
putri quen en merasa tidak nyaman berdekatan dengan kaisar yu an tian yang terlihat menempel ke padanya.
"jika berada sedekat ini kamu terlihat cantik" kaisar yu an tian yang menatapnya putri quen en dari samping.
membuat wajah putri quen en bersemu merah dada juga terasa panas"sial jangan katakan jika tubuh ini seperti beraksi dengan gombalanya murahan kaisar yu"maki putri quen en di dalam hati kepada dirinya sendri.
melihat wajah putri quen en terlihat merah hal itu menambah kecantikan putri quen en lebih meningkat yang terlihat mengemaskan.
"cihhh aku dari memang cantik kenapa kamu baru sadar sekarang" putri quen en dengan percaya diri.
"dasar wanita gila selalu percaya diri" kaisar yu an tian.
"menyebalkan kaisar gila"gerutu putri quen en.
"apa, kamu mengatakan aku kaisar gila"?
"tidak kamu saja yang salah dengar,aku mengatakan jika kamu kaisar yang begitu tampan" elak quen en.
"aku tidak tuli, jika kamu mengatakan aku apa"?
putri quen en dia hanya tersenyum geli melihat kaisar yu terlihat marah.
tidak jauh di sana terlihat sebuah gerbang yang mewah terukir dengan tulisan cina kuno.
"turun" kaisar yu an tian.
"tapi pintu gerbang disana, kenapa aku harus turun di sini" putri quen en.
"kita kan memasuki wilayah kerajaan zomen,"? kaisar yu an tian.
"lalu apa hubungan kamu menurunkan aku di sini"
"apa kah kamu tidak lihat pakaian mu sendri seorang budak rendahan sedangkan aku seperti tuan mu jika satu kuda mereka akan mencurigi kita"
"hmmm,apa kah ini tempat pelayan zi berada"?
"bukan ini adalah musuh besar ku kerajaan zomen untuk sampai ke gurun itu butuh beberapa hari dari kerajaan ini"
"jadi kamu punya musuh, tapi pantes juga sih jadi orang jahat sih"putri quen en.
"dasar gadis gila"kaisar yu an tian dengan ketus.
hmph...
putri quen en langsung mendesungus.
"cepat tarik kuda ini, kau harus terlihat seperti budak sungguh"
"di mana mana seorang wanita yang berada di atas kuda dan pria yang menarik kudanya ini kebalikanya"gerutu putri quen en.
"sudahlah kenapa banyak sekali mengeluh"
putri quen en dia melirik kaisar yu an tian dengan tatapan tajam tampa sepengetahui kaisar yu an tian dia mengeluarkan jarum di balik baju dan.
sep...
langsung menusuk ke kulit kuda itu hingga membuat kuda itu terkejut dan lari dengan kencang.
hahahaha rasa kan itu "putri quen en tertawa kemenangan sambil melambaikan tangan ke pada kaisar yu an tian.
di saat itu pula putri quen en menciumi kalung dan menghilang.
ketika muncul dia berada di sebuah kota yang terlihat begitu ramai pakaian mereka semua sangat bagus dan elegan kedatangan putri quen en yang tiba tiba membuat sebagai orang terkejut dan marah melihat penampilan putri quen en yang terlihat dekil dan kotor menurut mereka" pergi jauh jauh sana dasar gembel "usir seorang wanita terhadap putri quen en.
putri quen en yang menudukan kepala dia terlihat senyum sinis sambil perjalan pergi dia mengeluarkan kain hitam dari balik bajunya dan menutupi wajahnya dengan kain itu.
dia terus berjalan di keramaian kota yang terlihat begitu ramai saat ini.
dia berdiri di depan lestoran perutnya begitu lapar jadi dia berniat untuk makan di dalam lestoran tersebut tapi ketika ingin melangkah masuk dia di cegat oleh dua orang pemuda mereka semua menatap putri quen en dengan tatapan ceomoh" pergi sana, ini bukan tempat yang harus kamu datangi"usir mereka.
"aku lapar dan ingin makan kenapa kalian malah mengusir ku"
"hei apa kah kamu sanggup membayar makanan di dalam sana"?
"kurang ajar mereka meremehkan ku hanya karena penampilan ku"batin putri quen en.
"kalian jangan melihat seseorang hanya dari penampilannya, seharusnya kalian menghormati ku karena pembeli ada raja namun kalian memperlakuan ku seperti ini" putri quen en.
mereka berdua saling melirik satu sama lain dan langsung mendorong putri quen en hingga putri quen en terjatuh ketanah.
bruk....
terlempar begitu saja putri quen en dia melotot marah kepada dua pemuda di hadapannya namun dia hanya berpura pura menjdi wanita yang terlihat lemah untuk menjaga penyamarannya.
"lebih baik pergi sana dasar gembel"
"ada apa dengan mereka semua pakaian ini terlihat bersih walau pun kumuh namun pantas kah mereka memperlakuan ku seperti itu"?
hal itu semua menjadi tontonan orang orang yang berlalu lalang di depan lestoran ini meratapi kasian terhadap seorang wanita yang terlihat tertindas.
"kasihan sekali gadis itu, dia ingin makan namun malah di usir"
"lebih baik seperti itu bukan sudah banyak saat ini mereka hanya Datang untuk makan ketika di tagih untuk membayar mereka pasti tidak mempu membayar ya"
"kenapa dia juga menutup wajahnya dengan kain hitam apa kah dia memiliki penyakit di wajahnya"?
"tidak tau tapi nampaknya dia adalah seorang budak dari gurun fu"?
"hah kau benar apa kah dia tahanan yang melarikan diri"?
ketika orang orang mulai membicarakan putri quen en seorang pria datang dia menghampiri putri quen en.
dia membantu putri quen en untuk berdiri.
"yu an tian" bisik putri quen en.
"aku mencari mu"putri quen en.
"mencari ku setelah kamu membuat kuda yang kutumpangi kesakitan karena kau menusuknya dengan jarum"
"aku minta maaf" putri quen en
"sudahlah lebih baik kamu beli pakaian agar tidak lagi orang merendahkamu karena penampilan seperti ini" kaisar yu an.
"tidak mau, itu akan membuat ku kesulitan untuk masuk ke gurun itu"
"dasar keras kepala" kata kaisar yu.
"kamu pergi lah kesna aku sudah memesankan makanan untuk mu, aku ada urusan di dalam lestoran ini"
putri quen en memegangi lengan kaisar yu an tian sambil berkata"kamu tidak berniat untuk memberi pelajaran kepada kedua pemuda itu kan yu an"tanya putri quen en untuk memastikannya.
"kamu adalah seorang permaisuri kerajaan phonix tidak ada sedikit pun yang berani menyentuh permaisuri ku dengan cara kasar seperti itu" kaisar yu an tian mengepalkan tangannya dia menatapnya dengan dingin kerumunan orang orang hal itu membuat orang orang mereka langsung pergi.
melihat tatapan kaisar yu an tian mereka terasa menatap seorang pemimpin yang tidak ingin di bantah sedikit pun.
"yu an sudah aku baik baik saja mereka memperlakuan seperti itu karena tidak mengetahui siapa aku"putri quen en berusaha untuk membujuk kaisar yu an tian.
"tapi mereka sudah"
"sudahlah ayo kita makan di tempat yang telah kamu pesan,aku begitu lapar berdebat dengan mu seharian"putri quen en menarik kaisar yu an tian agar pergi dari sana.
melihat putri quen en menariknua kaisar yu an tian hanya menuruti saja.
namun terukir dengan jelas di bibir quen en mereka tidak tau jika di hadapan mereka adalah seorang yang benar benar licik.
"bakar lestoran itu"putri quen en mencium kalung itu.
dan.
api berkobar dengan besar...
kebakaran......
tolong kebakaran.....
kebakaran....
putri quen en dan kaisar yu an tian melihat itu mereka terlihat tersenyum puas.
"quen en mereka mendorong mu dengan keras, apakah kamu merasa sakit" tanya kaisar yu.
"tidak biasanya perhatian seperti ini" putri quen en.
"karena aku kasian saja melihat kamu di perlakukan seperti itu asal kamu tau sakit itu di sini" kaisar yu menunjuk nunjuk dadanya.
putri quen en membuka mulut seperti tidak percaya akan hal sesuatu yang terjadi kepada kaisar yu"jangan katakan jika kamu mulai ada rasa dengan ku ya"
"rasa apa yang kamu maksud"? kaisar yu an tian.
"rasa cinta"
"cihh itu tidak akan terjadi, kenapa terlalu percaya diri sekali hah apa kah karena aku
baik kepada mu jadi kamu berpikiran kearah sana"?
putri quen en memutar bola matanya jengah.
putri quen en dan kaisar yu an tian mereka berjalan berdua di pusat kota namun karena begitu ramai dan tiba tiba seseorang datang membawa kuda dengan sembarang membuat putri quen en dan kaisar yu an tian terpisah.
"kemana dia seharusnya berada di sini"kaisar yu an tian mencari putri quen en.
________________________________________
putri quen en pun mencari kaisar yu an tian yang terpisah begitu saja"aneh padahal hal orang lewat mengunakan kuda malah membuat aku dan kaisar yu terpisah begitu saja"?
sudah lebih baik mencari tempat sepi untuk mengunakan kalung ini mencari keberadaan kaisar yu an tian "
putri quen en terus bejalan mencari tempat yang terlihat seperti hingga sampai di samping rumah penduduk yang terlihat begitu sepi.
putri quen en memejami matanya dan ingin mencium kalungnya namun tangannya seperti tertahan karena seseorang memeganginya hal itu membuat putri quen en membuka mata saat ini juga dia lebarkan matanya.
"kau....
pria bertopeng yang mengintipku kan"
"kita bertemu lagi"pria bertopeng itu.
lepaskan" putri quen en menghentakan tangan membuat pria yang memegangi tangannya terlepas.
putri quen en pun langsung mengeluarkan pedangnya di arahkan kepada pria bertopeng itu"siapa kamu? kenapa tiba tiba berada di sini apakah kamu mengikuti ku"
terlihat pria itu tampak diam putri quen en tidak tau mimik wajah pria itu saat ini namun dia tau jika pria itu terlihat tidak gentar sedikit pun akan pedang putri quen en.
pria bertopeng itu memegangi pedang itu dam langsung menarik putri quen en jatuh kedalam pelukannya.
ahh..
pria itu memeluk putri quen en dengan kencang hal itu membuat putri quen en merontak "lepaskan aku kenapa tiba tiba memeluk ku hai tuan apa kah kamu tidak lihat jika aku adalah seorang budak kenapa masih memperlakuan aku seperti ini"
pria itu tidak menjawab dia hanya dalam diam memeluk putri quen en seperti mencium aroma dari tubuh putri quen en.
namun tenaga pria itu begitu besar membuat putri quen en seperti tidak ada apa apanya.
membuat putri quen en dadanya terasa sesak di dekap dengan tubuh kekar pria itu.
pria itu lalu berkata tepat di telinga putri quen en dengan suara bisikan"aku tidak akan melepaskanmu....