Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Mencoba



Apartment Arthur


Aruna yang sedari tadi mendengarkan penjelasan dari Arthur tentang pemindahan jiwa lantas langsung mengernyit dengan tatapan yang aneh menatap ke arah Arthur. Hingga ketika sebuah ide gila yang diucapkan oleh Arthur berdasarkan sumber film fantasi yang ia tonton baru saja, tentu saja langsung membuat Aruna melotot dengan tajam ketika mendengar ide yang tidak masuk akal tersebut. Bagi Aruna semua cara yang dikatakan oleh Arthur benar-benar tidak dapat dipercaya sama sekali dan tentu saja berbahaya.


"Apa kau sudah gila?" pekik Aruna dengan nada yang meninggi.


Sedangkan Arthur yang mendengar teriakan dari Aruna barusan tentu saja langsung terkejut seketika. Sambil mengusap telinganya yang terasa berdenging karena teriakan Aruna barusan, Arthur lantas mulai menatap dengan tatapan menelisik ke arah Aruna saat ini.


"Setidaknya kita coba saja salah satu dari cara tersebut tuan, saya yakin pasti ada satu yang berhasil." ucap Arthur dengan penuh semangat seakan masih tetap yakin bahwa cara yang ia katakan akan benar-benar berhasil seratus persen.


"Tidak bisa! Lagi pula dari semua cara mu itu terdengar sangat membahayakan dan tentu saja aku tidak ingin melakukannya bersama mu! Ia kalau memang cara itu berhasil tak apa, jika sampai aku malah ko it karena cara tersebut.. Apa kau mau bertanggung jawab?" pekik Aruna dengan nada yang kesal.


Mendengar perkataan dari Aruna yang menurut Arthur begitu berlebihan, lantas langsung memutar bola matanya jengah. Lagipula dari beberapa cara yang ia katakan tadi menurut Arthur yang paling berbahaya adalah mereka adegan kembali sebelum terjadinya pemindahan jiwa, selain cara itu semuanya aman dan mudah dilakukan. Sepertinya Aruna saja yang terlalu pesimis dan tidak mau mencoba satu-persatu cara tersebut.


"Tuan... saya bahkan tidak meminta cara tersebut kita coba lakukan semua, hanya cara pertama dan mungkin yang ketiga ataupun terakhir setelah kita mencobanya dan tidak ada satupun yang berhasil saya tidak akan meminta anda kembali melakukannya." ucap Arthur mencoba untuk membujuk Aruna.


Namun Aruna yang mendengar ucapan dari Arthur barusan hanya bisa menatap tak percaya ke arah Arthur. Arthur yang tahu pasti Aruna akan menolaknya lantas terlihat bangkit dari tempat duduknya dan berpindah tempat mendekat ke arah Aruna. Di goyangkannya bahu Aruna beberapa kali sambil terus merengek untuk mencoba salah satu cara yang ia katakan barusan, membuat Aruna yang tidak terlalu setuju akan cara yang diberikan oleh Arthur itu lantas menghela napasnya dengan panjang. Bagi Aruna apapun alasannya semua cara yang dikatakan oleh Arthur sama sekali bukan berdasarkan dari fakta melainkan hanya sebuah materi atau bisa juga jadi hanya sebuah mitos belakang yang dipercayai oleh orang-orang awam dan pastinya belum terbukti segala kebenarannya.


"Mau ya tuan? Ya ya ya? Ini tidak akan sakit aku janji... Setelah cara ini tidak berhasil aku tidak akan merengek lagi." bujuk Arthur lagi namun Aruna hanya diam dan tak menanggapi perkataannya, membuat Arthur yang tidak pantang menyerah dan tak ingin putus asa akan hal ini, lantas terus berusaha membujuk Aruna dengan berbagai macam cara agar Aruna mau melakukannya.


Sampai beberapa menit kemudian Aruna nampak berpikir dan terus-terusan mendengar rengekan yang berasal dari Arthur, pada akhirnya Aruna memutuskan untuk mengikuti cara Arthur namun tidak sepenuhnya karena Aruna menganggap beberapa cara tersebut sangatlah berbahaya bagi mereka berdua yang posisinya masih dalam tahap recovery. Aruna mengatakan untuk menghindari cara reka ulang yang tadi juga direkomendasikan oleh Aruna dan Arthur langsung mengiyakan permintaan itu karena memang ia sendiri juga masih terlalu takut untuk melakukannya dan tentu saja sayang nyawa pastinya.


"Baiklah tuan saya setuju." ucap Arthur dengan senyum yang mengembang menghiasi wajah tampannya.


***


Sore harinya di Apartment Arthur.


"Aku tidak yakin ini akan berhasil." ucap Faris dalam hati sambil memperhatikan gerak-gerik keduanya.


Suasana senyap selama beberapa menit terjadi di ruangan tersebut, seakan ketiganya tengah sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Hingga kemudian Arthur yang semangat 45 dengan cara yang memang direkomendasikan olehnya mulai mengkode Aruna untuk memulainya. Faris yang takut sesuatu yang lebih fatal terjadi kepada tuannya, lantas terlihat melangkahkan kakinya mendekat ke arah dimana Aruna berada untuk mengingatkan Aruna sekali lagi akan ide konyol ini.


"Tuan, apa anda yakin ini akan berhasil? Atau kita coba cari cara lain saja tuan? Saya tidak terlalu yakin tentang hal ini." tanya Faris sekali lagi kepada Aruna seakan ia tidak terlalu percaya akan cara yang terus dibicarakan oleh Arthur sedari tadi.


"Kita coba saja dulu." ucap Aruna dengan nada yang datar sambil menatap lurus ke depan ke arah Arthur yang terlihat tengah bersiap-siap itu.


Faris yang mendengar perkataan dari Aruna barusan pada akhirnya tidak lagi bisa menolak dan mulai melangkahkan kakinya mundur kembali ke tempat semula untuk berjaga-jaga. Arthur yang melihat hal tersebut lantas mulai menghitung mundur dan mengambil langkah mundur beberapa langkah dari posisinya semula. Saat Arthur sampai pada hitungan terakhir, Arthur yang semula dalam posisi mengambil ancang-ancang kemudian lantas berlari dengan sekuat tenaga menuju ke arah Aruna mencoba untuk membenturkan kepalanya dan juga kepala Aruna dengan sekali hentakan.


Tak...


Bruk....


Tepat setelah kepala keduanya saling terbentur antara satu sama lain, baik Aruna maupun Arthur langsung jatuh dalam posisi terlentang. Faris yang terkejut akan hal yang baru saja terjadi lantas langsung melangkahkan kakinya mendekat ke arah Arthur untuk memastikan kondisinya.


"Tuan anda tidak apa? Apa jiwa anda sudah kembali?" tanya Faris kemudian yang mengira bahwa jiwa *Arthur sudah kembali ke dalam raganya.


Arthur nampak terdiam sejenak ditempatnya sambil menatap kosong ke arah depan dengan mata yang terbuka, membuat Faris yang melihat hal tersebut menjadi khawatir akan keadaan Arthur saat ini.


"Di atas kepala ku ada burung yang berputar..." ucap Arthur dengan tersenyum seperti orang gila.


"Aruna!" ucap Faris sambil menatap dengan tatapan yang mengernyit ke arah Arthur saat ini


Bersambung