
Hai-hai ... reader tercinta 🤗🥰 yuk kepoin novel baru author. Siapa tahu suka. Makasih yang sudah mau mampir 😘😘😘
Sinopsis
Arkana Brilion seorang ketua geng motor paling disegani. Jatuh cinta pada Athaya Nathalia, gadis pengamen yang telah menolongnya. Dan saat ia ingin mengungkapkan cinta, Atha hilang bak ditelan bumi.
Lantas keduanya kembali dipertemukan dalam satu malam yang salah, membuat Arka harus bertanggung jawab dimana saat hati Arka sudah tertambat lain hati.
Lantas, bagaimanakah jalan pernikahan mereka? Apakah Arka akan mempertahankan tambatan hatinya yang baru setelah menikah dengan Atha?
***
Berikut cuplikannya...
"Tha, kamu nemu Dewa yang kaya gini di mana sih?" salah satu kakak-kakak yang Atha kenal dengan kak Luna menanyainya. Sontak pertanyaan itu juga membuat senyuman Arka memudar, wajahnya kembali tanpa ekspresi, matanya tentu tertuju hanya pada satu orang. Athaya Nathalia.
Perawakan Arkana Bralion memang sangat menakjubkan di usianya yang masih remaja itu. Kulitnya bersih tanpa cacat jerawat sedikitpun diwajahnya, hidungnya lancip, bibir yang sexy, dan juga memiliki sorot mata yang tajam serta alis yang tebal. Apalagi senyumannya yang hanya beberapa detik tadi menambah kesan menawan, memikat hati para gadis-gadis. Sungguh ciptakan Tuhan yang sempurna. Pikir gadis-gadis itu.
"Dewanya aku nemu di TPS lama, Kak. Itu yang dekat stasiun bus tadi." Atha pun cekikikan dengan jawabannya sendiri. Kembali mengingat kejadian tadi pagi dimana Arka tidur di depan rumah kardusnya.
"Ah masa sih, Tha. Jangan ngaco deh, pangeran bak dewa yunani begini kamu bilang nemu di TPS." Tentu saja tidak ada yang percaya hal tersebut, Atha hanya bisa menanggapinya dengan cekikikan.
Atha tidak melihat Arka seperti yang dilihat para gadis yang lain, pikirannya memang sangat polos sekali. Jadilah ia melihat Arka dengan tampang biasa saja. Tapi buka berarti ia tidak mengakui Arka ganteng. Cuman ganteng dalam versi polosnya.
Atha turun dari bus tersebut dengan perasaan riang gembira melebihi hari-hari sebelumnya. Bagaimana tidak, pendapatannya dari mengamen hari ini sungguh luar biasa banyak sekali. Dan itu semua berkat pangeran yang konon bak dewa yunani.
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?" gumam gadis itu dengan senyum yang tak pernah pudar.
"Tha." Panggil Arka, ia merasa ditinggal oleh itu. Atha menoleh ke belakang dan langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Astagah, sumber uang." Gadis itu dengan cepat menghampiri Arka yang baru mau menuruni bus. Akra membulatkan mata dengan raut sedikit jengkel, tapi tentu ia tidak akan bisa marah pada gadis itu.
"Hahahah, bercanda Kak." Ia melambaikan tangan. Mendengar tawa renyah Atha membuat Arka ikut tersebut.
𝘒𝘢𝘵𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘷𝘦𝘳𝘴𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢. 𝘋𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘳𝘶𝘵 𝘈𝘵𝘩𝘢 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘸𝘢𝘩 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘪𝘮𝘱𝘢𝘩, 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘴𝘵𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘶𝘬𝘢𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘥𝘦𝘳𝘩𝘢𝘯𝘢. 𝘚𝘦𝘴𝘦𝘥𝘦𝘳𝘩𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘮𝘱𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘶𝘴. 𝘠𝘢. 𝘏𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘯𝘺𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢𝘩 𝘥𝘪 𝘣𝘪𝘣𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘈𝘵𝘩𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢.
***
Terima kasih untuk kakak-kakak yang selalu setia mengikuti karya author, semoga dapat menjadi penghibur di waktu luang. ❤🥰
Terimakasih juga atas semua dukungan dan masukannya yang sangat membantu. Mohon maaf karena belum bisa membalas satu persatu komentarnya 🙏
Semoga kakak-kakak di sini sehat selalu, rejekinya lancar, semua urusan dipermudah 🤲
Dan salam sayang untuk kakak-kakak semua 🥰🥰🥰😘