Quen En

Quen En
chapter 102



quen en berjalan masuk kedalam kamar tersebut yang terlihat bernuansa mesir menawan dengan Rungan berwarna putih dengan karpet warna kuning emas dan guci guci yang di buat oleh pengrajin dunia hingga harganya tidak terhitung harganya namun tatapan quen en terfokus dengan sebuah lukisan yang tampak di tutupi kain putih hingga tidak tau gampar apa di dalam lukisan tersebut.


"bagaimana "?tanya kaisar tang si fan.


putri quen en dia terkejut karena begitu terpesona akan kemegahan kamar tersebut dia segera menundukan kepalanya"maaf hamba yang mulia"? quen en.


"kau tidak menjawab pertanyaan zhen"kaisar tang si fan.


"pertanyaan ?apa yang mulia sedang bertanya sesuatu terhadap hamba"


"iya Zhen bertanya bagaimna menurut mu tentang kamar ini"kaisar tang si fan.


"tentu saja kamar mu mewah namun terlalu berlebih-lebihan seperti ini"batin quen en.


sedangkan kaisar tang si fan dia melirik quen en seraya terukir senyum lembut di bibir nya.


"jika tidak menjawab ,Zhen akan menambahkan hukuman mu"


"mohon ampun yang mulia , menurut hamba kamar yang mulia adalah kamar yang mewah yang pernah hamba lihat"


"benarkah"kaisar tang si fan seakan begitu bahagia dengan jawaban quen en.


"jika seperti itu segera bersihkan kamar ini "perintah kaisar tang si fan kemudian.


"baik "quen en segera mengambil lap untuk membersihkan debu debu.


sedangkan kaisar tang si fan dia kembali duduk di kursi dengan meja kecil di samping nya , kaisar tang si fan tambak sedang membaca laporan.


"buatkan Zhen minuman"perintah kaisar tang si fan kepada quen en.


putri quen en menghentikan kegiatan yang membersihkan tempat tidur kaisar tang si fan"baik",


setelah berkata demikian quen en segera ke dapur istana .


dia mengambil sebuah arak anggur dan satu gelas kecil .


putri quen en melihat kesekitar tampak pelayan pelayan di dapur istana tampak sibuk karena menyiapkan menu makan siang yang akan segera tiba bagi kaisar Tang si fan.


dia mengeluarkan sebuah botol kecil dari Balik pakainya menuangkan bubuk putih itu masuk kedalam kendi arak tersebut dan dengan pelan di goyang goyang arak tersebut agar menyatu.


"saat membuat perhitungan denganmu"


putri quen en dia segera membawa arak tersebut masuk kedalam kediaman kaisar tang si fan yang masih begitu konstrasi membaca laporan laporan di kerajaan.


"ini yang mulia , silahkan"quen en.


"tuangkan"perintah kaisar tang si fan.


putri quen en pun menuangkan minuman itu dan memberi kan kepada kaisar tang si fan"silahkan yang mulia"


kaisar tang si fan mengambil gelas itu namun saat akan mengambil gelas yang telah terisi arak ,dengan sengaja kaisar tang si fan memegangi tangan quen en.


putri quen en yang tidak menyangka akan sifat kaisar tang si fan membuat dia terkejut.


prank....


gelas itu langsung jatuh tempat di pakai kaisar tang si fan.


"sial"maki quen en di dalam hati.


kaisar tang si fan dia langsung berdiri menatap quen en dengan tajam"kenapa kau malah menjatuhkan gelasnya."?


"aku aku terkejut "quen en .


kaisar tang si fan mengerut keningnya "kau berbicara di depan Zhen dengan kata aku"?


"maaf yang mulia hamba berkata seperti itu karena hamba terkejut"quen en .


"karena ... karena hamba melihat kecoa di dinding tadi"quen en mencari alasan.


kaisar tang si fan menyipitkan mata seakan tidak puas dengan jawaban putri quen en lalu detik kemudian kaisar tang si fan berkata"selama Zhen di sini tidak pernah sedikitpun melihat kecoa?


"bisa saja kecoanya nyasar, hingga salah alamat membuat masuk ke sini yang mulia"


mendengar perkataan putri quen en membuat kaisar tang si fan hampir tertawa namun dia mati Matian menahan itu "karena ulah mu pakai zhen basah , sekarang lepaskan baju ini dan cari baju ganti yang lainya"?


putri quen en terpelongo menatap kaisar tang si fan dengan tidak percaya dengan perintah kaisar tang si fan kepada nya".membuka pakaiannya anda"tanya quen en untuk memastikan.


"hmmm"kaisar tang si fan.


"tapi hamba adalah wanita bagaimana bisa membuka pakaian seorang pria"keluh putri quen en.


"kau Hanya pelayan di sini jadi tugas mu menuruti perintah ku ,kau wanita itu bukan urusan ku"kaisar tang si fan.


"ahhh sial ingin memberi pelajaran terhadap kaisar tang malah aku yang di kerjain balik sama kaisar tang si fan"batin quen en .


______________________________________________


di lain tempat kaisar Yu an Tian tampak mengepalkan tangannya setelah mendapat laporan dari bawahanya.


entah kenapa hati terasa panas bagaikan terbakar api hingga membuat darah terasa mendidih "panggil Liu untuk datang menghadap kepada ku"kaisar yu an Tian dengan dingin.


bawahanya yang berupa iblis itu segera membungkuk hormat di hadapan kaisar Yu an Tian dan berkata"baik yang mulia"setelah itu pria itu langsung menghilang


tidak perlu lama Liu kini sudah tiba ke hadapan kaisar Yu an Tian"hamba menghadap yang mulia"


"perintah pasukan Phoenix untuk bersiap siap ,kita akan menghancurkan satu negara agar mereka tau siapa Zhen yang sebenarnya hingga mereka tidak lagi sombong"kaisar yu an Tian.


"Mohon maaf yang mulia kerajaan mana yang akan dihancurin kali ini"?tanya Liu.


kaisar yu an Tian menyebut kan kerajaan yang akan di serangnya kali ini membuat Liu terkejut"yang mulia apakah benar anda akan menyerang kesana"?


"ya"jawab Cheng Zheng singkat.


"baik yang mulia hal ini akan segera hamba sampai kan ke pasukan untuk persiapaan peperangan dadakan ini"


"yaaa pakai baju zirah perang yang telah di siap, pakai itu sudah Zhen perintah untuk di kirim ke tempat mu"


"baik yang mulia"


Liu Langsung mengundurkan diri dia tidak tau bagaimana jalan pikiran kaisar yu an Tian hingga tiba tiba ingin menyerang kerajaan EN bukan kah kerajaan EN adalah kerajaan permaisurinya,bukan jika perperangan ini terjadi akan memutuskan hubungan di Antara keduanya.


dia masuk ke Tempat para pasukan yang tampak berlatih dengan pedang mereka masing masing


tuan Liu"panggil seseorang dari belakang nya


Liu dia berbalik dan bertanya"ada apa?


"kami mendapat kiriman pakai perang ,apa kah maksudnya ini tuan Liu, apa kah kerajaan Phoenix akan berperang"


"benar"


mendengar itu prajurit bersorak gembira "akhirnya pasukan Phoenix bisa menunjukkan kehebatan nya dalam peperangan setelah lama tidak perperang .


"kenapa kalian bisa senang seperti ini"?tanya Liu.


"hehehe tuan Liu jika kita menang dalam Medan perang bukan kah wanita wanita negara yang kita serang akan jadi tawanan kerajaan Phoenix"


"diam lah lebih baik kalian bersiap siap saja jangan membuat yang mulia kaisar murka karena pikiran kotor kalian"? Liu menatap bawahan dengan dingin.


"tuan ... tuan Liu lihat pakai ini perang ini ,apa maksudnya keluarga hin no membuat pakaian seperti ini "? Tambah kata prajurit lainya.


"sudahlah , bagaimana pun tuan hin no hanya mengikuti perintah kaisar untuk membuat pakaian seperti itu" Liu