Quen En

Quen En
chapter 27



"kenapa kau tampak terlihat sangat cemburu seperti itu"?kaisar.


"omong kosong, aku mana mungkin cemburu aku cuma bertanya kenapa mu kenapa di sini tidak dengan selir baru mu itu"putri quen en dengan ketus.


"sudah ku katakan berapa kali dia bukan selir ku"?kaisar.


"lalu dia siapa kenapa kau membawanya ke istana ini"?


"nanti kan ku cerita kan tapi kali ini biarkan aku istrahat di sini" kaisar terlihat begitu lelah.


putri quen en hanya mehela nafas dengan kasar sambil menjawab "baik lah ini karena aku merasa kasian terhadap mu"


kaisar terlihat tersenyum kecil.


putri quen en melihat pakaiannya yang di kenakan kaisar terlihat basah karena darah di bagian belakang tubuhnya"duduk dulu, biar aku membantu mu mengantikan pakaian mu ini, bukan apa karena aku tidak tahan dengan bau darah"putri quen en dengan alasannya.


kaisar terlihat menurut dia duduk dan menyandarkan tubuhnya di sisi ranjang.


putri quen en membantu membuka baju kaisar sedangkan kaisar melihat wajah quen en yang begitu dekat dengannya saat ini merasakan kaisar terus menatapnya putri quen en berkata"jangan melihat ku seperti itu jatuh cinta baru tau rasa"


"ck benar benar terlalu percaya diri"


"terserah kau saja yang mulia kaisar" putri quen en.


putri quen en melepaskan pakaian itu lalu di ganti yang baru namun melihat luka di bagian belakang kaisar yu an tian semakin parah terlihat membusuk dengan darah yang terus keluar dan ada nanah benar menjijikan "luka ini semakin parah jika di biarkan saja kau akan mati kehabisan darah"


"cepat atau lambat aku pasti akan mati karena kutukan ini"?kaisar yu an tian dengan sedih.


"aku tau setiap manusia pasti tidak akan abadi tidak bisa menghindari kematian namun kau harus berusaha untuk membuat kau sembuh setidaknya bisa merasakan kehidupan yang bahagia" putri quen en.


kehidupan bahagia seperti apa yang kau maksud"


"seperti memiliki keluarga punya anak cucu melihat mereka tumbuhan dengan baik bukan kau itu sudah cukup bahagia"?


"permaisuri berkata seperti itu apa itu kode untuk kau meminta jatah"


"jatah maksudmu apa"?putri quen en bingung.


"malam pertama kita"kaisar yu an tian.


"apaaa dasar maniak bisa bisanya kau berkata seperti itu hah".


"apa salahnya bukan kah kita suami istri dan aku belum melakukan itu terhadap mu"?kaisar.


"apa sekarang kaisar akan menjilat ludahnya kembali apa kah sudah lupa dengan kata kata waktu itu jika kau tidak sudi untuk menyentuh ku kenapa skrg kau menginginkan malam pertama"?


"aku tidak mengatakan jika aku ingin meminta kau saja yang salah tanggap dasar wanita gila"


putri quen en terdiam dia menatap kaisar yu an tian dengan tatapan tajam namun melihat luka kutukan yang di derita kaisar yu an tian dia sedikit merasa sedih "sudahlah jangan bicarakan seperti itu hari sudah larut malam lebih baik kita tidur, kau bisa tidur di tempat ini aku akan tidur di kursi itu"putri quen en.


"hmmm" kaisar yu an tian.


"ini lebih baik kau kenakan sendiri pakaian mu"?


putri quen en langsung mengambil selimut menuju kursi yang tidak jauh dari tempat tidurnya.


"tunggu" kaisar.


"apa lagi"putri quen en membalikan tubuhnya dengan malas.


"tidur lah di sini tidak baik jika kau tidur di kursi kita bisa membuat pembatas bagaimna"? kaisar yu an tian.


"baik lah" putri quen en pun kembali ketempat tidur dan membuat pembatas antara dirinya dan kaisar.


sedang kaisar melihat itu dia hanya diam namun ada senyum kecil di bibinya.


"dulu kau membuat pil pelebur tulang untuk ku dan membuat penawarnya itu artinya kau ahli dalam ilmu medis"kaisar yu an tian.


"lalu"?


"apakah kau tidak ada cara untuk mengobati kutukan ku ini" kaisar yu an tian.


"aku tidak tau luka di tubuhmu benar benar aneh setiap kau meminum ramuan dari tabib istana terlihat semakin parah walau pun mengurangi rasa sakitnya"


"kau benar" kaisar.


mereka berdua pun tidak bersuara lagi tampak diam di keheningan malam.


"tempa kecuali tabib istana memberi mu racun bukan obat"?putri quen en.


"tolong di jaga perkataanmu tabib di istana ini setia pada ku mereka tidak mungkin mengkhanatiku"?


"kadang yang terlihat baik bisa juga menusuk dari belakang kau harus sadar itu hidup di dunia ini tidak bisa terlalu mempercayai orang lain kecuali pada diri sendiri di saat kita dalam keadaan lemah mereka akan menerkam mu"


"kenapa berkata seperti itu apa kah kamu pernah mengalami hal itu"?


putri quen en dia hanya terdiam di dalam hatinya masih menyimpan rasa dendam pengkhianatan sabahabatnya serta kekasihnya itu tidak akan pernah di lupakan dia sudah membunuh kekasihnya namun belum sahabat pengkhianat putri quen en berharap jika dia kembali kedunia moderan hal pertama yang dia lakukan membalas dendam membuat chu san menerima pembalasan yang setimpal tidak cuma itu mereka berdua juga membunuh bayi yang berada di dalam perutnya.


terlihat putri quen en mengepalkan tangannya tampa sadar hingga telapak tangan berdarah karena kukunya yang panjang.


kaisar yu an tian melihat itu semua dia melihat tatapan putri quen en penuh kebencian yang begitu dalam.


"sudahlah ini larut malam lebih baik kita istrahat saja"kaisar yu an tian.


"iya"


sedang kaisar yu an tian ingin menepuk pundak putri quen en untuk menenangkan hati putri quen en yang terlihat sakit namun dia mengurungi niatnya mengingat sifat putri quen en bisa saja mereka akan berperang jika sedikit saja kaisar yu menyentuhnya.


matahari bersinar terang menembus tirai kamar membuat putri quen en merasa sedikit silau di membuka matanya pelan dan mengeliat namun tubuh terasa berat seakan ada sesuatu menindihnya putri quen en melihat apa yang menindih perutnya dan teryata tangan kaisar yu an tian.


kaisar yu an tian memeluk putri quen en putri quen en menjerit.


Aaaaaaaaaa........


membuat kaisar terbangun "ada kenapa pagi pagi sudah berisik sekali" kaisar yu an tian.


putri quen en langsung menyingkirkan tangan kaisar dengan kasar membuat kaisar terkejut.


"kita sudah membuat pembatas kenapa kau malah memeluk ku hah"putri quen en dengan marah.


kaisar yu an tian memegangi telinganya"kenapa kau berisik sekali membuat telinga ku sakit"?


"salah mu sendri memegangi ku" teriak putri quen en.


"sebelum marah marah kenapa tidak kau lihat dulu siapa di sini yang lewat pembatas"


putri quen en langsung melirik pembatas yang di buatnya dia melebarkan mulut "bagaimna bisa aku yang melewati malah tidur dekat mu"?


"dasar wanita gila dia yang salah dia juga yang marah" kaisar yu an tian langsung beranjak pergi menuju kamar mandi.


sedangkan putri quen en terdiam dia sedang memikirkan sesuatu "selama ini aku tidak pernah tidur seperti ini tapi kali ini kenapa bisa jika seperti ini kaisar jahat itu akan menganggap ku wanita liar AAGGRR...... tidak bisa di biarkan"!!!putri quen en fustasi.


sedang kaisar yu an tian dia hanya bisa tertawa bagaimna tidak semalam dia tidak bisa tidur karena satu ranjang dengan permaisuri dia melihat putri quen en tidur dengan lelapnya seperti kelelahan kaisar yu an tian meangkat putri quen en untuk tidur di sisinya agar dia bisa memeluknya.


kaisar keluar dengan pakaian mandinya yang memperlihatkan dada bidangnya putri quen en memalingkan wajahnya dia terlihat malu "dasar tidak sopan kau ingin merusak mataku apa"putri quen en.


"udah sana mandi, aku akan keluar karena harus bertemu dengan putri yen yen"?kaisar yu an tian.


"pergi sana pergi dasar laki laki mata keranjang"


kaisar yu an tian dia hanya tersenyum kecil sambil mengenakan pakaiannya.


dan dia keluar.


tidak lama pintu di buka beberapa pelayan masuk ke kamar putri quen en.


sebagai dari mereka menuju kamar mandi untuk menyiapkan air untuk putri quen en.


sebagai lagi membersihkan kamar.


sedang pelayan zi membantu putri quen en melepaskan pakaiannya"putri semalaman anda mengambiskan malam bersama kaisar putri quen en terlihat begitu lelah"goda pelayan zi.


putri quen en langsung menatap pelayan zi dengan tajam"bisa kah tidak berkata seperti itu jika bukan karena kaisar jahat itu aku tidak akan seperti ini"putri quen en.


terlihat pelayan zi malu" putri anda benar benar hebat membuat nubi merasa iri saja"


putri quen en memutar bola matanya dengan malas "sudahlah aku ingin mandi"


"baik putri"


setelah selesai mandi para pelayan membantu putri quen en mengenakan pakaiannya dan pelayan zi menyisir rambutnya "putri apakah anda tidak ingat menemui putri yen yen dari kerajaan awan putih"


"tidak"


"padahal nubi mengira putri yen yen adalah putri keenam tapi itu salah dia adalah putri ketiga putri yang selalu di banggakan di kerajaan awan putih karena bakat menarinya"pelayan zi.


"apa yang mulia permaisuri tidak tau jika putri keenam dia telah mati saat putri keenam pergi kekota para bandit bandit datang lalu membunuhnya begitu saja hingga para pengawal putri keenam tidak bisa menghalangi mereka karena para penjahat itu seperti penjahat yang sudah berpengalaman"


"hmmm jika dia kesini pun cepat atau lambat dia akan mati bukan kah begitu setiap pengatin akan mati jika memasuki istana ini" putri quen en.


"benar hanya yang mulia permaisuri lah yang bisa menikah dengan kaisar yu an tian sampai saat ini masih bertahan"pelayan yang lainnya ikut menyambung.


"putri keenam mati apa ini ada sangkut pautnya dengan fei len" batin putri quen en.


"lalu untuk apa kaisar membawa putri ketiga ke istana ini putri yen yen dan dia juga mengatakan jika wanita itu bukan selirnya, aku harus menanyakan hal ini kepada kaisar jahat itu"batin quen en.


kalian semua keluar lah"putri quen en.


baik yang mulia permaisuri" mereka membungkuk hormat lalu keluar dari kamar itu.


traktak..... tak.... tak...


suara itu begitu jelas terdengar di bawah tempat tidur putri quen en tau jika itu adalah pedang tua miliknya.


dia mengambil pedang tua itu yang bergetar dengan hebatnya.


putri quen en mengambil pedang tersebut dia masih penasaran terhadap pedang itu apa kah jika di tarik keluar dari sarungnya akan kembali seperti samurai yang tajam.


putri quen en pun langsung menarik pedang tersebut teryata benar ketika di tarik keluar pedang itu berubah menjadi samurai.


"lagi lagi aku menemukan benda benda ajaib lainya" senyum licik putri quen en.


putri quen en pun langsung memasukan pedang itu dia membawanya menyembuyikan di balik gaunnya hingga tidak terlihat.


putri quen en keluar dari kediamannya menuju aula kerajaan namun di perjalan dia harus bertemu dengan pangeran ketiga yang tampak sedang menunggunya pangeran ketiga tidak sendri dia bersama nona fei len.


mereka saling lihat satu sama lain lalu berjalan mendekati putri quen en.