
beberapa hari sudah berlalu.
tepat di sore hari putri quen en yang sedang sibuk membaca buku di dalam kamarnya tiba tiba pintu kamar di buka dengan cepat putri quen en menyembuyikan buku itu di bawah bantal.
"putri gawat putri" pelayan zi.
"ku kira siapa bikin kaget saja, ap yang gawat"?
"itu yang mulia kaisar telah tiba"?
"lalu"
"hmm yang mulia kaisar membawa seorang gadis cantik bersamanya bahkan mereka satu kereta hal ini benar mengejutkan apa kah wanita itu adalah selir kaisar"
"biar kan saja aku tidak ada urusan dengannya"?
"apa kah putri merasa sedih, yang mulia menikah lagi"?
putri quen en dia berdiri berjalan ke arah jendela melihat kereta yang tersusun rapi di bawah sana "istri mana yang tidak sedih jika suaminya menikah lagi"?
"benar putri tapi di bandingkan wanita itu drajat putri jauh lebih tinggi dia hanyalah seorang selir" pelayan zi.
"mau selir atau pun simpanan itu sama saja aku tidak suka memiliki hubungan dengan berbagi dengan orang lain,jika ini adalah pilihannya maka aku hanya pergi"
"apa,putri anda jangan bercanda hal ini bisa kita memikirkan cara untuk menyikirkan wanita itu"?
putri quen en menepuk pundak pelayan zi "aku bukan seperti mereka yang membunuh setiap pengatin yang masuk kesini jika kaisar bahagia dengan wanita itu biarkan saja hidup ku terlalu berharga untuk membuat setiap saat hati ini sedih masih banyak di luar sana kebahagian yang menanti ku"
putri "pelayan zi langsung memeluk quen en.
"baru kali ini nubi mendengarkan seorang istri menyerahkan suaminya ke wanita lain dengan cara seperti ini karena ingin suami bahagia jika semua orang tau akan hal ini maka suatu saat banyak janda muda"
putri quen en tersenyum "kau benar tapi apa kah kau tau ada pepatah mengatakan jika janda itu jauh lebih mengoda"
"putri pepatah dari mana itu benar benar aneh"?
"tentu saja kau tidak tau di kehidupan moderan kata kata ini sering ku baca di sosmed"batin quen en.
"apa kah putri tidak ke aula untuk menyambut kaisar"?
"tidak"
"kenapa putri jika yang lain tau putri tidak hadiar di dalam aula mereka akan menganggap putri sedang sakit hati bahkan tidak menerima keputusan kaisar menikah lagi hal ini akan membuat putri di pandangan sebelah mata"
"biarkan saja mereka mau berkata itu hak mulut mereka membiarkan ku seperti apa"
"putri apa kah anda benar benar sedih hingga tidak ingin menemui kaisar"?
"tidak, lebih baik kau keluar saat ini aku sedang sibuk membaca dan jagalah pintu kamar siapa pun tidak di izinkan masuk"
______________________
di dalam aula kerajaan.
putri keenam kerajaan awan putih dia terlihat senyum bahagia melihat pria tampan yang berada di dekatnya.
"putri yen yen silahkan anda beristrahat di kamar yang telah di sediakan untuk anda" dayang istana.
"baik lah, yang mulia hamba undur diri" yen yen membungkuk hormat suara terdengar begitu lembut.
kaisar yu an tian mengagukan kepalanya.
putri yen yen berjalan dengan pelan dan terlihat anggun setiap langkahnya terlihat seperti tarian di tambah pakaiannya yang di gunakan membuat dia terlihat sangat cantik.
"yang mulia putri yen yen benar benar cantik tidak rugi anda mengambil dia sebagai selir utama" mentri WE.
"benar benar beruntung dia adalah gadis cantik di kerajaan awan putih banyak para penjabat tinggi yang menginginkannya namun semua di tolak tapi kerajaan awan putih malah menawarkan putrinya untuk kaisar ini adalah anugrah"
kini matahari telah tengelam hingga tergantikan oleh bulan dan binatang binatang di langit.
putri quen en dia sedang asik membaca buku untuk mencari petunjuk di mana dia harus pergi karena dunia ini belum di kenalnya yang dia butuhkan saat ini adalah peta dunia namun setelah mencari di perpustakaan dia tidak menemukan apa pun.
pintu di terbuka pelayan zi membungkuk hormat lalu meletakan sebuah gelas dan makanan yang di keletakan di atas meja"putri nubi membuatkan anda cemilan mungkin saat putri quen en membaca pasti akan haus atau lapar"
"terima kasih pelayan ku ya cantik" putri quen en.
"cantik yang benar saja putri tapi terima kasih atas pujiaannya"pelayan zi cengigisan.
putri quen en hanya mengelengkan kepalanya dia merasa pelayan zi bukan hanya pelayannya namun juga temannya.
putri quen en mengambil minuman itu untuk di minum namun mendengarkan pelayan zi bicara membuat dia tersedak.
"malam ini adalah malam pertama yang mulia kaisar bersama putri keenam"
huk huk huk.....
putri anda baik bail saja kan"pelayan zi memukul putri quen en.
putri quen en meangkat tangannya untuk meminta pelayan zi berhenti untuk memukulnya di bagian belakang lehernya.
"kau bicara seperti itu membuat ku kaget"putri quen en.
"mohon maaf putri, seharusnya nubi tidak berkata seperti itu karena putri pasti sakit hati"
"untuk apa aku sakit hati"?
"itu karena kaisar malam ini bersama putri keenam.
membuat putri quen en terdiam.
"pelayan zi aku ingin tidur kau lebih baik kembali ke kamarmu beristrahat lah"
melihat raut wajah putri quen en berubah seperti sedih pelayan zi merasa bersalah seharusnya dia tidak mengatakan seperti itu"baik putri nubi undur diri.
putri quen en dia membarikan tubuh dia merasa sedih bukan karena malam pertama kaisar yu an tian namun dia merasa sedih karena jalan cinta di kehidupan dulu sampai saat ini tidak pernah berjalan mulus ke inginkan kecil yang dia impian terasa begitu sulit.
dak.....
dak...
dak....
putri quen en langsung mengambil pedang itu yang terlihat bercahaya" ada apa ini kenapa riba tiba pedang ini bergetar seperti ini, apa pedang ini milik setan jika benar sangat mengerikan"
putri quen en langsung melempar pedang itu namun terlihat pedang itu seperti terbang melayang di hadapannya putri quen en.
membuat putri quen en mundur namun saat itu juga kalungnya mengeluarkan cahaya dan pedang itu mendekat putri quen en.
apa ini pedang setan"putri quen en.
putri quen en mundur namun pedang itu terus mengikutinya bukan lebih tepatnya adalah kalungnya sadar akan hal itu membuat putri quen en membeku"apa ini ada hubungan dengan kalung ini, aku merasa jika kalung yang ku kenapa seperti menarik pedang tua ini.
putri quen en menggapai pedang itu membuat kalung itu bercahaya.
putri quen en meangkat pedang itu untuk menyentuh kalungnya hingga terlihat pedang itu berubah bentuk dia terlihat seperti samurai yang tajam namun memiliki ukiran yang indah burung phonix"ini kenapa seperti ini"?
dari luar kediaman putri quen en terdengar suara kasim"yang mulia kaisar telah tiba dan akan memasukin kediaman yang mulia permaisuri"
"apa kenapa dia tiba tiba kesini"putri quen en pun langsung memasukan pedang itu kesarungnya namun yang lebih mengejutkan pedang itu kembali seperti semula seperti pedang tua yang karatan tapi putri quen en tida bisa terlalu lama berpikir dia langsung melempar pedang itu kebawah tempat tidurnya.
hingga terlihat kaisar masuk.
dia terlihat pucat dan tubuhnya seperti sedang berkeringat sedikit bergetar seakan menahan rasa sakit yang teramat sakit" kenapa ke sini bukan kah kau seharusnya malam pertama dengan selir baru mu"putri quen en.
"tubuh ku tiba tiba sakit" kaisar yu an tian.
"lalu ketika sakit kau ke kamar ku dam ketika kau sehat kau bersamanyaa"?
"tidak bisakah kau memperhatikan ku sedikit saja permaisuri"
"ck saat sakit aja kau menyebut ku seperti itu"?putri quen en dia tampak tidak perduli padahl kaisar tampak terlihat sangat kesakitan.
tubuh kaisar yu an tian terasa begitu sakit dia langsung terjatuh di atas tempat tidur pakaian yang berwarna merah di kenakan terlihat basah.
putri quen en langsung membalikan tubuh kaisar yu an tian dan mendorongnya hingga jatuh dari tempat tidur.
bruk...
"aissssss tempat tidur ku kotor karena darah mu bener benar menyebalkan"?
terlihat kaisar yu an tian mengepalkan tangannya "di saat aku sakit seperti ini kau malah memperdulikan tempat tidur mu bahkan mendorong ku"?
hmph....
putri quen en mendengus kembali kesana bersama selir yang kau cintai itu kenapa saat kau sakit malah kesini hah kau pikir aku apa "?
"ke ke napa kau marah seperti ini"? kaisar yu an tian.
"bodoh amatttttt pergi sana pergi"putri quen en memukul kaisar yu an tian dengan bantal namun kaisar yu an tian dia tampak diam dan tak bergerak.
melihat itu putri quen en meletakan bantalnya kembali"apa kah mati"putri quen en dengan menusuk nusuk wajah kaisar.
"aku tidak mati tapi ini sakit bisakah kau mengambil obat untuk ku"kaisar yu an tian.
"baik lah ini karena aku merasa kasian terhadap mu seperti seekor tikus yang akan sekarat saja"
kaisar yu an tian hanya menarik nafasnya dalam dalam.
"di mana obatnya"?
"di dalam lemari mu di bagain atas"
"bisa bisanya kau menyimpan obat di kamar ku kenapa tidak di kamar mu saja"putri quen en langsung melangkah pergi menuju lemari.
saat dia mengambil sebuah botol kecil dia melihat cairan berwarna hijau tua"
putri quen en membuka tutup botol itu hingga tercium bau menyengat.
"apa kau yakin ini obat"?
"tentu saja cepat berikan itu kepada ku"
"ya ya" putri quen en menyerahkan botol obat itu.
kaisar yu an tian langsung meminumnya.
tidak lama penyakitnya reda.
kaisar yu an tian bangun dia dari tadi duduk di bawah lantai.
putri quen en membuka lemarinya lagi dia terlihat bingung melihat ada botol kecil dengan cairan berwarna putih keruh.
"apa ini".
"itu obat ku kenapa bisa ada dua di dalam lemari mu"
putri quen en tampak sedang berpikir namun dia terlihat menutup mulutnya dengan tangannya "aku salah memberimu obat"?
"apa maksud mu"?
"itu itu aku baru ingat walau itu aku meminta pelayan zi membelikan ku sebuah racun tikus karena sering kali melihat tikus berada di kamar ku ini"?
"jadi kau memberikan ku racun tikus"?
"iya kurasa,tapi kau tidak perlu khawatir karena aku mendengar jika racun itu lama berkerjanya sekitar dua jam lagi"
"apa" kaisar yu an tian langsung berlari kekamar mandi dia terlihat memuntahkan semua yang masuk kedalam perut nya.
saat kaisar keluar terlihat dia lemas tak berdaya menjatuhkan tubuh di atas tempat tidur.
"tapi aku baru ingat tadi jika racun tikus yang ku minta itu berwarna putih keruh seperti ini jadi obat yang kau minum adalah obat yang benar"
kaisar mengepalkan tangannya hingga terlihat urat urat di tangan dia sudah di permainankan orang putri quen beberapa kali.
melihat itu putri quen en hanya tertawa di dalam hatinya dia bersorak gembira "rasakan itu dasar kaisar jahat"batin putri quen en.
"kenapa kau tidak tidur dengan selir mu itu bukan kah ini malam pertama mu"?
"dia bukan selir ku"?kaisar yu an tian