Quen En

Quen En
chapter 164



Cheng Zheng ia hanya menyeringai melihat wanita itu terlihat ketakutan.


zep...


pedang panjang itu sudah tembus dari belakang ke jantung gadis itu.


wanita itu dengan susah payah melihat kearah belakang .


yang teryata Jiu sudah menancap pedang ke tubuhnya.


darah merah itu mengalir di tubuh gadis itu seperti air mengalir dengan indah di tubuh gadis yang berkulit putih.


semua pria yang berada di sana langsung tercakat tidak berani bersuara mereka semua menundukan Kepalanya takut.


kaisar mereka sangat kejam.


"dasar tidak berguna"decak benci Cheng Zheng.


pelayan pun berlari menyeret gadis itu secepat mungkin di Takutan mengotori karpet istana dengan darah.


sungguh di era ini wanita tiada harganya.


mereka di perlakukan dengan kejam tugas mereka hanya melayani melayani keinginan pria jika pria sudah tidak menginginkan lagi maka para wanita itu wajib mati karena di Anggap tak berguna.


tentu perlakukan ini tidak hanya di Phoenix namun di wilayah lainya.


tapi berita itu tersebar luas akan ke adilan bagi seorang wanita.


keadilan jika seorang wanita bergabung ke sakte naga langit.


banyak wanita ingin hidup bebas meraka melarikan diri untuk meminta bantuan ke sakte naga langit akan keadilan bagi kaum wanita tapi sedikit yang lolos untuk menuju ke sana.


____________________________________________


go Jia melihat kedatang setan merah dia menjadi sangat bahagia hingga berlari dengan cepat untuk menyambut.


"guru, akhirnya anda kembali"ucap go Jia dengan bahagia.


putri quen en ia hanya tersenyum di balik cadarnya.


"go Jia"


"guru , kemana Anda selama ini ? kenapa lama tidak ke sekte naga langit?


putri quen en menepuk pundak go Jia.


"aku ada urusan, yang harus ku selsai kan"


"guru apakah anda melihat saat ini sekte kita sangat ramai banyak orang-orang sudah bergabung di sekte ini"


"bagus jika seperti itu ,aku lelah jadi ingin istirahat sejenak"


"baik baik guru,saya akan merapikan tempat anda,dan ini"go Jia melihat pria tampan yang berdiri si sebelah setan merah.


"suaminya"jawab pangeran Lee segera.


tentu hal itu dapat tatapan tajam dari Quen en.


"ahhh guru anda sudah menikah?suami guru sangat tampan bahkan kelihatan sangat menyayangi guru ,guru pintar dalam mencari pasangan"puji go Jia.


"bibi sebenarnya dia tidak mencari namun aku lah yang mengejar nya "beritahu pangeran Lee lagi


"hah benar kah ,"go Jia menutup mulut nya tidak percaya ada pria yang tergila gila dengan wanita ,hal apa yang menarik dari quen Hingga pria bah dewa mejadi suaminya.


go Jia berfikir.


"sudahlah kami akan istirahat"


"baik baik guru "


putri quen en pun masuk ke dalam rumah nya dengan segera.


sesampainya di dalam.


"Lee itu kamar mu "tunjuk putri quen ke sebuah kamar yang letaknya di ujung dari jarak kamar quen.


"istri ku bukan kah kita pasang suami istri kenapa tidur harus berpisah"


"suami istri ,?apa kah kau lupa di kehidupannya dulu atau saat ini kita tidak pernah mengucapkan janji suci pernikahan?,kau hanya melamar ku dengan cincin ini"jelas putri quen en sedih.


"aku akan melakukan nya , kapan ?bahkan saat ini"?


"tidak perlu repot-repot ,jika di antara kita masih ada rahasia".


putri quen en pun menutup pintu kamar ya.


"rahasia?"


mendengar putri quen en mengatakan rahasia jantung pangeran Lee berdegup dengan kencang .


apakah identitas sebenarnya sudah di ketahui.


putri quen en membuka pintunya kembali dan melihat kearah pangeran Lee "kenapa masih belum masuk ? hehehe soal perkata ku tadi aku hanya bercanda,aku tau kau tidak akan menutupi apa pun dari ku,soal pernikahan itu aku tidak bersungguh-sungguh mengatakan jika ingin menikah" jelas putri quen en.


"benar kah"


"hmm tentu saja"


"putri tidur lah , semalam tidak tidur karena banyak ganggu an,aku akan menjaga di luar"


"tidak perlu , lebih kau masuk dan beristirahat,ada Zhuang yang menjaga ku "


Zhuang.


"kurang ajar apakah naga busuk itu selalu di sisi quen,jika benar bukan kah ia sangat beruntung bisa saja ia mencari kebenaran sempatan,lihat saja aku akan memberi pelajaran ke pada naga itu"batin pangeran Lee.


putri quen en dia menutup pintu kembali .


entah kenapa hatinya terasa sakit melihat sikap Pangeran Lee .


ke hidupan rumah tangga yang damai penuh kehangatan seperti Sangat sulit bagi quen dapat kan.


apakah ini karma ?


karena ia sering membunuh orang memisahkan mereka dari keluarga.


"bukankah aku hanya membunuh orang yang jahat"gumam quen en.


"Zhuang.......


cahaya itu pun masuk dan berubah menjadi sosok pria tampan dengan rambut putihnya.


"hamba nona"?


"besok datang lah ke aula utama ada sesuatu yang ku umumkan"


"jadi maksud nona,? senior ini harus menampakan wujud senior ini di depan manusia?


"hmmm"


Zhuang pun membungkuk dan menghilang.


___________________________________


ke esok hari.


di aula sudah berkumpul para murid murid serta guru guru sekte naga langit.


"*ku dengar hari ini guru besar akan datang"?


"setan merah maksud mu"


"tentu saja , siapa lagi guru besar di sekte ini"?


"ia adalah seorang wanita yang menjadi pemimpin pertama di abad ini"


"tidak itu saja ,ia juga adalah wanita hebat bahkan di katakan pernah bertarung melawan kaisar Phoenix "


"hah benar kah berita itu"


"entah lah , namun aku merasa yakin ,dia adalah guru besar Kita yang hebat ,apa yang tidak mungkin jika guru kita mau"


" kenapa tiba tiba guru besar datang?


"entah lah apa ini menyangkut kunjungan putra mahkota feng yi"?


"maksud mu pangeran dari kerjaan yi datang ke sini "?


"iya ,apakah kamu tidak tau pangeran Feng yi datang dengan ratusan pasukan di luar gerbang"


"tidak itu saja sudah dua hari ini pihak kerajaan Yi di luar hingga mereka mendirikan tenda di sana"


"mereka juga sudah mengancam jika pintu gerbang tidak di buka maka malam ini agak di dobrak paksa"


"ah... bagaimana ini?


para murid mulai panik mendengar jika pasukan yi ingin mendobrak pintu gerbang .


mereka para wanita takut menjadi bahan nafsu para hidung belang*.


"guru besar telah tiba....."


putri quen en masuk dengan dua sisi pria tampan di samping nya.


mata para wanita terbelalak melihat dua pria tampan.


yang satu ia berrambut putih serta pakainya juga putih bersih , hidungnya begitu mancung namun tatapan matanya seakan memandang rendah setiap orang tidak ada senyum sedikit pun di bibirnya, membuat orang tidak berani menatap terlalu lama mereka seperti melihat penjaga neraka .


di sisi lain pria yang jauh lebih tampan ,pria itu bagaikan patung yang di ukir di surga , pakai yang berwarna ungu tua membuat kulit nya putih tampak lebih menawan.


pria itu terlihat penuh kelembutan, setiap wanita melihatnya seakan rela hanya menjadi alas kaki pria itu mereka sangat memuja pria ini pria itu sangat tampan hingga tidak layak di sebut manusia melainkan dewa.


tapi mata orang orang pun tidak luput menatap putri quen en.


mereka dapat merasakan ke Takutan di sana wanita itu memiliki aura lebih mengerikan dari pada pria berambut putih.


namun matanya berwarna biru membuat orang terpelongo kata indah seakan tidak cukup di ungkapkan.


"hormat kami guru...


"hormat kami guru ,....


mereka semua membungkuk hormat.


putri quen en berjalan ke kursi kebesaran nya.


"aku mengucapkan terima kasih kalian mempercayai sekte ini dan mau bergabung di sini" kata putri quen en.


"kalian tau sendiri di sekte ini setiap orang akan di ajarin dengan kemampuan dan bakat mereka masing masing ,baik pria atau wanita sekali pun"


"setatus di sini sama baik wanita atau pria tidak ada yang rendah atau tinggi tidak ada lagi penindas bagi wanita ,apa kalian mengerti"


"kami mengerti guru"jawab mereka serempak.


"kita semua adalah saudara maka saling bantu sama lain ,dunia tidak akan pernah damai dunia tidak akan maju jika kalian salingan menjatuhkan satu sama lain dan aku tidak ingin mendengar di sakte ini kata bullying "


mereka semua dengan kompak setuju.


"di sini aku ingin mengenal kan dua orang kepada kalian"


"pria yang berambut putih ini adalah saudara ku ia adalah kakak ku "


kakak


mendengar itu Zhuang langsung melihat putri quen en hati Zhuang terharu ternyata wanita ini tidak menganggapnya dirinya adalah budak bawahan namun saudara ini tidak pernah terjadi sebelumnya .


putri quen en dia melihat ke arah liun en kakak kandung nya sendiri yang bahkan dulu tidak pernah perduli Denganya namun liun en tidak pernah menyiksanya seperti saudara yang lain.


liun en merasa di tatapan guru besarnya dia menjadi canggung dengan segera menundukan Kepalanya.


"sayang apa kau tidak ingin mengenalkan aku didepan murid mu "bisik pangeran Lee.


"bagaimana aku mengatakan tampaknya para wanita memuja mu jika aku mengatakan kau adalah kekasih ku bukan kah banyak patah hati"bisik putri quen en kembali.


"kau sudah mengakui jika aku kekasih mu"


"apakah kau keberatan"tanya quen en.


"tidak sama sekali aku bahagia jika kau masih menggap ku kekasih"


putri quen en hanya tersenyum di balik cadarnya.


"seperti nya guru kalian ini tidak berniat memperkenalkan ku jika seperti itu biar aku sendiri yang mengatakan nya jika aku adalah suami dari wanita di samping ku"


pada saat itu pun banyak yang patah hati.


bo go datang menghadap dan memberi kan beberapa gulungan kepada putri quen en.


putri quen en pun langsung membuka surat laporan itu.


yang tertulis jika putra mahkota feng yi sudah menunggu dua hari di luar gerbang dan ingin bertemu dengan ketua .


putri quen en mengulung kembali surat itu dan berkata.


"biarkan pangeran masuk dengan beberapa penjaganya ,sisanya tinggal di luar , apa kah ia ingin menyerang sakte ini membawa pasukan sebanyak itu"


"baik guru"


putri quen en membuka gulungan satu lagi


saat membaca surat itu putri quen en mengepalkan tangannya.


isi surat


kapan kau akan kembali ke rumah ,aku tau keberadaan mu


apa kau ingin kembali sendiri atau aku yang menyeretmu pulang