Quen En

Quen En
chapter 95



tubuh quen en menjadi tegang dengan pelan dia menoleh kearah belakang .


tapi tidak ada siapa siapa pun.


quen en mengutuk dalam hati zaman ini, setiap hari semakin mengerikan bahkan dia sebagai seorang agen nomor satu harus takut menghadapi mahluk mahluk mistis ini yang terlihat mengerikan yang dapat menghancurkan dan membunuh jika dia lengan sedikit saja.


putri quen en pun kembali kearah depan.


tatapan langsung tercekat dengan bola mata merah yang berada di hadapan menatap dengan tatapan licik serta senyum jahat terukir jelas di wajah Tampan Cheng Zheng.


putri quen en menelan susah payah .


badan menyusut Mundur di atas tempat tidur"Cheng Zheng apa mau mu sebenarnya , tingkah mu sungguh membuat ku takut"putri quen en.


"sudah kutakan jika aku ingin menikmati tubuh mu"Cheng Zheng dengan secepat mencekal pergelangan kaki quen en.


putri quen en merontan dengan menendang nendang apa pegangan Cheng Zheng agar terlepas.


tapi pria itu terlihat tidak melepaskan cengkeramannya nya dia hanya menatap quen en dengan tatapan ingin melahapnya.


quen en saat ini tidak tau mengahadapi iblis di hadapan yang terbakar nafsu.


tidak ingin di nodain oleh iblis namun iblis itu juga mengunakan tubuh suaminya tentu sebenarnya tidak masalah jika dia datang melayani .


tapi hati quen en masih belum nyakin dia menyimpan rasa keraguan saat ini.


Quen en mengangkat tangannya terlihat pedang tiba tiba muncul .


Trang.....


dia langsung mengangkat pedang itu mengarah kan ke Cheng Zheng .


pria itu hanya bisa menghindari serangaan itu.


terlihat jika Cheng Zheng melepas cengkraman Tampa banyak pikir quen en Langsung mencium kalung dewa .


entah akan pergi kemana namun tujuannya menghindar Cheng Zheng dan memikirkan cara untuk menyegelnya kembali.


bruk...


tubuh quen en terpental di sebuah tempat .


putri quen en mengosok punggung karena terasa punggung sakit akibat terlalu kuat terhentak.


dia mendongka wajahnya melihat jika saat ini dia berada di sebuah kereta cukup luas namun kumuh dengan jeruji beri di setiap dinding lebih tepatnya ini adalah kereta tahanan.


"sssiiii apaaa kau"seorang wanita dengan terbanta banta ketakutan melihat kedatangan quen tiba tiba.


putri menoleh kebelakang yang ternyata banyak wanita wanita yang duduk lemas di sana dengan pakaian compang camping darah yang sudah kering di tubuh mereka .


seperti mereka mendapatkan siksaan beberapa hari yang lalu.


"siapa aku , tidak tau kenapa aku bisa tiba tiba di sini"quen en memegangi kepala pura pura pusing dan bingung.


"kau datang tiba tiba masa kau tidak tau"seorang gadis Tampak berusia 15 tahun bertanya kepadanya tubuh terlihat penuh lebam.


putri quen en dia menggeleng kepala tanda tidak tau.


"siapa nama mu "tanya gadis itu.


"aku quen "


"nama yang bagus , perkenalkan nama ku Lin Lin"


"ya,"putri quen en.


"apa kau sudah makan"tanya Lin Lin dia tampak terlihat begitu ramah terhadap quen en.


"ya"


"ini "LiN LiN menyodorkan roti yang kelihatan begitu keras dan kotor.


putri quen en dia ragu untuk mengambil makanan itu namun tidak ingin membuat hati gadis itu kecewa akan sikapnya hingga dia dengan terpaksa mengambil nya.


"kakak kenapa kakak memberi kan kepadanya itu adalah makanan kakak untuk besok"seorang anak kecil yang usianya sekitar sembilan tahun .


"tidak apa ,kakak masih tahan tidak makan tiga hari"Ling Ling seraya mengelus kepala adiknya dengan sayang.


putri quen en pun tercekat dia awalnya begitu tidak selera untuk makan roti ini di tambah perkataan bocah kecil di hadapan membuat dia benar-benar tidak ingin makan lagi.


"ambilah , sebenarnya aku masih kenyang"quen en menyodorkan kembang roti itu.


"tidak apa itu untuk mu,kau jangan tersinggung dengan kata kata adik ku Quen"Ling Ling.


"bagaimana ini disimpan saja jika lapar nanti makan bersama"quen en .


"hmmm baik lah"


"jika boleh tau kenapa kalian semua berada di penjara tahanan ini ,siapa yang memperlakukan kalian seperti ini"?


"kami semua akan di kirim menjadi budak di negara zommen"


"negara zommen? "


"apa kah kau dari negara GU "?


"benar ,"


putri quen en dia hanya menarik nafas berat.


ternyata tebakan quen en dari awal Gu pasti akan kalah di tangan pasukan kerajaan zommen.


kereta tahanan pun berhenti.


putri quen en menyingkap kain merah yang menutupi kurungan kereta tersebut "kenapa berhenti , apakah sudah sampai di zommen"?


"belum"Lin Lin menjawab dengan lesu suara terdengar ketakutan.


melihat itu quen en mengerut keningnya bingung dia kembali mengintip melihat apa yang terjadi.


di belakang kereta tahanan quen en rupanya masih banyak kereta tahanan lagi di belakang dan di depan kereta tahanan quen en yang di tempatinya.


tepat di belakang kereta quen en dengan ukuran besar itu di tarik penutup kain merahnya memperlihatkannya dua puluh wanita di dalam sana.


Aaaaaaaaaaa......


terdengar suara jeritan ketakutan saat pintu kereta tahanan itu di buka dan di tarik keluar para wanita itu.


"ampun ampun tuan ...


"ampun ampun....


semua gadis gadis itu di tarik paksa keluar dari tahanan tersebut mereka langsung berlutut di bawah kaki pasukan yang tampak nya pemimpin dari pasukan zommen.


dia adalah panglima Sheng.


menatap gadis gadis muda dengan kebengisannya .


krek.....


di tarik nya pakai gadis muda tepat di hadapan membuat gadis itu menyisahkan kain tipis di tubuhnya.


gadis itu terlihat menyusut ketakutan


Sheng dia berjongkok di depan gadis itu melirik dengan teliti wajah gadis itu yang terlihat begitu ketakutan.


namun Sheng dia langsung menghempaskan gadis itu hingga jatuh tersungkur.


aduh...ahhhh"Kepala gadis itu Tampak berdarah di kening nya terkena krikil krikil di tanah.


"tidak ada yang bagus ,semua bisa kalian nikmati malam ini"


setelah Sheng berkata seperti itu prajurit yang berdiri di belakang bersorak bahagia.


menarik para gadis gadis muda itu ke semak semak.


"kelakuan mereka seperti binatang"quen en mengepalkan tangannya melihat itu semua.


hik...


hik...


hik...


Ling Ling dan berserta gadis gadis lainnya menangis , terlihat jika mereka begitu ketakutan .


"kenapa kalian semua tiba tiba menangis seperti ini"quen en.


"kami semua takut mengalami nasip seperti mereka"jawab mereka yang hampir bersamaan.


"lebih baik tentangan pikiran kalian ,hal ini bisa pikirkan agar bisa keluar dari sini"


".. mustahil itu mustahil cara keluar dari kurungan ini saja Mustahil apa lagi harus menghadap prajurit kerajaan zommen "


"tidak ada yang mustahil jika kita berusaha"quen en meyakinkan .


namun tetap saja Wajah wajah gadis di hadapannya terlihat murung dan sedih.


kain merah penutup kandang itu pun di buka


"keluar kalian semua!!!!!!


pintu pun terbuka namun tidak satupun yang berani keluar mereka mundur ketakutan .


saat Sheng melihat quen en dia merasakan tertarik penampilan wanita itu begitu jauh berbeda dari wanita lainya di dalam kereta tahanan .


"apa gadis ini adalah putri dari kerajaan Gu yang menjadi tahanan"?


tidak sabar lagi .


Sheng meminta prajurit untuk menarik quen en.


"kau ikut sini"prajurit itu menarik quen en.