatang itu membuat mereka mati ketika pedang api itu menyentuh tubuh binatang itu hingga terputus menjadi dua.
pahhh....
trang....
trang....
serangan api terus di layangkan hingga membuat kamar kediaman putri quen en terbakar.
"pangeran lee kau padamkan apinya, aku tidak ingin kamar ku hangus terbakar" putri quen en.
"tidak perlu kita tidak memiliki banyak waktu penjaga akan melihat kebakaran ini dan masuk kesini" pangeran lee.
"tapi aku mencari buku ku di sini jika di biarkan buku itu akan ikut hangus terbakar" putri quen en.
"gunakan kalung itu untuk menemukan keberadaan buku itu"
"ah iya aku hampir lupa"
putri quen en dia memejamkan matanya menciumi kalung itu "tunjukan di mana buku yang ku cari"
putri quen en dia membuka matanya kembali sambil menggelengkan kepala ke pada pangeran lee"kurasa saat berada di dalam istana ini kalung ini tidak berfungsi"
"itu karena tekanan iblis menguasai istana ini" pangeran lee.
"jadi seperti itu.
kebakaran kebakaran di kediaman yang mulia permaisuri...
kebakaran..
suara teriakan dari luar itu adalah pasukan yang berjaga di luar paviliun putri quen en.
mendengarkan suara langka kaki putri quen en dia melihat pangeran lee.
"lebih baik cepat pergi dari sini" pangeran lee.
"hmm"putri quen en mengangukan kepala tanda setuju.
pangeran lee dia memegangi tangan putri menariknya untuk menaiki jendela.
ahhh....
putri quen en dia memegangi kakinya sakit.
"kenapa" lee dengan khawatir.
"tidak apa mungkin ini adalah bekas gigitan mahluk itu" putri quen en.
pangeran lee dia mengangkat kaki putri quen en ke atas pangkuannya "apa yang kau lakukan"
pangeran lee dia tidak menjawab dia menaikan sedikit rok putri quen en dan membuka koas kaki putri quen en namun di cegah putri quen en "kamu tidak bisa melakukan ini karena kamu bukan...."
"aku suami mu jadi tidak apa aku melihat kakimu"pangeran lee dengan cepat memotong perkataan putri quen en.
di dalam dinasti ini memperlihatkan kaki itu adalah sesuatu yang di larang hingga mereka para wanita menutup kaki mereka dengan kaos kaki.
kaki mereka hanya bisa di lihatkan kepada suami mereka sendri.
saat kaos kaki di buka terlihat di sana darah segar keluar dengan luka yang lumayan dalam.
pangeran lee dia menundukan kepala untuk menghisap darah dari luka di kaki putri quen en" jangan lakukan itu"putri quen en.
"mahluk iblis itu memasukan racun malalui gigitan di kakimu jika di biarkan,luka ini akan membusuk dan semakin lebar" jelas pangeran lee.
"tapi"
"tidak ada tapi, aku tidak rela jika istri ku yang tercinta ini harus terluka dan sakit" pangeran lee dengan menarik hidung putri quen en dengan pelan.
membuat putri quen en dia tersenyum kecil.
pangeran lee dia menundukan kepala untuk menghisap darah putri quen en.
putri quen en dia merasa malu dia hanya menundukan kepalanya.
saat bibir pangeran lee menyentuh kulit putih quen en dia merasakan kesakitan darahnya seakan ikut tersedot membuat putri quen en dia meremas rambut pangeran lee.
namun hal itu tidak membuat pangeran lee risau dia terus menghisap darah putri quen en.
berlahan rasa sakit itu berkurang sedikit demi sedikit membuat putri quen en melepaskan gemgamannya di rambut pangeran lee.
dia lihat rambut lee yang rontok akibat tarikan putri quen en "aku minta maaf karena menarik rambut mu"putri quen en merasa bersalah.
"hmmm"putri quen en.
"apakah sakit" putri quen en mengusap kepala pangeran lee dengan lembut.
"sakitnya sudah hilang setelah istri ku ini memeganginya"pangeran lee.
putri quen en dia hanya memutar bola matanya malas mendengarkan lee selalu menyebutnya istri.
lee, mereka datang cepat lebih baik kamu pergi" putri quen en dia langsung mendorong pangeran lee jatuh ke bawah jendela kamarnya.
tepat pada saat itu pun pintu di buka.
pengawal membawa air di dalam ember mereka langsung dengan cepat menyiram kamar quen en hingga api pun menjadi padam.
putri quen en dia menundukan kepala untuk menyembunyikan wajah tidak ingin orang lain tau akan sttsnya saat ini yang sedang menyamar menjadi pelayan.
"kau pelayan tadi yang menerobos masuk ke kediaman permaisuri,apa yang kau lakukan di sini" bentak ketua penjaga.
"apa jangan jangan kebakaran ini adalah ulah mu"
kurang ajar mereka berani sekali membentak ku jika aku tidak menyamar kan ku pastikan mereka kan memohon ampun kepadaku"batin quen en.
"maaf tadi aku melihat api di sini jadi cepat berlari ke sini namun api tiba tiba besar membuat ku tidak bisa keluar" putri quen en yang pura pura menjadi pelayan beralasan.
"seret kehadapan ku pelayan itu"liu yang berada di ambang pintu berteriak marah.
pengawal mereka langsung menarik quen en untuk bersujud di bawah kaki liu
namun quen en dia masih berdiri dengan tegap seperti tidak ada niat sedikit pun untuk bersujud di bawah kaki liu untuk memohon ampun layaknya seorang pelayan pada dasarnya.
"cepat bersujud di bawah kakinya"pengawal.
putri quen en dia membungkuk sedikit dan....
bruk...
menyundul liu di bagaian perut dan putri quen en dia berlari dengan cepat.
di saat berlari putri quen en dia mencium kalung namun tidak berhasil.
sedang kaki masih terasa nyilu membuat putri quen en sedikit lambat sedang pasukan phonix mulai mendekat untuk menangkapnya.
melihat pintu di satu ruangan putri quen en dia langsung masuk.
sontak prajurit yang mengejarnya tidak berani masuk" pelayan itu dia akan mati karena dengan lancangnyaa masuk ke kamar yang mulia kaisar.
pintu quen en dia meringis kesakitan di kaki.
sadar ini adalah kamar kaisar yu an tian pun quen en dia langsung mencari tempat tersembuyi.
namun di kamar kaisar yu an tian tidak terlihat ada siapa pun membuat putri quen en bernafas legah.
mendengarkan suara langka kaki dari kamar mandi menuju di mana putri quen en sedang duduk.
putri quen en dia langsung bersembunyi di bawah tempat tidur.
kaisar yu an tian dia tampak menggunakan handuk dia terlihat habis mandi.
putri quen en yang bersembunyi di bawah tempat tidur dia di kejutkan saat kaisar yu an tian membuka handuknya membuat putri quen en memejamkan matanya dia tidak ingin melihat.
sudah cukup lama putri quen en menutupi matanya dia membuka kembali matanya terlihat jika kaisar yu an tian sudah tidak ada di depan lemari pakaian yang artinya kaisar yu an tian sudah selesai berpakaian
membuat putri quen en bernafas legah.
merasakan aneh di sampingnya.
putri quen en dia menoleh dengan pelan ke samping dan...
kaisar yu an tian dia tampak tersenyum jahat kepada putri quen en.
ketemu "kaisar yu an tian.
Aaaaaaaaaa.....
putri quen en dia berteriak dan mundur untuk keluar dari bawah ranjang.
zepp....
kaisar yu an tian dia seperti angin yang sudah berada di dekat putri quen en melihat putri quen en dengan tatapan dingin.
"apakah tidak ada kerjaan lain kau selain mengintipku" kaisar yu an tian.
"hah,suara ini dan matanya dia saat ini kaisar yu an tian bukan iblis yang mengendalikaan tubuhnya.
membuat putri quen en dia memegangi jantungnya yang hampir copot melihat tiba tiba kaisar yu an tian berada di sampingnyan.
"aku tidak mengintipmu namun aku mencari buku yang berada di kediamanku, kurasa kau mengambilnya dan menyembunyikan disini kan"putri quen en.
"aku tidak ada waktu untuk mengurus hal itu" kaisar yu an tian.
"yu an apakah kamu tidak ingat telah terjadi sesuatu terhadap ku dan kamu"putri quen en.
"kau melakukan kesalahan terhadap ku,waktu itu kamu mengatakan jika akan pergi me ruang pengadilan aku menunggu mu tapi kau tidak kunjung datang" kaisar yu an.
"benar kah"putri quen en.
padahal waktu itu jelas jelas dia ingin melakukan hal itu kepada ku apakah itu juga dia di bawah kendalian iblis hingga tidak tau apa yang terjadi saat tubuh di gunakan oleh iblis itu" batin putri quen en.
"kenapa kau mengunakan pakaian pelayan seperti itu akan kau sudah bosan menjadi permaisuri hingga ingin berubah nasib menjadi pelayan"ejek pangeran lee
"tutup mulutmu,aku tidak akan memakai pakaian ini jika tidak dalam keadaan seperti ini" maki putri quen en.
"lalu kenapa kau bersembunyi di bawah sana"kaisar yu an tian.
"sudahku katakan jika aku mencari buku ku"
"yu an dimana buku itu yang kau ambil di kamar ku"putri quen en.
di sana" tunjuk kaisar yu an tian di atas lemari pakaian.
putri quen en dia melirik keatas terlihat sebuah peti dengan ukuran sedikit besar.
putri quen en dia mengambil kursi untuk mengambil buku itu yang berada di atas.
saat putri quen en naik kursi namun tetap tidak sampai namun putri quen en dia terus memaksakan hingga melompat kecil.
karena kakinya sakit membuat putri quen en tidak seimbang dan jatuh tepat di atas tubuh kaisar yu an tian.
brukk...
mereka saling berdekatan putri quen en dia melihat wajah kaisar yu an tian yang tampan begitu dekat dengannya.
membuat hati putri quen en berdetak tidak karuan rasa.
namun tatapan kaisar yu an tian tiba tiba berubah menjadi merah.
"gawat iblis mengambil ahli tubuh kaisar yu an tian lagi"
putri quen en dia langsung menutup mata kaisar yu an tian dengan tanganya.
yu an tian sadar lah jangan biarkan iblis terkutuk itu menguasai mu"putri quen en.
"apa yang kau katakan" kaisar yu an tian dengan dingin dan langsung mendorong putri quen en dari atas tubuhnya.
membuat putri quen en terpental dan menghantam dinding dengan keras membuat putri quen en tidak sadarkan diri.