Quen En

Quen En
chapter 89



hati quen en menjadi suram di kala melihat pertempuran sengit berada di hadapannya.


suara dentingan pedang terdengar membuat ngeri ,suara ketakutan dari kalangan wanita dan suara tangisan anak anak sungguh menyayat hati .


entah kenapa kerajaan zommen menyerang wilayah Gu padahal selama ini hubungan kerajaan zommen berjalan baik dengan Gu tapi serang an tiba tiba sungguh mengejutkan kaisar GU Shen.


pasukan kerajaan zommen mengenakan pakaian berwarna putih dengan baju zirah berlapis besi di tubuh mereka , pasukan zommen terlihat begitu kuat dengan pedang panjang berada di tangan mereka sebagai lagi membawa panah melakukan serangan jarak jauh.


sedangkan pasukan kerajaan GU mengenakan pakaian berwarna biru mereka juga memakai pakaian zirah perang namun jumlah mereka begitu sedikit di bandingkan pasukan kerajaan zommen di karenakan sudah banyak yang tewas


di katakan kaisar tang si fan hanya membawan dua ribu pasukan untuk menyerang wilayah Gu .


putri quen en yang berada di dataran tinggi melihat semua pertempuran itu hingga matanya tertuju kepada tujuan puluh pasukan yang berpakaian merah mereka keseluruhan mengunakan sebuah penutup wajah .


di lihat dari tampilan mereka adalah orang-orang dari sekte naga langit.


putri quen en dia pun langsung melompat turun dari kebawah.


saat kakinya turun menginjakkan tanah membuat debu berterbangan.


tatapan quen en sedingin es . tidak ada emosi di sorot matanya,juga tidak ada kebahagiaan dia tetap tenang .


setan merah mengeluarkan pedang nya siapa pun mendekat untuk menyerangnya sekali gerak orang itu langsung mati.


melihat begitu muda nya setan merah mengalahkan siapa pun mendekat membuat pasukan zommen dan Gu bingung sebenarnya berada di pihak setan merah berpihak.


pakaian Merahnya berkibar pelan oleh hembusan angin di tengah pertumpahan darah, namun putri quen en seakan tidak mempermasalahkan itu seakan darah darah yang ternoda ditanah sudah sering di lihat nya.


dia berjalan dengan begitu angkuh menatap semua dengan tatapan datar , tidak seorangpun yang berani mendekat.


pasukan zommen mau pun pasukan GU mereka langsung berlari menjual quen en.


hiyaaa.....


mereka datang menyerang ingin menghabisi sosok berpakaiannya merah itu.


pah ....


treng.....


treng....


putri quen en mengayunkan pedang dari setiap lawan yang ingin menyerang nya.


cesss.....


semua yang mendekat pun mereka langsung mati .


"hei siapa kau dan berada di pihak mana?


putri quen en menghentikan langkahnya dan menolehkan ke seorang pasukan yang bertanya"aku kesini hanya datang untuk menyelamati murid murid ku dan warga kerajaan Phoenix yang terjebak dalam pertemuan ini.


"tidak perduli ,kau sudah masuk ke wilayah Gu tentunya kau harus kami lenyap kan"pasukan zommen.


putri quen en dia tersenyum miring di Balik penutup wajahnya.


"aku tidak ingin ikut campur dengan urusan kerajaan zommen atau Gu hal itu tidak ada keuntungan untuk ku"putri quen en.


mendengar perkataan putri quen en kedua pihak pasukan menjadi naik darah karena perkataan angkuh setan merah di hadapan nya.


lagi lagi mereka datang menyerang namun puluhan pria dengan tubuh gagah dengan topeng di wajah mereka datang langsung menghalangi serangan.


"maafkan kami guru harus membawa guru dalam situasi seperti ini"bo go datang menghadap di hadapan putri quen en.


putri quen en dia hanya mengangguk kepalanya pelan.


empat orang berpakaian bangsawan datang langsung menghadap setan merah"apa kah kau adalah ketua agen penyelamat "tanya seorang pria paru baya.


"iya"Jawab putri quen en singkat.


ini adalah perperangan namun datang penggangu dan malah mengobrol di tengah Medan perang.


hingga mereka melayangkannya anak panah untuk membunuh pasukan sekte naga langit .


cap...


cap...


cap...


saat anak panah itu meluncur kearah pasukan sekte naga langit tiba tiba rombongan itu hilang sekejap mata.


membuat mereka semua terpelong.


tapi berbeda dengan pasukan zommen mereka segera melihat kearah kaisar tang si fan yang berada di atas tandu duduk dengan tenang di sana.


melihat sorot mata kaisar tang si fan tidak terlihat kemarahan membuat hati mereka langsung legah.


hanya mayat Mayat yang tergeletak .


melihat rakyat nya mati kaisar GU Shen dia langsung berlari berlari ke arah kaisar tang si fan.


"matiiii lah kau Kaisar tang , kau adalah manusia tidak berperasaan dan kejam"


kaisar Gu Shen masih berlari dengan golok di tangannyan.


zep...


zep ...


zep ....


banyak anak panah terarah ke kaisar Gu Shen hingga tubuh kaisar Gu Shen ambruk ketanah dengan suara terbanta banta" aku berdoa di sisa hidupku selamanya kau tidak akan dapat hidup bahagia dengan orang yang kau cintai"


setelah berkata itu kaisar Gu Shen langsung menghembuskan nafas terakhir.


______________________________


tiba tiba sosok putri quen en muncul dan puluhan pria lainya .


bruk...


bruk...


mereka semua jatuh karena kemunculan tiba tiba.


merasakan ke ajaib an seluruh pasukan Langsung berlutut di hadapan putri quen en.


keempat bangsawan itu masih tidak sadar kan diri karena ke terkejutkan mereka menghilang dengan tiba tiba.


putri quen en lalu berkata"antarkan mereka ke pasukan Phoenix"perintah putri quen en.


baik guru"


sepuluh pria itu langsung membungkuk dan pergi membawa keempat bangsawan itu keluar dan naik kereta.


"lain kali jangan kegabah , waktu itu yang datang bukan aku melainkan mahluk yang menyemar menjadi ku,kalian bisa membedakan jika aku memakai kalung dewa ini"putri quen en.


sadar mereka waktu itu di tipu segera mereka mengiyakan perkataan putri quen en.


"sudahlah kalian pergi ke ruang pengobatan para wanita sudah menunggu kehadiran kalian untuk mengobati luka luka di tubuh kalian?


"baik guru.


mereka pun langsung pergi.


sedangkan putri quen en langsung menuju kamarnya di sekte naga langit.


dia begitu Lelah butuh sedikit istirahat.


hingga baru beberapa menit meletakan tubuhnya di atas tempat tidur membuat putri quen en tertidur.


cahaya putih muncul .


dia adalah seorang pria begitu tampan namun sebagian wajahnya tampak buruk karena iris iblis terukir di wajah tampanya.


dia berjalan dengan pelan seakan tidak ingin putri quen en terbangun.


pria itu menatap lekat wajah putri quen nsaat tidur.


cukup lama menatap pria itu hingga pangeran Lee meletakan sebuah bunga disampinh putri quen en"kau pasti Lelah karena bertempur.


pangeran Lee dia melihat jika tangan putri quen en lecet mungkin saat memegangi pedangnya.


"bagaimana bisa kau seorang wanita namun berada di tengah peperangan layaknya seorang panglima perang"


pangeran Lee menciumi tangan putri quen en hingga luka lecet di tangan putri quen en langsung sembuh hilang Tamba bekas.


sadar seseorang memegangi tangannya putri quen en langsung terbangun dan menarik tangannya.


tapi tidak ada siapa pun di ruangan tersebut.


"mungkin kau hanya perasaanku?tanya putri quen en pada dirinya sendiri.


"ah iya aku tidak bisa lama lama di sini ,aku segera kembali ke kerajaan Phoenix"putri quen en langsung mencium Kalung dan menghilang tanpa sadar jika kedua tangan tidak sakit karena lecet.


saat berada di kerajaan Phoenix putri quen en melebarkan matanya terkejut apa yang di lihat di hadapan nya?


______________________________________________


akan update jika like tembus 200


episode selanjutnya tiga episode sekaligus menanti pembaca setia ku😍🤗