Quen En

Quen En
chapter 85



pedang itu hampir mengenai punggung Cheng Zheng namun tidak tau kenapa tubuh Cheng Zheng bagaikan asap hitam langsung hilang begitu saja hingga pedang itu menancap di tempat tidur.


zep.


putri quen en menarik pedangnya kembali membuat bulu bulu halus putih keluar dari tempat tidur yang lembut itu.


bulu angsa teryata tempat tidur ini dari bulu bulu angsa yang halus .


bulu putih halus itu berterbangan memenuhi ruangan itu.


sosok tegap dan Tampan tampak berdiri dengan angkuh di hadapan quen en.


pria itu menyeringai licik tatapan penuh ejekan akan kemampuan wanita di hadapan.


"tidak usah sok hebat di hadapan ku bagaimana pun saat ini kekuatan mu tidak sebanding dengan ku"Cheng Zheng dengan datar .


tubuh quen en masih sakit yang teramat sakit karena melanggar perintah Cheng Zheng hingga ke sadar an yang hilang jatuh di atas tempat tidur.


"dasar wanita keras kepala , tubuh mu lemah namun kau masih ingin membangkang perintah ku hanya menyakiti diri mu saja"Cheng Zheng.


dua sosok hitam itu muncul dan langsung memberi hormat kepada Cheng Zheng.


"hormat kami yang mulia"


Cheng Zheng dia mengangguk kepalanya pelan dan langsung mengangkat tangan pertanda untuk segera berdiri kedua bawah.


"yang mulia kami datang untuk melapor"kedua bawahan itu.


"katakan "


"kaisar tang si fan dia menyanggupi permintaan anda "


"hmmm sudah di tebak teryata kaisar tang begitu tertariknya dengan wanita ini hingga rela melakukan apa pun"Cheng Zheng seraya melirik putri quen en yang sudah tergeletak lemas di atas tempat tidur.


kedua pria itu hanya mengerutkan keningnya bingung "apa semua ini soal putri quen en"?batin kedua pria itu


"lebih baik kalian awasi kaisar tang si fan , usahanya dia melakukan apa yang ku inginkan"Cheng Zheng .


"baik yang mulia"


"jika seperti itu hamba mengundurkan diri yang mulia "kedua pria itupun langsung menghilang.


Cheng Zheng berjalan mendekati Putri quen en menatapnya dengan lekat seraya mengambil satu gelas air yang berada di atas meja dan menyiramkan air itu tepat di wajah putri quen en.


terlihat jika putri quen en merasa sirih dan dengan pelan membuka matanya.


"kenapa kau memperlakukan ku seperti ini"tanya quen en dengan dada turun naik penuh emosi di hatinya.


"siapa yang memerintah kan mu untuk tidur di sini segera kembali ke kediaman mu" usir Cheng Zheng.


putri quen en tubuh masih lemah untuk berdiri karena sakit yang tadi dia rasakan hingga menguras tenaga nya .


tapi siapa yang sangka Cheng Zheng menarik tangan putri quen en dengan kasar menyeretnya keluar.


tidak bisa di biarkan jika ada pelayan melihat di perlakukan seperti ini suatu saat pasti akan ada orang yang ikut menindasnya seperti ini.


mereka akan berpikir jika sang permaisuri sudah tidak dapat memuliakan di mata kaisar.


"lepaskan"quen en langsung menghentak tangannya melepas dari cengkraman Cheng Zheng.


"sebagai seorang pria kau begitu kasar terhadap wanita"putri quen en.


"lalu kau ingin aku memperlakukan mu seperti apa?


diam putri quen en hanya biasa diam bingung harus berkata apa bagaimana pun di hadapan bukan manusia belain kan mahluk lain yang terkenal kejam di bumi.


"di luar banyak pelayan dan penjaga kau tidak bisa bertindak seperti itu kepada ku ,jika kelakuan kasar mu di lihat oleh mereka maka ke muliaanmu sebagai seorang kaisar akan ternoda"putri quen en.


"kemuliaan akan ternoda, kurasa kemuliaan mu sebagai seorang permaisuri yang akan di pandang rendah"Cheng Zheng dia langsung menarik pergelangan tangan quen en menuju luar.


melihat itu putri Quen en mengeluarkan kungfu nya tangan kirinya ingin meninju Cheng Zheng tapi karena Cheng Zheng masih memegangi tangan kanan putri quen en hingga dia memutar tangan quen en.


putri quen en dia langsung memegangi pakai Cheng Zheng dengan tangan sebelah kirinya untuk di tarik jatuh .


tapi karena kuda kuda kaki quen en tidak seimbang hingga dia juga ikut jatuh .


bruk....


Cheng Zheng dia langsung merasakan manis Sangat manis melalui bibir putri quen en hingga ingin lebih dalam lagi dan lagi.


ingin menjelajahi bibir quen en lebih dalam lagi.


dia masih linglung kenapa ciuman ini tidak sama dengan ciuman dengan wanita lain yang selalu bikin dia mual dan muntah ini begitu nyaman hingga terasa bikin ketagihan.


quen en melebarkan matanya saat lidah Chang Cheng memaksa masuk kedalam kedalam mulutnya dengan cepat dia segera bangkit .


mengelap bibirnya dengan pakaian seakan ternoda setelah berciuman dengan Cheng Zheng"Sanga menjijikkan"maki quen en.


apa Cheng Zheng tidak salah dengar wanita ini mengatakan menjijikkan sedang dia merasakan kenikmatan yang tiada duanya saat berciuman apa yang di pikiran wanita di hadapan ini berkata seperti itu apakah dia sering merasakan ciuman dari pria lain yang jauh lebih nikmat dari ciuman nya hingga menganggap ciuman darinya sangat menjijikkan seketika itu juga kemarahan Langsung menyelimuti hati Cheng Zheng.


"wanita penggoda ,kau sudah menggoda ku setelah itu mulut berkata seperti itu kau harus di hukum"Cheng Zheng.


putri quen en segera menoleh ke arah Cheng Zheng bibir terlihat sedikit bengkak karena begitu kerasnya di gosok dengan kain seakan ingin menghapus jejak ciuman itu.


"ohh jika aku adalah wanita penggoda lalu apa dirimu maniak sex cik cik cik kau bertingkah seakan melihat ku jijik namun apa tadi yang kau lakukan kau seakan ingin lebih dengan ciuman tadi , tingkah mu seperti kucing yang malu malu setengah itu seperti anjing kelaparan"quen en.


"kau menyamaiku dengan anjing dasar wanita penggoda kau yang menarik ku lebih dulu dan huakkkkkk mulutmu sangat bau membuat ku ingin muntah"Cheng Zheng dengan gaya seakan benar benar ingin muntah.


"kau"putri quen en mengepalkan tangannya geram.


namun sudut bibir putri quen en terukir dengan jelas sangat jelas senyum yang seketika itu membuat Cheng Zheng terdiam dalam kebingungan.


putri quen en dia merangkak kearah Cheng Zheng jarak mereka begitu dekat hingga nafas mereka dapat di rasakan namun perkataan putri quen en bagaimana hantaman batu besar"kau tersegel kembali"


putri quen en pun langsung mendorong Cheng Zheng jatuh kelantai.


kapan wanita ini melakukannya ?


kenapa dia tidak merasakan sakit saat pedang itu di goresan di punggung nya?


apakah saat ciuman itu hingga aku tidak sadar akan putri quen en menyegel ku ?


ciuman itu begitu nikmat hingga rasa sakit itu tidak dapat ku rasakan?


bruk...


tubuh kaisar yu an Tian jatuh pingsan.


yu an Tian sadarlah...


yu an Tian sadar ....


"Liu....."panggil putri quen en.


pintu segera di buka .


melihat kaisar yu an Tian tergeletak di lantai Liu segera menghampiri nya"yang mulia permaisuri apa yang terjadi terhadap yang mulia kaisar?


"dia jatuh pingsan, lebih baik angkat kaisar ke atas tempat tidur"


liu dan putri quen en membopong tubuh kaisar yu an Tian ke tempat tidur "segera panggil tabib"perintah putri quen en.


"baik yang mulia"Liu langsung beranjak keluar.


"aku lebih baik menyiapkan makanan saat dia sadar pasti sangat lapar"?


saat putri quen en berdiri pergelangan tangan di pegang oleh kaisar yu an Tian seakan tidak mengizinkannya pergi"quen....


putri quen en dia langsung duduk kembali dan mengelus kepala kaisar yu an Tian dengan lembut"kau sudah sadar"


putri quen en dia tersenyum bahagia namun senyum nya hilang seketika saat kaisar yu an Tian membuka matanya.


masih dengan bola mata yang berwarna marah .


"Iyah terima kasih ,kau membuat ku sadar lagi dan menyegel iblis itu kembali, kamu pasti Sangat kelelahan "suara itu lembut penuh kasih sayang terhadap quen en.


namun quen en masih dalam kebingungan di hadapan ini Cheng Zheng apa yu an Tian.


___________________________________________


jangan lupa votenya donk plisss