Mrs.CEO & Mr.Secretary

Mrs.CEO & Mr.Secretary
Coba saja kalau kau bisa



"Apa anda baik-baik saja Tuan?" ucap Arthur kemudian yang lantas membuat helaan napas terdengar dengan jelas berhembus dengan kasar dari mulut Aruna saat itu.


Aruna menatap kosong ke arah depan kemudian kembali menghela napasnya dengan panjang.


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa saat ini, entahlah aku juga bingung dengan hidup ku sendiri." ucap Aruna kemudian dengan nada yang terdengar bimbang.


Arthur yang mendengar jawaban dari Aruna barusan lantas terdiam sejenak kemudian menatap ke arah Aruna dengan tatapan yang intens. Baru kali ini Arthur melihat Aruna sebimbang ini, biasanya ia selalu tegas dan tahu akan arah langkah kakinya, mengapa sekarang berbeda?


"Apa yang begitu anda risaukan Tuan? Bukankah Ayah anda sudah datang dan membuka pintu masuk untuk anda kembali ke keluarga anda? Lalu apalagi yang membuat anda bingung?" ucap Arthur dengan raut wajah yang polos menatap ke arah Aruna.


"Masalahnya hubungan keluarga ku tidaklah semudah yang kamu bayangkan, terlalu banyak beberapa hal yang tidak bisa aku jelas. Lagi pula bukan hanya masalah keluarga saja yang membuat ku bingung tapi juga..." ucap Aruna namun terhenti tepat ketika manik matanya menatap ke arah manik mata milik Arthur saat ini.


"Tapi juga apa Tuan?" tanya Arthur kemudian dengan raut wajah yang penasaran, sambil menatap dengan polos ke arah Aruna saat ini.


Aruna terdiam entah apa yang tengah ada di pikirannya saat ini. Hanya saja ketika kedatangan Bagas kemari adalah untuk menjemputnya pulang sudah bisa di pastikan bahwa Bagas akan kembali menyuruhnya untuk meninggalkan *Aruna. Lagi pula kondisi mereka saat ini tidak memungkinkan untuk bertukar posisi, Aruna yakin tepat setelah Aruna mengiyakan permintaan dari Bagas, Bagas pasti akan lebih mengawasi dirinya dan ia akan lebih sulit bertemu dengan Arthur, mengingat jiwa *Aruna yang masih berada di tubuhnya saat ini.


"Tapi juga kita, bagaimana dengan kita jika aku kembali nantinya? Kau jelas tahu Papa tidak menyetujui kedekatan kita, apa kau pikir Papa akan membiarkan seorang *Aruna berada di dekat Putranya? Tentu saja tidak!" ucap Aruna kemudian dengan nada yang kesal.


Mendengar perkataan dari Aruna barusan tentu saja membuat Arthur nampak mengernyit kemudian tak berapa lama memukul pundak Aruna cukup keras, sehingga membuat Arthur langsung mendapat hadiah tatapan tajam dari Aruna saat itu.


"Ku kira ada masalah apa, bukankah anda mengatakan jika kita akan kembali ke tubuh kita masing-masing bulan depan tepat ketika bulan purnama penuh terjadi? Lalu apa lagi masalahnya Tuan? Bulan depan bahkan hanya tinggal beberapa minggu saja, jadi tidak perlu di pikirkan.. Aku yakin tepat ketika rapat bulanan berlangsung jiwa kita sudah kembali ke tubuh kita masing-masing. Sekedar info Tuan, saya adalah tipe orang yang gampang sekali berubah-ubah perasaannya, jadi saya yakin jika anda bersikap lebih manis sedikit lagi saya pasti akan luluh dan membuka hati saya untuk anda, bagaimana Tuan?" ucap Arthur kemudian dengan senyuman yang simpul seakan tanpa beban sama sekali.


Mendengar segala perkataan dari Arthur barusan tentu saja membuat Aruna tidak bisa lagi berkata-kata. Bagaimana mungkin Arthur bisa mengatakan hal tersebut dengan semudah itu, sedangkan Aruna sendiri bahkan merasa bimbang harus membuat keputusan apa akan perasaannya sekarang. Aruna menghela napasnya dengan panjang begitu melihat senyuman yang terlukis indah di raut wajah Arthur saat itu. Sepertinya Arthur memang benar-benar sedang mengujinya saat ini.


"Jika memang kamu secepat itu berubah, lalu perasaan mu apakah juga akan cepat berubah? Lalu apakah kamu akan langsung melupakan ku begitu saja?" ucap Aruna kemudian bertanya kepada Arthur.


Entah mengapa pertanyaan ini lantas memenuhi kepalanya saat ini. Mungkin *Arthur sudah merasakan perasaan yang berbeda kepada *Aruna? Atau memang hanya sebuah perasaan tak rela karena telah bersama dalam waktu yang cukup lama?


"Entahlah Tuan.. Jika memang kita bisa kembali ke tubuh kita masing-masing mungkin aku akan memutuskan untuk berhenti bekerja, rasanya aku sangat lelah dan ingin hidup bebas. Em anda tahu Tuan? Sepertinya pekerjaan kantoran sama sekali tidak cocok untuk ku?" ucap Arthur mencoba untuk menutupi perasaannya.


"Lalu bagaimana untuk perasaan mu itu? Apakah dia juga akan berubah?" tanya Aruna sekali lagi seakan masih penasaran karena Arthur tidak kunjung menjawabnya dan hanya bermain dengan kata-kata saja.


Arthur terdiam sejenak mendengar pertanyaan Aruna kembali kemudian menghela napasnya dengan panjang.


"Aku tidak terlalu yakin Tuan tapi akan aku pastikan dia juga akan cepat berubah, anda tidak perlu khawatir lagi pula saya tahu posisi saya." ucap Arthur pada akhirnya entah mengapa hanya kata-kata itu saja yang keluar dari mulutnya saat ini.


"Lalu bagaimana jika tidak bisa?" tanya Aruna sekali lagi membuat bola mata Arthur langsung membulat dengan seketika.


"Ayolah Tuan.. Mengapa anda mempermasalahkan hal yang belum tentu terjadi? Perasaan itu bisa di atur dengan mudah jadi anda tidak perlu khawatir akan hal itu." ucap Arthur kemudian dengan senyum yang di buat-buat membuat Aruna langsung mengernyit dengan seketika.


Aruna yang sudah mendapat kesimpulan dari pertanyaannya, lantas terlihat bangkit dari tempat duduknya kemudian mulai melangkahkan kakinya meninggalkan Arthur di sana.


"Baguslah jika begitu cepat kau rubah perasaan mu padaku dan mari kita selesaikan dengan cepat agar kau bisa segera pergi dariku!" ucap Aruna sambil melangkahkan kakinya berlalu pergi dari sana meninggalkan Arthur seorang diri.


Mendengar nada bicara Aruna yang begitu kasar mengusirnya, lantas membuat Arthur langsung bangkit dari tempat duduknya dan menatap punggung Aruna yang semakin jauh meninggalkannya.


"Tidak bisakah anda bersikap sedikit lebih lembut lagi Tuan? Atau paling tidak berkata lah agar aku jangan pergi.. Tuan.." ucap Arthur dengan nada yang menggerutu namun berhasil membuat seulas senyum terlihat terbit dari wajah Aruna tanpa di sadari oleh Arthur sama sekali.


Aruna terus melangkahkan kakinya meninggalkan Arthur tanpa menoleh ataupun menjawab perkataan dari Arthur barusan, membuat Arthur semakin merasa kesal ketika mendapati sikap Aruna yang seperti itu.


"Coba saja pergi dari ku, sejauh apapun kau pergi akan ku pastikan aku menemukan mu!" ucap Aruna dalam hati sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya keluar dari area Rooftop meninggalkan Arthur yang saat ini tengah menatapnya dengan wajah yang kesal.


Bersambung