
putri quen en dia mehela nafas panjang dia begitu lelah semalaman tidak tidur.
putri quen en dia berjalan ke arah kursi dan meletakan tubuh di sana untuk tidur sebelum itu dia juga sudah merubah bantal guling itu ke bentuk semula jika melihat dua quen en bisa saja kaisar yu an tian menjadi terkejut.
tampa putri quen en sadari di dalam kamar ada sebuah dupa yang membuat putri quen en dan kaisar yu an tian tidur dengan pulas.
hingga pagi tiba mereka tidak kunjung bangun.
para pelayan yang berada di luar pintu kamar mereka terlihat gelisah kesana kemari mereka datang dengan membawa sarapan untuk kaisar dan permaisuri namun karena pintu tidak kunjung di buka membuat mereka harus menunggu di luar.
"kenapa jam segini yang mulia kaisar dan permaisuri tidak kunjung keluar ya"pelayan.
"iyaa biasa yang mulia permaisuri jam segini dia sudah keluar bahkan sudah bersantai di taman menghirum udara seger.
"kenapa kalian berkumpul semua di sini" liu yang tiba tiba datang melihat segerombolan pelayan berada di depan pintu kamar.
"mohon maaf tuan liu namun kami hanya menjalankan tugas tapi pintu kamar tidak kunjung di buka, apakah jam segini yang mulia kaisar dan permaisuri masih tidur"
"tidak biasa, bahkan ini sudah hampir siang"liu yang sambil melihat ke langit untuk melihat waktu.
"lalu bagaimna tuan liu,"para pelayan.
"entah lah, jika membangunkan yang mulia kaisar dan permaisuri takut mengganggu namun hari ini yang mulia kaisar memiliki jadwal pertemuan" liu.
"diam lah kakak dan kakak ipar sedang istrahat kenapa kalian semua sibuk di depan pintu kakak apakah kalian tidak takut mendapatkan hukuman karena mengganggu ketenangan kaisar dan permaisuri" tegur pangeran ketiga yang mendengarkan keributan saat dia melewati paviliun teratai.
hormat hamba pangeran "para pelayan.
liu hanya membungkuk tubuh sedikit.
"tapi pangeran ini bahkan sudah memasuki waktu siang, hamba takut di dalam terjadi sesuatu terhadap yang mulia kaisar dan permaisuri" liu dengan khawatir.
"jika seperti itu, biar benwang yang memeriksanya"pangeran ketiga.
"baiklah pangeran, silahkan"
pintu di ketok beberapa kali namun tidak sedikit pun ada sahutan dari dalam.
hingga pangeran ketiga memilih langsung masuk kedalam.
pangeran ketiga pun masuk kedalam kamar kediaman putri quen en dia melihat putri quen en yang tidur di kursi sedangkan kaisar berada di atas ranjang "kenapa mereka malah tidur terpisah seperti ini, tampaknya banyak sesuatu yang tidak ku ketahui tentang mereka"
pangeran ketiga dia berjalan ke arah putri quen en dengan ragu dia ingin menaiki gaun putri quen en sedikit untuk melihat pergelangan kakinya hingga terlihat kaki panjang mulus dan putih membuat pangeran ketiga menelan air liur namun yang paling mengejutkan dia melihat lingkaran hitam di kaki putri quen en dia yang menandakan jika putri quen en masih suci.
"menarik jadi selama ini, kakak pertama tidak menjamanya sedikit pun, padahal putri quen en cukup menarik" pangeran ketiga.
"pangeran, bagaimna keadaan kaisar dan permaisuri" liu dari luar yang menunggu pangeran ketiga tidak kunjung keluar.
pangeran ketiga pun membuka pintu kembali "mereka seperti sangat kelelahan,mungkin yang mulia kaisar dan permaisuri masih membutuhkan istrahat" pangeran ketiga.
"kalian pasti mengerti yang sudah menikah kelelahan karena apa"?tambah pangeran ketiga lagi.
mendengarkan kalimat itu membuat para pelayan wanita mereka langsung tersipu malu membayangkan kaisar yu an tian dengan putri quen en berada di atas ranjang bersama semalaman hingga siang mereka begitu lelah tidak sanggup untuk bangun lagi.
hemmmm"liu berdeham melihat itu membuat para pelayan langsung undur diri pamit.
jika seperti itu hamba undur diri pangeran" liu langsung membungkuk dan pergi.
pangeran ketiga dia melihat arah kamar putri quen en terlihat senyum samar di bibirnya.
perketat penjaga terhadap kediaman permaisuri namun kalian lebih baik tidak berjaga di depan pintu kamar lebih baik menjaga pintu gerbang paviliun ini"pangeran ketiga terhadap penjaga pintu.
"tapi pangeran, ini demi keamanan permaisuri dan kaisar" pengawal.
"hmm tapi apakah kalian tidak malu jika mendengarkan suara yang tidak seharusnya kalian dengar dari dalam"pangeran ketiga.
membuat para penjaga tertunduk malu seraya mengelengkan kepala.
"jika seperti itu lebih baik berjaga di pintu gerbang sana dan jangan di izinkan siapa pun masuk" pangeran ketiga.
"baik pangeran"
penjaga pun langsung berlari ke pintu gerbang paviliun.
_____________________________________
matahari sudah tengelam tergantikan oleh gelapnya malam namun putri quen en dan kaisar yu an tian tidak kunjung bangun hingga dupa itu habis.
putri quen en mengeliat pegal tubuh dia membuka matanya dengan pelan saat ingin mengerakan tubuh terasa tidak bisa gerak.
hingga membuat putri quen melihat tubuhnya dan merasakan jika tubuhnya tidak bisa bergerak karena di lilit tali yang begitu kuat di sekejur tubuh.
"kenapa aku terikat seperti ini, dan kenapa aku tidak terbung saat orang itu mengikat ku seperti ini"putri quen en sambil mencoba melepaskan ikatan di tangan dengan menggerakan namun tali itu begitu kuat hingga sulit di lepaskan.
putri quen en dia melirik kearah meja dia melihat di sana ada bekas dupa" apa dupa itu yang membuat ku tidak sadar tapi siapa yang melakukan ini, tentunya orang yang melakukan ini adalah orang yang memiliki pengaruh kuat hingga bisa masuk kedalam kediaman ku"putri quen en.
terlihat cahaya bulan memasuki kamar putri quen en membuat sinar bulan itu mengenai wajahnya.
putri quen en dia menelan air ludah sambil melihat arah kaisar yu an tian yang masih tertidur namun tak lama terlihat kaisar yu an tian langsung bangkit namun dengan sorot mata berwarna merah dia melihat putri quen en dengan senyum sinis terhadap putri quen en.
sedang putri quen en dia terus berusaha mencoba melepaskan ikatan itu namun tetap tidak bisa.
tiba tiba iblis itu dia seperti asap hitam menghilang dan langsung muncul di hadapan putri quen en "kita ketemu lagi,sekarang kau tidak bisa melakukan apa pun dan ajalmu sudah dekat" suara itu terdengar begitu dingin namun penuh keangkuhan setiap kata katanya.
"aku tidak pernah takut akan kematian"?putri quen en dengan menantang.
melihat sikap putri quen en yang tampak angkuh tidak terlihat sedikit pun sorot mata putri quen en ketakutan namun terlihat mereka memiliki mata yang sama dingin dan terlihat penuh kekejaman.
sama menatap dengan tajam dan dingin.
aku akan memberi apa yang kau mau"kaisar yu an tian dia langsung mencekik leher putri quen en.
membuat putri quen en tidak dapat bernafas dia hanya bisa memejami matanya merasakan sensas sakit di leher dan nafasnya terasa mencekat.
namun rasa Cengkraman di leher melonggar membuat putri quen en membuka mata kembali saat itu dia langsung bertemu dengan iris mata merah iblis cheng zheng yang masuk kedalam tubuh kaisar yu an tian.
membuat putri quen en terbatuk karena rasa sesak yang dia rasakan yang hampir membuat dia kehabisan nafas" kenapa kau tidak membunuh ku"putri quen en.
"aku tetap akan membunuh mu namun kau harus mati mengerikan" iblis.
putri quen en dia hanya diam menatap dengan dingin pria di hadapanya seadanya dia tidak terikat seperti ini di pastikan putri quen en sudah menedang jauh iblis di hadapannya ini
tiba tiba tiga sosok iblis datang di hadapannya kaisar yu an tian mereka tampak bersujud di bawah kaki kaisar yu an tian.
"hormat kami yang mulia" ketiga iblis itu.
"hmm"kaisar yu an tian.
"ada apa yang mulia memanggil kami kesini" ketiga iblis itu.
kaisar yu an tian dia melirik putri quen en yang terikat dengan kuat di sana"puaskan wanita itu"
ketiga iblis itu langsung mengangguk kepalanya mereka mengerti jika wanita itu di serahkan untuk mereka untuk memenuhi nafsu mereka.
"waktu itu kau membuat ku dengan pelayan menjijikan itu, sekarng kau harus membayar kejijian itu"kaisar yu an tian kepada putri quen en.
putri quen en dia tetap diam mencoba konsentrasi untuk dirinya.
ketiga iblis itu datang menghampiri putri quen en mereka memegangi wajah cantik putri quen en" luar bisa wanita ini begitu cantik, kita sangat beruntung yang mulia menyerahkan wanita ini untuk kita"
"benar, aku sudah tidak sabar, apa lagi wanita ini masih seorang gadis yang masih suci"
mereka ingin menarik pakaian putri quen en namun ikatan putri quen en langsung lepas karena dari tubuh putri quen en mengeluarkan api membuat para iblis itu mundur "sial wanita itu bisa mengendalikaan elemen api"maki mereka.
kaisar yu an tian langsung mengeluarkan kekuatan hitam dan di arahkan ke putri quen en putri quen en menghindari itu namun ketiga iblis itu mereka langsung menyerang putri quen en dengan pedang mereka membuat putri quen en yang tidak sadar dengan kecepatannya mereka harus terluka dan jatuh membentur dinding.
kaisar yu an tian dengan dingin berjalan ke arah putri quen en dan...
plak.....
sebuah tamparan di layangkan.
membuat sudut bibir putri quen en terluka.
sep..
tangan kaisar yu an tian dengan cepat menarik kalung putri quen en hingga terputus.
melihat itu putri quen en melebarkan mata dan berkata" ikut kalung ku kembali "?
"kalung ini harus aku hancur kan" kaisar yu an tian dia menggemkan seperti ingin meremukan kalung itu menjadi debu.
putri quen en melihat itu dia ingin segerah merebut kalung itu namun ketiga iblis itu datang memegangi kedua tangan.
"jangan jangan hancur, kalung itu" putri quen en.
melihat putri quen en tampak panik dan ketakutan membuat sudut bibir kaisar yu an tian terukir "kalung ini harus ku hancur, agar kau tidak bisa melawan ku lagi"
api hitam keluar dari tangan kaisar yu an tian.
putri quen en dia terus memberontak dari Cengkraman ketiga iblis itu untuk mengambil kalung itu namun mereka begitu kuat.
"lepaskan akuuu iblis sialann"
putri quen en dengan jelas kalung dewa itu akan segerah hancur membuat putri quen en menggelengkan kepalanya "jangan.....
set......
cahaya putih datang begitu saja dan langsung merebut kalung itu dan menyerang ketiga iblis yang memegangi putri quen en hingga dengan gerakan cepat putri di tarik jatuh dalam pelukannya.
"maaf harus datang terlambat"
"lee"
"lebih baik kita pergi dari sini" lee memeluk putri quen en dengan erat dan langsung menghilang di hadapannya kaisar yu an tian.
"kurang ajarr cepat kejar mereka"
mereka pun langsung menjadi cahaya hitam gelap dan menghilang.