
Cup
Keduanya yang sama-sama terkejut ketika bibir mereka bertemu dalam satu kecupan singkat hanya karena masalah jok mobil, membuat suasana menjadi hening seketika. Baik Aruna maupun Arthur nampak terdiam dengan pikiran mereka masing-masing, tidak ada satupun yang bersuara diantara keduanya seakan Aruna dan juga Arthur nampak terhanyut dalam kejadian sepersekian detik barusan. Hingga kemudian sebuah suara yang mendadak membuyarkan segala lamunan yang ada di kepala jiwa *Aruna yang kini berada di tubuh Arthur, membuat *Aruna lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah ketika mendengar suara tersebut.
"Apa kau saat ini tengah memanfaatkan ku begitu mengetahui seberapa kaya keluarga ku?" ucap Aruna dengan nada yang datar.
Mendengar perkataan gila Aruna barusan membuat Arthur lantas berdecak dengan kesal. Apa yang dikatakan oleh jiwa *Arthur benar-benar sudah melukai hati *Aruna, meski sebenarnya jika Arthur mengajaknya pun ia tidak akan menolak mengingat betapa kenyal dan juga lembutnya bibir Arthur, membuat *Aruna lantas terhanyut sejenak dalam kecupan yang singkat tersebut.
"Jangan mengada-ngada ya tuan, saya tidaklah serendah itu." ucap Arthur dengan nada yang meninggi tak mau kalah dengan Aruna.
Aruna yang mendengar ucapan dari Arthur barusan, lantas langsung memutar bola matanya dengan jengah. Bagaimanapun juga jiwa *Aruna yang saat ini tengah berada di dalam tubuhnya benar-benar telah mencuri kesempatan dari dirinya, membuat *Arthur lantas berdecak dengan kesal dan bahkan merutuki nasib jelek yang menghampiri dirinya. Bagaimana bisa jiwanya dan juga jiwa *Aruna tiba-tiba bertukar raga tanpa ada sesuatu hal yang mendasari itu semua terjadi kepada keduanya.
"Jika memang kau tidak menginginkan hal itu, maka menyingkirlah dari diriku dan lekas pulang ke Apartemen karena aku sudah mengantuk, kau lelet sekali!" ucap Aruna dengan nada yang ketus sambil sedikit mendorong tubuh Arthur agar menjauh dari dirinya.
*Aruna yang mendengar perkataan *Arthur yang kembali sewot itu lantas langsung kembali duduk di tempatnya dengan kesal. Kemudian melajukan mobilnya menuju ke arah Apartment Arthur agar tuannya itu tidak lagi mengomel dan merocos tanpa henti. *Aruna kini bahkan benar-benar merutuki kebodohannya yang berusaha menolong Arthur agar posisi tidur bosnya itu tidak salah dan tentunya akan menjadi lebih nyaman. Sayangnya niat baiknya ternyata malah membawa petaka bagi ia yang lantas membuat *Aruna kembali diomeli oleh *Arthur. Sepertinya salah benar *Aruna tetaplah salah dan mungkin itu yang ada di kamus *Arthur dulu hingga saat ini dan mungkin sampai ke depannya juga.
"Apesnya aku dapat bos yang super duper arogan dan cerewet, benar-benar paket komplit. Untung ganteng dan juga kaya... Jika dia tua dan gemuk sudah aku buang kali ke sungai!" ucap *Aruna menggerutu dalam hati karena kesal akan sikap *Arthur yang semena-mena.
Padahal tadinya *Aruna pikir *Arthur akan berubah lebih kalem jika jiwa *Arthur masuk ke dalam raganya. Namun sayangnya bukan berubah menjadi kalem malah semakin cerewet dan membuat kepalanya tambah pusing karena *Arthur selalu saja mengomel tanpa henti sepanjang hari.
***
Apartment Arthur
Mobil yang di kendarai oleh Arthur terlihat berhenti di lobi Apartment. *Aruna yang sudah mulai terbiasa membukakan pintu untuk Arthur lantas tanpa sadar malah turun lebih dulu dan berputar pada pintu belakang dimana Aruna tengah duduk saat ini. Sepertinya keduanya belum terlalu terbiasa akan jiwa mereka yang saat ini menempati raga yang berbeda, membuat keduanya lantas terus saja melakukan hal-hal kebiasaan mereka karena belum terbiasa akan pertukaran jiwa keduanya.
Seorang satpam yang kebetulan menjaga pintu masuk lobi Apartment, melihat Arthur yang berperilaku aneh dan malah membukakan pintu untuk asistennya. Membuat satpam dengan name tag Ali di dadanya tersebut langsung menatap bingung ke arah keduanya.
**
"Selamat malam pak Ali." sapa Arthur dengan senyum yang mengembang.
Ali yang mendapat sapaan tersebut tentu saja terkejut bukan main termasuk resepsionis yang juga tak sengaja melihat kelakuan Arthur yang tiba-tiba bertegur sapa itu. Bukan karena apa mereka terkejut, hanya saja sikap Arthur yang dingin kepada seseorang yang tidak ia kenali, membuat beberapa orang terlihat terkejut akan perubahan sikap Arthur yang secara mendadak itu.
"Apakah kemarin terjadi badai? mengapa tingkah keduanya malah terbalik." ucap Ali sambil menatap ke arah kepergian keduanya dengan tatapan yang bertanya-tanya.
**
Di dalam lift
Aruna yang sadar akan tatapan dari Ali dan juga resepsionis Apartment ini ketika keduanya melintas, lantas langsung berbalik badan dan menatap ke arah Arthur dengan tatapan yang kesal. Membuat Arthur yang tidak tahu apa-apa lantas menatap bingung ke arah Aruna saat ini seakan bertanya-tanya apa lagi kesalahan yang kali ini ia perbuat, hingga membuat Aruna nampak begitu kesal kepadanya.
"Kamu itu sekarang adalah Arthur, jadi aku harap kamu jaga perilaku mu itu dan bersikaplah lebih berwibawa lagi. Apakah berperan menjadi orang kaya begitu susah untuk mu?" ucap Aruna dengan nada yang kesal menatap kepada Arthur saat ini.
"Kesalahan saya kali ini apa lagi tuan?" ucap Arthur yang seakan tidak mengerti akan arah dari pembicaraan Aruna baru saja.
Aruna yang mulai kesal akan sikap sok polos dari Arthur tersebut, lantas langsung memijat pelipisnya dengan pelan ketika kepalanya terasa berdenyut karena sudah tidak tahan lagi disaat mengetahui tingkah Arthur yang seperti itu. Arthur yang melihat Aruna terdiam lantas langsung menelan salivanya dengan kasar, Arthur yakin sebentar lagi Aruna pasti akan memarahinya lagi karena kesalahan yang Arthur sendiri tidak tahu apa itu. Hingga ketika Aruna hendak membuka mulutnya dan berbicara suara pintu lift yang terbuka dengan lebar, membuat Arthur buru-buru melarikan diri untuk menghindari omelan dari Aruna yang pasti akan meledak tersebut.
"Tuan saya akan menunggu anda di depan pintu unit Apartment anda, saya permisi..." ucap Arthur buru-buru berlalu pergi dari sana sebelum Aruna sempat membuka mulutnya.
Aruna yang menatap kepergian Arthur dari sana tentu saja semakin di buat kesal namun ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Arthur sudah melarikan diri lebih dulu dari hadapannya.
"Arunaaaaaa"
Bersambung