
beberapa hari sudah berlalu setelah kejadian itu pada saat itu juga kaisar yu an tian tidak pernah menemui permaisurinya.
"sukur lah ini keadaan mu sudah membaik"
"iya putri nubi juga merasa senang hari ini sudah bisa kembali melayani anda"
"iya, bagaimna pun ini karena kesetianmu terhadap ku,dan ini ambil lah"quen en memberikan pakaian.
"putri, ini adalah kain sutra dan ini begitu mahal"
"aku waktu itu sudah berjanji kepada mu untuk memberimu hadiah"
"tapi putri ini hamba tidak pantas mengenakan ini"
"kenapa kau berkata seperti itu"
"karena nubi hanya seorang pelayan, sedangkan pakaian ini adalah kalangan bangsawan biasanya mengenakannya"
"siapa yang pelayan,asal kau tau selama ini aku menganggapmu saudara"
putri aku benar benar terharu dan nubi beruntung memiliki tuan secantik anda dan baik pula"
"rupanya kau bisa juga berkata manis seperti itu ya.
"heheheh"
"sudahlah malam ini kita akan pergi ke festival musim panas" quen en.
"festival aku sudah lama tidak melihat festival putri tapi"pelayan zi terlihat sedih...
"kenapa"
"bukan kah putri di hukum bahkan tidak di izinkan keluar dari paviliun ini"pelayan zi.
quen en menarik nafas dalam selama ini walau pun dia di hukum di paviliunnya namun dia bisa keliaran kemana saja mengunakan kalung itu bahkan saat ini dia sudah menjadi terkenal di kota dengan sebutan setan merah karena quen en sudah banyak memberantas kejahatan menolong yang lemah tapi entah kenapa penduduk kota sana malah mengenalnya dengan sebutan setan merah namun quen en tidak membantah karena menurutnya itu begitu keren.
namun jika ingin membawa pelayan zi dia tidak bisa mengunakan kalung itu bagaimana pun ini harus di rahasiakan dari siapa pun tentunya dia akan melewati para pengawal penjaga di luar paviliun ini.
dan tentunya dia tidak akan di izinkan apa lagi ini menjadi perintah mutlak bagi kaisar untuk mengurung quen en di kediamannya.
"kau benar tapi tenang saja,aku akan meminta izin langsung kepada kaisar"
"lebih baik tidak usah putri, nubi takut jika yang mulia kaisar akan marah malah menambah hukuman anda"
"kau tenang tidak pernah khawatir"
"baik lah putri"
"sekarang tugasmu menyiapkan pakaian untuk ku" quen en.
"segerah nubi laksanakan tuan putri" pelayan zi pun langsung beranjak pergi.
putri quen en langsung keluar dari kamarnya.
"yang mulia permaisuri anda akan kemana yang mulia kaisar tidak mengizinkan anda keluar" pengawal yang langsung mencegah putri quen en keluar dari paviliunnya.
putri quen en terlalu males dia bisa saja melumpuhkan pengawal ini sekali gerakan namun dia di sini seorang permaisuri tentuny hanya bersikap lembut layaknya wanita lemah bener benar menjengkelkan bagi quen en.
"minggir aku ingin menemui kaisar"
"tapi yang mulia permaisuri anda tidak di izinkan keluar dari sini"
putri quen en langsung menatap penjaga gerbang dengan tatapan dingin hingga membuat pengawal itu takut membuat dia menundukan kepalanya.
"lebih baik kalian minggir soal ini akan menjadi tunggung jawab ku"
para penjaga tidak berani membantah lagi mereka hanya mundur beberapa langkah untuk mempersilahkan putri quen en lewat.
putri quen en langsung keluar dari gerbang itu berjalan dengan angkuh menatap semuanya dengan tatapan datar.
"di mana kaisar saat ini" quen en bertanya kepada salah satu kasim.
"yang mulia sedang melakukan rapat yang mulia permaisuri di aula"
putri quen en pun langsung menuju kesana.
melihat kedatangan permaisuri para pengawal yang berjaga di depan pintu aula pun langsung membukakan pintu besar itu.
"yang mulia kerajaan awan putih mereka meminta anda untuk menjadikan putri ke enam putri mereka menjadi selir pertama anda hal ini tentunya menjadi keuntungan sendri bagi kerajaan kita yang mulia"
"hamba setuju akan hal itu bagaimana pun kita bisa memperluas wilayah phonix jika menjalini hubungan dengan kerajaan awan putri"
"benar kerajaan awan putih begitu kaya mereka memiliki tambang emas benar benar begitu menakjubkan kuharap yang mulia mempertimbangkan ini demi kejayaan kerajaan phonix ini agar lebih di kenal di dunia"
semua orang tampak berbincang memberikan pendapat mereka terhadap kaisar.
namun ketika tiba tiba pintu di buka, sebuah sosok cantik masuk kedalam pandangan semua orang seketika itu juga menarik perhatian mereka.
mereka langsung menundukan kepala mereka melihat permaisuri quen tiba.
dia berjalan dengan angkuh dan terlihat arogan dia tidak seperti seorang wanita lemah namun dia seperti seorang kesatria dia memancarkan aura yang begitu dingin membuat para pemberi pendapat yang tadinya mereka langsung terdiam.
ini pertama kali quen en masuk kedalam aula kerajaan setelah menikah dia tidak menyangka kaisar yu an ada kursi satu lagi untuknya.
"permaisuri memberi hormat kepada kaisar" quen en menundukan kepala pelan lalu dia berjalan menuju kursi di sebelah kaisar yu an tian.
sedang putri quen en dia tampak tersenyum lembut "yang mulia jangan melihat ku seperti itu seperti bola mata anda akan keluar saja"quen en berbisik yang hanya di dengar kaisar yu an tian.
sedangkan kaisar yu an tian mengepalkan tangannya" liu...."dia memanggil pengawal setianya.
melihat itu putri quen en langsung berkata pelan"jika kau berani mengusirku dari sini aku tidak akan segan untuk memyebarkan rahasia mu"bisik putri quen en.
kaisar hanya diam.
"hormat hamba yang mulia, apa ada sesuatu"
terlihat jika kaisar mengambil kuas dan tinta menuliskan sesuatu di sebuah kertas "antara kan ini kepada kerajaan awal putih.
"baik yang mulia.
putri quen en dia hanya tersenyum sinis rupanya kaisar yu an menyetujui jika putri keenam dari kerajaan awan putih mejadi selirnya.
"suami ku aku ada sesuatu yang ingin ku bicarakan kepada mu berdua" putri quen en.
mendengarkan itu semua tampak paham mereka pun langsung meninggalkan aula itu hingga menyisaha mereka berdua.
"untuk apa kau kesini, bukan kah kau di hukum untuk tidak keluar dari paviliun"
"sudah beberapa hari tidak berjumpa dengan anda benar benar membuat ku rindu"
"jangan berpura pura mereka sudah tidak ada di sini jadi tidak perlu bersandiwara"kaisar yu an tian.
terlihat jika putri quen en tertawa cekikikan lalu dia menarik nafas lagi untuk tidak tertawa lagi.
"dasar wanita gila"yu an tian.
"benar kah,tapi tadi aku mendengarkan jika para penjabat istana menawarkanmu untuk mengambil selir dan tampaknya kau menyetujuinya"
kaisar yu an tian hanya melirik putri quen en dengan dingin "kenapa bukan kah seharusnya aku memiliki selir dan itu tidak ada urusan dengan mu"
"benar itu bukan urusan ku namun jika benar itu terjadi maka aku akan pergi dari istana ini"
"jika seperti itu aku akan mempercepat pernikahan ku" kaisar yu an.
"apa kah kau lupa bukan kah setiap pengatin akan mati sebelum pernikahanya bukan kah hanya aku yang dapat melewati itu" putri quen en.
"aku ingin memberi tahukan sesuatu kepada mu saat aku kesini ketika aku tidur mereka meletakan dupa peracun terhadap ku dan ku yakin mereka akan melakukan hal sama dengan putri keenam tentunya kau tau jawabnya kaisar yang terhormat"
"terima kasih atas infonya, permaisuri tidak perlu khawatir karena aku akan melakukan pernikahan ini di kerajaan awan putih"
putri quen en dia terdiam lalu kemudian dia berkata"aku kesini ingin meminta izin mu untuk nanti malam ikut festival musim panas"
"silahkan saja anggap ini sebagai hadiah karena hati ini sedang bahagia"
putri quen en hanya tersenyum lalu berkata "kau jangan terlalu percaya diri saat tubuh mu yang busuk itu di ketahui oleh wanita ku yakin jika wanita itu akan jijik terhadap mu"
putri quen en langsung pergi dia tidak sedikit pun memberi salam kepada kaisar yu an tian.
melihat putri quen en pergi sudut bibir kaisar yu an terukir.
putri quen en terus berjalan namun di dalam perjalanan dia harus bertemu dengan nona fei len.
"hormat hamba yang mulia permaisuri"
"hmm" putri quen en mengangukan kepala dia terlihat pura pura terlihat sedih.
melihat itu putri fei len bertanya "kenapa seperti raut wajah yang mulia permaisuri terlihat sedih"
putri quen en tidak menjawab namun dia berjalan menuju ke sebuah kursi yang dengan di sana.
melihat itu fei len mengikuti karena dia merasa jika ada sesuatu yang ingin putri quen en sampai kan.
"yang mulia permaisuri anda tampak tidak baik baik saja apakah terjadi sesuatu"
putri quen en dia mengelap air matanya yang menetes saat ini dia memainkan peran sebagai wanita yang lemah dan mudah rapuh "benar hati ku saat ini tidak dalam suasana baik"
"bisakah hamba tau apa yang terjadi yang mulia permaisuri hingga membuat anda sesedih ini"
"tadi aku mendengar jika kaisar ingin mengambi seorang selir ini membuat hati ku sakit padahal kami baru menikah belum puas hidup berdua saja namun kaisar dia....." putri quen en terlihat sedih sambil menutupi wajah dengan tangan
melihat itu membuat fei len mencoba menenangkan putri quen en dengan menepuk pundaknya"yang mulia harus bersabar bagaimna pun suatu saat kaisar tidak akan pernah meninggalkan anda walau pun dia memiliki banyak selir bukan kah yang mulia permaisuri begitu di cintai oleh kaisar"
"kau benar, walau pun harus berbagi namun hati kaisar tetap menjadi milik ku, terima kasih setelah berbicara dengan mu hati ini merasa tenang"
"sama sama yang mulia permaisuri ini adalah kewajiban hamba, jika seperti itu hamba pamit karena ada sesuatu yang ingin hamba kerjakan yang mulia"
fei len putri membungkuk hormat lalu dia pergi.
namun di balik baju fei len dia menengapalkan tangannya "aku tidak akan membiarkan yang mulia kaisar mengambil selir itu adalah kesempatan ku untuk menjadi selir utama tidak seharusnya wanita itu merebutnya"batin fei len.
sedang kan putri quen en tampak bahagia dia seperti senyum kemenangan" sekali tepuk dia nyamuk langsung mati.
sett.....
tiba tiba bayangan seseorang ada dengan cepat langsung menghilang.
putri quen en berlari menuju pohon besar itu namun tidak menemukan siapa pun "ehh rupa ada seseorang yang mengikuti ku"