
quen en dia begitu marah kepada pangeran lee karena membawanya pergi begitu saja dan dia juga tidak menyangka jika pangeran lee dapat menghilang seperti dirinya.
"apa lagi yang kau sembunyian dari ku hah,selain kamu punya kekuatan teleportasi seperti ini dan tau jika tubuh kaisar yu an tian di kuasai iblis apa lagi yang kau sembunyikan dari ku lee"putri quen en dengan mengeraskan suaranya.
"istri ku, ini bisa ku jelaskan kamu jangan salah paham ke padaku"pangeran lee.
plak..
tamparan di layangkan di wajah pangeran lee.
"sudah ku katakan jangan pernah menyebutku seperti itu apa lagi kamu adalah adik kaisar yu an tian yang artinya kau adalah adik iparku"
"sampai kau membunuh ku sekali pun aku tetap memanggilmu dengan seperti itu agar seluruh dunia tau jika kau adalah milik ku"
putri quen en dia berbalik membelakangi pangeran lee sambil melipat kedua tanganya karena hawa dingin mulai dirasakanya di gelapnya malam.
"aku takut jika yu an tian akan menghancurkan kerajaan EN" putri quen en dengan sedih.
"untuk apa kamu memikirkan istana EN yang membuat mu jatuh dalam gemgaman yu an tian bahkan selalu menyiksa mu dari saudara mu yang lain"
putri quen en dia membalikan tubuhnya melihat pangeran lee dengan tatapan penuh tanya "bagaimna kau tau soal itu.
"aku mencari informasi tentang mu namun tidak di sangka jika aku mengetahui kasus ini"
putri quen en dia hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya "lebih baik kamu urus urusan mu sendri tidak perlu kamu repot repot tetang aku"
"istriku kamu adalah bagian hidup ku yang tentunya menjadi tanggung jawab ku juga" pangeran lee.
putri quen en dia mengepalkan tangan kesel mendengarkan pangeran lee terus memanggilnya dengan sebutan istri.
suara tapakan kaki kuda terdengar jelas dengan cepat sudah mengelilingi putri quen en dan pangeran lee.
"pasukan kerajaan phonix" pangeran lee.
"tampaknya kaisar yu bertindak begitu cepat untuk menangkap kita" putri quen en.
"iya namun anda harus hati hati lawan kita saat ini bukan manusia" pangeran lee.
"jika bukan manusia lalu apa"putri quen en.
"iblis" pangeran lee.
"hah"
"dua pengkhianat terhadap yang mulia kalian berdua pantas mendapatkan hukuman" seorang pria yang mengunakan pakaian zirah pesi dengan tongkat tajam di tangan bisa di pastikan jika dia adalah ketua dari pasukan iblis ini.
"cihhh menghukum ku hahhha coba saja jika kalian bisa menangkap ku"quen en.
putri quen en dan pangeran lee melihat satu sama lain seperti satu kode bagi mereka.
pangeran lee dia mengeluarkan pedangnya dan menyerang pasukan itu.
zep..
zep.
zep...
trang....
trang...
putri quen en mengerakan tanganya membuat angin besar dari gelang yang dia kenakan.
angin besar pun datang menghantam pasukan itu namun pasukan iblis itu dia lenyap tidak terlihat.
putri quen en melihat itu dia mengerutkan keningnya menatap curiga, ia sedikit waspada namun tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
tidak tidak tangan keluar dari tanah menarik putri quen en hingga terhempas jatuh ketanah.
"quen en" pangeran lee berlari ke arah putri quen en.
namun langkahnya harus terhalang pasukan iblis yang tiba tiba muncul di hadapan.
"sial...."maki pangeran lee yang harus menyerang pasukan itu.
dia mencium kalung itu dan berkata" aku membutuhkan pedang.
cahaya bersinar terang tiba tiba muncul di tangan putri quen en dan terlihat pedangnya sudah berada di tangannya.
putri quen en dia terlihat tersenyum dia masih tidak percaya dengan dunia ini yang penuh keajaiban baginya dan yang masih terasa mustahil untuk di pahami.
"maju"putri quen en dengan angkuh.
hiyaaaa.....
pasukan iblis itu pun langsung menyerang putri quen en dengan cepat gerakan mereka jauh lebih cepat dari manusia tapi putri quen en bisa melihat dengan jelas walau pun mereka terlihat seperti hembusan angin menyerangnya.
namun pasukan itu tidak bisa mati saat tubuh mereka terluka dan terpotong tubuh itu menyatu lagi dan kembali seperti semula.
pangeran lee dia menghampiri putri quen en dan berkata"jika keadaa seperti ini kita akan terluka tampa kecuali istri ku mengunakan cincin itu" pangeran lee.
"cincin, apa maksud mu cincin ini" putri quen en menunjukan cincin yang melingkari di jarinya.
"benar cincin pernikahan kita"pangeran lee.
membuat putri quen en memutar bola matanya" terserah kau saja lah,lalu apa hubungan dengannya cincin ini dengan iblis di hadapan kita.
"mereka hanya bisa mati dengan api"pangeran lee.
"dan cincin yang kamu kenakan bisa menyalurkan api ke pedang yang kau pengang"pangeran lee.
"caranya" putri quen en.
"konsentrasi dan pikiran api mengalir di tanganmu menuju pedang" jelas pangeran lee.
putri quen en dia mencoba konsentrasi dengan memejamkan matanya mencoba api akan mengalir ke tanganya menuju pedangnya.
namun ketua pasukan iblis itu dia langsung menyerang putri quen en.
dengan cepat pangeran lee menghalangi itu dengan pedangnya.
"berkontrasi lah"pangeran lee terhadap putri quen en.
"iya"putri quen en mencoba sekali lagi namun tidak bisa dengan suara berisik seperti itu membuat dia harus gagal.
"lee aku sudah mencoba namun tidak bisa lebih baik kita saat ini pergi"putri quen en.
"baik lah"pangeran lee mundur beberapa langkah dan sudah berada di depan putri quen en.
dia juga memegangi tangan putri quen en dan membawa putri quen en menghilang.
ketua pasukan itu dia tersenyum licik" lebih baik kita pergi mereka sudah masuk dalam perangkap.
saat pangeran lee muncul di suatu tempat dia sadar jika tempat ini adalah istana phonix bagian barat tempat dia tinggal saat ini.
"di mana putri quen en" pangeran lee tidak melihat putri quen en berada di sampingnya.
saat pangeran lee ingin menghilang sebuah rantai berjalan ke arahnya dan mengikat kedua kakinya dan tangannya.
pintu itu langsung di buka ketua pasukan iblis masuk dengan senyum licik terukir di bibirnya dia juga masuk bersama dua bawahnya yang tampak memegangi dua pedang di tangannya.
"hahahahahah lihat dia masuk dalam jebakan kita"
"benar kita sudah melakukan portal jika mereka mengunakan kekuatan teleportasi mereka akan kembali ke tampat asal di mana seharusnya mereka berada"
"apa,jika seperti itu jadi putri quen en saat ini berada di"pangeran lee.
"berada di kediamannya kaisar yu an tian" ketua iblis itu menyambung.
mari jalankan tugas untuk membunuh pria ini"
mereka pun menghampiri pangeran lee dengan tatapan berdarah dingin licik seakan pangeran lee saat ini seperti sebuah mainan baru bagi mereka.
namun pangeran lee dia hanya diam menatap tajam pasukan iblis di hadapannya.
________________________________________
jangan lupa VOTE