
pelayan zi dia membuka matanya dia pingsan cukup lama sedangkan putri quen en menunggunya bangun sambil membaca buku yang dia beli di kota zommen.
"ini di mana"pelayan zi melihat sekitar yang masih terlihat hutan namun tempat ini tidak asing baginya.
"sudah bangun" putri quen en menutup bukunya dan berjalan ke arah pelayan zi.
"putri ini di mana"?
"wilayah phonix kita saat ini di dekat hutan dekat dengan kota phonix"
"wilayah phonix kenapa bisa tiba tiba di sini padahal kita berada di wilayah GU yang akan memakan waktu dua minggu untuk sampai di wilayah phonix" pelayan zi dengan bingung.
"kau tidak perlu memikirkan itu, lebih baik sekarang kita pergi ke kota mencari kereta untuk menuju istana phonix"
"baik putri" pelayan zi mengagukan setuju walau pun di kepala banyak pertanyaan namun saat ini bukan waktu yang tepat jika dia bertanya melihat putri quen en terlihat tergesa gesan ini sampai istana.
putri quen masuk kedalam kota yang terlihat ramai di kota juga terlihat jika bendera hitam berkibar di sepanjang jalan"tidak biasa kota phonix dalam keadaan seperti ini bahkan para prajurit istana banyak tampak berjaga jaga di pintu gerbang wilayah phonix apa yang sebenarnya terjadi" putri quen en.
"putri tampak terjadi sesuatu terhadap kaisar jika bendera hitam berkibar itu tandanya adalah....." pelayan zi dengan ragu untuk mengatakannya.
"apa katakan pada ku apa arti dari bendera hitam itu"putri quen en menuntut jawaban.
"itu yang mulia kaisar saat ini dalam keadaan sekarat" pelayan zi tertunduk sedih.
"apa" putri quen en dia terkejut.
putri quen en dia langsung berlari dengan cepat mencari kereta namun tidak menemukan tumpangan kereta sewaan semua tampak berduka dengan sedih hingga orang orang mereka lebih memilih berada di kuil untuk mendoakan kesembuhan kaisar yu an tian.
pelayan zi kamu cari kereta untuk menuju istana,aku memiliki urusan lain"putri quen en memberikan beberapa koin emas dan dia langsung meninggalkan pelayan zi yang masih belum mengiya kan perkata putri quen en.
putri quen en mencari tempat yang sepi dan langsung mencium kalung untuk kembali dengan cepat ke kerajaan phonix.
saat ini dia langsung berdiri di depan pintu gerbang istana.
dia membuka pintu gerbang itu melihat sosok putri quen en yang Datang dengan berjalan kaki semua langsung menunduk hormat.
"yang mulia permaisuri dari mana saja saat ini yang mulia dalam keadaan sekarat" mentri WE yang melihat kedatangan putri quen en.
putri quen en dia tidak menjawab dia terus berjalan menuju kamar kaisar yu an tian di sepanjang jalan karena tiba tiba muncul putri quen en membuat para pelayan yang berlalu lalang mereka terkejut dan membungkuk hormat.
sedangkan putri quen en dia berjalan dengan angkuh melebarkan langkahnya"di mana kaisar"?
mentri WE yang mengikuti putri quen en dari belakang dia menjawab "saat ini beliau berada ke diaman yang mulia permaisuri"
hal itu membuat putri quen en menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya melihat kearah mentri WE "untuk apa dia kesana"?
"hamba tidak tau yang mulia permaisuri namun saat kami menemukan kaisar yu an tian di pintu gerbang dengan keadaan sakit parah, yang mulia kaisar langsung meminta untuk di antarkan ke diaman yang mulia permaisuri"jelas mentri WE.
putri quen en langsung menuju kediamannya saat menuju kesana melihat kedatangan putri quen en mereka para dayang istana dan pelayan tampak terkejut mereka seakan ingin melarang putri quen en masuk ke paviliun teratai namun mereka tidak akan berani melakukan itu apa lagi melihat tatapan tajam putri quen en yang berjalan dengan angkuh mereka juga merasakan aura yang begitu di dingin dari putri quen en.
krettttt.....
pintu pun di buka.
namun saat itu juga melihat dua wanita duduk di kiri dan kanan rajang mereka tampak memijat kaki kaisar yu an tian dengan wanita satunya mengelap keringat kaisar yu an tian dengan wajah yang terlihat begitu pucat.
putri yen yen dia ingin marah saat seseorang membuka pintu dengan keras namun saat melihat siapa yang datang dia sedikit terkejut namun kemudian dia tampak tidak memperdulikan seperti mengabaikan putri quen en.
fei len juga melakukan hal yang sama dia awalnya begitu terkejut namun kemudian dia mengabaikan melakukan pijatanya kembali.
"dari mana saja suami sedang sakit,yang mulia permaisuri pergi begitu saja bahkan hampir setengah bulan lamanya" putri yen yen.
"yang mulia permaisuri dapatkah anda menjelaskannya kemana anda selama ini"? fei len.
liu mendekati putri quen en dan membungkuk hormat "mohon maaf yang mulia permaisuri saat ini yang mulia kaisar dalam pengobatan dari tabib dan tidak dapat di ganggu jadi permaisuri sialahkan keluar"
"benar saat ini keadaan kaisar yu an tian dalam keadaan kritis hidupnya bahkan di bisa di hitung dengan jari," tabib istana.
"untuk putri yen yen dan nona fei len mereka berada di sini itu karena mereka sangat mengkhawatirkan kaisar yu jadi sudah beberapa hari mereka membantu merawat kaisar" liu.
"benar yang mulia permaisuri jadi mohon pengertianya dan putri yen yen tidak bisa pergi kemana mana karena yang mulia kaisar selalu menggemgamkan tangannya tiga hari ini yang mulia kaisar tidak melepaskan ganggamannya itu"tabib istana.
putri quen en dia hanya diam melihat semua yang tampak menjelaskan apa yang terjadi mereka semua tampak saling membela satu sama lain sedangkan untuk putri quen dia hanya menjadi pengganggu itu sangat lucu putri quen en hanya ingin tertawa di dalam hatinya.
putri quen en juga melihat jika kaisar yu an tian memegangi tangan putri yen yen membuat putri yen yen terlihat dia tersenyum kemenangan kepada putri quen en.
namun mereka semua tidak mengira jika putri quen en berkata."
pengawal "panggil putri quen en.
para penjaga yang berjaga di luar pun langsung masuk dan membungkuk hormat" hormat hamba yang mulia permaisuri.
begitu juga di susul oleh mentri WE dan mentri yang lainya.
"seret dua wanita itu berdua keluar" perintah putri quen en.
para penjaga lah mengampiri kedua wanita itu.
"apa yang kamu lakukan putri quen en kami di sini hanya ingin merawat kaisar yu an tian kenapa kamu tiba tiba datang mengusir kami"putri yen yen.
putri quen en mendekati kedua wanita itu dia tampak terlihat tersenyum sinis dan.
plak.
plak...
mereka berdua langsung mendapatkan sebuah tamparan.
"kau."putri yen yen dengan marah.
"penjarakan mereka berdua" perintah putri quen en.
"putri quen en bagaimna bisa kamu memenjarakan aku kau hanya seorang permaisuri di sini bukan kaisar yang seenak saja memerintah dan aku juga tidak melakukan kesalahan jangan karena kamu cemburu buta karena kami berada di saat kaisar sakit kami berada di sampingnya kamu malah marah kepada kami"
"benar yang mulia permaisuri di pertimbangan hal ini putri ku hanya merawat kaisar yu an tian itu tidak lebih dan lagi pula anda tidak memiliki mewenang untuk memenjarakan bahkan memerintahkan prajurit untuk membawa putri yen yen dan nona fei len untuk di penjara karena anda hanya seorang permaisuri bukan kaisar" jendral hun len yang tiba tiba masuk begitu saja mendengarkan keributan.
jendral hun, anda begitu bodoh "putri quen en.
"kalian mengatakan jika aku tidak memiliki wewenang hahha itu kedengaran begitu lucu dan mengelikan apa mata kalian buta lihat jika kaisar yu an tian dalam keadaan sakit dan sekarat itu artinya apa aku lah yang akan mengantikan kaisar yu saat dia sakit dan kepemimpinan ini jatuh ke tangan ku"putri quen en dengan dingin.
"apa bagaimna bisa seorang wanita menjadi pemimpin bahkan membunuh seekor nyamuk wanita itu tidak akan mampu"ejek jendral hun len.
putri quen en dia langsung mengeluarkan pedangnya di arahkan ke leher jendral hun len" bagaimna jika aku mencoba dengan memotong kepala mu, kamu tidak usah takut bukan kah kamu mengatakan aku tidak akan mampu membunuh seekor nyamuk "putri quen en.
jendral hun dia menelan air ludah merasakan dinginnya pedang putri quen en.
"apa yang kalian lihat cepat tangkap permaisuri dia adalah pengkhianat bahkan dia seorang wanita bisa membawa pedang di balik bajunya bisa saja dia ingin membunuh kaisar yu dan mengambil ahli tahta kerajaan phonix" jendral hun len dengan memfitnah.
"tutup mulut mu jendral hun len, putri quen en bisa saja mengunakan pedang apa kamu lupa jika yang mulia permaisuri di berkati dewa"mentri WE.
"cihhh itu hanya akal akalnya saja untuk membohongi kaisar yu kau lihat sendri dia tiba tiba hilang setelah bulan lamanya dan saat keadaan yang mulia kaisar sekarat dia kembali dia pasti memiliki maksud tertentu"jendral hun len.
mereka semua langsung tediam seperti memikirkan perkataan jendral hun len dan memikirkan jika perkataan jendral hun len ada benarnya.
putri quen en melihat ke arah kaisar yu an tian dia tampak tidak sadarkan diri dengan wajah yang masih pucat putri quen en terus melihat itu dan menemukan keanehan saat itu juga.
putri quen en menarik pedangnya dan memasukan kembali ke dalam sarungnya dia berjalan ke arah putri quen en dan memegangi tangan kaisar yu an tian untuk merasa denyut nadi kaisar yu an tian.
"dia di racunin"putri quen en.
"apa, bagaimna yang mulia permaisuri bisa tau"liu
putri quen en langsung mengambil kain yang di gunakan untuk mengelap kaisar yu an tian dia merendam kain itu di sebuah wadah kecil dan memeras kain itu terlihat jika di dalam wadah kecil itu air berubah menjadi keruh.
dia langsung menyiramkan air itu ke tanaman yang berada di atas meja tidak perlu lama tanaman bunga itu langsung layu dan mati.
hal itu membuat mereka langsung melebarkan mulut tidak percaya.
putri quen en langsung membuka selimut yang menutupi kaki kaisar yu an tian dan saat di buka begitu mengejutkan di sana terdapat jarum kecil kecil menusuk tubuh kaisar yu an tian membuat kaki bagian bawah tampak membiru memar.
putri langsung mencabut jarum itu dan melepaskan di kain itu dan jarum itu di cuci membuat air itu berubah menjadi merah karena darah kaisar yu an tian yang menempel di jarum.
putri quen en melakukan hal yang sama air itu juga di siramkan ke tanaman yang membuat tanaman itu terlihat layu seperti gosong.
"aku tidak perlu menjelaska. kalian pasti tau akan hal ini" putri quen en.
kain itu adalah kain yang di gunakan untuk membersihkan tubuh kaisar yu an oleh putri yen yen.
sedang nona fei len dia selalu memijat kaki kaisar tu an tian itu tandanya dia lah yang memasang jarum jarum itu.
dan ramuan itu adalah tabib istana yang meraciknya bukan begitu "putri quen en.
mereka bertiga ingin membunuh kaisar yu an tian.
dia berbohong kami tidak memungkin melakukan itu"mereka bertiga mengelak.
"baik jika seperti itu kalian bisa menjalaskan di pengadilan nanti, pengawal seret mereka ke penjara bawah tanah"putri quen en.
"baik yang mulia" liu langsung membawa putri yen yen dan nona fai len dan tiga tabib istana lainya.
dan kalian semua ke luar "usir putri quen en terhadap yang lainya.
mereka semua keluar dan pintu langsung di tutup.
putri quen en mencium kalungnya" beri aku petunjuk untuk mengobati luka kaisar yu an tian.
brukk...
putri quen en langsung terlempar...
huk...
huk..
huk...
kenapa sebenarnya dengan kaisar yu kenapa kalung ku ini selalu menolak saat aku ingin memintan petunjuk pengobatan untuk kaisar yu an tian"
putri quen en tampak berpikir.
"hal ini lebih baik ku tanyakan kepada pangeran lee bukan kah dia tau tentang kalung ini"
putri quen en langsung mencium kalung itu dan menghilang.
pangeran lee kamu di mana "?
pangeran lee keluar lah ada sesuatu yang ingin ku bicarakan kepada mu"?
hembusan angin datang dengan tiba tiba membuat tubuh putri quen en langsung merasakan dinginya angin dan di bagaimna leher dia merasakan angin dingin dia langsung menoleh dan teryata pangeran lee sedang meniup leher membuat putri quen en mengerutkan kening.
namun di sambut oleh senyum pangeran lee dengan lembut.
"ada apa mencari ku istri ku"pangeran lee.
"Berhenti memanggil ku dengan sebutan itu" putri quen en dengan dingin.
"maaf aku tidak bisa"pangeran lee.
"uhh sudalah, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada mu"
"apa itu" pangeran lee.
"kamu tau kan tentang kalung ini dan saat itu kamu juga mengatakan jika kaisar yu an tian tidak boleh mengetahui keberadaan kalung ini apa kah kamu bisa menjelaskan alasanya"
pangeran lee dia mendorong putri quen en membuat dia terkunci dinding tatapan mereka juga saling bertabrakan "kita sudah cukup lama berpisah namun kamu datang langsung menanyakan hal itu apakah di hati mu tidak ada rasa rindu terhadap ku"
"bisakah kamu sopan sedikit kepadaku hah"putri quen en mencoba mendorong pangeran lee namun tidak bisa.
"katakan apa kamu merindukan ku atau tidak"
"tentu sa..ja tidak, kau pikir dirimu siapa"?
"kenapa kamu gugup seperti itu hem apakah mulut dan bibir mu tidak sama" pangeran lee.
"omong kosong, sudahlah aku kesini butuh bantuan mu menanyakan kenapa kalung ini malah menolak untuk ku meminta petunjuk mengobati kaisar yu an tian"
"mengalihkan pembicaraan" pangeran lee.
"kenapa kamu sangat menyebalkan jika seperti itu aku akan pergi" putri quen en ingin mencium kalungnya.
namun pangeran lee menarikya "baik lah aku akan mengatakanya.
"katakan"
"di tubuh kaisar yu di dalam hatinya adalah penuh kegelapan iblis tentu saja kalung itu menolak karena kalung itu suci kalung dewa tidak akan membantu hati yang gelap"jelas pangeran lee.
"jadi maksud mu kaisar yu dia kerasukan iblis" putri quen en.
hmmmm hanya dia sendri yang harus melawan iblis dalam hatinya jika tidak iblis akan mengembalikan dirinya "pangeran lee.
"dunia ini benar benar aneh"putri quen en mengelengkan kepala.
pangeran lee dia tersenyum melihat putri quen en yang tampak mengemaskan jika sedang berpikir keras.
"sudahlah aku ingin pergi, dan aku saat ini membutuhkan istrahat bisa kah kamu melepaskan ku"
pangeran lee dia menciumi kening putri quen en.
ciuman ini seperti.....
ahhh.....
aku sedang memikirkan apa "batin putri quen en.
pangerang lee"
"iya istri ku sayang"
putri quen en memutar bola matanya dengan malas mendengarkan rayuan pangeran lee terhadapnya.
putri quen en mengeluarkan sesuatu dari bajunya "ini untuk mu"
pangeran lee mengambil kotak kecil terlihat begitu sederhana yang terbuat dari kayu biasa tampa ukiran apa pun.
"apa ini" pangeran lee.
"buka saja" putri quen.
pangeran lee membuka kotak itu dan terlihat sebuah cincin terbuat dari logam biasa.
pangeran lee dia tampak senang "ini untuk ku"
"iya kenapa kamu begitu senang, aku kira kamu tidak mau karena barang ini begitu murahan"
"apa pun dari istri ku ini tentu saja aku senang menerimanya"
"tadinya aku mendapatkan cincin di pelelangan untuk mu namun ada orang yang menyebalkan itu merebut dari ku" putri quen en.
terlihat jika pangeran lee dia tersenyum dengan bahagia "tidak apa aku akan memakai cincin ini selamanya dan tidak akan ku lepaskan"
"terserah kau saja, waktu itu aku hanya ingat kau menolong ku dan anggap saja ini sebagai balas budiku karena aku tidak mau berhutang apa pun kepadamu dan terima kasih informasinya"
putri quen en dia langsung menciumi kalung dan menghilang.
pangeran lee dia mengeluarkan cincin di balik pakaian "jadi sebenarnya cincin untuk ku namun karena putri quen en memberi ku cincin logam ini tentu saja cincin ini tidak ada artinya lagi.
pangeran lee langsung membuang cincin itu.
sedangkan abdinya yang berada kejauhan melihat itu dia ingin menangis darah bagaimna bisa cincin yang langka hanya satu di dunia lebih berharga dengan cincin logam yang begitu murah.
sedangkan pangeran lee dia terus menciumi cincin yang melingkari tanganya.
_____________________________________
vote donk kasian kan cerita ini merosot turun jauh... 😥ðŸ˜