
ketika dia memasuki pintu gerbang Istana zommen suasana di sana tampak seperti biasa di jaga dengan ketat oleh prajurit.
dia berjalan seraya melihat ke sekitar ke hadiran nya tiada seorang pun bisa melihat Karena dia menjadi transparan.
hingga dia memasuki istana dan saat itu juga wujudnya pun langsung terlihat.
putri quen en dia hanya bisa mengutuk di dalam hati setiap kali masuk ke istana zommen kalung dewa pasti tidak akan berfungsi .
melihat seseorang datang prajurit Langsung menghampiri putri quen dan mereka langsung membungkuk hormat.
"hormat kami tabib Jiu"
tabib Jiu"batin quen en.
"silahkan tabib Jiu masuk kedalam yang mulia sudah menunggu anda"
putri quen en dia mengikuti pengawal membawa kediaman kaisar tang si fan.
mereka mengira quen en adalah seorang tabib yang tunggu dari perbatasan kota .
yang tentunya ini menjadi keuntungan bagi quen en sendiri tidak perlu bersusah payah.
pintu besar itu di buka .
"silahkan tabib yang mulia di dalam"
putri quen en pun masuk walaupun merasa aneh kenapa dia di antar masuk kedalam kamar bukan di ruang lain untuk mengobati atau mungkin kaisar tang sedang sakit parah hingga tidak sanggup untuk perjalan.
dia pun berjalan dengan pelan menyingkap tirai merah itu.
yang teryata tempat tidur itu kosong.
melihat itu quen en mengerutka keningnya.
"kemana kaisar brengsek itu"maki quen en dengan kesel.
"siapa yang kau sebut kaisar brengsek?
putri quen en dia pun langsung menoleh ke belakang yang ternyata di sana ada kaisar tang si fan yang berdiri tepat di belakang quen en.
membuat putri quen en terkejut hingga dia mundur dan tidak sengaja jatuh ke atas tempat tidur.
"maaf"putri quen en di langsung bangkit dari tempat tidur itu.
namun kaisar tang si fan mencekal pergelangan tangan.
tentu hal itu membuat quen en tidak sudih jika harus bersentuhan dengan kaisar tang si fan.
yang menurut quen en tangan itu lah yang membunuh rakyatnya Hingga dia langsung menepis tangan kaisar tang si fan.
"apa ini perlakuan tabib kepada seorang pasien nya "tanya kaisar tang si fan.
hmph....
quen en mendengus tidak suka bahkan untuk menatap kaisar tang si fan dia merasa begitu malas namun dia harus berada di rencana awal.
"maaf ,tadi aku hanya reflek"jawab quen en dengan datar.
di balik topeng tang si fan tidak terlihat kemarahan dia hanya tersenyum tipis dan berkata"jika kau bisa mengobati luka ku maka hal ini tidak akan ku permasalahkan"
"baik "quen en dia menoleh ke arah kaisar tang.
"katakan anda sakit apa"?tanya quen en kemudian.
"luka lama di bagian dadaku sakit beberapa hari ini".
"jika seperti itu buka lah pakaian anda biar kan ku memeriksakan terlebih dahulu"pinta quen en.
kaisar tang si fan dia menurut membuka pakaian satu persatu seraya menatap wajah quen en yang di tutupi sebuah kain namun bisa di pastikan jika wajah putri quen en sudah merah bagaikan kepiting rebus.
membuat putri quen en dia langsung menoleh menghindari apa yang di lihat di depan mata nya.
"jika kau melihat arah lain bagaimana bisa memeriksa ku,"goda kaisar tang si fan.
putri quen en dia mengepal tangannya.
dengan terpaksa dia melihat arah dada kaisar tang si fan yang di sana ada sebuah luka yang terlihat berdarah sedikit.
putri quen en ingin mengobati namun dia sadar jika dia tidak membawa alat medis nya bagaimana harus mengobati kini quen en bener bener ingin membentur Kepala .
"alat pengobatan ada di atas meja"kata kaisar tang si fan seakan tau apa yang di pikirkan quen en.
putri quen en dia dengan segera mengambil kotak obat itu .
"aku begitu terburu buru jadi lupa dengan peralatan ku"putri quen en dengan beralasan.
"terburu buru ingin bertemu dengan ku"
huk...
huk...
putri quen en langsung terbatuk batuk .
kaisar tang si fan dia tertawa Pelan melihat itu.
putri quen en dia pun langsung fakus itu mengobati kaisar tang si fan walaupun hatinya memberontak marah .
luka di dadanya tampak luka yang kecil namun terlihat begitu dalam di pastikan luka itu adalah luka lama .
saat tangan quen en menyentuh dada kaisar tang si fan.
dia merasakan hati bergetar sedih dadanya seakan tiba tiba sesak ingin menangis entah bagaimana quen en merasakan sakit di hatinya melihat luka di dada kaisar tang si fan.
sedangkan tang si fan dia memejamkan matanya seakan menikmati sentuhan lembut dari tangan quen en.
"luka ini terlihat biasa dan kecil saja namun selalu mengeluarkan darah ini harus di lakukan operasi di khawatir di dada anda ada sesuatu pembekuan darah" beritahu quen menahan mati Matian rasa sedih entah datang dari mana menusuk hatinya.
"operasi apa itu "tanya kaisar tang si fan.
"dada akan di belah "
"jika seperti biarkan , bawahan ku menyiapkan kebutuhan yang tabib perlukan".
putri quen en di hanya tersenyum hambar.
"baik, nanti aku akan mencatat apa yang di siapkan" quen en.
"biasakan kau memasangnya pakaian ku"pinta tang si fan.
putri quen en dia hanya dengan Malas mengambil pakaian itu dan memakai Kanya.
sungguh hal itu terlihat begitu romantis.
kaisar tang si fan yang duduk di atas ranjang sedangkan quen en harus membungkuk untuk memasang pakaian itu hingga mereka mendengar deru nafas mereka satu sama lain.
lagi lagi kaisar tang si fan memejamkan matanya seakan Menikmati aroma tubuh quen en yang di sukaianya .
Tampa mereka sadari di antara mereka berdua terlihat begitu akrab tidak memanggil menggunakan kata yang mulia atau sebutan hamba .
"sudah selesai ,"putri quen en dia langsung berlari ke kamar mandi menutup rapat pintu.
air matanya seakan tidak ingin keluar kini keluar begitu saja "bodoh kenapa dengan ku hanya melihat luka kecil di dadanya hati ku seakan sakit dan sedih seperti ini"
Hiksss...
hikss...
putri quen en dia menangis sejadi jadinya di dalam kamar mandi.
seraya memukul kepala .
menangis tanpa sebab bagaikan orang bodoh namun perasaanya seakan begitu sedih .
kaisar tang si fan dia dapat mendengar putri quen en menangis dia hanya bisa menunduk sedih seraya berkata"maafkan aku "lirihnya.
setengah jam berlalu .
putri quen en dia pun keluar dari kamar mandi .
"aku seperti tidak enak badan ,jadi akan pulang "? putri quen en dengan lesu.
kaisar tang si fan dia hanya mengangguk Kepala dan berkata"aku sudah menyiapkan kereta untuk mengantar mu beserta bayaran untuk hari ini"
putri quen en dia mengangguk Kepalanya dengan pelan dan berkata"terima kasih"
dan ternyata benar adanya di depan istana sudah ada kereta besar yang menunggu kedatangan.
putri quen en dia masuki kereta itu dengan tidak semangat .
hufff....
dia menarik nafas panjang.
"sudahlah mungkin ini adalah perasaan putri quen en asli"
dia ingin bersandar Ingin tidur namun sesuatu terlitas di benaknya.
hingga dia mengeluarkan sebuah jurnal di balik pakaian nya.
sejenak dia terdiam menilat jurnal itu .
dan langsung membuka halaman ke kelima.
tangan putri quen tiba tiba bergetar saat melihat lukisan di cincin di sana.
*hanya cincin ini yang ku berikan untuk mu*
*cincin ini agar kau selalu mengingatku Yue Yue akan segera kembali untuk menikahi mu...
Zhuang ku tugaskan untuk menjaga mu Hanya dia yang bisa ku andalankan saat ini .
setiap hari dia memberikan laporan pada ku apa saja yang kau lakukan seharian tentu hal itu sedikit mengobati rasa rinduku dengan senyum manis mu Yue.
namun satu laporan dari Zhuang yang membuat hati ku gelisah saat ibu mu dan kau di panggil ke kediaman kaisar secara langsung.
entah apa yang di bicarakan kaisar terdapat mu dan ibu mu namun Zhuang mengatakan jika setelah keluar dari kediaman kaisar ibu mu begitu bahagia namun tidak dengan mu kau terlihat begitu sedih .
Yue Yue apa yang terjadi di dengan mu sungguh aku mengkhawatirkan mu*..