Quen En

Quen En
chapter 112



bruk...


Cheng Zheng mengunakan kekuatan hingga membuat tubuh quen en terlempar jatuh mengenai meja rias Hingga hancur tak berbentuk lagi.


pyuh....


quen en meludahkan darah yang keluar dari mulutnya .


dia hanya bisa mengepalkan tangannya dengan benci saat ini dia sedang berduka karena seluruh keluarganya bahkan kerajaan hancur dan binasa yang dia butuhkan saat ini seseorang yang mengerti perasaanya .


dalam hati kecilnya orang itu adalah suaminya yu an Tian namun siapa yang sangka jika suaminya ini telah di kendalikan oleh iblis yang terkutuk .


aroma wangi darah quen en segera menyebar membuat Cheng Zheng tidak tahan ingin mengisap habis darah itu.


seketika mata Cheng Zheng langsung berubah menjadi merah darah .


"entah kenapa aku ingin rasanya menyegelmu sampai ke neraka hingga kau tidak pernah datang mengganggu orang lain"putri quen en.


"hahaha quen en kau itu sebenarnya begitu bodoh , seorang wanita yang ingin terlihat kuat namun nyatanya kau adalah sampah "cemooh Cheng Zheng.


"ck,jika aku sampah ,lalu kau sebut apa dirimu? mencuri dan menempati tubuh orang lain ,apa kah wujud mu lebih jelek dari pada seekor monyet"quen en dengan mengejek .


seekor monyet.


dia adalah kaisar iblis namun di katakan monyet yang benar saja.


wanita di hadapan ini sungguh memancing emosi kematian saja Tidak akan cukup harus di balas lebih mengerikan dari sekedar kematian.


Cheng Zheng dia langsung melayang terbang ke arah quen en.


putri quen en segera bangkit dan mengeluarkan pedang tuanya yang seketika itu juga Langsung berubah menjadi samurai yang tajam .


tatapan mereka sama sama begitu dingin .


ingin membunuh satu sama lain .


"kenapa kau tidak mengirimkan bala bantuan ke kerajaan EN"? tanya quen en yang membutuhkan penjelasan .


"untuk apa ,?aku tidak memilih urasan dengan kerajaan EN untuk apa mengirimkan bala bantuan"?


putri quen en dia mengepalkan tangannya yang sebentar lagi amarah akan meledak ledak namun dia berusaha menahan emosinya .


sedangkan Cheng Zheng melirik quen en dia segaja melakukan itu agar quen en tidak akan terkendali lagi saat hatinya penuh kebencian.


"jika kau tidak datang dan mencuri tubuh suamiku pasti Phoenix tidak akan tinggal diam pasti akan membantu kerajaan EN kau sebagai seorang pria kejam ,aku benci dengan mu iblis sialan"teriak quen en sedih.


entah kenapa hati quen en terasa sakit mengingat kehancuran negaranya kematian kerabatnya .


tapi kenapa hingga pertumpahan darah itu terjadi tidak segera quen en ketahui kenapa?


"kamu malah datang menyalahkan orang lain ,kenapa kamu tidak tanyakan kepada diri mu sendiri ,tidak datang menolong bukan kah kau memiliki kalung dewa bukan kah kau selalu menyebut diri mu diberkati dewa dan sekarang mana buktinya kau hanya seorang pengecut"


pengecut. ..


pengecut..


pengecut....


kata kata itu terus teriyang iyang di telinga quen en .


"kenapa kau malah di sini tidak datang membalaskan dendam kepada tang si fan bukan kah dia yang menghancurkan negara mu"?


putri quen en dia hanya tertawa getir "hahahh kau berkata seperti itu apa karena Takut ku segel lagi "?tanya quen en .


"takut ,saat ini kau bukan lawan ku "


Cheng Zheng dia mengangkat tangannya mengunakan kekuatan yang berbentuk asap hitam untuk menyerang quen en.


zep.


putri quen en dia langsung menghilang.


"keluar" Cheng Zheng.


senyap ruangan itu tampak senyap seakan kehadiran quen en tidak pernah ada.


namun Cheng Zheng dia terlihat berdiri dengan waspada melihat ke seluruh arah di mana quen en saat ini berada .


namun kamar itu telihat kosong hanya dia seorang.


zep.


quen en dengan tiba tiba muncul ingin menusuk punggung Cheng Zheng tapi serangan quen en seakan di baca.


membuat Cheng Zheng berbalik dengan cepat dan menarik tangan quen en .


dia langsung melintir tangan quen en ke belakang punggung nya .


aakkkhhh"


"serangan mu begitu murahan"kata Cheng Zheng tepat di belakang telinga quen en.


putri quen en dia mencoba melepaskan cengkraman itu tangannya sakit "lepaskan"


"kau hanya seekor kelinci yang sombong dan angkuh ,aku hanya ingin mematahkan ke angkuhan mu itu"


setelah berkata itu Cheng Zheng segera memegangi kalung dewa itu .


seakan menbacakan mantra yang tidak tau apa .


hingga kalung dewa itu detik kemudian langsung berubah menjadi kalung tua yang usang .


sudut bibir Cheng Zheng pun langsung terukir senyum jahatnya.


dia pun langsung mendorong tubuh quen en jatuh begitu saja.


bruk...


Untung quen en dia langsung jatuh ke atas tempat tidur hingga tidak merasakan sakit karena tubuh terhempas.


putri quen en segera melihat kalung yang sudah berubah bentuknya ,kalung itu terlihat usang dan jelek"kenapa kalung ku berubah seperti ini"?


"kau dan kalung mu itu begitu sama yaitu sama sama sampah" Cheng Zheng.


"apa yang kau lakukan iblis sialan"maki quen en .


"sttsss pelan kan suara mu ,kau tau kau saat ini berada di ambang kesengsaraan dan kau tau kenapa"?tanya Cheng Zheng dengan arogan.


putri quen en dia hanya diam menatap Cheng Zheng dengan dingin .


"kerajaan hancur ,kau bukan seorang putri yang terhormat lagi, bahkan bukan wanita yang di berkati dewa lagi kau saat ini benar benar sampah "


sampah.


sampah ..


sudah berapa kali Cheng Zheng merendahkan sungguh hal ini sangat menyakiti hatinya.


putri quen en dia Hanya membuang wajah tidak sanggup lagi melihat Cheng Zheng karena tubuh yang di gunakan Cheng Zheng adalah tubuh suaminya .


yu an Tian pria yang juga mencintai nya.


quen en berharap bisa segera menyegel Cheng Zheng hingga dia bisa bersama yu an Tian.


Cheng Zheng mencengkram Wajah quen en agar melihat ke arahnya"tatap aku quen"paksa Cheng Zheng .


"apa mau sebenarnya Cheng Zheng"tanya quen en.


"sungguh kau ingin tau apa mau ku "?


putri quen en mengangukan Kepala dengan pelan .


"serahkan kitab itu"


putri quen en hanya bisa tertawa karena kitab yang di inginkan Cheng Zheng sudah tidak ada lagi .


"kenapa kau malah tertawa"?tanya Cheng Zheng dengan tidak suka .


"selamanya kau tidak akan menemukan kitab itu"


"apa kah kitab itu terserap ke tubuh mu"tebak Cheng Zheng.


seketika tawa putri quen en langsung hilang tergantikan wajahnya terlihat terkejut.


melihat raut wajah putri quen en membuat Cheng Zheng paham "ahhteryata seperti itu."


"benar jika kau membunuh ku pun kintab itu tidak akan pernah ada selamanya kau tidak akan dapat yang kau inginkan"quen en .


"tidak juga ,aku tau cara agar kitab itu keluar dari tubuh mu"


putri quen en pun hanya bisa tersenyum hambar ,tidak tau apa yang akan di lakukan Cheng Zheng ke padanyaa kedepanya.


dia harus memikirkan cara lain agar yu an Tian bisa mengambil ahli atas tubuhnya .


namun dengan apa kalung sudah berubah jadi jelek yang di pasti kan tak berfungsi lagi.


pedang sudah berubah menjadi pedang tua yang karatan .


"apa lagi yang harus aku lakukan"batin quen en berkecamuk bingung.


________________________________________


butuh saran donk untuk episode selanjutnya .


like dan komentar yaaa