Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Apa yang terjadi?



"Tuan... Tuan jangan tinggalkan aku.. Tuan..." ucap Aruna dalam hati berharap Arthur bisa mendengar suara hatinya saat ini. Namun sayangnya Aruna malah melihat langkah kaki Arthur berlalu pergi dari sana.


Setelah Arthur pergi dari sana harapan Aruna benar-benar seperti telah terhempas dengan seketika. Hanya saja meski begitu Aruna tidak ingin hanya menerima nasib begitu saja dan kembali di injak oleh Pandu. Dengan perasaan yang kuat dan tekad ingin bertahan hidup. Aruna kemudian mencoba untuk menggigit tangan Pandu dengan kasar, membuat Pandu yang merasakan kesakitan pada area tangan yang membekap Aruna akibat gigitan tersebut. Dengan spontan langsung melepas tangannya dari mulut Aruna.


"Sialan!" ucap Pandu dalam hati sambil mengepak kepakkan tangannya yang terlihat mengeluarkan sedikit darah di dalam air akibat dari gigitan Aruna barusan.


Sedangkan Aruna yang mengetahui ada celah tentu saja langsung berusaha berenang naik ke atas dan menjauh dari Pandu. Meski hal tersebut sulit karena tangan Pandu yang terus mencoba untuk meraih kembali tubuhnya, namun Aruna tetap berusaha sekuat tenaganya untuk naik ke atas permukaan dan mencari pertolongan.


Bruk...


Suara tubuh Aruna yang di pepet ke dinding kolam renang terdengar dengan jelas begitu ia berhasil naik ke atas permukaan dan baru saja bisa menghirup udara segar.


"Jangan kira kau bisa lolos dari ku Run! Apapun yang terjadi selamanya kau akan menjadi milik ku, jika Arthur menjadi penghalang dalam jalan ku untuk memiliki mu, maka aku yang akan menyingkirkannya dari sisi mu!" ucap Pandu dengan nada yang penuh penekanan sebelum pada akhirnya berlalu pergi dari hadapan Aruna dan keluar dari area kolam renang meninggalkannya seorang diri di sana.


Sedangkan Aruna yang mendengar setiap kata ancaman yang keluar dari mulut Pandu tentu saja langsung terdiam seketika. Aruna jelas tahu jika Pandu tak pernah main-main dengan ucapannya, membuat raut wajahnya langsung berubah dengan seketika.


Airin menggigit bibir bagian bawahnya dengan pelan sambil menatap ke arah kepergian Pandu saat ini. Entah mengapa ia begitu khawatir dan juga takut ketika membayangkan apa yang akan dilakukan Pandu kepada Arthur nantinya. Membayangkannya saja sudah membuat Aruna merasa begitu takut apalagi jika hal tersebut benar-benar terjadi. Entah apa yang akan Aruna lakukan saat itu.


"Sepertinya aku harus segera pergi dari sisi Tuan secepatnya." ucap Aruna pada diri sendiri dengan nada yang yakin.


Setelah membuat sebuah keputusan yang besar dalam hidupnya, Aruna nampak keluar dari area kolam renang dan kembali menuju ke arah Apartment Arthur untuk mulai menyampaikan pengunduran dirinya.


***


Apartment Arthur


Arthur yang tak kunjung menemukan Aruna dimanapun meski sudah mengelilingi lingkungan Apartment ini, lantas mulai terlihat mondar mandir tak jelas. Pikirannya kini bahkan sudah terisi dengan begitu banyak hal negatif tentang Aruna.


Arthur berdecak dengan kesal ketika ia sama sekali tidak mengetahui kepergian Aruna yang tadi pagi pergi ijin keluar untuk lari pagi.


"Kemana sebenarnya Aruna? Mengapa aku tidak bisa menemukannya dimanapun?" ucap Arthur bertanya kepada diri sendiri.


"Kau dari mana saja? Mengapa tidak mengatakan jika kau tidak pergi di taman bawah? Apa kau..." ucap Arthur namun terhenti ketika melihat pakaian Aruna yang basah kuyup dengan tatapan kosong ke arah depan.


"Apa yang terjadi ha? Mengapa pakaian mu basah..." pekik Arthur kemudian yang langsung berlarian mendekat ke arah dimana Aruna berada saat ini.


Aruna yang mendengar pertanyaan dari Arthur hanya bisa menatapnya dengan tatapan yang sendu. Sedangkan Arthur yang melihat semua pakaian Aruna basah tentu saja langsung mengajaknya duduk kemudian berlarian ke arah kamar dan mengambilkan Aruna handuk tebal agar bisa mengeringkan tubuh Aruna saat itu.


Sambil mengusapkan handuk tersebut dengan perlahan ke tubuh Aruna yang basah, Aruna terlihat memperhatikan setiap detailnya yang dilakukan oleh Arthur kepadanya. Sosok Arthur yang dulu sering meneriakinya sekarang mulai berubah menjadi sosok yang perhatian dan juga hangat, membuat perasaan yang berat semakin terasa menyelimuti hati Aruna kala itu ketika melihat setiap tindakan kecil yang di lakukan Arthur kepadanya, namun berhasil membuat hatinya bergetar.


"Apa aku sanggup pergi jauh dari sosok seorang Arthur Alterio Gavanza? Lalu siapa yang akan memasak setiap harinya untuk Tuan? Siapa yang akan membersihkan rumahnya? Lalu siapa yang akan kena omelannya setiap detiknya? Apa Tuan akan langsung mencari pengganti ku begitu aku mengatakan akan mengundurkan diri sebagai asistennya? Mengapa membayangkannya saja begitu menakutkan bagi ku?" ucap Aruna dalam hati bertanya-tanya dengan manik mata yang berkaca-kaca.


"Apa yang terjadi kepadamu sebenarnya? Apa di luar sedang hujan deras? Sepertinya ramalan cuaca pagi ini sangatlah cerah." ucap Arthur dengan raut wajah yang bingung sambil masih berusaha mengeringkan tubuh Aruna saat itu.


"Kamu gantilah pakaian sekarang sebelum nantinya masuk angin." ucapnya lagi dengan nada yang begitu lembut, membuat Aruna semakin tidak ingin untuk berpisah darinya.


".."


Arthur yang tak mendengar jawaban apapun dari Aruna saat ini, lantas mulai menghentikan gerakannya dan mendongak menatap ke arah Aruna. Manik mata keduanya bertemu dalam sepersekian detik, membuat Arthur yang melihat manik mata berkaca-kaca milik Aruna saat ini lantas menjadi bertanya-tanya. Ditatapnya ke dalam manik mata tersebut seakan mencoba untuk mencari kebenaran di sana. Hanya saja sayangnya Arthur sama sekali tak menemukan jawabannya di sana selain hanya sebuah kesedihan semata.


"Ada apa sebenarnya Run? Apakah ada sesuatu yang terjadi di bawah? Jangan membuat ku khawatir seperti ini!" ucap Arthur kemudian dengan raut wajah yang penasaran.


Aruna yang mendapat pertanyaan tersebut tentu saja terdiam, ia bahkan bingung hendak menjawab apa pertanyaan tersebut. Sampai kemudian bayangan Arthur lantas teringat kepada duo bayangan yang masuk ke dalam air dalam waktu yang cukup lama. Jika saat ini Aruna pulang dengan keadaan yang basah kuyup, bukankah itu artinya yang di dalam air tadi adalah Aruna?


Ditatapnya Aruna dengan tatapan yang intens, sampai kemudian pandangan mata Arthur terhenti pada pergelangan tangan Aruna yang nampak memerah seperti bekas cengkraman seseorang yang terlalu erat.


"Apa Pandu melakukan sesuatu kepada mu Run? Katakan padaku sejujurnya, biar aku yang akan memberinya pelajaran sekarang juga!" pekik Arthur kemudian dengan raut wajah yang sangat geram.


Bersambung