
merasa sebuah hembusan begitu dekat tepat di belakang telinganya putri quen en dengan cepat mengeluarkan belati kecil dari bajunya.
dia menoleh saat itu di sadari saat ini dia berada di jarak begitu dekat dengan seseorang hingga hembusan nafasnya begitu terasa putri quen en langsung mundur menjauh.
namun di kegelapan dia tidak bisa melihat apa pun namun dia atau jika di hadapan ada seseorang, putri quen en tidak mengeluarkan suara sedikit pun dia mundur dengan pelan agar tidak menimbulkan suara.
tringgg.....
suara benda jatuh.
putri quen en hanya bisa mengigit bibirnya dia sudah berusaha namun begitu sial dia seperti menambrak sesuatu hingga terdengar suara begitu nyaring.
tak...
tak...
tak...
terdengar suara langka kaki menuju putri quen en berada.
putri quen en ingin bangun untuk berdiri namun kakinya terasa keram"sial kenapa di saat seperti ini kaki ku malah keram.
suara kaki itu semakin dekat hingga tiba tiba cahaya obar di ruangan itu nyala.
"tidak ada siapa pun, padahal aku mendengar suara itu dari ruangan ini"
"bisa saja itu tikus,"
"apa kau yakin itu tikus, coba kau lihat benda apa yang jatuh, itu adalah patung ukiran bagaimna bisa tikus membuat patung itu jatuh"
"lebih baik kau tanyakan kepadanya saja"?
penjaga sekitar dua orang itu menghampiri seorang yang kedua tanganya di rantai dan begitu juga dengan kakinya.
salah satu penjaga itu menendang dengan sedikit keras lalu berkata "hei pangeran lee apa kau melihat seseorang masuk kesini"?
pria itu hanya mengelengkan kepala.
"jika di tanya jawab atau mau ku potong lidah mu"bentak penjaga itu.
hening pangeran lee hanya diam.
membuat penjaga itu terlihat kesal ingin memukul tapi di cegah oleh salah satu penjaga yang lain"sudahlah lebih baik kita pergi jika moster ini kambuh lagi penyakitnya maka kita akan dalam keadaan bahaya?
hmph.....
penjaga itu mendengus lalu pergi membawa kembali obor itu hingga ruangan kembali gelap.
putri quen en melihat semuanya.
mereka memanggilnya dengan sebutan pangeran tapi mereka tidak sedikit pun hormat jika benar pria ini pangeran pasti adalah anggota keluarga phonix tampa kecuali dia pangeran dari kerajaan lain yang menjadi tawanan namun yang membuat putri quen en penasaran ketika penjaga itu menyebutnya nama pangeran lee itu adalah nama kekasihnya di kehidupan sebelumnya.
pintu quen en menciumi kalung lalu berkata" terang.
hingga tiba tiba seluruh obor di dalam ruangan itu langsung menyala.
tetap sama pria itu tidak sedikit pun merespon dia hanya menundukan kepalanya rambut panjangnya menutupi wajahnya.
putri quen en melihat pria itu tangannya terlihat membiru karena bekas ikatan kuat dari rantai rambutnya hitam seperti tinta.
pangeran lee hanya berlutut dengan lemas.
"kenapa mereka memperlakuan mu seperti itu"quen en.
tidak ada jawaban.
pria itu hanya diam.
putri quen en mendekati pria itu dia meraih meraih wajah pria itu dan menyingkirkan rambutnya kesamping saat melihat wajah pria itu membuat putri quen en bernafas legah ternyata hanya namanya saja yang mirip tidak dengan wajahnya.
putri quen en menatap pria itu
pangeran lee juga menatap putri quen en.
"untuk apa anda kesini"? pangeran lee dengan suara sedikit serak.
"ada dua jawabannya yang pertama aku kesini bisa saja membunuh mu atau yang kedua menyelamatkan kanmu" putri quen en dengan senyum liciknya.
"membunuh ku, apa kah kau tidak takut dengan ku"
terlihat putri quen en tertawa"takut kenapa aku harus takut dengan pria tampan seperti mu"
pangeran lee dia langsung diam ini pertama kalinya ada seseorang mengatakan dia tampan padahal jelas di sebelah wajah ada simbol iris iblis dan itu sangat mengerikan.
"jika kau ingin menghina ku lebih baik pergi kau tidak buta bagaimna wajah seperti ini di katakan tampan"?
"tapi aku berkata jujur, mata mu begitu indah bagaikan bintang yang bersinar"
pangeran lee dia langsung menunduk kepala "sudahlah lebih baik anda pergi tempat ini tidak baik untuk mu"
"baik lah, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena kau tidak mengatakan keberadaan ku pada penjaga itu ya walau pun sebenarnya aku bisa saja melenyapkan penjaga itu dengan mudah" putri quen en.
saat putri quen en ingin pergi dia membalikan tubuhnya lalu berkata kepada pria itu "jika kau kesepian panggil namaku quen en maka pada saat itu aku akan muncul di hadapan mu"putri quen en langsung membuat seluruh ruangan menjadi gelap dan dia langsung menghilang.
_______________
yang mulia permaisuri dia menghilang saat tiba tiba para pemberontak menyerang kota"
"mohon ampun yang mulia ini karena kami kurang tepat menjaga permaisuri hingga dia menghilang kami pantas di hukum yang mulia"
mendengarkan permaisuri menghilang nona fei len begitu bagaimna dia berharap jika putri quen en mati di tangan pemberontak itu hingga tidak perlu kembali lagi.
"seret pemberontak itu kelapangan beri mereka hukuman hingga mereka mengatakan di mana permaisuri"
"baik yang mulia"
saat liu ingin keluar pintu aula tiba tiba di buka terlihat jika putri quen en bajunya terlihat kotor di tambah tubuh penuh luka.
melihat itu kaisar yu an tian menatap putri quen en dengan datar"dari kemana saja seluruh prajurit ku mencari mu"?
putri quen en tidak menjawab dia memegangi kepalanya "aduh sakit sekali"
melihat itu kaisar yu an tian langsung berlari kepada putri quen en "cepat panggil tabib"
kaisar yu an tian langsung mengendong putri quen en dengan gaya ala bridal style.
membuat nona fei len mengepalkan tangannya.
sedangkan putri quen en hanya tersenyum licik dia sudah berhasil membuat kaisar yu an tian terlihat sangat panik walau pun dia sempat melihat kaisar yu an tian tidak perduli kepadanya namun ketika putri quen en menambah extingnya teryata berhasil, terlihat jika kaisar yu an tian begitu khawatir.
tampa kaisar yu an tian sadari putri quen en mengambil sesuatu dari baju kaisar yu an tian.
kaisar yu an tian meletakan putri quen en di atas tempat tidur nya.
namun saat itu juga kaisar yu an tian melihat senyum putri quen en membuat kaisar yu an tian menatap dengan tajam"kau menipu ku?
putri quen en hanya menguap ngantuk sambil tersenyum licik " kenapa tidak, kita impas bukan bukan kah kau yang membuat ku mengenakan pakaian menyebalkan itu membuat ku susah bergerak saat para pandit pandit itu datang "
"kau"
kaisar yu an tian begitu geram terhadap wanita di hadapannya dia sudah beberapa kali di tipu oleh wanita ini.
"sudahlah izinkan aku tidur, aku benar benar lelah besok ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepadamu"
"tidak perlu karena bsok pagi sekali aku akan ke kerajaan awan putih untuk pernikahan ku dengan putri keenam"
"hah begitu ya baik lah jika seperti itu untuk malam ini tidur lah bersama bagaimna"
"apa kah kau menawarkan tubuhmu agar aku berubah pikiran, jika seperti itu kau hanya bisa mimpi" kaisar yu an tian.
"kau terlalu berpikir jauh, putri quen en menepuk kasurnya meminta kaisar yu an tian tidur di sana.
melihat itu kaisar yu an tian langsung menghempaskan tubuh namun tiba tiba tubuh kaisar yu an tian terasa kaku tidak bisa di gerakan.
sedangkan putri quen en hanya tertawa di dalam hatinya kaisar yu an tian sudah masuk kedalam jebakannya.