Quen En

Quen En
chapter 37



"lebih baik kalian pergi aku tidak membutuhkan pelayan penganti saat ini"putri quen en.


"tapi yang mulia permaisuri ini adalah perintah dari kaisar untuk meminta kami melayani anda"ketiga pelayan itu mencoba meyakinkan putri quen en.


"baik jika seperti itu namun kalian semua harus tau jika ingin menjadi pelayan ku kalian harus melewati ujian"


"baik yang mulia permaisuri apa pun itu kami akan menyanggupinya"


putri quen en dia tampak tersenyum namun di balik senyuman itu penuh arti"potong lidah kalian dengan gunting ini"


"mohon ampun yang mulia permaisuri apa kah ini benar adalah tantangan bagi kami"


"hmm jika kalian tidak sanggup maka kalian semua boleh pergi" usir putri quen en.


mereka melihat satu sama lain hingga satu orang pun berkata"mohon ampun atas kelancangan hamba yang mulia namun hal ini hamba tidak sanggup jika memotong lidah itu artinya hamba selamanya tidak akan berbicara lagi"satu pelayan itu dia mesujud memohon pengampunan.


"jika seperti itu maka kamu keluar lah kamu sudah gagal tes" putri quen en.


satu pelayan itu pun langsung keluar menyisahkan dua pelayan lainya"bagaimna apa kah kalian sanggup untuk memotong lidah kalian sendri"


"yang mulia kami sanggup karena kami melayani anda bukan untuk melaporkan sesuatu hal terhadap anda tentunya kehilangan lidah itu tidak akan menjadi masalah" kedua pelayan itu pun langsung mengambil sebuah gunting yang di berikan putri quen en kepada mereka.


kedua pelayan itu tampak yakin tidak ada keraguan sedikit pun mereka menjulurkan lidah mereka masing masing untuk memotongnya.


"cukup" putri quen en.


sontak hal itu membuat kedua pelayan itu berhenti "ada apa yang mulia permaisuri.


"letakan gunting itu mulai saat ini kalian resmi menjadi pelayanku"putri quen en.


"tapi yang mulia permaisuri kami belum memenuhi sarat dari anda untuk memotong lidah kami"


"itu tidak perlu,aku hanya menguji sampai mana kesetiaan kalian terhadap ku"


"jika seperti itu terima kasih banyak yang mulia permaisuri atas kebaikan hati anda"mereka pun begitu bahagia.


"sudahlah kalian bisa mengganti pakaiannya kalian semua.


"baik yang mulia permaisuri.


seorang pelayan yang melayani permaisuri atau pun kaisar mereka memiliki derajat tinggi dari pelayan yang lainya dan tentunya pakaian mereka lah yang menentukan keberadaan mereka sebagai pelayan yang istimewa.


putri quen en beranjak dari tempat tidurnya untuk mengambil kitab miliknya yang pernah dia ambil di perpustakaan kerajaan EN namun tidak menemukannya"aneh seharusnya kitab itu di dalam lemari ini tapi kenapa tidak ada, apa kah aku lupa meletakanya di mana"?


putri quen en mencoba berpikir keras namun gagal dia tidak ingat sedikit pun karena dalam ingatannya dia meletakan kitab itu di sebuah lemari bergabung dengan perhiasannya.


ahhh bagaimna bisa hilang atau bisa saja pelayan zi memindahkanya di tempat lain untuk menyembunyikannya namun saat ini pelayan zi tidak ada bagaimna bisa aku menanyakanya"


di saat putri quen en sibuk mencari pintu tiba tiba terbuka terlihat seorang pria tampan dengan pakaian kerajaan berwarna merah "sedang apa"?kaisar yu an tian.


putri quen en hanya memutar bola matanya dengan malas dia terus mencari di setiap sudut namun tidak menemukanya"kenapa hanya diam saja bantu aku mencari" putri quen en.


"mencari apa kamu di tanya aja tidak menjawab, aku tidak tau apa yang kamu cari"?


"benar benar ya cariakan aku sebuah kitab itu adalah kitab pengobatan dari dewa tentu saja aku membutuhkan itu karena mengobati luka kutukan mu itu"putri quen en berbohong untuk mencari alasan.


"kitab" kaisar yu an tian tampak berpikir.


"apakah kamu pernah melihatnya"?


"sepertinya ya aku melihat sebuah buku di lemari perhiasan mu ku kira itu sampah jadi aku memerintahkan pelayan untuk membuangnya saja"kaisar yu an


"apa kamu buang"


"bukan aku tapi pelayan zi yang membuangnya"


"sama saja itu adalah perintah mu tentu saja pelayan zi akan mematuhinya"putri quen en memegangi kedua pinggang melotot marah kepada kaisar yu an tian.


kenapa melihat ku seperti itu, bola matamu akan keluar jika seperti itu"


hmph...


putri quen en membuang mukanya.


melihat itu kaisar yu an tampak tersenyum "aku cuma bercanda, kitab itu berada di perpustakaan ku namun aneh kitab itu tidak bisa ku bukan makanya ku simpan di perpustakaan kerajaan saja"


putri quen en bernafas lega"sukur lah jika benar kamu membuang aku akan sangat marah kepada mu"


"sejak kapan kamu baik kepada ku sepertinya awal bertemu sampai saat ini kerjaan mu setiap bertemu denganku selalu marah marah"


"itu karena wajah mu sangat menyebalkan"


kaisar yu an tian langsung menatap putri quen en dengan tatapan tajam "aku datang kesini ingin mengatakan jika malam ini aku akan pergi.


bukan kah malam ini malam pernama di mana pangeran lee mengatakan jika aku harus pergi karena aku akan di jadikan tumbal jika seperti itu kenapa kaisar yu ingin pergi apa kah dia memiliki maksud lain"batin putri quen en.


"kenapa diam saja apa kah kamu tidak rela aku pergi"


"omongan kosong jika seperti itu kenapa harus pergi malam ini kenapa tidak sekarang saja"


"kamu tidak suka aku berada di sini"


"kenapa dengan pria ini dia dari tadi berbicara dengan ku dengan nada santai dan lembut seperti ini tidak biasanya selalu memarah kepada ku"batin putri quen en melihat sikap kaisar yu an tian yang tampak berubah.


"iya sudah ku katakan jika kamu itu menyebalkan"


"sudahlah aku tidak ingin berdebat dengan mu namun satu pesan ku tetap lah di sini saat bulan purnama, aku sudah memerintahkan prajurit ku dan tentara ku untuk berjaga di seluruh paviliun teratai ini"


"kenapa kamu memperketet penjagaan, aku seperti seorang buronan jika seperti ini"


"permaisuri ku ini tidak akan lama kamu hanya bersabar beberapa hari sampai aku tiba kembali setibanya aku akan membawanya hadiah untuk mu"kaisar yu an tian.


"fack ini aneh benar benar aneh sejak kapan kaisar jahat itu mejadi sebaik seperti ini kepadaku dan apa dia katakan tadi permaisuri apa aku tidak salah mendengar" batin putri quen en berkecamuk.


putri quen en menyipitkan matanya melihat sikap kaisar yu an yang berubah dari bisa "apa kah kamu tidak salah minum obat" putri quen en memastikan jika ada yang salah dengan kaisar yu an tian.


"tidak kenapa apa salahnya aku baik kepada istri ku sendiri"


cik cik cik


putri quen en mengelengkan kepalanya"melihat siapa mu seperti ini membuat ku curiga saja.


kaisar yu an tian mengepalkan tangannya menatap putri quen en dengan tatapan tajam namun dia mencoba meredam emosinya"sudahlah aku lebih baik pergi dan aku sudah mengirim pelayan baru untuk mu"


"aku harus pergi dari istana ini ke sesuatu tempat saat bulan purnama aku tidak bisa berada di istana ini"


"kenapa"


"aku tidak bisa menceritakan kepada mu untuk saar ini namun pesan ku satu tetap lah di sini untuk keselamatan mu"


"iya iya iya"


kaisar yu an tian dia melihat putri quen en dengan tatapan mendalam lalu berbalik pergi.


"hufff aneh siapa yang harus aku percaya pangeran lee mengatakan jika aku harus pergi dari istana ini saat bulan purnama tapi ini kaisar yu meminta ku tetap di sini dengan penjagaan yang ketat bahkan tentara perang pun di perintahkan untuk menjaga ku tentu aku mejadi bingung yang mana yang harus ku teruti"


"sepertinya aku harus pergi lagi pula aku memiliki janji dengan bo go.


tidak itu saja aku harus menyelamatkan pelayan zi dia sudah banyak berjasa kepada ku tidak bisa ku biarkan dia mati begitu saja karena ulah kedua manusia brengsek itu.


_____________________


malam telah tiba terlihat pasukan tentara berjaga jaga di setiap sudut ruangan di paviliun teratai bahkan pintu kamar putri quen en tidak luput dari penjagaan.


"yang mulia permaisuri anda harus berhati hati malam ini walau pun banyak penjagaan" pelayan yang membantu menyisir rambut putih putri quen en.


"menangnya apa yang terjadi dengan malam ini"


"itu yang mulia...."


kedua pelayan itu saling lihat karena ragu untuk mengantakanya.


melihat itu putri quen en berkata "jika ingin menjadi pelayan ku kalian harus terbuka tidak di izinkan sedikit pun menyembunyikan sesuatu dari ku"


"mohon ampun yang mulia namun ini sangat mengerikan jika di ceritakan"


"katakan lah aku tidak akan takut"


"dulu setiap calon pengatin yang melewati bulan pernama mereka akan mati mengenaskan dengan tubuh tampa kepala walau pun penjagaan di perketat.


"lalu"putri quen en tampak penasaran.


"yang mulia permaisuri maka dari itu untuk saat ini anda harus waspada di katakan pembunuh mengerikan itu bukan manusia yang melakukannya dia adalah Siluman dan...


pelayan itu ragu untuk melanjutkan cerita nya namun melihat tatapan dari putri quen en membuat mereka melanjutkan nya.


"dan bukan cuma kaisar yu yang mendapatkan kutukan itu namun istana ini juga di kutukan setiap bulan pernama calon pengatin atau pun istri dari kaisar yu an tian semua akan mati hingga kaisar yu an tian tidak memiliki keturunan"


"jadi seperti itu" putri quen en menguap ngantuk mereka pelayan itu bercerita pajang lebar membuat putri quen en mengatuk seperti mendengarkan sebuah dongeng sebelum tidur.


tidak hanya putri quen en yang menguap mengantuk namun kedua pelayan itu juga mereka tiba tiba merasakan ngantuk yang begitu berat"kalian lebih baik pergi tidur"


"baik yang mulia permaisuri.


kedua pelayan itu langsung beranjak pergi.


plak..


putri quen en menampar wajahnya agar rasa kantuk itu hilang dia dengan cepat mengganti pakaiannya menjadi seorang pria berpakaian merah dan menutup wajahnya.


"ke perbatasan kota phonix"


ting...


putri quen en langsung menghilang tepat pada itu juga pintu kamarnya di buka.


masuk sesosok dengan tubuh tinggi memegangi sebuah pedang namun memiliki dua mata seluruh tubuhnya di tutupi dengan kain hitam tidak itu saja masuk lagi sekitar tujuh orang berpenampilan yang sama.


mereka membawa berbeda senjata di tangannyanya kedatangan mereka tidak akan di sadari karena seluruh pasukan tertidur karena rasa ngantuk yang begitu berat.


sedang putri quen en saat ini berada di perbatasan kota rasa ngatuknya tiba tiba hilang saat dia pergi jauh dari istana phonix.


"guru akhirnya anda tiba"


"hmmm mana bocah itu"


"dia sedang tidur guru di kereta sana, kami sudah menyewa kereta untuk keberangkatan guru je wilayah EN"


"sepertinya aku milik urusan lain hal ini ku serahkan kepada kalian untuk mengantar goli kepada orang tuanya"


"segerah kami laksanakan guru"


"ini ambil lah untuk kalian dan berikan ini kepada orang tua goli"putri quen en menyerangkan sekantong emas.


"guru ini ini begitu banyak aku tidak pernah melihat emas sebanyak ini"


"sudahlah jika kalian ingin menjadi murid ku jangan pernah lagi merampok apa kalian mengerti?


mengerti guru"


katakan kepada palayan go jia jika beberapa hari lagi aku akan mengujunginya"


"akan kami sampai kan guru"


"kalian juga sementara di sana karena aku membutuhkan kan kalian untuk menghancurkan beberapa orang di wilayah EN"


"baik lah guru, kami mohon undur diri"


mereka dengan serempak.


sekelompok itu masuk kedalam kereta menuju wilayah EN.


sedang kan putri quen en langsung mencari sebuah penginapan untuk malam ini karena besok dia harus pergi ke gurun di mana pelayan zi itu berada.


namun di perjalanan yang sepi putri quen en melihat sebuah bayangan dengan sekilas seseorang berlari menuju hutan.


"siapa malam seperti ini masuk kedalam hutan.


putri quen en yang merasa penasaran dia juga ikut masuk kedalam hutan untuk memastikan siapa itu karena dia berlari begitu cepat.


_________________________________


ayo donk dukungannya dengan vote cerita ini ya?